Selasa, 23 April 2013

-Journey- BabI -Introducing- #Chapter10


setelah dirasa aman, mereka berdua mengintip dari balik bak sampah berwarna kuning itu.
"aman..." kata si gadis penolong "aman..." shania menjawabnya. Merekapun keluar, melanjutkan pelarian mencari tempat yang lebih aman.
"udah, disini aja... Banyak orang disini. Mereka pasti ga akan berani macam-macam kalo di tempat rame gini!" ucap gadis penolong dengan setengah berjongkok, punggungnya terasa sangat sakit dia rasakan. Shania mengangguk menyetujui perkataan si gadis penolong.
Sambil tersenyum menahan rasa sakit gadis penolong itu mengulurkan tangannya, membuyarkan lamunan shania yang masih menerka keberadaan mbo nah dan pa warman. "Oo ia,, aku kinal." kinal mengulurkan tangan kanannya, dengan tangan kiri mengusap-usap punggung. shania segera menyambutnya
"aku, aku shani,-" belum sempat shania memberitahukan namanya kinal keburu pingsan duluan. Sontak hal itu membuat shania panik.
"kinal.. Kamu kenapa?" shania mengguncang-guncang tubuh kinal. wajahnya terlihat begitu pucat dengan bekas darah di bibir bawah sebelah kiri, dan lebam di pipi kirinya juga.Orang-orang yang sedang berlalu-lalang segera membantu shania, kinal pun di bawa ke rumah sakit menggunakan taksi.


Nabilah mendiskusikan rencananya untuk membuat penawaran pada ayahnya mengenai masalah masuk di SMA GSA dengan ayana dan cindy. Rencana nabilah, saat di acara Last Show For Graduation nanti pas giliran dia perform solo mempersembahkan sebuah lagu. Dia akan menantang ayahnya. Jika saat setelah selesai menyanyi nabilah dapat standing aplause dari penonton maka ayah harus mengijinkan nabilah masuk di GSA. Tapi, jika penonton hanya memberikan aplause saja maka nabilah yang akan mengalah dan mengikuti keinginan ayahnya masuk di sekolah tempat melody dulu sekolah.
"naahhhh,, ya udah kita suruh aja entar temen-temen buat standing aplause pas abis kamu perform bil, sekalian sama orang tua nya juga." usul ayana setelah mendengar penjelasan nabilah
"jangan! Itu si curang namanya achan!!" ucap cindy menegur ayana.
"ga apa-apa kali, cuma sekali ini ga sering-sering.." jawab ayana dengan senyum polosnya
"heee!! Sekali-sekali entarnya jadi berkali-kali... Achan!" jawab cindy, yang mulai gereget dengan ayana. "udah bil, jangan dengerin achan! Kamu terusin aja rencana kamu. Biarkan semuanya mengalir dengan seharusnya, jangan ada yang dibuat-buat." ucap cindy seraya berpaling pada nabilah
"tenang aja, aku ga mungkin ikutin usulan si sleepy ini. Tapi kalian pasti dukung aku kan?" tanya nabilah
"PASTI!" jawab ayana dan cindy berbarengan, mereka pun tertawa bersama.

Suara dari pemutar audio yang di putar di kamar nabilah, membuat mereka tidak mendengar suara melody yang baru pulang "Kaka pulang.."
"sepi banget melo?" tanya sonya
"kan tadi melody udah bilang di kampus, orang tuanya lagi keluar kota!" salip mova menjawab pertanyaan sonya
"emang ia, ya.. Aku lupa" jawab sonya sambil tertawa kecil.
Saat akan masuk ke kamar melody, mereka mendengar alunan musik pop dengan beat yang begitu menghentak membuat semangat dan asik untuk jadi backsound dance. Suara penyanyinya lebih dari satu orang dan itu perempuan, terdengar begitu keras dari dalam kamar nabilah.
"lagu itu... Itu lagunya AKB48 Beginner!" ucap mova setelah mengingat-ingat.

Karena rasa penasaran melody akhirnya melangkah kedepan kamar nabilah, diikuti mova dan sonya. Dengan mengendap-endap, gerakan perlahan, melody mulai membuka pintu kamar nabilah. Terlihat dari celah pintu yang sudah terbuka itu 3gadis belia yang sedang melakukan dance. lekukan tubuhnya begitu lentur, mereka terlihat sangat kompak dalam setiap gerakan dan juga pengaturan blockingnya.
Mova dan melody terus memperhatikan, dengan tak henti berdecak kagum "nabilah keren melo!" ucap mova "temen-temen nya juga." balas melody dengan wajah penuh kekaguman. Sementara mova dan melody berdecak kagum. Sonya malah sibuk sendiri mengikuti setiap gerakan dance yang dilakukan nabilah, ayana dan cindy. Di belakang mova dan melody, sampai akhirnya sonya tidak bisa mengendalikan tubuhnya sendiri yang memang sedikit berisi di bandingkan mova ataupun melody, dan *'-.-@Brukkk@-.-'* sonya jatuh menimpa melody dan mova hingga mereka tersungkur membuat pintu kamar nabilah terbuka lebar.
"ka melody!" ucap nabilah yang melihat kakanya dan ke2 temannya "Hai... De, ka melo pulang." ucap melody sambil tersenyum dengan posisi tubuhnya yang tertindih tubuh sonya, di susul mova yang juga tertindih sonya "hai.. Nabilah lama ya ga ketemu" sonya pun tak mau kalah, dia menyapa nabilah
"nabilah, dance nya keren abis! Kapan-kapan ajarin ka panda ya! Ok" dengan senyum sambil mengangkat ibu jarinya sonya meminta.
"Panda! Bangun..!! Berat tau!!" teriak mova.
Nabilah menatap kekonyolan yang dibuat kaka dan teman-temannya itu dengan menahan tawa. sementara ayana dan cindy memalingkan wajah mereka,
dan tertawa sambil membekap mulutnya masing-masing. Melihat kekonyolan yang di lakukan orang-orang yang lebih dewasa dari mereka.


"lepek banget rambut gue! Kasian ni rambut.." keluh jeje, sambil terus berjalan
"sibuk banget sih! Timbang rambut lepek aja, pergi sana ke salon! Jangan kayak orang susah gitu!" jawab dhike, menanggapi keluhan jeje
"anterin.." pinta jeje bersikap manja "Apa! Gue harus nganterin lu?! Engga deh, mendingan gue nemenin oma gue di rumah!" "hah, masa gue kalah saing sama oma lu si ikey.." protes jeje. jeje dan dhike terus meributkan hal yang tidak penting selama berjalan menuju parkiran, stella dan cleo yang berjalan di depan mereka merasa risih dengan kelakuan jeje dan dhike yang seperti anak kecil. sampai akhirnya stella membekap mulut ke2 sahabatnya itu
"Husssssst,, kalian berdua itu, ga ada kerjaan ya! ribut di jalan lagi!!". jeje dan dhike melakukan protes pada stella yang sempat membekap mulutnya. "cepetan jalan, si cleo udah jauh tuh!" ucap stella menunjuk ke arah cleo.
jeje, dhike dan stella pun kembali berjalan menuju sedan merah cleo yang terparkir di antara Jeep dan sedan hitam.
Saat sudah dekat dengan mobil cleo, jeje melihat ve dan ghaida yang bersiap masuk ke dalam mobil ve yang sudah menunggu dengan supir pribadi di belakang kemudi. Entah karena ada sesuatu apa atau masih kesal dengan kejadian minggu lalu saat mereka saling berdebat. Mata jeje melirik ke arah ve begitu tajam, sampai akhirnya mereka masuk ke dalam mobil cleo dan pergi meninggalkan parkiran, dengan ve yang masih menunduk setelah di bidik oleh jeje.

..bersambung..

0 comments:

Poskan Komentar