Minggu, 21 April 2013

Sepasang Bola Mataku


 Kinal Kinal Putri …… adalah orang yang selalu membuat hatiku gembira…
Dia …… Orang yang selalu membuat diriku tersenyum…
Dia …… Orang yang selalu memperhatikan diriku…
Orang yang sabar dalam menghadapi segala amarah dan kekesalan diriku.
Dia lah cinta pertamaku…
Kami telah bersama selama 3 tahun, susah senang telah kita alami bersama. Hari-hari yang kulalui terasa begitu sangat berharga saat aku sedang bersamanya… Setiap hari aku hanya berharap, aku dapat menghabiskan waktu hidupku bersamanya sampai nanti aku menutup mata. Sampai pada saat itu apa yang aku takutkan terjadi, karena sifatku yang terlalu menyepelekan penyakit yang selama ini aku alami, membuatku harus melakukan medical checkup di sebuah rumah sakit untuk mencari tahu penyakit apa yang selama ini aku alami…


Dan tanpa kusadari ketika aku memeriksakannya ke dokter, aku harus menelan suatu kenyataan yang sangat pahit, dokter memvonisku mengidap penyakit kanker otak stadium 4… Mendengar hal itu aku tak bisa berkata apa-apa dan lagi-lagi Kinallah yang langsung muncul didalam pikiranku. Aku tak ingin membuatnya menangis karena tahu umurku yang hanya tersisa kurang dari 3 bulan. Kenyataan ini sungguh pahit untukku… Aku tak tahu harus berbuat apa… Aku berfikir...! ”Apakah Kinal harus tahu tentang semua ini?? Tapi, Kinal pasti akan sangat terpukul mendengar semua berita ini… Apa sebaiknya aku sembunyikan saja ini semua sampai tiba saatnya nanti aku harus pergi meninggalkannya”…! ***
Keesokan harinya aku menelpon Kinal dan mengajaknya bertemu di tempat pertama kali kami berdua bertemu, disitu aku berusaha meyakinkan Kinal bahwa semua baik-baik saja... Seperti biasa aku duduk di tepi pantai dengan mengenakan sweater biru pemberian dari Kinal~~~
Tak lama kemudian Kinal datang, dia menanyakan keadaan ku yang ketika itu terlihat sangat pucat sekali…! ”Apa kabar sayang…? Bagaimana kemarin hasil check upnya ??”
Tiba-tiba aku tersentak dan bingung ingin menjawab apa, karena aku ingin menjaga perasaan Kinal aku hanya menjawab, ”Aku tidak apa-apa, kata dokter aku hanya terkena sakit kepala biasa saja, sebentar lagi juga aku akan sehat... Kemudian Kinal menanyakan mengapa tiba-tiba aku memintanya untuk menemuinya disini…?!

Seketika itu aku langsung menyenderkan kepala ku di bahunya… Kemudian aku bertanya kepadanya. ”Kinal apakah selamanya kita dapat terus bersama seperti ini,??” Kinal heran karena mendengar pertanyaanku tersebut, kemudian ia menatapku dengan tajam, karena mulai merasa tidak yakin dengan ucapanku tadi. ”Ada apa tiba-tiba kamu menanyakan hal itu, apa yang sebenarnya terjadi…?” Tanya Kinal. ”Tidak ada apa-apa aku hanya takut saja apabila aku harus kehilangan kamu, aku ingin kita terus bersama-sama selamanya… Sahutku! Iya, aku akan terus berada disamping kamu sampai matahari dan bulan tak lagi menampakan wujudnya, Jawab Kinal.
#Ketakutanku pun semakin jadi. Tidak ingin kehilangan cinta sejatiku membuat air mata ku pun terjatuh, tak ingin Kinal tahu aku mengalihkannya dengan memeluknya… Setelah itu aku mengantarkan Kinal pulang kerumahnya karena malam yang sudah semakin larut. Sesampainya dirumah aku kembali memeluknya karena aku tak pernah tahu apa yang akan terjadi kepadaku selanjutnya. Aku merasa tak ingin melepas pelukan nya karena aku takut itu kan menjadi pelukan terakhirku bersamanya...

Dalam hati aku berkata…! ”Tuhan apabila kau ingin mengambil nyawaku, ambilah, tapi ijinkan aku melihatnya tersenyum untuk terakhir kali, karena dia orang yang membuat hidupku menjadi sangat berarti!!! Sakit ini terus menghantuiku, setiap hari aku harus menahan rasa sakit yang teramat sangat, dan selama ini aku harus berbohong kepada Kinal, bahkan ketika aku dirawat. Aku bilang kepadanya bahwa aku ada kegiatan diluar kota.
Semakin hari aku sadar bahwa hidupku sudah tak lama lagi, aku sudah tak tahu harus bagaimana menyembunyikan semua ini dari Kinal, aku tak ingin membuatnya menangis. Aku ingin memberikan sesuatu kepadanya yang bisa membuatnya tetap ingat kepada aku saat aku tak ada nanti.


Aku ingat kalau 1 bulan lagi Kinal kan berulang tahun, aku ingin memberikan sesuatu kepadanya namun aku bingung dan tak tahu akan memberikan apa kepadanya?? Kemudian aku menceritakan semua masalah ini kepada Vhe sahabat dekat Kinal yang juga merupakan teman kecilku. Vhe sangat kaget dan shock mendengar bahwa aku mengidap penyakit separah ini, dia tak menyangka dengan apa yang aku alami... Dengan penuh air mata ia akhirnya bersedia menemaniku membelikan kado buat Kinal, namun kami berdua merahasiakan semua ini dari Kinal… ***

Seminggu kemudian kami pergi berdua, pada saat itu Kinal mengajakku untuk pergi menemaninya namun aku selalu mengelak, Aku selalu bilang... ”Maaf saat ini aku sedang banyak tugas jadi aku tidak bisa menemani kamu pergi dalam waktu dekat ini... "Iya tidak apa-apa mungkin lain kali kita bisa pergi, setelah semua tugas-tugas kamu itu sudah terselesaikan... Jawab Kinal. Lalu aku pergi meninggalkannya untuk menemui Vhe di sebuah mall. Disana Vhe sudah menungguku sejak tadi, lalu kami berdua berjalan menuju sebuah toko perhiasan karena aku akan membelikan Kinal sebuah kalung yang didalamnya terdapat foto kami berdua… Namun tanpa aku sadari ternyata Kinal mengikuti kami dan dia salah paham akan apa yang dia lihat itu. Aku berusaha mengejarnya, namun dia sudah masuk kedalam mobil dan meninggalkan mall tersebut begitu saja ...
Namun ketika aku ingin menaiki motor ku tiba-tiba aku mendengar sebuah teriakan ketakutan orang yang melihat kecelakaan, dan ternyata mobil Kinal lah yang tertabrak tepat didepan mall tersebut, tanpa befikir panjang aku langsung berlari menghampiri Kinal, saat itu aku sangat panik dan merasa bersalah kepadanya, kemudian Vhe datang dengan mobilnya dan kami pun sesegera mungkin membawa Kinal kerumah sakit terdekat... Dijalan aku terus menangis dan menyalahkan diriku. ”Kenapa aku melakukan hal bodoh seperti ini? Aku tak bermaksud membuatnya kecewa, ucapku”!!! ”Ini bukan kesalahanmu, karena kau ingin memberikan sesuatu untuk Kinal, hanya keadaannya saja yang kurang tepat... sahut Vhe. ”Beruntung Kinal cepat dibawa kerumah sakit sehingga dia dapat tertolong, namun dia juga mendapat suatu kenyataan pahit. Dokter bilang bahwa dia tidak dapat melihat lagi kecuali dia mendapat kornea mata pengganti…
#Mendengar berita tersebut aku pun segera menemui dokter yang menangani Kinal dirumah sakit, namun dokter berkata.” Persedian donor mata disini sedang kosong karena kurangnya pendonor. Kata dokter”. Apakah semua mata bisa menggantikan mata Kinal dok…? Tanyaku…! ”Ya semua dapat dicoba namun itu semua juga tergantung dengan bagaimana nanti hasil pada saat selesai operasi, karena semua adalah kehendak TUHAN…! Jawab dokter... ”Sadar bahwa hidupku sudah tak lama lagi aku akhirnya aku memutuskan bahwa nanti pada saat aku sudah tiada aku ingin Kinal bisa menggunakan kedua mata ku ini untuk melihat...
Dan aku berharap aku akan selalu hidup bersamanya sampai kapanpun dengan mata ini... Sebelum aku meninggal aku menuliskan sebuah surat kepada Kinal dan surat itu aku letakan didalam sebuah kotak yang aku campur dengan sebuah kalung yang ingin aku berikan kepada Kinal, lalu aku menitipkanya kepada Vhe, karena menurutku hanya dia orang yang dapat aku percaya saat ini. ”Vhe, tolong berikan kotak ini saat Kinal sudah dapat melihat lagi dengan mata barunya, berikan ketika malam saat dia berulang tahun. Ujarku. ”Iya aku akan memberikan ini kepadanya. Jawab Vhe dengan penuh air mata yang menetes di pipinya…! ***

~~~”Kehidupanku pun berakhir… Dan dokter pun mengambil kedua kornea mataku untuk diberikan kepada Kinal. Dua hari setelah kepergianku dokter melakukan operasi dan operasinya pun berhasil, sampai pada saat Kinal bisa kembali melihat. Ketika dia bisa melihat dia menangis karena dia tidak melihat aku berada di dekatnya, yang terlihat hanyalah Vhe yang berdiri tepat didekatnya… Namun Kinal langsung mengusir Vhe keluar dan dia pun kembali menangis. Diluar Vhe hanya mampu menangis dan menatap Kinal… 2 minggu sudah aku pergi meninggalkan dunia ini...


Sejak itu dia tak pernah lagi mendengar kabar tentangku. Hingga tiba hari ulang tahunya. Dia hanya berdiri ditempat dimana dulu kita selalu bersama, kemudian Vhe datang menghampirinya dengan membawa sebuah kotak. Kinal kembali mengusirnya... Pergi kamu dari hadapanku, aku tak ingin melihat kau ada disini, pergi sana bersama Anton tinggalkan aku sendiri, bentak Kinal. ”Vhe pun langsung memeluk Kinal sambil menangis. ”Anton sudah tidak ada Kinal. Dia sudah meninggalkan kamu 1 bulan yang lalu, dia meninggal karena telah lama mengidap kanker otak.


TUHAN sungguh baik kepadanya karena tidak membiarkan Anton menahan sakit terlalu lama, maafkan aku waktu itu telah pergi bersamanya, karena pada saat itu aku hanya menemaninya membelikan ini untuk kamu, ujar Vhe sambil menyerahkan sebuah kotak yang dia bawa.” Apa ini? Tanya Kinal. ”Bukalah... ucap Vhe”. Didalam kotak Kinal menemukan sebuah kalung dan sepucuk surat didalamnya ternyata didalam surat itu terdapat sebuah pesan singkat dan puisi dari Anton untuk Kinal.
“Maaf jika aku harus meninggalkanmu lebih cepat karena Tuhan mempunyai kehendak lain terhadap kita.
### Kehilanganmu merupakan suatu kehilangan besar untuku karena kau adalah bidadari yang selalu ada di saat aku sedang terlelap, disaat aku sedang berada didalam gelap kaulah cahaya yang selalu menemaniku dan memberikan sinarmu dalam tidurku hingga aku terjaga... Ini adalah kenyataan terburuk yang pernah aku terima sepanjang hidupku namun aku berterima kasih kepada TUHAN karena telah memberikan aku suatu hal yang terbaik, salah satunya adalah aku bisa memiliki kamu sampai saat ini…


Aku berharap kamu akan tetap melanjutkan hidupmu seperti biasa, biarkan aku disini terus melihat senyumanmu, senyuman yang selalu membuat warna warni dalam hidupku, senyuman yang selalu membuatku semangat menghadapi hidupku, aku yakin cinta kita akan tetap abadi sampai kapanpun, sepasang bola mataku ini aku titipkan kepadamu agar aku bisa selalu ada dan hidup dalam hatimu… Jangan lagi kau tangisi kepergianku ini karena ku akan sedih jika apa yang telah aku berikan tidak kamu gunakan sebagai mana yang selama ini aku harapkan… Selamanya aku akan tetap menjagamu sampai akhir waktu di dunia ini...” ###
Kinal pun menangis saat membaca surat itu dan merasa tak percaya dengan apa yang telah terjadi. Tidak mungkin Anton pergi meninggalkan aku secepat ini, Dia telah berjanji untuk menemani aku sampai nanti, tidak mungkin secepat ini… Ucap Kinal dengan tubuh yg mulai melemas, Vhe pun segera memeluknya…
“Sudah Kinal ini semua adalah takdir dari TUHAN, yang terpenting sekarang kamu harus menjaga baik-baik mata dan kalung ini... Karena sampai kapanpun Anton pasti akan selalu ada, dan dia akan selalu hidup didalam hati kamu”… Ujar Vhe yang berusaha menenangkan Kinal... Akhirnya Kinal pun merelakan kepergian aku dan kembali melanjutkan hidupnya, dengan menggunakan mata baru yang aku berikan untuknya. Ini menjadi hadiah spesial buat Kinal di hari ulang tahunnya itu... Dan sampai kapanpun juga cinta kami akan tetap abadi karena sekarang aku selalu ada dan hidup didalam hati Kinal, untuk selamanya…!!!

***
Antonius Noprianto

0 comments:

Poskan Komentar