Senin, 20 Mei 2013

CINTA UNTUK MELODY Part 2

Besok adalah hari ulang tahun Melody, Frieska yang sudah berada ditoko kaset sedang melihat-lihat CD,  dia  melihat beberapa album AKB48. Dia sengaja memberikan kado untuk kakaknya album AKB48 karena dia tahu kakaknya sangat menyukai Idol Group dari Jepang itu. Tidak cukup lama Frieska berada didalam toko tersebut, sampai akhirnya CD ukuran mini itu berada ditangannya. Lalu Frieska berbelok kearah toko pernak-pernik, dia membeli sekertas kado berwarna Merah dan pita berwarna putih dan juga kartu ucapan yang covernya bergambarkan MU. Dia mengambil bolpoint dan menuliskan pesan dikartu ucapan tersebut
Kakak selamat ulang tahun yaa aku sayang kakak, sampai kapanpun dimanapun, sampai kakak bisa menyayangi seperti waktu aku kecil dulu :) adikmu FRIESKA

Setelah semua terbeli, Frieska berniat untuk pulang karena sudah hampir malam. Dia mengambil ponsel yang ada didalamnya tasnya. Mencoba mencari kontak kakaknya, dan mendial no Melody terdengar bunyi nada dering Heavy Rotation versi AKB4. Tapi tidak ada jawaban dari Melody sampai dirinya harus berkali-kali menghubunginya.
Akhirnya dia mncoba mengirim pesan kepada kakaknya
Kak, kakak dimana ? aku telfon kenapa gak diangkat” ?. Sekarang bisa jemput aku gak ditempat biasa aku ngumpul sama teman-teman aku ? SEKARANG !
 tidak sampai lima menit pesan balasan datang dari kakaknya
Iya tunggu sebentar. Kakak ada urusan !
Frieska sedikit kesal, terpaksa dia harus menunggu kakaknya. Dia mencoba untuk membalas pesan dari kakaknya lagi
Cepat. Jangan kelamaan aku capek !
 kali ini Melody benar-benar memebalas dengan cepat pesan dari adiknya itu
Aku yang lebih capek ngadepin kamu !
 Frieska mengalah untuk tidak menjawab pesan dari kakaknya yang membuat dirinya sedikit kecewa. Dia hanya berpikir kalau kakaknya belum mengetahui apa yang ada didalam hatinya !

Hampir satu jam lebih Frieska menunggu Melody, tapi sang kakak belum juga datang. Dia mencoba untuk menghubunginya lagi. Tapi disaat dirinya ingin menghubungi kakaknya, sebuah panggilan masuk. Terpampang kontak nama Kakakku Tersayang
“Hallo, kakak dimana sii ?.” tanya Frieska yang langsung menyaut duluan
“Kakak sudah ada diseberang jalan” Frieska melihat seberang jalan yang kakaknya memang sudah berada disana tanpa menjawab lagi, Frieska langsung memutuskaan panggilannya.
Disaat sedang menghmapiri kakaknya, Frieska melihat lampu lalu lintas yang masih merah walaupun hanya tinggal beberapa detik. Tapi dia ingin agar kakaknya tidak menunggu dirinya walaupun hanya beberapa detik saja. Frieska berjalan diatas Zebra Cross, tanpa sadar lampu lalu lintas telah berubah menjadi warna hijau dan dari kejauhan sebuah mobil melesat dengan kecepatan tinggi
“FRIESKA AWAS !” teriak Melody tapi jeritan Melody tidak cukup kuat dengan mobil yang menyerempet  adiknya. Hanya dalam sekejap Frieska terseret dan terpental cukup jauh, semua orang mengerumuni tempat kejadian itu mobil yang menabrak Frieska kini jadi paparan warga sekitar.

Melody menghampiri Frieska dengan gemetar, tubuh Frieska dilumuri banyak darah. Melody tercengang dia mencoba untuk menyadarkan frieska namun hasilnya nihil. Darah Frieska sudah mengotori bajunya dan juga tangannya, air matanya terus membasahi pipinya dia mencoba untuk menyadarkan adiknya berharap agar adiknya sadar. Tidak cukup lama Ambulance datang, Frieska digring masuk kemobil Ambulance dan diikuti oleh Meldoy.

Dirumah sakit Melody menunggu keadaan Frieska yang sedang ditangani oleh dokter. Sudah hampir satu jam, baik dokter maupun suster belum keluar dari ruang UGD, Melody benar-benar khawatir dengan kondisi adiknya yang terkulai lemah. Disaat dirinya sedang fokus memikirkan Frieska datang seorang ibu separuh baya yang membawa sekantung plastik dan memberikannya pada Melody, tanpa berbicara panjang Melody melihat isi kantung didalamnya. Sebuah kotak kecil yang dibungkus oleh kertas kado berwarna merah dan kartu ucapan Club kesukaan dirinya. Tanpa ragu Melody merobek bungkus kado tersebut betapa kagetnya dia ternyata isinya adalah album Idola kesukaannya selama ini, lalu dia membaca isi surat kartu ucapan terssebut. Melody kembali meneteskan air matanya, kali ini ditambah dengan isakan yang keras.
Beberapa saat kemudian dokter keluar dari ruang UGD, namun wajah dokter itu sangat datar.  Melody menghampiri dokter itu dengan banyak harapan
“Dok, adik saya gimana ?” tanya Melody gemetar
“Maafkan kami dek. Kami sudah berusaha semampu kami, tapi Tuhan berkata lain !” ucap dokter seperti sudah tahu dengan perasaan Melody
Melody terdiam kaku tidak ada suara, dia menatap dokternya dengan tajam namun perasaan sakitnya lebih menguasai dirinya. Dua kaki yang menyangganya kini terkuak lemas, Melody terjatuh dilantai, sekarang yang ada dibenaknya hanyalah adiknya. Entah sekarang dia harus bagaimana ? menerima kenyataan atau menyalahkan dirinya. Tapi yang jelas dia sadar, adik yang selama ini dibencinya sangat menyangi dirinya !


END


*hasil karya tulisRia Fitria N

0 comments:

Poskan Komentar