Selasa, 23 April 2013

-Journey- BabI -Introducing- #Chapter7



"nabilah, ijinin kaka buat tidur disini. Tapi hanya untuk malam ini!" ucap nabilah, dia menarik tubuhnya dari pelukan melody seraya berkilah "aku mau ke kamar mandi dulu" nabilah tidak ingin kalau melody melihatnya menangis. melody merasa sangat senang. Setidaknya niat dia untuk memperbaiki hubungan dengan nabilah mendapat respon yang cukup baik.

"kamar kamu begitu nyaman... tulisan2 itu kamu yang tempel sendiri de?" tanya melody, menunjuk ke langit2 kamar nabilah yang penuh dengan tulisan2 motivasi, impian, persahabatan. Di dinding kamar nabilah ada juga poster AKB48 idol group dari jepang favoritnya. Di lemari belajarnya selain buku pelajaran, ada juga deretan komik dan novel.
"beda banget sama kamar kaka, yang hanya bercat putih bersih. Tanpa ada tempelan apapun. sebuah meja belajar dengan komputer, buku pelajaran, buku ensiklopedi, karya ilmiah. Hah... Sungguh membosankan!" melody terus berkata mencoba terbuka pada nabilah, sementara nabilah diam-diam tersenyum mendengar celotehan melody.
Entah karena dorongan apa tiba-tiba melody mengeluarkan suaranya, tapi bukan untuk bicara melainkan menyanyi. Suaranya terdengar begitu halus menyanyikan lagu 'Only Hope' nya Mandy Moore. Nabilah cukup terkejut dengan yang di lakukan melody, dia baru tahu kalau suara kakanya saat menyanyi terdengar begitu merdu.

Saat melody akan menanyakan sesuatu pada nabilah, ternyata nabilah sudah tertidur. Melody memperhatikan wajah adiknya yang begitu manis, dia menarik selimut sampai menutupi seluruh tubuh nabilah. "Ka melo akan berusaha... Kaka janji" bisiknya, melody mencium kening nabilah. Dia memeluk nabilah sampai akhirnya tertidur.

***
seminggu sudah shania menghabiskan waktu liburannya.
"mbo nah mau kemana?" tanya shania yang sudah duduk di meja makan dengan pakaian yang sudah rapi, meskipun shania sedang liburan itu tidak pernah jadi alasan untuknya bermalas-malasan.
"si mbo mau ke pasar non. Sayuran di kulkas sudah hampir habis." jawab mbo nah, dengan sebuah keranjang di tangan kanannya.
"shania ikut ya!" dengan senangnya shania meminta
"boo yaa jangan toh non.. Nanti tuan sama nyonya marah sama si mbo." ,, "aduh mbo, mami sama papi itu lagi ga ada disini. Mereka lagi pada sibuk kerja! Jadi mbo ga perlu takut. Lagian ini kan kemauan shania." jelas shania, dengan tangannya menggenggam tangan mbo nah. "ya, mbo yahh.. Shania ikut yahhh.. Pleaseeee" pinta shania dengan wajah begitu memelas.

Mbo nah pun kalah dengan rengekan shania. Mereka berangkat menuju pasar yang jaraknya cukup jauh dari rumah diantar pa warman supir di kediaman shania. selama perjalanan shania terus berbicara, ada kekaguman dan kekecewaan yang dia utarakan tentang kota kelahirannya ini.

"waaah, pasarnya bersih ya mbo. Meskipun pasar tradisional tapi kalo tempatnya gini sih pasti orang2 pada betah belanja disini. Ia ga mbo?" tanya Shania, dengan tangannya melingkar kuat di lengan mbo nah. Sampai beberapa lama mereka berputar membeli ini, membeli itu. Shania mulai melepaskan tangannya dari mbo nah, dia begitu asik melihat-lihat barang yang dijajakan di pasar. Begitupun mbo nah, dia begitu asik menawar-nawar pada si pedagang.
"liat deh mbo, ikan itu kayaknya enak kalo dibikin ikan bakar gula asam pedas... ia ga mb,-" betapa terkejutnya shania mendapati mbo nah yang sudah tidak ada di sampingnya. "mbo... mbo nah... mbo dimana?" shania berteriak sedikit keras memanggil mbo nah.

Shania mencoba berlari mengitari pasar, mencari mbo nah. Tapi usahanya sia-sia, dia tidak melihat sosok mbo nah. Shania mulai merogoh saku celananya, mukanya terlihat pucat "aduhh, handphone aku... ahhh, mbo nah dimana sih? Pa warman juga dimana?" keluh shania, dia merogoh semua saku yang ada di celananya "aaaah.. Uang juga ga ada lagi! Gimana nih.. Mbo nah..." shania semakin bingung, pikirannya benar-benar kalut. Dia tidak tahu jalan pulang, tidak tahu dimana pa warman parkir mobil nya, mau naik taksi buat pulang pun percuma. Di depan pasar sejauh mata memandang tidak ada taksi, yang ada hanya angkutan umum dengan beberapa warna yang berbeda.

Kembali shania mengelilingi pasar, mencoba mencari mbo nah. Karena kekalutannya shania tidak menyadari ada 2pria yang memperhatikannya, dengan pandangan yang tidak meng enakan.
"lagi nyari siapa mba?" tanya pria1
"aku, aku lagi nyari mbo aku sama supir aku.!" jawab shania begitu polosnya
"memangnya tadi kepisah dimana mba?!" pria2 ikut bertanya "tadi aku kepisah sama mbo nah, pas
lagi belanja." shania masih menjawab pertanyaan pria2 itu tanpa rasa curiga sedikitpun. "dan aku, ga tau di mana pa warman parkirin mobilnya.."
jawaban yang di berikan shania, dengan wajah polosnya. Membuat ke2 pria itu semakin greget untuk melakukan semua hal kotor yang sedari tadi
bergentayangan di otaknya.

..bersambung..

0 comments:

Poskan Komentar