Selasa, 23 April 2013

-Journey- BabI -Introducing- #Chapter9



Ke3 preman tidak mengetahui jika si gadis penolong mempunyai keahlian bela diri yang cukup tangguh. Mereka mulai berjibaku 3pria melawan 1gadis remaja, meskipun mereka ber3 bukan berarti gadis penolong kalah. Justru para preman yang satu persatu tersungkur mencium tanah.
"sialan! Ni cewek jago juga berantemnya!" umpat preman1 yang terjatuh "kita serang dia sama-sama!" usul preman2 pada preman3.
Dengan lincah gadis penolong menghindari setiap ayunan tangan dan kaki 2preman itu. Dia berhasil merobohkan preman2 dengan tendangan kakinya yang lenjang mendarat tepat di ulu hati si preman. Saat gadis penolong melawan preman ke3, matanya menangkap sesuatu di belakang tubuh si bos. Dugaan nya benar, preman2 ini ada lebih dari 4orang.

Terlalu serius mengamati jumlah preman yang masih berjalan mendatangi temannya, membuat dia lengah. Sampai si preman3 bisa dengan mudah melayangkan pukulan yang mendarat di pipi kirinya sampai gadis penolong terjatuh. Hal itu membuat shania bisa sadar dari rasa shocknya, dengan cepat shania menghampiri gadis penolong. Dia membantu gadis itu berdiri, saat akan membangungkannya. terlihat preman3 dengan setengah sisa tenaganya melayangkan sebuah balok kayu dengan tebal 15cm ke arah shania, tapi dengan cepat si gadis penolong menukar posisi dengan shania "Awas!" gadis penolong itu berteriak dan "'**@$BraakkkkK$@**'" suara balok yang menghantam punggung gadis penolong terdengar cukup keras. Gadis itu meringis kesakitan, memegangi punggungnya. Di tengah rasa sakitnya gadis penolong melihat sebuah botol bekas alkohol, dengan cepat dia mengambil botol itu dan "'**$@praakk@$**'" botol itu menghantam kepala preman3 hingga dia ambruk mencium tanah, dengan darah segar mengucur dari kepalanya.
Gadis penolong tidak menyia-nyiakan kesempatan ini, dia segera menarik tangan shania membantunya berdiri. Dan mereka berlari meninggalkan sarang penyamun itu, di tengah matahari yang mulai menanjak dan memancarkan panasnya. Mencari sudut keramaian.


"Hahhh,," ayana merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur nabilah yang bersprai warna merah "panasnya pake banget!" keluh ayana, dengan tangan kananya membuka kancing seragam satu persatu.
"pas di bawah tadi ko sepi banget ya,," ucap cindy sambil membuka jendela kamar nabilah.
"papa sama mama lagi keluar kota, kalo ka melo... Kayaknya sih belum pulang." jawab nabilah
"kamu, disini ga ada pembantu bil?" tanya ayana yang kini hanya memakai tanktop.
"ga ada, papa mana mau pakai pembantu! Disini tuh cuma ada aku, ka melo, mama, papa, sama pa wagiman. Supir pribadinya papa!" jawab nabilah
"terus yang nyuci baju, nyetrika, masak, bersih2 rumah.. Siapa bil?" .. "dehh, achan kepo banget si kamu.." ucap cindy, yang sudah duduk di kursi dekat jendela, sambil membaca-baca majalah.
"ya,, mama.. Soalnya kata papa 'kalo bisa di kerjakan sendiri kenapa harus nyuruh orang lain'" jawab nabilah.
"Oo,, kalo gitu boleh dong aku minta minuman dingin bil!" pinta ayana dengan wajah menyebalkan.
Sebelum keluar nabilah mengambil bantal doraemonnya kemudian di lempar ke arah ayana "nih! Minuman dingin nya.." *plokk* mendarat tepat di wajah ayana, membuat ayana berteriak "Nabilaaaa!!!" nabila tertawa puas melihat expresi ayana. Begitupun cindy dia ikut menertawakan.


Kendati di luar cuaca begitu sangat menyengat, hal itu tidak lantas membuat langkah kaki mereka terhenti dari pelariannya menjauhi preman-preman yang sedang mengejarnya. Mereka masuk ke sebuah pemukiman padat penduduk dengan jalan-jalan kecilnya, terus berlari sampai akhirnya si gadis penolong menarik shania untuk masuk ke dalam bak sampah yang ada di salah satu sudut gang. Hal yang menjijikan tentu, tapi jika gadis penolong tidak melakukan itu maka yang ada nasib mereka akan sangat apes. Terus berlari dengan keadaan punggung yang mulai terasa sangat sakit dan shania yang begitu lamban, dibelakang yang mengejar lebih dari 5orang.

"sialan! Kemana tu cewe-cewa larinya!" umpat preman1 "mereka tidak mungkin jauh dari sini, cewe yang jago berantem itu.. Punggungnya terkena hantaman balok kayu tadi!" jawab preman2, dengan mata terus mencari. "ya sudah, kita cari terus ke arah sana!" ucap preman1,
saat preman-preman itu bersiap meninggalkan tempat mereka yang hanya berjarak 1mtr dari bak sampah. Terdengar suara gerusuk dari arah bak sampah sehingga membuat preman2 menghentikan langkah teman-temannya, dan menunjuk ke arah bak sampah dengan menggerakan kepalanya.
"apa mungkin mereka didalam sana!" tanya preman1 terdengar ragu,
"lu ga denger tadi ada suara dari bak sampah itu!" jawab preman2 begitu mantap
"kalo mereka tidak ada di dalam sana?!" tanya preman1
"ya berarti mereka lari ke arah sana atau kearah satu nya lagi" preman2 menjelaskan
"lu tolol banget, kalo tu cewe kagak ada disana, terus mereka udah lari ke depan sana.. Kita kalah cepat dengan mereka! Bego" bentak preman1.

Preman-preman itu malah asyik sendiri berdebat tentang melihat bak sampah atau langsung pergi. Sampai akhirnya terdengar suara dengan nada berat
"Heh! Ngapain lu pada... malah diam disini! Mana cewe-cewe itu?!" .. "itu.. Mereka anu bos..!" jawab preman1 gelagapan
"bego!!! Cepat kalian kejar mereka!!" bentak si bos, membuat preman-preman itu dengan segera berlari menuju 2arah.

..bersambung..

0 comments:

Poskan Komentar