Rabu, 29 Mei 2013

Semanis Gula


Lagi asyik-asyiknya dengerinlagu lewat HP, tiba-tiba terdengar suara.

"San... Iksan..." sepertinya suara dari luar.

"Ya... bentar..." jawabku agak keras

Ku pause lagu yang aku dengarkan tadi. Aku berjalan keluar rumah smbil membawa HP

"Eh, elu Rul, tumben maen ke rumah ? " tanyaku

"Bisa tolongin nggak ? " malah balik tanya

"Emang nolongin ap? " tanyaku penasaran

"Installin game PES 2013 di laptopku." jawabnya

"Jiah, kirain apaan. Masa gak bisa? " tanyaku lagi

"Udah coba, tapi bingung sob" jawabnya

"Ya udah, ayo berangkat !!!" seruku

Sesampainya dirumah Arul kulihat laptopnya masih menyala di ruang tamu. Terlihat tulisan error pada sebuah jendela. Aku kemudian mengeceknya. Kayaknya sih ada yang belum ke install. Aku coba utak-utek semua progam. Aku nginstall mulai awal biar gak bingung. Beberapa menit aku mengklik-klik mouse dan mengarahkan cursor.

"Nah, beres Rul" kataku

"Wah, cepet juga ya? Aku tadi lama, gak bisa-bisa" jawabnya

"Ah, gak juga" balasku

"Bentar ya ??? " katanya

Arul datang membawa stick. sepertinya sih baru.

"Lumayan nih ada barang baru. Hahahaha " gunamku

Kami pun bermain game yang aku install tadi. Biasa anak muda, suka sekali maen game boal. Game yang gak ngebosenin. Arul ngajak taruhan. Tapi hanya untuk penyemangat aja.

"Ayo taruhan." kata Arul

"Gak ah." jawabku singkat

"Cuma buat penyemangat aja." katanya

Kami patungan beli permen satu bungkus. Bukan satu buah loh. Taruhannya cukup unik. Satu gol boleh ambil dua permen dan langsung dimakan. Yang kebobolan juga boleh ambil, tapi satu permen dan harus dikunyah langsung habis. Lumayan adil kan ?

Permainan berjalan 15 menit. Tiba-tiba

"Goooool " teriak Arul

"Sial, kebobolan duluan" gerutuku

"Hahahaha, langsung habisin sob permennya" ejek Arul

"Oke... oke... " jawabku pasrah

Ditengah permainan aku melihat ada cewek lewat depan rumah Arul. kelihatan dari dalm rumah yang tertutup kacaa tranparan.

"Eh, siapa itu sob ? " tanyaku penasaran

"Oh, itu Cindy, tetangga baru." jawabnya santai tapi pandangan tetap ke permainan

"Manis ya anaknya?" kataku

"Bisa aja elu. Tapi juga sih" jawabnya

"Eh, gooooooollll" teriak Arul lagi

"Hiahahahahaha offside brow ..." ejekku dengan nada tertawa

"Sial nih wasitnya." ocehnya

"Rileks mas brow." kataku

"Yo'i sob.." balasnya

"Eh, cewek yang tadi lewat siapa namanya? " tanyaku

"Cindy maksudmu?" jawabnya

"Yapz, Kelas berapa dia?" tanyaku lagi

"Baru aja masuk SMA. Napa sob??? Naksir ya??? tanyanya balik

"Hahhahaha tau aja elu." balasku

Dalam permainan tadi tidak begitu bersemangat. Sampai-sampai aku kalah. Kami maen tidak begitu serius karena dicampuri pembicaraan tentang Cindy. Tapi setelah selesai bercerita aku semakin semangat karena sudah mengetahui sedikit tentang Cindy.

Saking semangatnya sampai-sampai aku ngegolin. Eh gak kerasa satu, dua, tiga.... empat dan lima gooolll aku masukkan ke gawang Arul. Keadaan berbalik. Yang tadinya aku kalah 3-0 dibabak pertama. Di babak kedua membalik keadaan dengan menang 3-5.

Hari sudah mulai sore menjelang malam, aku pun pamit pulang. Untung tadi pas diajak maen udah mandi. Jadi gak usah mandi lagi dah. Biasanya aku mandinya nunggu jam 5an .

Aku masih kepikiran sama Si Cindy.  Tanpa disangka ternyata aku melewati rumahnya. Maklum gak tau kalau itu rumahnya. Aku melihat ada cewek duduk di depan rumah sambil dengerin lagu.

Aku melihatnya terpesona. Eh, gak taunya dia juga pas noleh ke arahku. Hanya senyuman yang aku berikan. Dia membalas senyumanku. Senyumannya manis sekali seperti gula. Hatiku saat itu berbunga-bunga.

Aku berjalan sampai hampir jatuh, kesandung mungkin. Ternyata Cindy melihat hal itu. Dia tertawa terbahak-bahak. Dan dengan nada agak keras dia teriak.

"Hati-hati mas kalau jalan." katanya

"Hehehehe, Iya" jawabku singkat karena malu.

Sesampainya dirumah aku pergi ke kamar. Melihat HPku yang sedang menyala. Tiba-tiba ada  ide muncul. Aku cari nama Arul di kontak nama. Kemudian aku sms dia.

"Sob, elu punya nomor cewek tadi gak?"

"Nggak lah, orang baru kemarin pindah, ntar tak tanyain adekku. Kayaknya dia kenal."

"Wah, ide bagus tuh. Ntar kalau udah dapet kabarin ya???"

"Beresss"

Malam-malam HPku berbunyi nada sms.

"Wah, pasti dari Arul. Dapet juga dia." kataku sendiri

"Nomor anda sebentar lagi memasuki masa tenggang, silahkan isi ulang minimal 5000"

"Sial, operator. Siapa yang ngasih nomorku ke operator." gerutuku

***

Besoknya di sekolah aku temui Si Arul di kelasnya. Maklum dia kelas C beda dengan aku.

"Rul, udah dapet nomornya??" tanyaku

"Udah lah, sory kemarin kelupaan" jawabnya

"Wah, aku tungguin elu. Samapi aku di sms operator. Nomorku akan memasuki masa tenggang." kataku

"Hhahahahaha, cepat beli pulsa sana. Masa mau kenalan gak punya pulsa" ejeknya

"Eh, pulsaku ada. Tapi masa tenggangnya bentar lagi habis. tapi udah beli kok di pom bensin" elakku sambil bercanda

"Pulsa kok di pom bensin??" elaknya juga

"Lha diamana??" tanyaku

"Di toko bangunan kan banyak." katanya

"Pulsa." tanyaku lagi

"Paku lah, masa pulsa." jawabnya

"Paku kan yang ngedance nya gak luwes." kataku

"Itu kaku !!! " serunya

"Kaku kan yang ada di jari." kataku lagi

"Kuku itu mah." jawabnya

"Bahasa Jawanya membeli" gak mau kalah

"Apa itu gak tau aku" katanya

"Tuku, hahahaha" jawabku

"Nama buah itu ya??" kata Arul

"Duku..." langsung aku jawab.

"Hhahahahahaha" kami tertawa bersama

***

Saat pelajaran aku coba sms Cindy. Belum ada semenit dia udah balas. Mungkin dia pas gak pelajaran kali ya? Atau lagi pegang HP. Wah pertanda bagus ini.

Aku pun mulai sms an sama dia. Sudah tidak begitu memperhatikan pelajaran. Kebetulan pelajaran yang gak aku sukai. Ternyata dia asyik juga. Padahal belum bertemu langsung.

Pulang sekolah aku ajak dia ketemuan. Pas banget rumah Arul sepi. Aku ajak aja ke rumah Arul. Aneh ya? Mumpung ortu Arul gak dirumah. Kami berkenalan bertiga. Bercanda ria kayak udah kenal lama. Bener juga, emang Cindy anaknya asyik.

Senyumnya uhhh manis sekali kayak gula. Oh ya, aku lupa namanya unik loh. Cindy Gulla. Pantesan manis kaya gula. Katku tadi saat berkenalan dia hanya tersenyum.

***

Hari demi hari kita lewati bertiga. Kadang kalau adik Arul dirumah maen berempat. Tapi jarang sekali karena Adiknya tinggal bersama neneknya di dekat sekolahnya. Satu sekolah dengan Cindy.

Kami bertiga sering sekali jalan bareng, makan bareng, nonton bareng, serta mandi bareng. Eh yang terakhir bercanda sob. Jangan dibayangin !!!

Aku dari dulu samapi sekarang masih belum berani ngungkapin perasaaan ke cewek. Jadi aku biarkan aja persahabatan kami. Lagian kalau aku sam Cindy, malah gak enak sama Arulnya. Ntar kita maennya gak kaya dulu lagi. Takutnya terlalu sayang ama Cindy, Arul sahabat kami kita lupain.

Walau sebenarnya malah Arul yang ngasih saran. Dan dia juga yang bantu aku kenalan sama Cindy. Tapi lebih baik kita berteman saja. Menjadi sahabat yang kekal. Kalau pacaran bisa saja putus. Dan bisa jadi malah jadi benci. Tapi kalau persahabatan gak akan putus sampai kapanpun.

Dan yang terpenting aku bisa lihat Cindy kapanpun walau hanya sekedar jadi sahabat. Cindy yang cantik, imut dan manis. "Semanis Gula" , Seperti namanya Cindy Gulla.

Iksan Kurniawan
@nustqiew

0 comments:

Poskan Komentar