Selasa, 23 April 2013

-Journey- BabI -Introducing- #Chapter12



Pagi hari suasana SMA Pelita Nusa belum begitu ramai. Ghaida segera berlari menuju kelasnya setelah dia memarkirkan motor maticnya.

Setibanya di kelas, dengan masih mengatur nafas ghaida duduk di sebelah ve. Ve yang sedang asik sendiri melamun di dekat jendela kelas tidak menghiraukan kedatangan ghaida. "ve.." panggil ghaida, karena tidak mendapat sahutan dari ve. Ghaida pun berdiri dari tempat duduknya kemudian berjalan kedepan meja, dari depan ghaida begitu jelas melihat wajah ve dengan mata memandang ke arah luar. Tapi tidak ada yang dia perhatikan.
Dengan keusilannya ghaida berteriak memanggil ve sambil menggebrak meja, sampai ghaida berhasil membuat ve terkejut. Dengan pikiran yang masih belum full di sekolah, tanpa ekspresi marah yang biasa ve keluarkan jika sudah di ganggu ghaida, ve melontarkan pertanyaan seadanya "kapan dateng ghai?" . "makanya kalo ke sekolah itu jangan cuma bawa badan doang non! Pikirannya juga di bawa!" ledek ghaida, ve hanya mendengarkan dengan kemudian melanjutkan lamunannya.
"tuh kan nge lamun lagi! Tenang aja entar pulang sekolah kita langsung ke rumah sakit.. Cindy bilang kinal udah ga apa-apa ko."
ucapan ghaida kali ini mampu membuat ve ber expresi "Hah! Tadi kamu bilang apa? Rumah sakit! Kinal!" reaksi ve membuat ghaida mengerungkan mukanya
"ia, kinal kan di rumah sakit ve. Dari kemarin sore! Emang lu ga tau?" tanya ghaida "apa! Seriusan?! Kamu jangan becanda ya! Kata siapa kinal di rumah sakit?" ve balik bertanya, hal itu membuat ghaida semakin heran.
"Jessica Veranda! Masa si lu ga tau?" "iiih, beneran aku ga tau! Jadi ucapan kamu tadi seriusan!"
"ya iyalah, gue dapet telpon langsung dari cindy! Gue pikir lu ngelamun karena mikirin kinal. Emang lu ga dapet telpon dari cindy?" tanya ghaida, ve menggeleng pelan.

"lah, kenapa nangis ve?! Kan gue udah bilang kinal udah ga apa-apa. Tadi pagi, cindy bilang 'tengah malam tadi kinal udah sempet sadar'"
ucap ghaida yang melihat ve tertunduk sambil menangis
"sekarang yu ke rumah sakitnya.." ve mengajak ghaida. Ve merasa bersalah, karena semalam sebenarnya cindy ada menelpon. Tapi karena ve sedang ada acara makan malam dengan ayahnya yang ternyata mengundang temannya seorang wanita yang datang di temani anak gadisnya, jadi ve tidak menjawab telpon dari cindy. Karena ve pikir mungkin cindy hanya ingin berbagi cerita saja tidak ada hal yang penting.

14menit bel masuk telah berlalu. Terlihat stella keluar dari sebuah bajaj, dia sempat terjatuh saat akan menuruni bajaj itu. Stella segera berlari untuk mencapai gerbang yang sudah di tutup dari tadi. Dengan nafas ngos-ngosan stella meminta pada satpam untuk di bukakan gerbang, tapi sayang aturan tetaplah aturan. Stella merengek seperti apapun satpam tetap tidak bergeming.
Dengan berat hati stella pun akhirnya hanya bisa menunduk lemas, dia berjalan ke halte yang ada di depan sekolah. Duduk sendiri mengamati lalulalang kendaraan. Stella tipikel orang yang tidak terlalu banyak bicara untuk hal-hal yang tidak penting, tidak suka basa-basi. sifatnya yang dewasa membuat dia menjadi yang paling tenang di antara ke3 sahabat (cleo, jeje, dhike) nya yang lain.

20menit stella melamun sendiri di halte sampai getaran dari ponsel yang dia simpan di saku jaketnya membuat dia sadar, saat di lihat ada 1pesan singkat masuk dari cleo *"kenapa ga masuk? Pasti telat lagi kan?!", stella hanya membalas singkat "ya".
Sudah seminggu terakhir ini stella selalu terlambat datang ke sekolah, dan ini kali ke 2 stella terlambat sampai akhirnya tidak bisa masuk ke sekolah untuk mengikuti pelajaran. "lu tunggu di tempat biasa aja, entar pulang sekolah. Gue, jeje sama ikey langsung nyamperin!" cleo kembali mengirim pesan singkat
"ga ah! Gue pulang aja, ngantuk!". Stella beranjak dari halte setelah mengirimkan balasan pesan singkatnya. Dia pulang untuk melanjutkan tidurnya yang sempat terpotong.

Jam 09.00, ve terlihat menyandarkan kepalanya di atas meja. Ghaida yang melihat itu bertanya dengan berbisik "lu kenapa?" ve tidak menjawab, saat ghaida akan kembali bertanya pa aran yang sedang duduk di mejanya "ada apa ghaida?!" tiba-tiba melontarkan pertanyaan, suara pa aran yang besar
dan tubuhnya yang gempal itu membuat ghaida yang sedang melihat ve kaget

..bersambung..

0 comments:

Poskan Komentar