Selasa, 23 April 2013

-Journey- BabI -Introducing- #Chapter18


"Ini.. bukannya sekolah seni itu bu?" "iya, itu memang nama sekolah nya" kata bu anggita "tapi, kenapa ada nama beby di dokumen ini bu?" tanya beby begitu penasaran. "karena kamu dapat tawaran beasiswa di GSA!" jawab bu anggita, membuat beby melihat ke arah bu anggita dengan tatapan tidak tidak percaya "ia beby, kamu sama 3orang siswi lainnya di tawari masuk di GSA" "Wahh,, ibu.. ibu seriusan?" "ia! Nama kamu Beby Chaesara Anadila kan?" beby tersenyum mendengar ucapan bu anggita "kamu dipilih sebagai penerima beasiswa di sana, selain karena nilai2 mata pelajaran kamu yang tinggi. Prestasi di bidang lain juga jadi salah satu pertimbangan pihak yayasan." jelas bu anggita "kalau beby boleh tau, yang 3orang lainnya siapa bu?" tanya beby "dari kelas IX-A ada Sonia Nathalia, dari IX-B ada Gabriela margareth, dan dari IX-E ada Frieska Anastasia." beby tahu dengan nama-nama itu, tapi tidak terlalu akrab. mereka satu ekskul dengan dirinya
(ekskul dance).

"jadi beby, ibu harap kamu dapat mengambil beasiswa itu. Dan memanfaatkannya dengan baik! Kamu sendiri tahu, bagaimana ketatnya seleksi masuk di sekolah itu!" bu anggita memberikan wejangannya "beby mengerti bu, secepatnya beby kasih kabar ke ibu. Setelah beby membicarakannya dengan orang tua beby." ucap beby, kemudian dia pamit pada bu anggita dan keluar dari ruangan dengan perasaan begitu senang.

Shania terlihat sedang makan malam bersama orangtua nya. Moment yang jarang di dapat oleh shania. Dari luar terlihat rumah yang begitu mewah, mobil mewah berjejer, semua serba wah. Tapi siapa sangka di dalamnya begitu dingin dan malah nampak tidak memiliki apapun. Tidak ada kehangatan dalam keluarga shania. "pih shania mau bicara!" ucap shania memulai percakapan "bicaralah!" jawab ayah "ini soal sekolah shania pih!" kata shania, dia berhenti dari aktifitas makan nya. "kenapa dengan sekolah kamu?" tanya ayah, "shania mau pindah sekolah, shania mau sekolah disini pih!" ucapan shania membuat ayah dan ibu melihat ke arahnya "apa maksud kamu sayang?!" tanya ibu yang tadi hanya sibuk dengan tabletnya "shania,, shania mau sekolah disini mih! Shania ingin dekat dengan mami sama papi!" ...
"ada alasan lain? Kenapa kamu ingin pindah dari jepang ke indonesia?! Orang lain banyak yang menginginkan sekolah di luar negeri shania!" ujar ayah "papi betul, di luar sana banyak orang berjibaku untuk bisa berangkat keluar negeri menuntut ilmu disana! Tapi sekarang kamu tiba-tiba ingin pindah dari jepang ke sini (indonesia). Apa yang terjadi shania sayang.." tanya ibu mengakhiri kalimat nya.

"karena shania kesepian mih, pih.. Di jepang shania cuma sendiri! Sementara mami sama papi begitu sibuk kerja! Bahkan saat shania liburan seperti sekarang. beberapa hari lagi shania harus kembali terbang ke sana (jepang) dan baru malam ini shania bisa bertatap muka begitu lama dengan mami sama papi!" tutur shania melihat ke arah ayah dan ibunya "setidaknya kalau shania sekolah disini, shania ga terlalu kesepian karena mami sama papi ga memperhatikan shania. Disini shania memiliki teman, ada mbo nah, pa warman. Ada tempat untuk shania bersandar saat shania merasa sendiri! Shania mohon pih, mih.. Ijinin shania untuk sekolah di sini." shania meminta dengan begitu serius. Ayah dan ibu saling menukar pandang, terlihat di raut wajah mereka ada rasa bersalah setelah mendengar pernyataan shania. kemudian mereka berbicara pada anak semata wayang nya ini.

***
pagi hari.. "Hayolohhhhh.." kinal datang dengan senyum cerianya, menepuk pundak ve dan ghaida yang sedang berada di kantin. "Kinal!" sambut ve dengan wajah heran, dia berdiri lalu mencoba membantu kinal duduk "Lu ko di sini sih!" ghaida ikut menyambut "yaelah, kalian berdua. Bukannya seneng sahabat nya masuk lagi sekolah. Ini malah masang tampang heran gitu!" ucap kinal "ini lagi satu, apaan sih ve! Aku tuh udah ga apa-apa.. Aku bisa duduk sendiri." "bukannya dokter nyuruh kamu buat bedrest dulu 2-3 hari di rumah?" tanya ve yang sudah kembali duduk "pesen dulu susu coklat ahh.." kinal tidak menghiraukan pertanyaan ve, dia bangkit dari tempat duduknya untuk memesan. Terlihat ve cukup kesal dengan kelakuan kinal "udah pesen Susu Coklat nya!" kembali suara ve ke arah kinal. "udah, nih.. mau?" jawab kinal sambil menawarkan. Ghaida memperhatikan ke2 sahabatnya itu
"di tanya malah ngeluyur aja, bukannya di jawab!" kata ve kesal "emang tadi kamu nanya yah? Nanya apa gitu?!" jawab kinal, membuat ve semakin kesal.

"Kinal! Lu udah masuk?" sapa seorang siswa menghampiri ve, kinal dan ghaida. "emang lu udah sembuh nal?" tambah siswa lainnya "udah dong, thanks yah udah ng hawatirin. Eh ya najib, rajab entar pulang sekolah latihan ok. Udah lama nih ga gerakin badan! Kita Basket lagiii Ok!" ucap kinal sambil mengangkat jempolnya "Sippp,, pasti anak2 lainnya udah pada kangen tuh. 4hari ga ngeliat lu" kata Najib "Ok lah ntar sore kita ready di lapangan.." kinal begitu bersemangat ngobrol dengan najib dan rajab. Mereka teman kinal di ekskul basket.

"ke kelas yu.." ajak kinal pada ve dan ghaida. "kamu mau basket?!" tanya ve, kinal mengangguk "kinal! Lu gila ya? Baru juga sembuh. Udah mau gerak2 ekstrim!" tambah ghaida "emang kenapa? Badan aku tuh pegel tau, 3hari cuma berbaring di atas tempat tidur!" jawab kinal "tapi punggung kamu,-" "udah ve, aku udah ga apa-apa. By the way, makasih ya sahabat-sahabatku kalian udah begitu cemas sama aku." ucap kinal sambil tersenyum. Mereka ber3 pergi di temani sinar matahari yang menyinari bumi dengan begitu hangatnya.

..bersambung..

0 comments:

Poskan Komentar