Selasa, 30 April 2013

-Journey- BabII -Beginning- #Chapter10

"ngapain kamu disini?!" kata sendy mengerungkan wajahnya. sementara orang yang dimaksud sendy, masih saja asik tersenyum dan menikmati cemilan milik sendy.
"heh, ngapain nyengir-nyengir kayak gitu!!" lanjut sendy,
"tangan kamu itu bikin geli tau! masa celana aku kamu raba-raba sih!" jawab riko dengan wajah cerahnya bisa berhadapan dengan sendy, mata sendy terbuka lebar dengan wajahnya terlihat memerah.. "hee! lagian.. kamu kayak hantu aja tiba-tiba duduk terus ngambil cemilan orang!" sendy berkilah dengan memasang wajah datarnya. "ck, eh non.. aku dateng udah cukup lama tau, buktinya aku bisa lihat mulut kamu yang komat-kamit nyanyiin lagu, terus tangan kamu yang mencari-cari cemilan tapi mata kamu terpaku di buku!" jawab riko dengan memiringkan kepalanya melihat sendy, dan hal yang dilakukan riko membuat sendy jadi semakin salah tingkah. Dengan cepat sendy menghindarkan matanya dari mata riko.

"maafin nabilah ya tante,, maaf karena nabilah sudah tidak sopan!" tutur nabilah di ujung pintu keluar sebelum mereka berangkat. ibunya beby tersenyum lembut ke arah nabilah.

Dalam hati, nabilah masih tetap penasaran dan benar-benar ingin melihat dompet itu. tapi, melihat ekspresi kakak nya dan juga mova, nabilah menyadari kalau apa yang dilakukannya memang tidak sopan dan terkesan frontal. tiba-tiba ingin melihat dompet 'orang lain' "ahh, udahlah.. mungkin itu memang bukan dompetnya mama! dan lagian mama juga ga pernah mikirin lagi dompetnya yang hilang!" batin nabilah, saat dia duduk di belakang mobilnya mova bersama beby.

***
Lebih cepat dari hari di kalender. 2minggu waktu liburan sudah habis. Para pelajar siap berkutat kembali dengan kegiatan sekolah mereka. menulis, membaca, mendengarkan, memahami, bertanya, ditanya, sampai mencontek lagi saat ada ujian.

2minggu saat libur berasa lama, karena mereka ingin cepat kembali ke sekolah. Tapi, bukan untuk belajarnya melainkan untuk bertemu dan seru-seruan lagi bareng teman-teman sekelas atau geng mereka. Dan juga kembali melihat gebetan yang sudah 2minggu hilang dari mata telanjang. Namun saat sudah kembali menginjak sekolah, mereka akan merasakan bosan dan ingin cepat kembali berlibur, apalagi jika sudah masuk masa-masa ujian, ujian, ujian... mereka biasanya melihat kalender dan menandai hari dimana ada tanggal merah selain hari minggu.

Tahun ajaran baru datang setelah selesai liburan. SD ke SMP , SMP ke SMA , dan SMA ke Universitas .. Dan... Part yang membuat tidak sedikit calon siswa ataupun mahasiswa malas untuk mengikutinya adalah OSPEK, dimana dalam setiap sekolah ataupun universitas mempunyai sebutan masing-masing untuk tahap memberikan pengarahan dan pengetahuan tentang tempat baru mereka menuntut ilmu itu, begitupun caranya.

"AAAAAA,, Deg2an!!"
klik *Send* , ayana mengirimkan pesan singkatnya pada nabilah dan dan cindy. Beberapa menit kemudian balasan pesan masuk.
"hemmmm.. wooooosah! :D " dari nabilah
"Deg2an bikin keringat! *keringat akan masa ospek SMP dulu.. :D" dari cindy.
Ayana mengerungkan dahinya membaca balasan dari sahabat-sahabatnya itu.
"ish, enteng banget sih mereka ngejawab sms aku! Emang mereka ga deg2an kayak yang aku rasain apa!?" gerutu ayana dengan bibirnya setengah di manyunkan. dia membalas cepat respon sahabat-sahabatnya "kalian berdua -_-" Cindy!! Nabilah!!!"

Ayana kemudian membuka account facebook nya, dia simpan dulu hp nya yang masih memproses untuk masuk account. Tangannya merapihkan seragam putih birunya, yang sebentar lagi akan berganti dengan putih abu.

"Semangat ,, Semangat ... Hari pertama! OSPEK!! :D "
status teratas yang ada di beranda ayana, ketika dia sudah masuk di acc nya. Status milik cindy. Ayana meng klik bar coment status yang sudah ada 48 Like itu, terlihat coment nabilah setelah coment dari beberapa orang sebelumnya

"Semangat Cindy! #Semangat48 *hahaha :D "
kemudian di bawahnya balasan coment dari yang punya status
"Pasti! Kamu juga ;) .. Eh ya, jagain tuh achan, jangan sampai dia nyasar di sekolah yang baru! *hahaha :D"
balasan coment cindy membuat ayana menekuk bibirnya, dan dengan cepat dia mengetikan coment.
"heh! gulla! emangnya aku apaan? Pake harus di jaga-jagain segala! *manyun nih*"
cindy dan nabilah tersenyum melihat komentar ayana.
ini baru jam setengah6, tapi mereka sudah bersiap untuk menyambut hari barunya.. Sebelum berangkat mereka terus coment-coment nan di fb.
"ye,, semangat cindy! ka ve tunggu kamu di sekolah ;) :* "
Di bawah coment ayana masuk coment dari ve,
"ia,, ka kinal juga tunggu kamu di sekolah! siap-siap ya de! heheh *senyum jahil*"
lalu masuk coment dari kaka nya sendiri, cindy melirik ke arah kinal yang duduk di seberangnya di atas meja makan. Kinal menatap balik dengan melempar senyum dan gimik muka penuh kesenangan pada adiknya yang akan satu sekolah dengannya. "Achan: kamu perlu di jagain, takutnya kayak waktu mos SMP.. orang lain lari ke lapangan buat baris, kamu malah lari ke toilet nyari orang-orang! *Huahahaha XD
ka ve: semoga mentornya ka ve, bukan ka kinal *amin* :)
ka kinal: belum jadi mentor udah siap ngerjain kalo sampai beneran jadi mentor... ? *kacau* :P "
cindy mengklik kirim di komentarnya.
"CINDYYYY! a,,a,,,ahhhh.. Itu kan udah lama :( "
ayana mengirim lagi komentar.
"Hahahahaaaa... Jadi inget wajahnya achan, pas waktu itu Bahahahahaaaa =D "
nabilah muncul lagi di komentar.
Tak terasa mereka terus memainkan hp nya untuk sekedar menenangkan diri sebelum berangkat untuk mengikuti ospek.

Nabilah sampai di sekolah impiannya, dia tersenyum lebar begitu senang. Tangannya memegang tas ransel berwarna birunya, dengan mata menjelajahi setiap sudut sekolah yang nampak wah. nabilah berjalan mantap memasuki sekolah, beberapa siswi GSA dengan seragam almamater kebanggaan sekolah seni internasional itu berjalan melewati nabilah.
"Nabilah!" teriak ayana dari belakang, nabilah tersenyum menyambut sahabatnya yang terlihat ketegangan di raut mukanya. "santai aja kali achan!" ayana melirik nabilah "wajah kamu itu... kayak yang mau ngadepin putusan pengadilan aja!" ledek nabilah menggoda ayana, ayana hanya melihat tanpa berkomentar. Mereka berdua berjalan beriringan.

Cindy diam terpaku setelah sampai, dia berdiri menunggu kakanya memebenarkan posisi parkir sepeda motor kesayangannya. Cindy melihat-lihat sekolahnya, sudah cukup banyak calon siswa/i yang berdatangan entah itu diantar orang tua, kakek-nenek, kakak, atau yang tanpa diantar sekalipun.
"Hari baru, semangat baru!" gumam cindy, dengan wajah cerah ceria seperti mentari pagi ini.

..bersambung..

0 comments:

Poskan Komentar