Jumat, 24 Mei 2013

Antara Menanti dan Sudah Pasti #3


Ku mendengar suara yang sudah tidak asing ditelingaku. Terkadang mengejutkan juga. Suara yang paling kusukai, apalagi kalau jam mata pelajaran terakhir membosankan. Yah benar, bel pulang sekolah.

Aku pun segera pulang kerumah. Dan tidak mampir seperti biasanya ke sekolah Nabilah dulu. Sepertinya aku kecapekan dan agak malas hari itu. Entah kenapa aku juga gak tau. Apa gara-gara belum ketemu Nabilah hari ini ya? Entahlah..

Sesampainya dirumah, aku ke dapur ngambil makanan. Tapi kenapa hanya ada nasi? Mana lauknya? Beli mie ajalah. Tapi kemana Ibu? Rumah kok sepi amat. Bodoh ah, udah laper banget.

" Kejutan !! " ternyata keluargaku memberikan kejutan.
Tunggu sebentar, ada Nabilah?
" Loh, katanya kamu? " tanyaku sambil menunjuk Nabilah kebingungan
" Hmmm.." balasnya dengan senyumnya yang mempesona

Nabilah tadi sengaja berangkat dan pulang sendiri untuk ngerjain aku. Ternyara waktu dia pulang, dia mampir dulu ke pasar hewan yang dulu. Dia membeli kelinci putih, tapi warnanya gak semua putih. Ada warna hitamnya di kakinya. Lucu sekali, kayak pake kaos kaki.

Biasanya kan hadiah berupa benda, mungkin udah terlalu mainstream. Nabilah memberi aku hadiah kelinci yang lucu tadi. Ternyata Nabilah dan Ibunya sudah akrab dengan keluargaku.

***

" Mas, ntar aku ada lomba fashion show. Do'ain menang ya?" kata Nabilah
" Amin."
Di tengah jalan kami ngobrol-ngobrol tentang lomba nanti dan cerita pas kemarin ulang tahunku. Sesampainya di gerbang sekolah, seperti biasa. Dia turun dan sperti biasanya mengucap terima kasih dengan  senyuman yang..... Lagi-lagi aku dibuat klepek-klepek olehnya.

Sepulang sekolah aku ngajak Nabilah ke Perpus sebentar. Dia suka banget baca cerita-cerita atupun pantun yang lucu. Tapi dia gak begitu suka baca novel. Cerpen? Entahlah

Setelah meminjam beberapa buku yang diperlukan, aku ngajak dia beli Ice Cream. Dia suka banget Ice Cream coklat dan vanila. Tadinya mau beli empat. Tapi dia maunya cuma beli dua aja. Satu coklat satunya vanila. Aku dikasih yang coklat dia yang vanila.

" Katanya suka coklat juga? enak loh.." godaku
" Iyaaa, minta Mas.." katanya
" Aku minta vanilamu dulu.." balasku
" Ini.." dia menyuapiku
" Hmmm, manis kaya kamu.."
" Aku mau yang coklat Mas." katanya memelas
" Gak mau !!" jawabku
" Loh, curang."
" Hahahha, ngga-ngga bercanda. Sini.. aaaa.. mmm" ice creamnya aku tempelin dihidunnya.
" Aaaaa..." katanya
" Hhahaha, maaf. Tadi aku sengaja.." kataku sambil mengusap ice cream yang ada di hidungnya
" Tuh kan, sengaja.."
" Hhehehehe..."

Udah kayak anak pacaran kami berdua. Tapi salah stu dari kami belum ada yang berani bilang.  Kalaupun ada, harusnya aku yang bilang. Tapi aku masih belum berani mengatakannya.

***

Dua tahun kita lalui bersama. Baik suka maupun duka. Kadang jalan bareng, makan bareng, nonton bareng, sampai mandi bareng. Hahahahaha yang terkahir bercanda kok. Jangan dibayangin !!! (hahaha... kalimat tadi pasti gak asing kan? copas) Dan sekarang aku udah kelas 3 SMK. Dan Nabilah udah kelas .... (itung sendiri ya).

Hari minggu tiba, hari yang dinanti-nantikan semua orang. Nabilah kerumah dengan cewek yang gak kalah cantik. Entah siapa. Dia baru aja pindah dari Bandung. Rumahnya yang sekarang dekat dengan rumah Nabilah.

Nabilah disuruh nemenin cewek tadi buat ngenalin sekitar. Dia ngajak maen kerumah. Kami ngobrol panjang lebar. Ku tahu namanya Melody dan sebaya denganku. Ternyata dia akan di sekolahkan di sekolahku. "Wah, kebetulan banget." batinku. Tapi dia kelas apa, masih belum tau.

Aku semakin akrab dengan Melody. Tapi aku masih sering maen sama Nabilah. Berangkat dan pulang sekolah juga tetap sama Nabilah aja. Kalaupun sama Melody, masa mau naek bertiga? Lagian Melody diantar ayahnya tiap hari.

Karena memang beda kelas, jadi aku ketemu Melody kalau pas istirahat aja. Entah kenapa dia lebih suka ketemu aku di taman dibanding maen sama temen ceweknya. Tapi kayak aku juga gitu. Hhehehehe..

Sampai-sampai ada yang ngira kalau aku pacaran sama Melody. Padahal dia lebih sering tanya soal pelajaran dari pada curhatnya. Begitu juga aku. Tak jarang aku curhat ke Melody. Bahkan aku berani kalau "Aku suka Nabilah". Tapi aku ingin itu rahasia kita saja.

***

Pernah aku lupa belum pulang dan menjemput Nabilah. Karena terlalu asyik ngobrol dengan Melody. Aku melihat hp ku. Ada tiga sms dari Nabilah.

" Mas, kok belum jemput aku sih?"
" Mas lagi sibuk ya.. "
" Aku pulang dulu ya Mas? Sama Mama suruh cepet pulang.. "
" Oh iya Nabilah, maaf ya? tadi ada tugas tambahan. Lupa gak bilang kamu." balasku berbohong

Melody hari itu nunggu jemputan tapi gak dateng-dateng. Kebetulan Nabilah udah pulang. Jadi aku ajak pulang bareng aja sekalian. Kami pun segera pulang, karena udah kelamaan tadi ngobrolnya.

Sesampainya di rumah Melody, aku kayak ngleiat Nabilah. Aku tanya Melody,"Apa itu Nabilah?" Maklum mataku min, jadi gak begitu jelas. "Iya, itu Nabilah" kata Melody. Tapi kenapa dia tiba-tiba masuk kedalam rumah?

bersambung...

Iksan Kurniawan
@nustqiew

0 comments:

Poskan Komentar