Jumat, 24 Mei 2013

Sekolah Angker #2

Teettt…teeetttt…bel istirahat berbunyi,karena aku belum terlalu akrab dengan teman sekelasku yang baru,jadi aku lebih baik diam dikelas saja walaupun beberapa dari semua teman sekelas baruku mengajakku untuk ke kantin bersama. Kini,suasana kelas sepi hanya aku yang duduk santai sambil mendengarkan lagu lagu diponselku. Namun tiba tiba,seperti ada suara yang menangis perempuan di meja kosong tersebut,dan saat ku lepas earphoneku (karena aku memakai earphone) suara tersebut tidak ada,namun tiba tiba seperti ada darah yang keluar dari kursi di bangku kosong tersebut,tepatnya di bawah. Aku terkejut,lalu karena penasaran aku ingin lihat ada apa,dan saat ku lihat….
Betapa terkejutnya aku,sosok perempuan dengan lumuran darah yang masih menggunakan seragam sekolah dengan wajah yang penuh darah,serta rambut yang menutup wajahnya panjang sekali dan sosok tersebut tengah duduk memeluk kedua lututnya sambil menangis,sontak saja aku langsung berlari keluar kelas dan sesaat sudah diluar kelas,aku masih penasaran siapa tadi sebenarnya. Dan,teringat akan Shania yang ketakutan tadi,aku mengerti sekarang. Shania berteriak histeris ketakutan mungkin dengan melihat sosok tadi,aku pun segera menuju ruang UKS untuk menghampiri Shania.
Setelah mencari ruang UKS,ku lihat Shania tengah duduk sendiri dengan sambil memegang segelas air minum,juga sepertinya Shania masih shock atas kejadian tadi,lalu aku pun segera memasuki ruang UKS:
“Shania?” ucapku sambil membuka pintu ruang UKS dan masuk
“*melihatku* ehh,ka..kamu murid baru itu ya?” Tanya balik Shania
“iya,aku ibel. Dan,gimana keadaan kamu sekarang?” tanyaku kembali
Shania hanya terdiam dengan rauj wajah dingin,aku jadi tidak tega dan sesaat. Waahh,Shania cantik banget dengan ekspresi seperti itu,hehe. Aku pun segera mendekati Shania dan menanyakan tentang ada apa sebenarnya tadi:
“tadi kamu kenapa. Ko,kamu teriak histeris gitu?” tanyaku
Shania tidak menjawabnya,hanya terdiam saja:
“aku tau,pasti kamu melihat sosok anak perempuan dengan penuh lumuran darah kan?” tanyaku kembali
Sontak,Shania pun terkejut dan akhirnya bicara juga:
“kamu melihatnya juga?” Tanya Shania terkejut
“iya,dia tadi berada di bawah meja kosong yang disebelahmu dan aku juga” jawabku
“berarti,bukan hanya aku saja yang melihatnya” ucap Shania
“sebelumnya,aku juga tadi ada yang berbisik sesuatu kepadaku. Kayanya sosok perempuan tersebut deh” ujarku
“kalau aku tadi,dia…di..dia melotot kepadaku dengan wajah yang penuh darah,serta tersenyum menyeramkan” ucap Shania ketakutan
“sepertinya,ini sekolah angker juga ya. Apalagi kelas kita,dan sepertinya kita perlu member tahukan hal ini kepada kepala sekolah?” ujarku
“jangan,aku udah beberapa kali bilang tapi mereka tidak percaya kepadaku dan aku dianggap tidak waras” ucap Shania sedih
Aku hanya terdiam,dan aku jadi kasihan melihat Shania gara gara dia mungkin diganggu oleh sosok perempuan tadi,dan tiba tiba..
“tidaakkkkkk…..jangan ganggu aku,aku mohon?” teriak Shania tiba tiba
“ada apa..ada apa Shania?” ujarku terkejut
“di…dia..dia dibelakangmu” ujar Shania ketakutan
“apa….” Kataku tidak selesai
Lalu,beberapa guru segera memasuki ruang UKS,termasuk pak handi:
“ada apa Shania?” Tanya pak handi cemas
“pak..di..dia…” ucap Shania terputus putus dan ketakutan
Lalu,beberapa guru sepertinya menuduhku karena aku kebetulan tengah bersama Shania:
“a..apa,saya tidak melakukan apa apa ko?” ucapku terkejut
“ibel,sebaiknya kamu ikut bapak ke kantor” ujar salah seorang guru
“tapi pak….” Ucapku
Lalu,aku pun dibawa menuju ruang guru dan juga ruang kepala sekolah. Aku mendapatkan amarah dari beberapa gur,atas apa yang telah aku lakukan terhadap Shania,sampai sampai dia berteriak ketakutan. Tapi,aku berkata jujur aku tidak melakukan apa apa,namun sepertinya mereka tidak percaya. Namun,akhirnya Shania dating menuju ruang guru disaat aku sudah tidak bias berkata apa apa lagi karena aku dianggap melakukan tindakan yang tidak wajar terhadap Shania:
“pak,sebenarnya ibel ini tidak melakukan apa apa terhadap saya. Dia hanya menemani saya dan menanyakan tentang saya” jelas Shania
“benarkah begitu Shania?” ujar kepala sekolah yang disaat itu hanya kepala sekolah
“betul pak,ibel tidak salah apa apa ko” ujar Shania
Aku senang sekali,akhirnya aku mendapatkan kebenaran juga dan lalu kepala sekolah pun meminta maaf kepadaku atas kesalah pahaman ini. Namun,aku pun mengatakan sesuatu tentang sekolah ini dan kelas yang aku tempati bersama Shania:
“pak,apa disini pernah ada salah satu murid yang meninggal secara tidak wajar?” tanyaku
“apa maksudmu nak,bapak tidak mengerti?” Tanya balik kepala sekolah keheranan
“saya berani bersumpah pak,kalau disekolah ini ada seorang anak perempuan yang dengan wujud menyeramkan menghantui sekolah ini” ujarku
“haha,mana ada nak. Sekolah ini tidak seperti yang kalian pikirkan?” ujar kepala sekolah tertawa
“iya pak,tadi saya melihatnya dengan mata kepala saya sendiri ko” ujarku
“betul pak,ibel ini tidak berbohong ko?” sambung Shania meyakinkan
“sudahlah,kalian jangan mengada ngada dan sebaiknya kalian kembali saja ke kelas masing masing” ucap kepala sekolah
Aku dan Shania pun kembali ke kelas,memang sulit mengatakan hal yang benar kalau tidak ada bukti secara langsung,tapi aku berpikir bagaimana caranya agar aku dapat meyakinkan kalau apa yang aku dan Shania lihat itu benar,Shania tampak masih kecewa dengan ketidak percayaan mereka terhadap apa yang sebenarnya terjadi,namun tiba tiba…
“bel..bel..i..itu dia ada?” ucap Shania ketakutan yang kemudian memegang pundakku dan dibelakang
Betapa terkejutnya aku,ternyata sosok perempuan kembali berada dihadapanku dan Shania,kali ini aku benar benar melihatnya dengan nyata. Tatapan sosok tersebut dengan tersenyum menyeramkan,wajah serta pakaiannya sangat kotor dan berlumuran darah dan rambut yang menutupi wajahnya yang benar benar penuh darah. Aku sempat ketakutan,dan sesaat saat ada salah seorang guru memanggil kami berdua dan kami pun berbalik arah:
“apa yang sedang kalian lakukan disini?” Tanya guru tersebut
“ka..kami sedang menuju kelas pak” jawabku gugup
Lalu,saat kami membalikkan arah kembali ternyata sosok tersebut sudah tidak ada,sontak aku dan Shania terkejut. Lalu,kami berlari menuju kelas untuk segera mengikuti pelajaran selanjutnya.

Muhamad Nugraha Cindyvers

LANJUT PART 3 ???

0 comments:

Poskan Komentar