Sabtu, 18 Mei 2013

AKU SAYANG KAKAK !

Stella menuruni anak tangga dengan perasaan gelisah, waktu sudah menunjukan pukul 2dinihari tapi Sonia adiknya belum juga pulang, itu disebabkan karena dia menampar adiknya tadi siang disekolah.
 Sebenarnya dia tidak ingin menyakiti adiknya, hanya karena masalah cowok yang tidak disukainya.  Ryan ! sosok lelaki yang sudah mengubah sifat Sonia yang menjadi keras kepala semenjak Sonia mengenal dia.
Stella tahu kalau Ryan adalah seorang playboy, tapi karena ketampanannya Sonia jadi jatuh hati pada  Ryan. Sudah berapa kali Ryan mengajak Sonia pergi sehabis pulang sekolah tanpa meminta izin dengannya dan pulang malam, nilai pelajaran Sonia juga menurun drastis.  Karena orang-tua mereka tinggal Manado, jadi Stella’lah yang bertanggung jawab penuh atas adiknya.
Stella mondar-mandir tidak karuan, berulang kali Stella menghubungi adiknya tapi nomornya tidak aktif. Entah harus menghubungi siapa lagi, kalaupun ada pasti dirinya merasa tidak enak mengganggu teman sekolah Sonia disaat tengah malam.
Beberapa saat kemudian pintu rumah terbuka,Sonia masuk dengan wajah sedikit ngelindur layaknya orang mabuk “Ya ampun Sonia, kamu dari mana aja ?” tanya Stella khawatir Sonia yang sedikit sadar tidak mengubris kekhawatiran kakaknya, dia langsung pergi kekamarnya. Namun, sikapnya dicegah oleh kakaknya. Stella benar-benar geram dengan sikap adiknya itu “Sonia jawab kakak ! kamu pasti habis pergi lagikan sama si Ryan ?” “Bukan urusan kakak !” jawab Sonia enteng “Kamu gak tahu, kakak khawatir sama kamu. Kalau kamu kenapa-napa kakak yang diomelin sama papa dan mamah tahu gak !” “Siapa suruh ngewatirin aku, aku udah gede kak. Jadi kakak gak perlu ngatur-ngatur aku lagi !” ‘Plak’ seketika tangan Stella menampar pipi Sonia, lagi-lagi Stella melakukan kesalahan yang membuat adiknya semakin benci dengannya “Terus aja tampar aku kak. Papa dan mama aja gak pernah sekalipun mukul aku apalagi nampar aku, sedangkan kakak…”  suara Sonia pecah  “Ihh... AKU BENCI KAKAK !” tambah sonia yang langsung pergi kekamarnya
Stella meneteskan air matanya, dia berpikir dia gagal menjaga amanat yang dipercayai oleh orang-tuanya.

  • ***
Pagi hari Sonia sudah berangkat sekolah lebih dulu, tapi kali ini dia tidak dijemput oleh Ryan. Dia pergi kesekolah dengan taxi yang biasa mangkal didekat komplek rumahnya. Suasana pagi Jakarta yang masih beku dengan udara segar yang belum terkontaminasi membuat Sonia lebih baik dari kemarin. Memorynya memutar kejadian saat Stella menampar dirinya disekolah dan semalam, dalam benaknya dia sangat menyayangi kakaknya itu tapi dilain pihak dia juga menyukai cowok pertama yang masuk dalam kehidupannya.
Disaat lampu lalu lintas berubah menjadi warna merah, Sonia tidak sengaja melihat Ryan yang sedang bergandengan tangan dengan seorang cewek “Ryan ? bersama cewek lain ?” dalam hati Sonia yang tidak percaya, mata Sonia mencoba untuk jeli tapi memang itu Ryan. Ternyata apa yang diucapkan oleh kakanya memang benar kalau Ryan adalah cowok playboy. Jadi janji-janji yang diucapkan Ryan kepadanya semuanya palsu, selama ini Stella benar kalau Ryan mendekati dirinya hanya karena dia anak orang kaya yang bisa dimanfaatkan oleh Ryan.
Sonia tidak jadi pergi kesekolah, dia berniat untuk pulang kerumah dan menceritakan semua isi hatinya kepada kakaknya.
Sesampainya dirumah, Sonia tidak melihat kakaknya.  Dia melihat kearah jam dinding, tidak seperti biasanya Stella kuliah pagi. Kemana kak Stella?, jika kakaknya ingin pergi pasti Stella akan bilang kepada dia. Sonia melihat selembar kertas diatas meja, dia kenal dengan  tulisan yang tertera dikertas tersebut “Sonia maafin kakak kalau selama ini kakak sering ngatur kamu, tapi percaya itu semua karena kakak sayang sama kamu. Kakak Cuma gak mau kamu menyesal nantinya. Jaga diri kamu, dan maafin kakak !”


Sonia menangis sejadi-jadinya, dia merasa bersalah telah membuat kecewa kakaknya  yang sangat perhatian dengannya, seandainya dia tidak keras kepala dan tidak membentak kakanya pasti kakaknya tidak akan pergi menininggalkan dirinya.

***
Sudah tiga hari Sonia tidak masuk sekolah karena sakit, mbok Nah sangat khawatir dengan demam tinggi Sonia yang tidak kunjung menurun. Sonia sudah dibawa kerumah sakit, sampai-sampai mbok Nah membuat obat tradisional agar demam Sonia cepat sembuh tapi hasilnya nihil
“Kak Stella ?” Sonia mengigau, mbok Nah semakin bingung karena Stella juga sedang sakit dirumah majikannya di Manado
“Non Sonia makan dulu yaa ?” “Aku mau kak Stella mbok !” ucap Sonia parau, mbok hanya diam karena memang itulah obat penyembuh untuk Sonia. Beberapa saat, terdengar suara ketukan pintu, seseorang masuk dari balik pintu ternyata Stella. Wajahnya terlihat pucat dan sedikit berkeringat
“Sonia ?” Stella menghampiri Sonia
“Kakak ? Kakak dari mana aja ?, aku kangen sama kakak maafin aku ya kak !” ujar Sonia yang langsung memeluk Stella
“Maafin kakak yaa, harusnya kakak gak ninggalin kamu !”
“Gak koq, kak Stella gak salah. Aku yang salah, kakak gak marahkan ? !” Stella dan Sonia saling berpelukan melepas rindu dan kesalahannya masing, mereka mulai mengerti arti dari kasih sayang yang terkadang kasih sayang itu hadir dari orang yang kita tidak sukai dan bukan dari orang yang kita harapkan !




hasil karya tulis Ria

0 comments:

Poskan Komentar