Minggu, 28 April 2013

Usaha Keras Tak Akan Mengkhianati - Edisi Padang


Jika waktu dapat ku ulang kembali, maka akan ku lakukan itu...
Senin, 01 April 2013 aku terbangun dari tidur ku. Di 1 April yang indah, pertama yang ku lakukan adalah membuka laptop, dan update status twitter untuk tiga bidadari yang akan ku jumpai nanti siang, mereka Nabilah, Sonya, dan NoellaSetelah itu aku segera bergegas untuk bersiap ke sekolah. Sebelum ke sekolah aku kembali meminta izin kepada orang tua untuk berangkat ke Padang siang ini. Setelah izin ku dapat, aku berpamitan dan berangkat sekolah.
Pukul 07:15 aku sampai di sekolah dengan perasaan hati yang cenat-centut tidak karuan, hal yang ada di pikiran ku adalahNtar mau ngobrol apa? Ntar telat nggak ya? Aduh, malah teman yang mau nemenin belum datang? Ah, nggak jadi nih.. Tak lama kemudian bel berbunyi dan teman yang di tunggu datang.
Selesai upacara aku segera menuju ke kelas untuk melakukan pelajaran pertama, yaitu pelajaran bahasa Inggris. Selama pelajaran aku hanya bisa memperhatikan jam yang ada di tangan kiri ku, sesekali aku menguap karena ngantuk dan lapar, dan tak lupa aku untuk memantau tweet member yang datang.
Tak terasa pelajaran selesai. Aku bergegas bangkit dan berjalan ke kelas sebelah untuk menemui teman ku. Setelah itu kami bersama untuk meminta surat izin pulang kepada guru piket. Kejaiban pertama terjadi, setelah kami tanya ternyata hari ini tidak belajar full hingga sore, maka kami gunakan kesempatan itu untuk pergi ke Padang lebih awal. Surat sudah di tangan, aku dan teman ku bergegas mencari ojek terdekat dan pulang untuk berganti pakaian. Lapar dan ngantukpun sirna seketika.
Sesuai janji dengan pihak travel bahwa kami akan berangkat jam 11.00 siang ini ke Padang. Aku duduk di tepi jalan menunggu travel yang akan mengantarku ke Padang, tapi setelah menunggu 30 menit travel tak kunjung datang. Setelah di hubungi kembali ternyata si supir travel sedang istirahat, dan aku kembali menunggu sambil terus memantau tweet member.
•●•
Pukul 12:18 travel datang, dan kami berangkat ke Padang. Selama perjalanan aku selalu risih. Di satu sisi aku senang tapi di sisi lain sedih, perasaan ku berubah menjadi sangat random. Memikirkan apa yang akan terjadi nanti. Beberapa kegalaun terjadi di jalan, ada yang mengabarkan bahwa Padang sedang turun hujan, dan tiba-tiba aku membaca tweet Noella yang mengatakan bahwa acara di percepat dari yang akan selesai jam 04:00 menjadi sampai jam 03:30. Disana aku mulai berdoa, aku kembali mengharapkan keajaiban dari Tuhan.
Pukul 14:48 aku sampai di Padang, Tuhan mendengar doa ku. Hujan yang tadinya turun dengan lebat mulai reda menjadi gerimis. Aku turun dari travel dan mencari angkot untuk menuju tempat janjian dengan Papa teman ku, karena hanybeliau yang tau daerah Padang. Beberapa menit menunggu di bawah hujan, Papa teman ku muncul. Kami mulai mencari lokasi Sushi FM, dalam hati aku terus berdoa dan berdoa.
Kami menuju Sushi FM. Disini aliran darah ku mulai cepat, jantung ku berdetak sangat cepat, aku mulai salting duluan. Aku kehilangan akal sehat, ini bukan lebay, tapi ini nyata. Ini baru terjadi setelah 15 Tahun hidup! Ya hanya hari ini. Hari ini aku merasa belum terbangun dari tidur ku, dan ini hanya sekedar mimpi.
•●•
Pukul 15:00 sampailah aku di Sushi FM. Lokasi sudah ramai oleh Fans JKT48, aku turun dari mobil, berjalan di kerumunan Fans JKT48. Ntah mengapa saat berjalan beberapa Fans memperhatikan ku, aku tidak ambil pusing aku membalas semua dengan senyuman, jantung ku makin berdebar tak karuan, aku mulai berkeringat dingin. Sesampainya di depan pintu aku sempat bertanya pada staff tiket, setelah info yang ku dapat cukup, aku segera memberi uang sebesar Rp.150.000 dan mendapat 3 tiket putih, sedangkan teman ku memegang 2 tiket putih. Setelah mendapat tiket salah seorang staff menghantar kami masuk keruangan yang akan mempertemukan kami dengan tiga bidadari cantik.
Dari luar aku sudah bisa melihat gerak-gerik member di dalam, aku bisa mengenali salah satunya NabilahJantung ku makin berdebar, aku merasakan hal yang tak pernah ku rasakan sebelumnya. Aku berjalan pelan-pelan, di ruangan itu ada beberapan staff yang sedang duduk sambil memegangi kamera mereka masing-masing. Dan sampailah aku di hadapan tiga orang member yang sudah tak asing bagi ku. Dari kiri ada Nabilah dengan kaos putih dan celana jenas di atas paha, di tengah ada Sonya juga dengan kaos putih dan celana jeans panjang, dan di kanan ada Noella dengan kaos merah dan jeans di atas paha. Melihat kehadiran kamimereka segera bangkit dan sedikit merapikan pakaian mereka. Lalu mereka menyambut dengan senyum penuh warna.
“Hai kakak-kakak!” Ucap mereka serentak sambil melambaikan tangan pada kami. Sekarang jarak kami hanya berkisar 30cm, aku berdiri di antara Nabilah dan Sonya, sedangkan teman ku ada di hadapan Noella. Aku memulai semua dengan mengucapkan “Bismillah” di dalam hati. Aku tersenyum sambil memperhatikan member satu per satu dari atas sampai bawah.
“Hallo, nama kamu siapa ?” sambil memegangi tangan kiri ku yang ada di atas meja.
“Utari Widri..” jawabku gugup dan salting.
“Siapa?” sedikit mendekatkan wajahnya ke wajah ku sambil senyum.
“Tari..” jawabku lagi mengeluarkan suara laki.
“Kuliah ya ?” Tanya Nabilah. Sonya menoleh, Nabilah senyum. Di saat itulah aku bisa lihat gigi unyunya.
“Ha? Enggak masih tiga SMP kok..” ucapku sambil menujukan tiga jari ke depan wajah mereka berduaNabilah seakan tidak percaya.
“Eee buset tinggi banget! Makan apaan sih?” memegang tangan ku lalu nginjit dan melihatku dari atas sampai bawah.
“Hahaha.. tawaku karena disini aku agak bangga punya badan tinggi.
“Duh, jadi minder nih berdiri dekat sama kamu..
Aku hanya tertawa sambil memberikan kupon pertama pada SonyaSonya pun mengambilkan satu CD dan satu sticker untukku, dan memberikannya sambil senyum. Aku menerima CD dan sticker itu, lalu aku terdiam sejenak.
“Udah pernah theater belum nih?” Tanya Sonya sambil tetap senyum.
“Nah itu dia, belum. Hahaha..” jawabku sambil menunjuk kearah Sonya.
“Eh, bentar lagi UN lho.. Jangan lupa belajar ya!” kata Sonya dan Nabilah agak bersamaan.
“Semangat ya, jangan sampai ga lulus,.” Tambah Noella. Suaranya pelan, hampir tidak bisa aku dengar.
“Iya nih..” kataku singkat.
“Sholat jangan lupa ya..” ingat Nabilah. Fansnya tahu, mungkin giaman tampang unyu dan polosnya saat mengutarakan kalimat itu.
“Iya..” jawabku sambil memberikan tiket kedua ke Nabilah.
“Ehhh, beli lagi dia..” ucap Nabilah sambil mengambilkan satu CD dan satu stickerTroll di mulai. Disini aku tidak bisa berbicara dan bertanya banyak di karenakan Nabilah dan Sonya lebih sering berbicara dibangingkan aku. Mereka selalu bertanya, tiada berhenti dengan cara keroyokan, agak pusing mau menjawab yang mana.
Melihat keributan kami, staff yang tadi hanya memerhatikan mulai bangkit dan melakukan pekerjaan mereka. Beberapa staff dan fans di luar juga sempat melihat ke dalam, karena kami sangat berisik.
“Ehh, makan apaan sih bisa tinggi gitu?” tanya Nabilah. Masih sambil memperhatikanku dari atas sampai bawah, begitu juga dengan Sonya.
“Ha? Biasa makan tiang bendera..” jawabku spontan karena tidak tahu harus menjawab apa.
“Ahh masa sih?” Tanya Nabilah lagi sambil tertawa lebar.
“Iya serius deh. Makan tiang bedera sekolah..” tambahku sembari memberikan tiket ketiga ke Noella, Noella ngambil tiket itu dan sedikit memegang tangan kanan ku. Dia hanya tersenyum kalau melihat aku. Dia memberiku satu CD tanpa sticker.
“Kasih sticker lagi ga nih?” Tanya Sonya kepada Nabilah dan Noella.
“Kasih dong..” Nabilah menjawab dengan semangat 48 sedangkan Noella hanya tersenyum, lalu memberikan stickernya.
“Makasih..” ucapku sambil senyum. Sebenarnya aku tidak ingin bergeser dari Noella, namun Nabilah dan Sonya lagi bersik menanyakan masalah tinggi badan ku dengan keroyokan. Sonya kasihan, ia selalu disela Nabilah saat mau bicara, mereka jadi rebutan. Aku justru kasihan pada Noella, karena sedari tadi dia hanya diam saja. Sangat jarang berbicara.
                “Bagi tingginya dong..” wajahnya memelas seperti di kalender JKT48.
                “Iyaa nih. Bagi dong..” tambah Sonya ikut memelas. Semakin lama aku makin gemetar dan salting, aku igimembawa pulang Nabilah.
                “Boleh nih..” maju sedikit sambil mengulurkan tangan kiri ku ke Sonya, sedangkan Nabilah mulai diam tapi dia tetap senyum dan seskali mencolek ku.
                “Eh, bagi-bagi dong tingginya..” Nabilah sekarang hanya nyengir sambil terus memperhatikan ku.
                “Iya ini. Eh, tukaran deh. Aku kasih tinggi, kamu kasih sedikit daging..” semua tertawa. Disini aku bicara masalah daging juga di ikuti oleh Sonya yang paham.
                Boleh nih, boleh banget..” Sonya sambil menunjukan lengannya ke wajah ku dan semua tertawa.
                “Ehh, makasih ya udah pada kesini, kapan-kapan kesini lagi ya..” kataku. Setelah itu kami ngobrol acak-acakan, aku tidak ingat mereka apa yang mereka bicarakan. Yang penting mereka tetap keroyokan dengan tema yang sama.
                “Iya, sama-sama” jawab Nabilah, Sonya, dan Noella bersamaan sambil tersenyum.
                “Ehh sama siapa tuh ?” Tanya Sonya sambil melihat ke teman ku yang dari tadi sibuk bersama Noella.
                Aku lantas merangkul temanku.
                “Adik kelas nih, adik kelas.. kataku. Semua tertawa lagi, bisa di bilang di bagian aku lah member berisik, sampai-sampai staff dan beberapa fans melihat ke arah kami lagi.
•●•
                Tak lama kemudian, troll reda dan kami berpamitan. Disini kami beranjak pulang bukan karena diusir oleh staffhanya saja aku sudah tidak kuat berdiri di depan member. Padahal kalau mau, bisa lebih lama lagi.
                “Sampai ketemu lagi yah..” kataku mulai agak beranjak.
                “Ehh iya.. Makasih ya, bye..” kata Nabilah dan Sonya itu sembari melambaikan tangan dan  tersenyum.
                Percakapan teman ku dengan Noella, aku tidak ingat mereka ngobrol di bagian mana saja, karena sibuk sendiri-sendiri. Aku merasa tidak enak juga kepada Noella yang jarang ngobrol denganku.
                Teman ku berdiri di depan Noella sambil memberikan kedua tiketnya.
                “Hai kak, kelas berapa ?” sapa Noella.
                “Kelas 3..” jawab temanku.
                “3 SMA ya?”
                NggakSMP kok..
                “Berarti kita sama dong. Oh iya sebentar lagi UN lho, jadi semangat ya! Jangan lupa belajar, semoga lulus ya, semangat!” nasehat Noella. Mereka lalu toss.
                Ngomong-ngomong sama ya sama si itu?” Tanya Noella sambil menunjuk ke arahku.
                “Beda.. jawab temanku singkat.
                “Sekelas ya?” Tanya Nabilah dan Sonya.
                Nggak, ini mah adik kelas.. kataku. Nabilah dan Sonya tertawa lagi setelah mendengar perkataanku tadi. Sementara Noella hanya tersenyum.
                “Beli dua buat siapa lagi?” sambung Noella.
                “Teman nitip.. Kak minta sticker lagi dong?” pinta temanku.
                “Oh.. Oleh-oleh dong?” Tanya Noella lagi sambil memerikan sticker kepada temanku.
                Iya. Hehe.. Arigatou kak..
                “Iya..
                Teman ku dan Noella mulai hening dan saling bertatapan selama kurang lebih satu menit.
•●•
                Aku dan teman ku keluar dari ruangan, saat keluar beberapa fans kembali melihat ke arah kami. Aku tetap membalas dengan senyum kecil. Aku menarik nafas dalam-dalam di luar, secara tidak sengaja aku melihat Nabilah sedang melakukan gerakan dance abal-abal di dalam, dari balik poster itu ia menoleh pada ku dan melambaikan kecil tangannya sambil tersenyum simpul. Aku yang sudah mati kutu hanya bisa senyum. Aku melihat beberapa fans masuk ke dalam ruangan untuk bertemu member, tapi ntah mengapa mereka hanya memerlukan waktu satu menitan, sedangkan aku mendapat waktu yang sangat lama tanpa gangguan sama sekali. Mungkin ini adalah salah satu keajaiban lagi.
                Pukul 15:20 – 17:40 aku main galau-galauan sebentar di pantai, sambil makan siang dan sarapan yang tertunda. Dan waktu bermain di pantai banyak pesawat yang lewat. Disetiap pesawat yang lewat aku selalu bersorak, “Nabilah! Sonya! Noella! Makasih ya udah ke Padang, Aku cinta kalian!”
                Tak lama kemudian aku beranjak pulang ke rumah. Disini aku mulai agak sedih dan sedikit meneteskan air mata untuk hari ini. Rasanya semua masih mimpi, ketika sudah berpisah rasanya menyesakan hati. Sampai di rumah, aku menuangkan perasaanku pada selembar kertas diatas mejaku.
Hallo Nabilah, Sonya, dan Noella. Makasih ya udah ke Padang, aku senang banget. Suatu hari nanti aku bakalan janji untuk menemui kalian di Theater! Tunggu aku ya...
Makasih juga udah buat aku ngerasain perjuangann buat ketemu Idola, dan aku selalu percaya bahwa Usaha Keras Itu Tak Akan Mengkhanati!
 (+) Setelah 11 Bulan punya Idol JKT48, akhirnya pada 1 April 2013 takdir mempertemukan saya dengan Nabilah, Sonya, dan Noella..
~ END ~
Author : @UtariWidri

0 comments:

Poskan Komentar