Selasa, 30 April 2013

-Journey- BabII -Beginning- #Chapter13



"kamu... siapa ya?" tanya melody heran, laki-laki yang sudah berdiri di depannya mengambil sesuatu dari ranselnya.
Melody mengerutkan dahinya; Mova melihat laki-laki itu kemudian melihat setangkai mawar merah yang sedang di sodorkan; Sonya melihat melody, lalu mengambil mawar itu karena melody tidak menanggapi
"buat melody nih?" tanya sonya, mawar sudah ditangannya. Laki-laki itu hanya mengangguk
"ok, ntar gue sampein sama melo,- " ucapan sonya terhenti, melody mengambil mawarnya.
"panda! kamu kok, main ambil aja sih?!" ujar melody setengah kesal. "ini dari siapa? Terus, kamu anak fakultas mana?!" melody beralih pada si pembawa bunga, sonya hanya bisa menekuk bibirnya. Dan mova melihat sonya sambil 'menertawakan' kecil sahabatnya itu lalu melanjutkan menonton adegan yang sedang terjadi dari beberapa menit yang lalu, dengan tangan kanan menopang dagunya.
"gue? gue dari fakultas tekhnik!" kata si laki-laki "mawar itu gue dapet pas tadi gue lagi jalan mau kesini, terus ada cowok nitipin itu k gue dan minta tolong untuk di kasih ke elu!" jelas si laki-laki. Melody kembali mengerung
"lu tahu siapa cowok yang nitipin bunganya?" tanya sonya, kembali dia sok ikut campur. Sementara, melody masih memproses ucapan laki-laki itu dan sekarang... ingatan melody kembali pada rony.
"gue, gak tahu dia siapa! udah ya, gue mau pesen makan!" kata si laki-laki itu lalu pergi, setelah mova dan sonya ngucapin 'makasih'.

'oi, jangan pada lupa ya! Nanti malem perform di Journey Cafe!!' ghaida mengirim di whatsapp message nya di grup, yang hanya ada dia, ve dan kinal di dalam grupnya.
Beberapa menit kemudian balasan dari kinal *clin-cling*
Kinal 'ay, ay.. Sir, aku siap! *rada deg-deg gan* :)'
ghaida 'di bawa calm aje, okoy?!'
kinal 'siip (y) lah :D'
ghaida 'si ve mana? Kok ga nongol?! o.o'
kinal 'tau! Summon gih?! :v'
ghaida 'udah, dari tadi juga kali! Hp nya ngumpet kali ye? *gkgkgk :v'
kinal 'ada yang lucu ya?'
ghaida '>.<'
kinal 'bhahahahaaa :D'
Cukup lama ghaida dan kinal kirim-kiriman pesan di Whatsapp, ve pun muncul dengan jawabannya.
ve 'im sooooooooo nervous :shy'
kinal 'woles *wkwkwk :x'
ghaida 'di bawa calm aja ve! ini perform pertama kita ;)'
ve 'i'll do my best, like always :) , still woles and calm ^^'
kinal '(y)'
ghaida 'good ^^'

Nanti malam, perfom pertama ghaida, kinal dan ve di salah satu cafe milik saudara dari temannya ghaida. Setelah penantian mereka yang cukup panjang, hari ini pun datang. awalnya perform pertama itu dijadwalkan pas saat liburan, namun karena ada satu dan lain hal jadwal tampil jadi di undur. tapi buat mereka pengunduran itu tidak lantas membuat semangat mereka akhirnya padam, mereka selalu optimis sampai akhirnya sekarang jawaban ke optimisan mereka terjawab dan mereka bisa memperlihatkan kemampuannya di bidang musik yang sudah di tekuni dari saat menjadi siswi kelas X SMA dengan di tonton puluhan pasang mata nanti malam.

"hallo, rycko disini, siapa disana?"
jawab rycko setelah dari tadi hp nya bergetar menandakan seseorang begitu ingin berbicara dengannya
"gue... gue mova!"
"Hah?! Siapa?" rycko cukup kaget mendengar nama si pemanggil, dia tarik handphonenya dan membaca nama si pemanggil 'Alissa Galliamova' sampai kedua matanya melebar saat mengeja nama itu
"rycko! Ini gue mova!!" kembali mova memperjelas kata-katanya
"m-mova,, mova alissa?!" karena keterkejutannya, rycko menggumamkan nama mova.
"hssss, ia! Gue Mova.. M.O.V.A moovvaa.. RYCKO!!"
"Woooaaaa, ada atris nelpon gue!!" teriak girang rycko di sebrang telpon
"hey, rycko.. Gue mau ngomong nih!" protes mova
"hah?! ah, ia.. ia... s-sorry sorry.. Hhehe" jawab rycko "so, ada apa alissa?" lanjut rycko
"jadi gini, tapi bentar. Sebelumnya kalo lu mau manggil gue, panggil aja gue mova. Jangan alissa! Ok." rycko mendengarkan lalu menganguk "emm, gue mau tanya sama lu. Ini soal... mmm.." mova terhenti
"soal.. apa mova?" rycko penasaran, apa yang ingin ditanyakan mova. Si artis yang satu fakultas dengannya tapi jarang bahkan tidak pernah komunikasi dengannya itu.
"ini, soal... Eeehhh soal Sendy!" jawab mova
"sendy?!" suara rycko menjawab cukup heran "sendy kenapa?! Lu kenal sama sendy?!" rycko balik bertanya
"kata panda, lu satu tempat kerjaan ya sama sendy"
"ia, terus?" "gue boleh tau gak, nama lengkap nya sendy" rycko mengerutkan wajahnya mendengar permintaan mova "terus, kalo boleh. Gue juga mau tahu dimana sendy tinggal, sama satu lagi. Gue boleh minta no nya sendy gak? rycko?!" rycko semakin kerung dengan permintaan mova yang bisa dibilang aneh bahkan sangat aneh "ryck... rycko! Gimana? Bisa gak?!" tanya mova karena rycko tidak memberikan jawaban
"gini mova, kalo soal nama lengkap gue bisa ngasih tau. Tapi.. untuk tempat tinggal sama no hp.. sorry, gue gak bisa ngasih tau! Itu kan privasi mova! Lu ngerti kan maksud gue?!" jawab rycko menjelaskan. Mova berpikir sejenak lalu merespon rycko
"ia sih, gue tahu! mmm, ya udah deh.. nama lengkapnya aja gak apa-apa. Selebihnya biar gue tanya langsung ke sendy nya!" kata mova, rycko tersenyum di ujung telpon.
Dia lalu memberi tahukan nama lengkap sendy dan tak lama setelah rycko memberikan nama lengkap sendy, telponnya langsung terputus. "halo, mova!" ujar rycko "mov, mova?!" ucap rycko heran, dia menarik hp nya dan melihat di layarnya, ternyata sudah terputus. Rycko hanya bisa mengangkat bahunya, dia pun kembali melanjutkan aktifitasnya.

Sementara itu, setelah mendengar rycko menyebutkan nama lengkap sendy. Mova terlihat melebarkan bola matanya, seperti orang kaget. "S-Sendy A-arini.." bisik mova, dengan wajah setengah tidak percaya. Dan otaknya kembali memproses masa lalunya dengan Sendy Ariani kecil. "apa, mungkin itu sendy? sendy!" kembali mova berbisik di bibirnya.

**
Hari ketiga Ospek di Pelita Nusa, di kelompok 004. Calon siswa/i begitu hening saat mendengar teman-teman mereka membacakan 'Surat Cinta untuk Kakak!' tugas yang diberikan mentor pada saat hari pertama. Setelah selesai mendengar, kelas terdengar bergemuruh dengan suara tawa di selingi candaan pada si pembaca surat sampai membuat wajah mereka merah karena menahan malu.
"ok! mm,, selanjutnya yang akan membacakan surat cintanya untuk kakak..." rama, salah satu mentor di kelompok 004 melihat nama di paling bawah surat cinta yang sudah di tulis oleh salah satu calon sisiwi. Dia dan juga mentor lainnya sudah memilih acak 8surat cinta. "Cindy Gulla!" lanjut rama, lalu memalingkan pandangannya pada calon siswi. Diikuti pandangan mentor lainnya.

Cindy menelan ludah nya sendiri, saat mendengar namanya disebut. Ochi yang duduk di sebelah cindy, membisikan semangatnya untuk cindy
"ayooo, cindy!! goncang kelas ini!! hihihi.." dengan senyumnya ochi menggoda cindy. cindy hanya bisa melirik ke arah ochi, kemudian berdiri dan melangkah kedepan.
Cindy mengambil surat nya, dia sempat melihat ve yang tersenyum untuk menyemangatinya. Dan beberapa menit kemudian, suara cindy mulai terdengar..

*Saat pertama melihat wajahmu, pagi yang indah dengan sinar mentari menjadi terasa silau menusuk mataku. Aku, tidak berani berlama-lama menikmati sosok mu. Karena aku terlalu takut, aku akan tenggelam terlalu dalam.... Tapi, jika aku tidak menatapmu. tusukan dari sinar mentari yang membakar mataku, akan beralih menusuk hati ku dan membakarnya secara perlahan.

Sebait puisi, coba aku buat hanya untuk Ka Rama. Semoga kakak suka dengan puisi yang ga jelas itu. Hehehe... :)

mmm,, jujur... saat pertama melihat kakak masuk ke kelas ini, dan kemudian memperkenalkan diri. Aku tidak bisa melepas pandanganku dari sosok kakak yang menurutku terlihat baik dibalik ketegasan kakak sebagai mentor.
apa mungkin kak? dari sebuah surat tugas ini, cindy bisa jadi pacar nya kak rama?! kalaupun ngga, biarlah rasa cinta cindy sama kak rama tetap menjadi fantasi yang memenuhi hari-hari cindy! biarlah Waktu yang membawa cindy mendekat ke hatinya kak rama, atau biarlah Waktu juga yang akan membawa bayang-bayang wajah kak rama dari ingatan cindy!

mencintai itu... anugerah, dicintai itu... berkah! cindy memilih kak rama karena cindy bisa merasa nyaman saat melihat kakak!

yang mencintaimu,
Cindy..

Dari bait pertama sampai akhir suara cindy terdengar begitu tegas tanpa ada getaran karena menahan malu. saat semua calon siswa/i terdiam karena apa yang di bacakan cindy sangat indah untuk di dengar, tiba-tiba suara ochi membuat mereka dan juga mentor melihat kearahnya
"Aazek!"
ochi hanya bisa menggaruk kepala nya yang tidak gatal sambil tersenyum tidak karuan, melihat seisi kelas mengalihkan pandangan padanya. setelah kejadian itu, mentor yang sedang duduk langsung menanyakan siapa namanya dan memanggilnya untuk membacakan surat miliknya sendiri.

Di Galaxy school, calon siswi sedang beradu games di lapangan. Dari setiap galaxy mengirimkan perwakilannya untuk mengikuti games injak balon. Senior-senior nya begitu asik melihat dan sesekali tertawa melihat para junior nya yang sedang bergelut kaki dengan kaki untuk bisa memecahkan balon dari musuhnya, balon yang berukuran kecil sengaja diikatkan pada salah satu kaki mereka dan orang yang ditunjuk sebagai kapten oleh team nya dapat 2 balon. Satu di kaki satu nya di tangan berukuran besar. Lawan harus bisa memecahkan balon tersebut sampai tidak ada yang tersisa.

Tak terasa Hari terakhir ospek pun tiba, padahal seperti baru kemarin mereka "senang-senang" dengan kegiatan yang sepertinya menyeramkan itu.

Saat kepala sekolah memberikan pidatonya semua calon siswa-siswi Pelita Nusa melepaskan balon gas hingga terlihat langit di sekitar sekolah itu di penuhi balon berwana putih dan biru. Saat calon siswa-siswi masih memperhatikan terbangnya balon-balon itu 'byurrrrrr' para mentor menyiramkan air yang dialirkan lewat slang, mereka semua kaget tapi kemudian asik tertawa sambil menikmati air yang membasi tubuh mereka.

Semua siswi dan guru juga staff, hadir untuk melihat pertunjukan penutupan Mos Galaxy yang dibawakan siswi dan calon siswi yang sudah terpilih sebagai face nya Galaxy.
Seusai pertunjukan kepala sekolah memberkian pidatonya dan mereka yang 4hari lalu masih disebut calon siswi, kini mereka sudah resmi menjadi siswi bagian dari keluarga besar Galaxy School Of Art.

MOS memang sesuatu hal yang akan menjadi memorable dalam kehidupan setiap orang yang sempat mengenyam pendidikan. Peralihan dari SD ke SMP dan seterusnya sampai kita menginjak bangku kuliah, MOS akan selalu memberikan kesan yang berbeda di setiap tingkatannya.

"Pagi non, gimana tidurnya? nyenyak?"
"hemmmhaaaah,, nyeeeeenyak banget mbok! seger badannya" mbok nah tersenyum mendengar jawaban anak kesayangannya itu.
"wahhh, masakannya... banyak banget mbok? Shania jadi bingung mau yang mana dulu, hehe.."
"si mbok sengaja non, masak smua ini buat non, apalagi semalam setelah sampai rumah non kan langsung tidur, dan si mbok ga berani bangunin soalnya non keliatan capek!"
shania tersenyum mendengar jawaban mbok kesayangan nya ini, tangannya mulai mencomot makanan kesukaannya.
"mbok duduk sini, temenin aku makan ya.." mbok nah tidak bisa menolak, dia tersenyum dan duduk menemani shania. Shania makan dengan tenang, sambil bercerita ria pada mbok yang selalu menemani dia dari sejak shania baru lahir sampai sekarang dia sudah remaja.

..bersambung..

0 comments:

Poskan Komentar