Selasa, 23 April 2013

-Journey- BabI -Introducing- #Chapter16



Mawar merah ini. "liat tuh tulisannya '4 Mawar di bulan ke 8' '1-8; maaf karena aku membuatmu penasaran.' terus, di mawar yang ini (ke2) '2-8; kamu tidak pernah berubah, tetap melody yang aku kenal :)' aku yakin si pengirim ini orang di masa lalu kamu mel?!" ungkap sonya "yakin banget kamu!" kata mova, sambil menilik-nilik surat kecil itu. "please deh mova! Disini tuh jelas banget kalo si pengirim tahu siapa melody!" sonya memperjelas keyakinannya "terus, angka2 ini? Apa maksudnya coba '1-8; 2-8'" mova bertanya melihat ke arah sonya. Sementara mova dan sonya sibuk mencoba memecahkan teka-teki mawar bersurat itu, melody malah asik sendiri menerawang. Ada lintasan-lintasan kecil dari memori masa lalunya tapi masih terlalu kecil untuk bisa di lihat.

***
siang menjelang sore di sebuah mall yang sedang begitu ramai dengan pengunjung. Terlihat 2orang berlari kencang dari pelataran parkir sebuah Mall. Tapi tiba-tiba orang yang berlari di belakang menabrak seorang bapak "Aduh! Maaf, Maaf pa!" ucapnya, Dengan rasa was-was dia ikut membantu dulu si bapak membereskan barang2 nya. dengan mata melihat ke arah pelataran parkir. "Ochi... Cepetan lari!! Mereka keburu dateng!!" teriak temannya yang berlari di depan. Melihat ochi tidak juga beranjak dari membantu bapak paruh baya itu, temannya menghampiri ochi kemudian menarik tangan ochi "Cepetan! MAAF PAaa.." ucapnya sambil berlalu. Mereka ber dua melanjutkan pelarian secara beriringan. "chi, cepetan.. Mereka semakin dekat!" teriak orang yang sedang berlari di depan pada ochi "beb! Kita berpencar aja, biar mereka bingung! Ketemu di depan gang ya.." jawab ochi pada teriakan beby "Ok! Sip.." ochi dan beby berpisah di pertigaan jalan saat lampu lalulintas sedang berwarna merah. Mereka berlari terus menghindari ke7 pria yang sedang mengejar mereka dari saat di parkiran Mall tadi dengan expresi penuh dendam dan emosi.

"Kalian ber 3 kejar anak itu!!" perintah salah seorang dengan menunjuk ke arah beby "sisanya ikut gue kejar yang itu!" lanjutnya menunjuk ke arah ochi. Ke7 pria berbadan ceking tapi tinggi-tinggi itu segera mengejar mereka. Karena rasa lelah beby bersembunyi di pinggir mobil SUV yang sedang parkir, dia mengintip dengan perlahan. Terlihat 3orang sedang mengitarkan pandangan mereka untuk mencarinya. "Sialan! Kemana tu bocah? Cepet banget larinya!!" umpat pria1. Tak lama berselang pria2 berkata dengan setengah berteriak "Itu! Itu dia!!" tunjuknya "CEPAT TANGKAPP!" perintah si pria1. "Anjrit, sial tu mobil pake jalan segala lagi!" ucapnya dengan mata melihat ke arah mobil kemudian ke arah para pria. "WOII, BEGUNDAL KECIL! BERENTI LO!!" teriak pria3, "Sini... Tangkap gue kalo bisa! Dasar Pencopet Bego!! Ahahaa.." ledeknya sambil berlari menghindar, "AWAS LO!! KALO KETANGKAP.." ancam pria1 (pencopet).

Beby terus berlari penuh semangat, Dia mulai memasuki jembatan penyebrangan. dalam pelariannya dari 3Pencopet. Tubuhnya begitu lentur menghindari setiap orang yang sedang berlalu-lalang di atas jembatan, sementara para pencopet terlihat cukup kesulitan. Baru menuruni bebebarapa anak tangga di barisan tangga pertama, kemudian beby melompat ke tangga di barisan kedua tanpa memutar untuk menuruni jembatan penyebrangan. Setiap langkah dan gerakannya begitu terlihat lincah seperti tidak ada ketakutan sedikitpun akan terjatuh. Dengan senyum penuh kemenangan beby melihat dulu ke arah jambatan, terlihat 3pencopet itu kesulitan untuk menuruni anak tangga di tengah cukup padatnya penyebrang. beby lalu berlari meninggalkan pencopet jauh di belakang, menuju tempat pertemuannya dengan ochi.
"Arghh,, ochi kemana sih! Dia yang nyuruh berpencar, dia sendiri yang lama!!" gerutu beby dengan tangan memainkan sebuah dompet berwarna hitam.

Di kediaman nabilah dan melody terlihat ibu keluar dari mobil dengan di tuntun pa wagiman. Nabilah yang sedang duduk di teras depan segera berdiri menghampiri ibunya "mama! mama kenapa? Wajah mama ko pucat?" tanya nabilah begitu cemas, nabilah menuntun ibunya masuk. Setelah itu nabilah berlari kedapur membuatkan teh manis hangat untuk ibunya. "tadi dompet dan belanjaan mama di jambret sayang.." ibu berucap setelah selesai menegekuk teh manisnya "Hah! Tapi mama ga kenapa-kenapa kan? Ada yang luka ga mah?" nabilah begitu terlihat hawatir, dia melihat-lihat badan ibunya. Expresi panik dari nabilah membuat ibu tersenyum "sayang, mama ga apa-apa. Mereka hanya mengambil dompet dan belanjaan saja." "beneran! Mereka ga nge lukain mama kan?" ibu hanya menggeleng masih dengan senyum yang terlukis melihat nabilah yang begitu perhatian "mah, lain kali kalo mau belanja ke mall. Ajak aku ato ka melody, jadi mama ada yang nemenin."

"tadi kamu kan lagi di rumah nya cindy, dan ka melo masih di kampus. Jadi mama pergi sama pa wagiman saja!" jelas ibu "nah, kalo gitu nanti pa wagimannya di suruh masuk aja. Ikut sama mama." "ia, sayang.. makasih ya.. Anak mama yang cantik ini begitu perhatian" ucap ibu sambil mengelus lembut pipi nabilah, " 'kalau saja dia tahu kamu tumbuh jadi anak yang begitu cantik dan baik. Dia pasti akan menyesal sudah menyia-nyiakan kamu' " ibu melamun masih dengan memegangi pipi nabilah "mama! mama..." ibu tersadar dari lamunan mendengar panggilan nabilah "mama ga apa-apa?" "engga, mama cuma pengen istirahat!" "ya udah nabilah anterin mama ke kamar yah.." ibu mengangguk seraya berdiri. Nabilah memegangi pinggang ibunya menuntunnya ke kamar.

Ochi datang sambil berteriak "Ayoooo, beby cepetan lariiiiii... Mereka masih ada di belakang aku!" teriak ochi sambil menarik tangan beby untuk kembali berlari, mereka ber2 bersembunyi di sebuah rumah. di dekat benteng rumah itu. "kamu... Gila apa ya,-" "Ssssuttt... Jangan berisik!" bisik ochi sambil membekap mulut beby, ochi mengintip ke arah luar.

"aaaah,, aman..!!" ucap ochi, dengan tangan masih tertempel di mulut beby "aman si aman, tapi mulut aku jangan terus di bekap dong!" protes beby sambil menyeka mulutnya "Wooahh,, Hahaa.. Maaf, maaf.. Sangking lega nya ini." jawab ochi, melihat ke arah beby "senang, senang! Tadi kan kamu sendiri yang nyuruh mencar terus ketemu di gang depan. tapi, malah sendiri nya yang lama. Udah gitu pake acara ngebekap mulut aku lagi!!" "ya elah, beby.. Protes mulu nih. Yang penting kan kita udah lepas dari pencopet2 asem itu!" kata ochi dengan nada bercanda "ia! Tapi bikin aku jantungan tau! Kalo kamu kenapa-kenapa? Gimana?!" ucap beby kesal.

"aaa,, cieee... Beby ng hawatirin ochi nih ceritanya.." goda ochi, dengan tangannya merangkul pundak beby dan melihat wajahnya "tau ah gelap!" "masi sore kali beb, belum malem.." "ga lucu.." jawab beby sambil menghempaskan tangan ochi "nah! aku emang ga lagi nge lucu bebeb.." jawab ochi membuat beby meliriknya dengan tatapan kesal "ia deh, maaf sahabatku yang cantik, manis, pintar, keren, baik hati.." kembali ochi berkata dengan tangannya dia rangkulkan lagi ke pundak beby "Janji deh, ga sekali-kali lagi! ... Tapi, kalo 2kali lagi boleh kali ya!" ujar ochi dengan tawa. Mereka berdua berjalan di bawah rindangnya pepohonan dengan di temani senda gurau.

..bersambung..

0 comments:

Poskan Komentar