Jumat, 24 Mei 2013

Sekolah Angker #1

Beberapa buku sudah ku bereskan untuk pelajaran hari ini,sepertinya semuanya sudah tersiapkan ditasku,lalu segera aku pun untuk berangkat sekolah. Sebelumnya,aku sekarang bersekolah disekolah baru,karena orang tuaku memutuskan untuk pindah dengan alas an pekerjaan ayahku yang bertugas dicabangnya,otomatis aku pun sekeluarga berpindah. Dengan berjalan kaki yang mungkin sekitar 1KM lebih aku berjalan kaki,ya namanya juga disekolah baru jadi disaat ku sedang berjalan kaki menuju sekolah,cukup banyak juga yang berjalan kaki,bahkan ga ada yang naik motor ataupun mobil seperti disekolahku dulu,mungkin kendaraan disini untuk menuju sekolah menggunakan sepeda. Namanya juga di daerah pedesaan,apalagi sepanjang perjalanan menuju sekolah baruku dengan suguhan udara pagi yang sangat sejuk dan segar. Tak terasa,aku sudah sampai lagi disekolah baruku dan saat ku lihat daei insfrastruktur sekolah yang ternyata didaerah pedesaan ini ada juga sekolah yang ga kalah bagusnya dengan sekolahku dulu,aku pun kemudian memasuki kawasan sekolah dan hendak mencari kelas baruku dimana. Bingung juga,dimana ya kelas baruku? Aku kan anak baru,jadi ga tau mana untuk kelas baruku,dan tiba tiba ada yang menghampiriku dari belakang:
“kamu pasti muhamad nugraha ibel ya?” Tanya seseorang tersebut yang berada dibelakangku
“*melihat kea rah tersebut* ehh,iya pak” jawabku
“saya pak handi,kemarin ayahmu yang menitipkanmu kepada saya. Yuk,ke kelas?” ajaknya
“ba..baik pak” kataku
Ternyata,mungkin pada saat proses pendaftaranku untuk bersekolah disini ayahku menitipkanku kepada pak handi,ya aku cukup beruntung juga mungkin pak handi ini adalah teman ayahku. Lalu,karena suasana kemudian sudah masuk dan pelajaran akan dimulai,aku mulai memasuki kelas baruku beserta pak handi,lalu pak handi pun memperkenalkanku kepada murid muridnya yang kini satu kelas denganku:
“selamat pagi anak anak,hari ini kita kedatangan murid baru?” ujarnya dihadapan semua murid
“selamat pagi semua,perkenalkan namaku muhamad nugraha ibel dan aku murid pindahan. Mohon kerja samanya ya?” ujarku
“baik,kamu duduk disana ya?” ucap pak handi
“baik pak..” kataku
Aku pun segera menuju tempat duduk yang letaknya berada dibelakang. Ku lihat,ada meja kosong sebelahku dan disebelahnya lagi ternyata ada seorang anak perempuan,ternyata cantik juga dia. Ku lihat,dia terkadang melihatku lalu saatku melihatnya dia berpaling,dasar aneh ada apa sih,hehe. Segera aku pun mengikuti pelajaran pak handi. Awalnya biasa saja,namun ko lama lama aku merasakan hawa yang nggak enak dikelas ini,panas dan bulu kudukku merinding. Aneh,padahal kan ini masih pagi dan jendela kelas padahal terbuka,tapi ko panas banget. Tiba tiba ada yang berbisik kepadaku:
“heeaaaahhhhhh….” Bisik suara tersebut tepat dikupingku
Aku sempat terkejut,siapa yang berbisik begitu. Padahal ga ada siapa siapa,dan suaranya persis di meja kosong sebelahku dan anak perempuan tersebut. Saat ku lihat,ko anak perempuan tersebut tingkahnya beda banget,kaya ketakutan begitu,ada apa dengannya. Aku heran,ada apa disini dan tiba tiba:
“tidaaaaaakkkkkkkkk…..” teriak anak perempuan tersebut
Sontak saja,semua terkejut dan bertanya Tanya ada apa dengan anak perempuan tersebut,termasuk pak handi:
“Shania,kamu kenapa?” Tanya pak handi dengan segera menghampiri Shania (ternyata Shania namanya) yang ketakutan
“i…i…itu pak,itu pak dia melotot kepadaku” ucap Shania dengan nada ketakutan sambil menunjuk ke arah meja tersebut
“ada apa Shania,tenang nak tenang?” uajr pak handi menenangkan Shania
“ta..tapi pak…” ucap Shania tidak selesai yang kemudian menangis
“ya sudah,tolong antar Shania ke ruang UKS. Mungkin,kondisinya sedang tidak baik?” perintah pak handi
Lalu,Shania pun diantar menuju ruang UKS sekolah ini dan pelajaran pun kembali dilanjutkan. Aku heran dan bingung,ada apa dikelas ini dan kenapa Shania tadi begitu ketakutan sampai sampai histeris dan menunjuk nunjuk ke arah meja kosong disebelahnya dan juga sebelahku. Apalagi,ada yang berbisik sesuatu kepadaku tepat dimeja kosong tersebut. Aku merasa,ada yang tidak beres dengan kelas ini,namun aku pun segera kembali focus mengikuti pelajaran.

Muhamad Nugraha Cindyvers
LANJUT PART 2 ??

0 comments:

Poskan Komentar