Rabu, 29 Mei 2013

HAPPY ENDING of TRUE LOVE

~HAPPY ENDING of TRUE LOVE~

Suatu sore dipinggir pantai,tempat bertemunya 2 Sejoli bernama Irfan dan Melody.
Irfan sedang duduk sambil memandangi matahari yang mulai menghilang ditelan Lautan. Tiba-tiba datang sesosok perempuan sambil membawa makanan ringan,yang tak lain adalah pacarnya,Ia bernama Melody,namun lebih akrab dipanggil “Melo”,sekarang dia sudah berdiri tepat disamping Ir
fan sambil menawarkan makanan itu kepada Irfan.

Melo : “ Fan,nih aku bawa makanan, mau nggak...???
Irfan : “ Nggak ahh,lagi males makan,mending juga mandangin Sunset...!!!” Tetap menatap lautan lepas,tanpa menoleh sedikitpun kepada Melo.
Melo : “ Kok kamu gitu sih jawabnya,? Emang aku ada salah sama kamu ya..??” memandang Irfan dengan wajah cemberut.
Irfan : “ Kenapa wajahmu kayak gitu..??,jelek tauk,gitu aja marah,mana makanannya..?hehe..” menarik tangan Melody dan mengambil makanan yang ada ditangannya.
Melo : “ Uuuu... kirain aku ada salah ama kamu.” Sambil duduk disamping Irfan.
Irfan : “ Ya enggaklah,kamu itu bagiku Perfect bangeeet taaauu...”
Sambil makan, Melody menyandarkan kepalanya dipundak Irfan, 1 jam,2 jam telah berlalu,malam pun sudah menyelimuti Pantai itu dan gelap juga semakin menjadi,akhirnya mereka memutuskan untuk pulang. Irfan pun mengantar Kekasihnya itu pulang. Rumah Melody tidak terlalu jauh,sekitar 15 menit perjalanan mereka sudah berada didepan rumah Melody. Irfan pun langsung minta ijin untuk meneruskan perjalanan pulang.

Keesokan harinya tepat tanggal 24 Maret 2012, Melody bersiap-siap untuk berangkat Kuliah,dengan semangat Ia mengayuh sepedanya menuju sekolah. Jam 06.48 Dia sudah berada didepan gerbang Kampusnya dan langsung menuju kekelasnya, ternyata didalam kelas Irfan sudah menunggu Melody dikursi tempat duduk Melody. Irfan pun memandang Melody yang berjalan kearahnya dengan senyuman yang manis, dan Melody pun membalas dengan senyuman yang tak kalah manis.
Melo : “ Haii..tumben jam segini kamu udah dikelasku,biasanya juga masih nongkrong sama temen-temenmu dideket lapangan...???”
Irfan : “ Emang nggak boleh ya...? Kan aku mau ngasih Surprise..!”
Melo : “ Surprise...? Emangnya aku habis nglakuin apa,kok pagi-pagi gini dah dapet Surprise...?”
Irfan : “ Yeeey, ke-GR-an kamu,ini bukan buat kamu yaa...!!”
Melo : “ Terus buat siapa dong...?? Jangan-jangan kamu punya cewek lain yaaa...???”
Irfan : “ Ahh,kamu ini jangan Su’udzon dulu donk..!! Ini tuh buat MELODY NURRAMDHANI LAKSANI..!!, Happy Birthday yang ke-24 sayaaaang...” mengucapkan nama Melo dengan nada sedikit teriak.
Melo : “ Haaahhh, makasiiih... Ternyata kamu masih inget hari Ulang Tahunku yaa...?”
Irfan : “ Ya masihlah, kamu kan pacar aku,masak nggak inget,hehe”
Lalu mereka saling berpelukan dengan sangat mesra, tanpa disadari teman-temannya telah mengelilingi mereka sambil menyanyikan lagu ulang tahun.
***
Setelah sekian lama mereka berdua menjalin kasih tanpa ada masalah yang berarti, Tiba-tiba terjadi masalah yang menyebabkan hubungan mereka menjadi semakin memburuk. Yaitu datangnya orang ketiga yang mengusik kebahagiaan Irfan dan Melody, seorang cewek yang bernama Fira, yang tak lain adalah bekas pacar dari Irfan atau bisa disebut mantan kekasihnya. Tapi Fira adalah tipe cewek yang suka menggangu kebahagiaan orang lain, dan disini Fira juga bertujuan untuk menghancurkan hubungan antara Melody dan Irfan.Meskipun dulu Irfan sangat mencintai Fira, namun sekarang Irfan sudah tidak menaruh hati kepada Fira.Tapi Fira terus mendesak Irfan agar
mau balikan lagi.

Suatu saat Melody akan pergi kerumah Irfan,dengan membawa makanan kesukaan Irfan yang dimasak oleh Melody sendiri dan juga Ia bermaksud untuk mengajak Irfan pergi kePantai tempat mereka bertemu untuk pertama kalinya , dan ketika Dia sudah berada didepan rumah Irfan, Melody mendapati Irfan sedang duduk berdua dengan seorang cewek. Mereka terlihat sangat mesra layaknya sepasang kekasih. Melihat itu, hatinya Melody menjadi bergemuruh dan panas, ketika Ia akan mendekat, Fira melihat Melody, dan Fira pun melancarkan aksinya,yaitu dengan menggoda Irfan,memeluknya dan mengajak Irfan untuk mau menjadi pacarnya lagi dengan gaya bicaranya yang sok manja. Semua itu Ia lakukan untuk memanas-manasi Melody. Namun Irfan hanya menanggapi semua yang dilakukan Fira dengan santai saja. Dan Irfan tidak tahu kalau ada Melody yang sedang memperhatikan Mereka berdua. Hatinya Melody hancur ketika Ia melihat orang yang dia sayang,tega melakukan ini semua. Akhirnya Melody memutuskan untuk pulang dan menjatuhkan makanan yang hendak diberikan kepada Irfan. Dalam perjalanan pulang Melody berbicara dalam hatinya sambil menangis,
“ Ternyata dia tidak bisa menjaga kesetiaan yang telah aku berikan kepadanya, ternyata semua lelaki itu sama aja, nggak ada yang bisa dipercaya, semua lelaki hanya OMONG KOSONG...!!!”

Ketika jam pulang sekolah, Melody masih dikelasnya dan hanya duduk sambil memandang papan tulis dengan pandangan kosong. Ia masih sangat kecewa dengan sikap Irfan yang tidak bisa menjaga Hatinya. Tanpa sepengetahuan Melody,Irfan sudah berada dibelakangnya dan tiba-tiba Irfan menutup mata Melody dengan kedua tangannya. Melody sangat kaget dan Ia langsung membalikkan badannya, ternyata ada Irfan, melihat Melody sedang melihatnya, Irfan hanya tersenyum karena melihat wajah Melody yang pucat karena kaget. Berbeda dengan Irfan, Melody memandang Irfan dengan mata yang berkaca-kaca karena menahan air matanya. Melihat itu Irfan menjadi sangat terheran-heran, akhirnya Irfan bertanya kepada Melody,
Irfan : “ Kenapa kamu Mel,kok mau nangis gitu...??”
Melo : “ ‘Kenapa’ kamu bilang...?? sekarang aku sudah tau bagaimana sifatmu saat tidak ada diriku...!!
Irfan : “ Maksud kamu apa..? Aku nggak paham dengan apa yang barusan kamu katakan. Lagi pula salahku apa dan kenapa kamu tiba-tiba marah-marah begini...??”
Melo : “ Kamu nggak usah sok nggak tau deh,kemaren Kamu sama siapa didepan rumahmu...?? Asal tau saja yah,kemaren itu aku mau nganterin makanan kesukaan kamu terus sekalian mau ngajak pergi ke Pantai saat kita pertama kali bertemu, tapi keinginan itu pupus sudah saat melihat kamu sedang bermesraan dengan cewek lain. Kamu tau bagaimana perasaanku ...??” Air mata Melody sudah tidak terbendung lagi.
Irfan : “ A-aku kemaren memang sedang duduk berdua dengan seorang cewek, tapi itu bukan siapa-siapaku kok...sumpah..”
Melo : “ Bukan siapa-siapa tapi harus pake acara peluk-pelukan dan ngajak balikan segala...?? Aku heran sama kamu, kenapa kamu tega menyakiti hatiku,padahal aku sudah susah payah untuk tetap menjaga hatimu...!!”
Irfan : “ Maafkan aku Mel, tapi beneran,dia itu cuman mantan pacarku,dan aku juga sudah tidak suka lagi sama dia,karena dihatiku sudah terkunci dan yang bisa buka hanya kamu Mel..? please percaya sama aku Mel...!” Sambil memegang kedua tangan Melody dan ditaruh didadanya Irfan.
Melo : “ Sudah,mulai sekarang kamu jangan coba-coba untuk mendekatiku lagi...!!” Melepaskan tangannya dari tangan Irfan. Lalu Melody keluar kelas sambil berlari.
***
Keesokan harinya, Irfan menunggu Melody dikelasnya, namun sampai bel masuk berbunyi, Melody juga tak kunjung datang. Sehingga Irfan segera kembali kekelasnya, Ia merasa sangat cemas dengan Melody. Sampai akhirnya bel pulang pun berbunyi. Saat itulah waktu yang ditunggu-tunggu oleh Irfan,karena dia ingin pergi kerumah Melody.

Dilain tempat,Melody sedang berada didalam kamarnya yang telah Ia kunci. Ia hanya duduk-duduk dipinggiran tempat tidurnya sambil menangis,tetapi air matanya tidak keluar. Kemudian Ia mempunyai pikiran untuk mengakhiri hidupnya daripada hidup hanya dipermainkan hatinya oleh para lelaki. Lalu Ia mengambil gunting yang ada dimeja riasnya, dan menempelkannya di pergelangan tangan kirinya, secara perlahan Ia mulai menggoreskan gunting itu dengan perlahan dan Ia berbicara dalam hati,
“ Sungguh jika memang ini merupakan akhir dari hidupku,aku akan rela asalkan Irfan bahagia...!!!”

Lalu Melody menggoreskan lagi gunting yang ada ditangannya dengan sedikit ditekan,akhirnya darah keluar dari pergelangan tangan kirinya itu. Rasa sakit sudah terkalahkan dengan rasa kecewa yang ada didalam hatinya. Kini, hanya satu nama yang masih teringat didalam pikirannya yaitu ‘IRFAN’,perlahan pandangannya mulai kabur, tapi sebelum Ia tidak sadarkan diri,Melody masih sempat berkata dengan perlahan “Irfan,sebenarnya aku sayang banget sama kamu,tapi kenapa kamu tega melakukan ini padaku...? andaikan hidupku hanya tinggal 1 menit lagi,dan tiba-tiba kamu ada disampingku, aku ingin mengucapkan ‘I LOVE YOU IRFAN’.” Setelah itu Melody sudah tidak ingat apa-apa lagi.
***
Dalam perjalanan menuju rumah Melody,Irfan sangat gelisah dan tak henti-hentinya memikirkan keadaan Melody. Sampai dia sudah berada didepan pintu rumahnya,lalu Ia memanggil nama Melody berulang kali,namun tidak ada jawaban sedikitpun. Irfan berpikir mungkin orangtua Melody sedang keluar. Kemudian Ia mencoba membuka pintu, ternyata tidak dikunci, Ia semakin cemas dengan Melody. Lalu Irfan pun mencari-cari Melody keseluruh ruangan didalam rumahnya Melody, dan akhirnya Ia tepat berdiri didepan sebuah pintu yang tak lain adalah kamarnya Melody,ketika akan dibuka ternyata terkunci dari dalam,lalu Ia memanggil-manggil Melody,namun juga tidak ada jawaban,Irfan pun menjadi tambah panik.Kemudian Ia memutuskan untuk mendobrak pintu kamar tersebut. Setelah berhasil, Irfan sangat panik,ketika melihat Melody bersimbah darah. Ia pun segera melarikan Melody kerumah sakit terdekat.Untungnya Melody bisa tertolong berkat aksi Irfan yang cekatan. Kata dokter, jika telat 5 menit saja,mungkin nyawanya Melody sudah tidak tertolong.

Setelah diperbolehkan untuk menjenguk kedalam ruangan, Irfan sangat sedih melihat keadaan Melody yang seperti ini,kenapa Ia nekat melakukan hal yang dapat membahayakan dirinya sendiri.
Irfan mendekat diranjang tempat Melody berbaring,lalu mengelus rambutnya sambil memandang wajahnya yang pucat. Tanpa disadari Ia meneteskan air mata, sambil berkata,
“ Mel,mungkin semua ini tidak akan terjadi jika aku tidak melakukan kecerobohan itu..”
sekarang Irfan telah memegang kedua tanganya Melody sambil mengelusnya dengan perlahan.
Tak diduga Melody menggerakkan jari-jarinya yang lemas,dan Ia pun tersadar. Lalu Melody mulai berkata dengan suara yang lirih,
“ Irfan,maafkan aku ya, yang tidak mempercayaimu..”
Menyadari itu Irfan pun sangat senang karena Kekasihnya sudah sadar, lalu Ia menjawab,
Irfan : “ Mel,kamu sudah sadar...?? Enggak Mel,yang salah itu aku dan seharusnya aku yang minta maaf, karena telah membuatmu jadi begini. Aku sudah melukai hatimu,sekali lagi maafkan aku ya Mel,,??
Melo : “ Iya,tapi sebenarnya aku mempercayaimu Fan,soalnya tidak ada cowok yang lebih baik dari kamu...aku juga sangat Cinta dan Sayang sama kamu,aku tidak bisa jauh darimu Fan.”
Irfan : “Makasih ya Mel kamu mau percaya sama aku,aku berjanji tidak akan memgecewakanmu lagi,dan sekarang aku mau kamu menjadi pendamping hidupku untuk pertama dan terakhir kalinya dan untuk selamanya...!”
Melo : “ Maksud kamu apa...???” terheran-heran.
Sambil mengeluarkan sesuatu dari dalam sakunya,Irfan memegang tangan Melody sambil berkata,
Irfan : “Maukah kamu menikah denganku dan menjadi Istriku untuk yang pertama dan terakhir..??”
Melo : “ Ohh Irfan, apakah kamu serius...???
Irfan : “ Iya Mel, Aku serius dan aku juga sangat yakin dengan pilihanku ini.”
Melo : “ Baiklah kalau begitu,Aku bersedia Fan..” Tersenyum kepada Irfan.
Irfan mulai memasangkan Cincin kejari manisnya Melody,dan berkata,
Irfan : “ Makasih ya Mel,aku berjanji untuk menjagamu dan membahagiakanmu dunia dan akhirat.
Melo : “ IYA....” sambil berpelukan dengan mesranya.

~THE END~

Oleh : Ichsan Melodiest JKTFourtyEight

0 comments:

Poskan Komentar