Jumat, 19 April 2013

Halo Nabilah



Halo Nabilah

Nek, Putra pulang pamit pulang ke Jakarta ya”  pamit aku.
            “kamu ngga makan dulu?” Tanya nenek.
            “Ngga usah nek nanti aja di jalan makannya,lagian juga aku masih kenyang kok” jelasku.
            “Oh yasudah kalau begitu,hati-hati ya kamu kalau sudah sampai Jakarta kabari nenek” pinta Nenek.
            “Kalau liburan lagi, kamu sering main kesini yah, nenek suka kesepian di Bandung, semenjak kakekmu....” Lanjut Nenek.
            “Oke Nek siaaap,aku berangkat dulu ya nek assalamualaikum” pamitku
            “Walaikum salam” jawab nenek
            Aku pun perlahan mulai meninggalkan rumah nenek sambil melambaikan tangan ke nenek.
            Aku pun menaiki angkutan umum untuk menuju stasiun Bandung. Di dalam angkutan umum yang sedang berjalan aku melihat – lihat gadis Bandung yang geulis alias cantik, menurut pandangan aku sebagai cowo di tolak 7 dari 10 wanita yang aku tembak, cewe Bandung itu tanpa full make up pun terlihat cantik tapi kalau cewe Jakarta mayoritas harus terlihat modis dan gaul baru terlihat cantik. Tanpa sadar terminal yang aku tuju terlewati gara-gara melihat gadis-gadis Bandung, tidak terlewat jauh sih dan aku pun segera meminta turun.
            “aa kiri aa’ duh gimana si aak kan aing teh minta turun di stasiun malah aak jalan terus” protes aku pada supir angkutan.
            “waduh kok malah aku sih yang di salahin,situ aja ngeliatin cewe terus sampai mimisan gitu” bela si sopir angkutan
            “haha maaf mas abis cewe sini geulis-geulis pisan euy, b-t-w hatur nuhun ya ak” ucap aku sambil kasih uang kepada si aak supir.
            “eh kang, b-t-w itu naon?” Tanya si supir
            “b-t-w itu kalo buwat kalo kata si jajang a,haha ngga abercanda btw itu by the way itu ngomong-ngomong alias ngobrol-ngobrol alias talking-talking” jawabku.
            “oh begitu,kok kayak tukul ya,m uka situ juga mirip sih haha” ejek si supir.
            “haha aa bisa aja oke makasih ya a” sambil meninggalkan angkutan itu.
            Sesampainya di stasiun aku duduk sambil menunggu kereta datang. Kuambil tiket di dompetku, terlihat keberangkatan pukul 13.00, sedangkan sekarang pukul 11.48. Aku pun mengeluarkan earphone untuk mendengarkan lagu sambil menunggu kereta datang. Di saat aku sedang menikmati lagu tiba-tiba sorang wanita cantik duduk di sebelahku. Ya wanita itu sangat cantik dengan rambut panjang, berkulit putih, senyumnya yang manis, tinggal bolong di punggung doang sih yang belum. Ya aku mulai berpikir yang duduk di sebelahku ini sundel bolong yang mau mesen sate.
            Aku sungguh gugup sekarang jantungku pun berdegup kencang dan akan meledak ingin rasanya aku berkenalan dengan wanita di sebelahku, aku pun memberanikan diri untuk berkenalan.
            “Hai, boleh aku tau namamu?” Tanya aku sambil gugup
Dia menatapku sebentar lalu menjulurkan tangannya
            “Nabilah, kalau kamu?” Tanya dia
            Aku tidak sangka dia menanyakan balik namaku
            “aku Putra, salam kenal ya, oh iya kamu mau kemana?” aku mulai membuka pembicaraan.
            “aku mau ke pulang ke Jakarta,di sini aku hanya berlibur kerumah kakek nenekku” dia menjelaskan.
            “oh begitu, aku juga mau ke Jakarta disini aku juga berlibur kerumah nenekku,apa kamu juga menunggu kereta jam 1?” Tanya aku
            “iya,kamu juga?”
            “iya aku juga menunggu kereta yang jam 1”
            Waktu menunjukkan pukul 12.00 masih satu jam lagi kereta datang,kami berdua saling terdiam beberapa saat kalau aku mungkin karena gugup dengan perasaan yang menggebu-gebu kepada Nabilah,aku tidak tau dengan dia mengapa terdiam dan aku pun memberanikan diri untuk membuka pembicaaraan.
            “Kamu udah makan?” Tanya aku. “sudah” jawabnya singkat. Aku mulai putus asa untuk lebih dekat dengan dia,tiba-tiba aku ingin bertanya tentang boneka teddy bear yang selalu dia peluk dari tadi
            “Pasti boneka itu boneka kesayangan kamu ya” tanyaku.

            “Iya, boneka ini selalu ada di saat aku kesepian dan merasa sedih jika aku sampai kehilangan boneka ini mungkin aku akan merasa sangat sedih dan tidak ada yang bisa menggantikan boneka ini” jawabnya.
            “Oh aku harap kamu bisa terus bersama boneka itu ya,jaga baik-baik hehe” senyum aku
            Kami pun terus mengobrol dan semakin akrab. Membahas apa saja yang asik di bahas sampai tidak terasa sudah jam 1 kereta pun datang aku dan Nabilah pun bergegas menuju kereta yang akan kita tumpangi dan di dalam kereta kami memutuskan duduk bersebelahan.

            Di dalam kereta kami pun mengobrol sambil memakan cemilan yang kita bawa. Aku sungguh sangat senang bisa sedekat ini dengannya rasanya itu seperti di tendang ke langit ketujuh, di jepit gunung 5 jari, di masukin ke kuali api dan sebenarnya gw ini Putra apa sun go kong….ah sudahlah!!!
            Tidak lama kereta pun mulai berangkat kami tetap mengobrol sampai akhirnya dia mengantuk.
            “Aku mau tidur dulu ya” kata Nabilah. “oh yaudah kamu tidur gih” jawab aku.

            Aku pun mengambil headphone untuk mendengarkan lagu sambil menutup mata dan berharap aku pun tertidur namun tiba-tiba aku terkejut ketika kepala Nabilah berada di pundakku seketika aku bingung harus berbuat apa karena jika aku menggeser kepalanya aku takut mengganggu tidurnya, aku pun hanya mencoba untuk tetap tenang dan menutup mata.

            Tanpa sadar aku pun ikut tertidur dan tiba-tiba terbangun,saat aku bangun aku melihat Nabilah sudah bangun sedang melihat pemandangan di luar.
            “Eh kamu sudah bangun, Put?” Tanya dia. “Maaf ya aku tadi ketiduran di pundak kamu jadinya ngeganggu kamu deh tapi beneran kok itu ga sengaja” lanjut Nabilah.

            “Gapapa kok aku ga merasa keganggu,santai aja lagi” ucap aku. “oh iya kamu lapar ga,aku pesenin makanan yah,mas nasi goreng 2 ya” aku memesan makanan yang ada di kereta itu.
            “aduh ga usah seharusnya kan aku jadi ngerepotin kamu” jelas Nabilah merasa tidak enak kepadaku. “aah sudahlah tenang saja lagian juga kamu pasti lapar kan, aku ga mau kamu sampai sakit karena belum makan, kasihan orang tua kamu, maunya kamu pulang kerumah tuh sehat, eh malah sakit.Lanjutku.

            Tiba-tiba Nabilah terdiam dan menatapku membuatku bertanya-tanya apa maksudnya dia seperti itu,apakah dia marah karena aku terlalu berlebihan?
            “Kamu kenapa bil?” Tanyaku terheran-heran
            “Kamu kenapa baik banget sama aku?kan kita baru kenal dan belum tahu sifat masing-masing” ucap Nabilah
            “Oalah kirain kenapa,gapapa kok emang kalo berbuat baik harus kenal lama dan kenal sifat dulu? Berbuat baik itu bisa kapan saja,dimana saja, dan kepada siapa saja memang lebih gampang mencurigai orang yang terlalu baik daripada orang jahat, makanya jadi orang baik yang tulus itu sulit. Tapi jika benar-benar tulus melakukannya nggak akan ada yang meragukan kebaikan kita” jelas aku

            Tiba-tiba Nabilah tersenyum dan memeluk aku dengan cukup erat sambil mengucapkan terima kasih, aku pun hanya bisa terdiam dengan darah mengucur keluar dari 5 panca indera sampai sela sela kuku,p ori-pori wajah,ubun-ubun dan sebentar lagi gw akan menjadi zombie.

            Tidak lama makanan pun datang dan kami segera melahapnya sambil mengobrol,tertawa-tawa. Makanan pun dengan cepat kita habiskan,di saat sama-sama diam membisu aku menatap boneka teddy bear yang selalu di pegangnya.
            “Kamu sayang sekali ya sama bonekamu?” tanyaku
            “iya aku sayang banget sama dia,kamu mau juga ga aku sayang?”
             “ah kamu bisa aja deh” ucapku tersipu malu.

             Kami ngobrol dengan sangat akrabnya sampai aku berpikir bahwa ini adalah keberuntungan aku bisa dekat dengannya dan apakah ini yang di namakan jatuh cinta? Ah mustahil mana mungkin wanita secantik dia bisa suka kepadaku mungkin bagi dirinya hanya teman pulang searah saja. Tidak terasa kereta pun sudah tiba di stasiun gambir, kami berdua pun turun dari kereta.
            “kamu pulang sendiri atau di jemput?” tanyaku . “aku menunggu di jemput oleh orang tuaku  dan adikku, kalau kamu?” Tanya dia .

“aku sih pulang sendiri dari sini naik busway,kalau begitu aku temani deh sampai kamu di jemput” kataku, “beneran? Makasih ya put” senyum dia.

            Kami pun duduk di bangku dan mengobrol sambil menunggu orang tua Nabilah menjemputnya. Tiba-tiba Nabilah pergi ke toilet, sekembalinya dari toilet orang tua Nabilah telah dating, dan Nabilah pun berpamitan padaku lalu berlari menuju orang tuanya. Aku hanya bisa tersenyum dari kejauhan melihat betapa bahagianya dia bertemu dengan orang tuanya. Perlahan mobil itu menjauh dan menghilang, aku terbangun dari lamunanku sambil berharap aku bisa bertemu lagi dengannya.

            Ketika aku akan meninggalkan bangku tempatku duduk aku terkejut melihat boneka teddy bear kesayangan Nabilah tertinggal. Kuambil boneka itu dan pergi untuk mencari makan sebelum pulang kerumah karena aku sangat lapar. Aku sudah selesai makan dan bersiap untuk pulang namun aku melihat sosok wanita sedang menangis di tempat duduk yang tadi itu ternyata Nabilah,aku pun duduk di sebelahnya.
            “hai nona cantik kenapa menangis, kamu cari aku ya” kataku sambil menaruh boneka di mukaku dan menirukan suara boneka beruang

            Seketika Nabilah langsung merebut boneka itu.
            “yaudah yaudah jangan nangis kan udah ketemu sama bonekanya, lain kali jangan buru-buru jadi ketinggalan tuh kan bonekanya” hiburku

            Lalu Nabilah diam dan memelukku dengan eratnya sambil menangis,aku pun membalas pelukannya.
            “Makasih banyak ya put,kamu memang baik banget aku beruntung bisa kenal kamu, mungkin satu satunya orang yang bisa mengalahkan rasa sayangku terhadap boneka ini yaitu kamu, ngga tau kenapa aku ngomong kayak gini tapi aku nyaman,senang,dan aku benar-benar sayang kamu” ucap Nabilah
            Aku masih terkejut mendengar ucapan Nabilah.

            “Mungkin ini berlebihan tapi sejak kita kenal di stasiun dan jauh lebih dekat aku juga merasakan hal yang sama ke kamu, aku juga sayang sama kamu. jangan nangis lagi ya di jaga baik-baik bonekanya” ucapku sambil memeluknya erat
            Orang tuanya memanggil Nabilah untuk menyuruhnya pulang.
            “aku pulang dulu ya, oh iya ini nomorku jika kamu mau menghubungiku” ucap Nabilah sambil menyodorkan secarik kertas

            Tiba-tiba di luar dugaan dia mencium keningku dan langsung berlari menuju orang tuanya,lagi-lagi aku hanya tersenyum tidak menyangka ini semua akan terjadi. Sejak itu kami menjadi semakin dekat dan mempunyai hubungan special ini semua karena aku percaya sejak pertama kali kenal dia bahwa Nabilah adalah jodohku.


***
Fanfict kiriman dari:

0 comments:

Poskan Komentar