Selasa, 30 April 2013

-Journey- BabII -Beginning- #Chapter4

"GA APA-APA GIMANA..!! awwww... Kalo ga bisa nyetir mobil ga usah so-so an deh mba! Aduhhh,, kaki aku sakit!!"
mendengar rintihan beby dengan cepat Mova menyingkirkan sepeda itu.
"tanggung jawab mba! kasian tu anak, liat dia kesakitan!" kata tukang ojeg1
"bener tuh, makanya mba kalo lagi nyetir liat ke jalan yang bener!!" susul tukang ojeg2
"ia, ia.. pak! Saya tahu.. saya minta maaf! sekarang tolong bantu saya. Bawa dia kedalam mobil saya pak! Saya akan bawa dia kerumah sakit!! untuk memeriksakan lukanya.." pinta mova dengan setengah berlari membukakan pintu belakang mobilnya.

Di dalam mobil, mova terus melihat kearah belakang dari spion atas.
"mba! Ga usah ngeliatin sini! Liatnya jalan aja, ntar nabrak lagi. malah kita berdua yang di UGD!!" tegur beby sambil meringis memegangi kaki kirinya.
"ia, ia... aku kan cuma hawatir! Takutnya kamu pingsan lagi!!" jawab mova. kemudian kembali memfokuskan pandangannya ke jalan.

Sepulang dari acara graduate nya Nabilah, melody mendapat pesan singkat dari sonya. Sampai melody terperanjat saat baru mengistirahatkan tubuhnya
"'mova di rumah sakit!, dia nabrak anak orang!!'"...
Melody segera membalas pesan itu "'Hah! Rumah sakit mana? Kamu serius panda?!'"

"ada apa ka?" tanya nabilah heran
"ini... kaka dapet sms dari ka panda, katanya ka mova nabrak seseorang!"
nabilah ikut kaget mendengar jawaban melody.
"terus, terus.. sekarang gimana? Orangnya ga kenapa-kenapa kan ka?"
"kaka belum tahu!.." jawab melody,
karena tidak ada juga balasan dari sonya, melody memutuskan untuk menelpon. Sonya menjelaskan semuanya, dia dapat telpon dari mova. Kalau mova sudah menabrak seseorang dan sekarang dia sedang di rumah sakit memeriksakan keadaan orang itu.
Melody pun bergegas pergi ke rumah sakit ditemani nabilah.

Di rumah keluarga kinal. ve dan ghaida ikut pulang ke rumah kinal karena ajakan ibunya kinal untuk makan bersama.
Selama makan. ve, ghaida, juga kinal begitu asik berbincang dengan ibu dan juga arfan. Sementara cindy, Dia terlihat hanya sesekali senyum tanpa berkomentar ataupun bertingkah paling rame jika sedang berkumpul.

Selesai makan, mereka pindah ke ruang keluarga. Hanya cindy yang tidak terlihat di ruangan itu.
"mau kemana ve?" tanya kinal yang melihat ve beranjak
"aku mau ke kamar mandi dulu! mau ikut?" dengan nada bercanda ve menjawab,
kinal menjawab dengan expresinya yang lucu
"ogah! ish.."

Saat hendak kembali ke ruang keluarga, ve melihat cindy yang sedang duduk di dekat kolam ikan yang tidak terlalu besar yang berada di belakang kediaman kinal.
"hai!" ve mengambil posisi duduk di sebelah cindy,
"ka ve!" sambut cindy.
"kenapa disini sendirian?" tanya ve dengan senyumnya

"ka.. cindy boleh tanya sesuatu ga?"
"apa?" sahut ve
"abis lulus sma nanti? kaka mau lanjut kuliah disini?"
ve mengangguk, sambil melihat cindy.
"sama ka kinal sama ka ghaida juga?" kembali cindy bertanya.
mereka duduk bersebelahan

"rencananya sih gitu de, kita mau satu kampus. Kalo bisa satu program studi! tapi itu ga mungkin, ka ve, ka ghaida, sama ka kinal kan beda minat. Jadi ya paling beda fakultas aja nantinya!" jawab ve diikuti kata Oh dari mulut cindy.
"rencananya udah matang banget ka?"
ve mengerungkan keningnya, dia heran dengan pertanyaan-pertanyaan yang diajukan cindy.

Sesampainya di rumah sakit, melody melihat sonya duduk sendiri.
"mova nya mana panda?" tanya melody
"melo, nabilah! Untung kalian cepet dateng!!" sambut sonya
"mova udah pergi! Katanya dia udah ditunggu sama crew di lokasi syuting!" jelas sonya
"ck! Tu anak.. Bukannya tungguin dulu, malah pergi ke lokasi syuting!! Kalau orang yang dia tabrak nuntut gimana coba?!"
keluh melody, nabilah hanya menyimak.
"mova sih bilangnya, dia udah ketemu sama dokter yang nanganin cewe itu. Terus dokter bilang kalau dia udah sadar, dia bisa di bawa pulang!"
"cewe? Yang ditabrak mova cewe?!"
sonya mengangguk,
"tadi kata mova 'dia sempat di kasih obat bius, buat diobatin kakinya..' Jadi aja harus nunggu!! Makanya si mova nelpon minta aku nemenin dia, eh ga taunya suruh ngejagain tu anak!"
"ga ada tanggung jawab banget sih si mova! Mana yang ditabrak cewe lagi!! Urusan sama cewe lagi itu.. Ribet tau!!" kata melody,

melody, sonya juga nabilah masuk keruangan tempat beby di tangani. Setelah suster memanggil keluarga beby.

"kalian siapa?" tanya beby memperhatikan wajah mereka
"cewe yang tadi nabrak aku mana?!" kembali beby bertanya,
dia sudah bangun dan duduk di bangsalnya.
"mmm, kamu tenang dulu ya de.." ucap melody,
yang saat melihat beby dia sudah bisa menebak.. usia beby pasti lebih muda darinya.
"kita teman-temannya dia..."
"dia? Maksudnya si penabrak itu!!"
suara beby yang cukup keras membuat suster, dan juga keluarga pasien yang sedang menunggui keluarganya melihat ke arah mereka.
"Sssuutt.. Jangan keras-keras dong!" kata sonya,
sambil senyum-senyum ke arah orang-orang yang melihat mereka.

"kamu kenapa cin? tumben nanya nya serius banget! biasa juga nanya soal fashion, atau film, novel..,-"
"kalo misalnya, tiba-tiba ka ve disuruh kuliah ke luar negeri sama papa nya ka ve. gimana kaka ngasih tau ke ka kinal sama ka ghaida?" cindy memotong kata-kata ve dengan pertanyaan nya.
"hmmm,, ia ka ve bakal bilang langsung sama mereka pas saat ka ve di suruh sama papa!" jawab ve dengan entengnya
"semudah itu ka?"
"maksud kamu?" ve melihat ke arah cindy
"ia,, ka ve ga takut apa? kalo misalnya ka kinal atau ka ghaida marah, kecewa sama kaka! Kalian kan udah ngrencanain semuanya"
"owh, ya... kalau prediksi ka ve sih.. kaka kamu ataupun ka ghaida ga bakal marah sama keputusan itu. Justru mereka pasti bakal ngedukung, karena keputusan yang diambil sama papa... Pasti keputusan yang terbaik buat ka ve! Meskipun.. pastinya mereka bakal sedih, termasuk ka ve juga."
jelas ve dengan matanya melihat ke arah kolam. Ve bisa melihat wajah cindy dalam riak air itu, wajahnya terlihat sendu.
"tapi, kalaupun mereka sampai marah sama ka ve. mereka marah bukan berarti marah karena benci, tapi marah karena sayang.. Sahabat pasti akan mengerti dengan keadaan kita...
tidak berdiri di tempat yang sama bukan berarti tidak lagi menjadi bagian dari mereka kan?"
ve menutup penjelasannya dengan senyum manis tersungging menatap cindy, cindy menatap balik ve dengan mata terlihat berkaca kemudian kembali melihat ke arah kolam. ve tahu apa yang sedang dipikirkan cindy, dan apa maksud dari pertanyaan-pertanyaan nya tadi. dengan senyumnya ve mengusap rambut cindy, bermaksud memberikan semangat untuk cindy yang sudah dia anggap seperti adiknya sendiri.

Administrasi sudah di selesaikan oleh mova. Jadi.. melody, sonya juga nabilah bisa membawa beby pulang. Saat berjalan di koridor rumah sakit, tas kecil milik beby yang di bawa sonya terjatuh. Karena beby lupa menutup lagi resleting tasnya yang tadi dia buka untuk mengambil hp, isi dalam tasnya ikut jatuh. nabilah yang melihat itu segera membantu sonya memunguti barang milik beby. Nabilah sangat terkejut, ketika dia akan mengambil dompet yang jatuh dari tas beby. warna dan juga bentuk dompet itu.. sangat mirip dengan yang dimiliki ibunya dulu... sebelum di jambret. saat nabilah bermaksud melihat isi dompet itu tiba-tiba suara sonya mengagetkannya.
"bil! Cepet masukin dompetnya!!" kata sonya
"ha.. ia, ia bentar ka!" dengan ekspresi yang masih sangat heran nabilah menjawab kemudian memasukan dompet itu.
Nabilah dan sonya kembali berjalan, melody yang mendorong kursi roda beby sudah ada di dekat loby. nabilah masih terus memikirkan dompet yang baru saja dia lihat.
"'itu... dompet itu... kayak punya mama!'" bisiknya dalam hati.

Di rumah cleo. Cleo sedang menikmati makan malam bersama papa dan mama nya. Hari ini papanya cleo sedang libur dari rutinitasnya sebagai anggota Dewan perwakilan daerah, oleh sebab itu mereka bisa makan bersama.
"kamu sudah persiapkan pakaian buat nanti mah?!" tanya papa
"sudah, kata orang butik besok juga datang.. Kalo ada yang tidak cocok, masih ada waktu untuk memperbaikinya!" jawab mama, cleo menatap orangtuanya heran
"pakaian buat acara apa pah, mah? Sampai harus dari butik"
"ya, buat ke pestanya om tama dong cleo!" jawab papa
"om tama? Papa nya ve?"
"ia siapa lagi sayang, kan hari minggu besok om tama akan melangsungkan pernikahannya di puncak!" mama menjelaskan
"kamu ga tau sayang, kalo papa nya ve akan menikah?"
tanya papa melihat ke arah cleo, yang menanggapi penjelasan mama nya dengan cuh tak acuh sambil memasukan makan malamnya kedalam mulutnya.

"kamu masih kesal sama ve?"
cleo hanya melirik ke arah mama nya tanpa berkomentar
"sayang.. Jangan kayak anak kecil gitu ahh! itu... Udah 2th yang lalu, kamu masih kesel aja sama ve?"
"udahlah mah, ga usah dibahas!"
jawab cleo dengan wajah cemberut,
papa dan mama hanya tersenyum.
"eh ia pah, calon istri nya pa tama itu.. cantik sekali pah!" ujar mama cleo begitu antusias.
"ia pasti cantik lah mah, kan perempuan!" jawab papa santai.
"ih, si papa mah.. Mama serius pah! Perempuan itu cantik, dia punya 2anak.. Yang paling besar itu seumuran sama kamu sayang.." kata mama melihat ke arah cleo
"mama, sampe tau segitunya soal calon istrinya om tama!"
ucap cleo, dengan tangan kanannya bersiap menyuapkan makanan
"mama dapat photo nya dari teman mama sayang, nih,, nih... Kamu harus lihat!" mama memberikan BB nya pada cleo, papa hanya menggelengkan kepala sambil tersenyum.

Saat cleo melihat photonya, dia tiba-tiba tersedak...

"kamu kenapa sayang?"
papa mengusap-usap punggung atas cleo. Kemudian memberikan segelas air putih,
"mama! anaknya lagi makan juga.. Sudah simpan dulu photonya! Nanti saja dibahasnya kalau sudah selesai makan!" tegur papa.
cleo lalu bicara masih dengan terbatuk..
"tante siska!"
"ia namanya siska, siska guntoro! Kamu kenal sama calon istrinya om tama sayang?"
"mama!!!" kembali papa menegur

"cleo kenal mah, dia mama nya temen cleo!!" kata cleo dengan tatapan tajam menerawang memikirkan jeje.

***
jam 9pagi, Pertandingan Final Bola Basket antara kelas XI IPS I dengan XI IPA I siap di gelar. Sudah bersiap di pinggir lapangan dari XI IPS I (jeje, dhike, fika, fani, alya) dan dari XI IPA I (kinal, ghaida, nova, oi, runa).. Teman-teman dari masing-masing kelas begitu riuh bergemuruh, menantikan pertandingan. Anak kelas X dan juga kelas XII ikut menonton.
"lu kenapa cleo?"
tanya stella yang heran dengan tingkah cleo pagi ini. dari tadi saat datang sampai sekarang di lapangan. stella menangkap tatapan cleo pada jeje yang terlihat aneh.
"ga apa-apa!" jawabnya sambil menatap jeje.
Cleo menahan emosinya, dia sangat kesal dengan kelakuan jeje yang sudah menyembunyikan tentang pernikahan mama nya dengan papa nya ve.

Wasit bersiap melempar bola. Kinal dan dhike sudah saling berhadapan dan... *prittt* bola pun di lempar, kinal berhasil menghempaskan bola itu dan jatuh tepat di tangan ghaida. ghaida mendrible bola itu kemudian dia passing bolanya pada runa yang sudah ada di depan, runa mendrible 3x kemudian dia melakukan lay up dan.. Point untuk XI A I!

Teman-temannya bergemuruh, tidak terkecuali ve.. dia ikut dalam euporia menyemangati teman-temannya
"'Defense,, Defense,, Defense'" diselingi dengan menepukan tangan.

..bersambung..

0 comments:

Poskan Komentar