Selasa, 23 April 2013

-Journey- BabI -Introducing- #Chapter13

"ia! Ini pa.. ve, ve kayaknya sakit pa." jawab ghaida setengah takut.
"Sakit apa dia?!", ghaida hanya menggelengkan kepala
"ya sudah, kamu bantu veranda! Bawa dia ke UKS." perintah pa aran langsung ghaida kerjakan. Ghaida menuntun ve ke UKS, selama berjalan ve tidak banyak bicara begitupun ghaida dia hanya melontarkan satu pernyataan "udah kinal di rumah sakit sekarang lu yang sakit, kalian tuh kayak anak kembar! Satu sakit satunya ikutan.. Ko bisa sih gue punya sahabat kayak kalian.." ucap ghaida.

Dengan sangat hati-hati ghaida menuntun ve, sesampainya di ruangan UKS. Ve bukannya berbaring dia malah tertawa lepas, ghaida yang tidak mengerti hanya bisa memperhatikan ve dengan wajah herannya. "ghaida, ghaida.. Rambut aja pendek, ngomong elu gue, udah gitu tomboy abis! Ehhh giliran sama pa aran aja langsung jadi diem, hahahaaa. Lucu!" ucap ve sambil terus menertawakan ghaida "apa! Apa-apaan nih? Bukannya lu sakit?" tanya ghaida dengan setengah kesal melihat tingkah ve "siapa juga yang sakit!" jawab ve mulai bisa mengendalikan tawanya

"akting aku keren kan? Kamu aja bisa sampe se cemas itu." ve mulai menjelaskan tentang sakit palsunya, "tadi itu sengaja tau, kalo ga gitu gimana bisa keluar buat pergi ke rumah sakit!".."aku ga bisa tenang, belajar di kelas juga percuma ghai!". Ghaida yang mendengar penjelasan ve ikut meng ia kan kata-kata ve "gue juga sama, ga tau kenapa pikiran gue muterin nama nya kinal,, rumah sakit,,, rumah sakit,,, kinal... Itu mulu dari kemarin malem abis dapet telepon dari cindy!" jelas ghaida "di ajak dari tadi sebelum bel ga mau, sekarang jadi rada susah kan buat keluar!" ucap ve "ya udah, sekarang kamu ikutin rencana aku!" kata ve,
ghaida menyimak dengan serius setiap ucapan ve "tadi kan bagian aku udah, sekarang bagian kamu! Cari bu maya terus bilang deh aku maunya pulang, istirahat di rumah!" tanpa banyak berpikir ghaida mengikuti rencana ve, dia pergi menemui wali kelas mereka yang ternyata sedang mengajar di kelas X-3. Ghaida menceritakan semuanya, bu maya pergi ke UKS dengan ghaida untuk menemui ve. Setelah menemui ve dan memastikan keadaan ve tidak terlalu parah, bu maya pun pergi mengurus surat izin pulang untuk ve yang di temani ghaida.
Ve dan ghaida pergi meninggalkan sekolah menggunakan taksi.

Di rumah sakit, setelah tengah malam tadi kinal sempat siuman dengan tingkat kesadaran yang belum penuh. Pagi ini kinal sudah mulai sadar sepenuhnya. di temani ibu, cindy. dan shania yang dari kemarin hanya pulang ke rumah sebentar untuk mengganti pakaian kemudian balik lagi ke rumah sakit. mereka sedang asyik berbincang. di tengah obrolan yang sedang mereka lakukan, terlihat ve dan ghaida memasuki kamar rawat. kinal yang pertama melihat langsung melontarkan kata-kata "ve.. ghaida.. kalian kenapa kesini? bukankah harusnya sekolah!"
cindy dan shania yang mendengar ucapan kinal menengok ke arah belakang "ka ve, ka ghaida.." ucap cindy seraya berdiri diikuti shania yang juga ikut berdiri.

Ve dan ghaida sudah berdiri di samping bangsal kinal. "kita mau main disini!" jawab ve kesal "kamu tuh, paling jago kalo bikin orang lain hawatir!" lanjut ve dengan matanya memperhatikan lebam di pipi kinal. "maaf,," jawab kinal dengan senyum khas nya "tapi.. Kalian ko kesininya sekarang?! Kalian bolos ya?!" tanya kinal, "tuh kan ve, gue bilang juga apa! Kinal pasti ga akan suka kalo kita sekarang kesininya!" ghaida mulai bicara "kan hawatir ghai, kamu juga sama kan ng hawatirin kinal?" ucap ve dengan tangannya yang kini sedang menggenggam tangan kinal. "wah, ghaida meng hawatirkan aku?! Seriusan ve?" kata kinal melihat ke arah ghaida dengan senyumnya "apa! Engga! Gue ga hawatir sama lu!.." sanggah ghaida terlihat salah tingkah. "aaah, bilang 'ia' aja susah banget sih! Tadi ngomong apa tuh di UKS heh?!" ve menggoda ghaida.

Kinal yang melihat ve terus menggoda ghaida tertawa sampai akhirnya kinal ikut-ikutan menggoda. Shania dan cindy ikut tersenyum melihat tingkah mereka ber3.
Ghaida dan kinal sudah seperti kucing dan tikus. meskipun sahabatan. Selalu ada saja yang membuat mereka berdebat entah itu mengenai permainan musik, atau bacaan seperti novel, komik. Bahkan sampai kemampuan mereka di bidang bela diri. Kinal yang ikut Taekwondo dan ghaida yang di Karate. Tapi, itu tidak berlangsung lama dan tidak pernah dianggap serius. Dan ve selalu jadi penengah untuk ke2 sahabatnya yang tomboy ini.

Di kamar rawat no48 ini kinal, ve, ghaida, cindy, dan shania berbincang dengan akrabnya. Hal itu membuat shania senang karena dia bisa kenal dengan teman-temannya kinal dan juga keluarganya kinal. Untuk shania dia melihat baik teman-temannya, ibunya, dan adiknya kinal itu.. mereka baik dan mereka bisa menerima kehadiran dirinya, meskipun perkenalannya berawal dari hal yang tidak menyenangkan.

Sementara itu di kediaman ayana. Ayana sedang mengobrol dengan ibunya. Di teras belakang rumah "mah, achan lagi bingung nih!" ucap ayana "bingung kenapa sayang?" tanya ibu dengan mata dan tangan yang sibuk di atas buku Rapor SMP. "Achan... Achan kayaknya ga jadi aja deh masuk di GSA nya." ...
"Achan takut... nantinya malah ngerepotin orang lain lagi! Karena sakit nya achan... Kenapa achan harus sakit si mah?" perkataan ayana membuat ibu berhenti dari aktifitasnya mengisi buku rapor.

..bersambung..

0 comments:

Poskan Komentar