Rabu, 29 Mei 2013

Satu Jam Lagi


Hari ini adalah hari yang aku nanti-nantikan selama sekitar satu bulan. Dimana aku dan dia akan bertemu. Shania Juanita, itulah namanya. Selama sebulan kita berpisah. Karena Shania ada survey di luar kota. Sedangkan aku masih harus tetap bekerja di tempat bekerjaku sekarang.

Memang aku masih berhubungan lewat telepon maupun sms. Tapi itu masih kurang sukup. Mungkin ini cobaan untuk hubungan kami. Yang baru seminggu jadian dan harus berpisah selama sebulan. Walau sebentar tapi perasaan ini sudah sangat dalam.

Aku masih setia menunggu Shania kembali. Tidak tahu bagaimana keadaannya disana. Dia memberi kabar  sehat-sehat saja, namun aku tak tahu itu benar atau tidak. Karena saat aku telepon sku sempat mendengar suara batuk. Walau terdengar lirih. Tapi aku percaya kepada kekasihku, Shania.

Jika tiba waktun istirahat, aku sempatkan untuk menelponnya. Kadang bercanda dan tertawa. Tapi tak jarang juga berbicara serius. Walaupun akhirnya juga ketawa. Pernah sampai lupa waktu. Saking asyiknya bertelepon, gak taunya waktu istirahat sudah selesai. Jadi kena marah dan bonus hukuman deh.

Rencananya malam ini Shania akan pulang. Aku berniat untuk menjemputnya nanti malam di Stasiun. Namun niatku batal terlaksana. Karena aku dapat giliran lembur sampai maksimal jam 21.00. Tapi aku pikir-pikir Shania sampi di Stasiun sekitar jam 20.00an. Apa dia mau menungguku selama itu?

Tapi kasihan juga harus menunggunya selam itu. Jadi kuputuskan untuk dia balik duluan dan minta jemput keluarganya saja. Aku juga menjelaskan alasanku. Kan sayang kalau harus ninggalin lembur.

Tapi tampaknya dia sangat menyayangiku. Terbukti dia mau menungguku selama satu jam di stasiun. Karena dia ingin bertemu denganku dulu ketika berada di kota kelahirannya. Dia rela menungguku daripada dijemput keluarganya. Padahal keluarganya juga sangat rindu padanya.

Sungguh beruntungnya diriku memilikinya. Kami memang sudah lama kenal. Aku juga sangat akrab dengan orang tua Shania. Kalau tidak salah pas aku pindah ke kota ini kelas 3 sd. Dan aku sudah menyimpan rasa padanya saat pertama kali bertemu. Namun baru berani mengutarakannya sebulan yang lalu. Seminngu sebelum Shania berangkat keluar kota.

“Aku harus segera selesaikan tugas ini, kalau bisa sebelum jam 21.00. Agar segera menjemput Shania di Stasiun.” Kataku dalam hati

Pukul 17.15 WIB, aku dapat sebuah pesan masuk. Aku buka dan mebacanya. Ini sms dari Shania.

“ Sayang, aku nanti berangkat sekitar jam 18.00an. Nanti jangan lupa jemputa aku ya? ”

“Iya sayang, kamu gapapa nunggu sejam-an di Stasiun? Soalnya aku ada lembur, mungkin jam 21.00an kelar.”

“Gapapa sayang, kan udah dibilangin aku akan nunggu kamu. Aku pengen kamu jadi orang yang pertama aku temui pas sampai di Stasiun.”

“Oh sayang. Makasih ya? Sampai bertemu nanti ya? Aku mau cepet-cepet beresin tugas, biar cepet selesai. Kalau bisa sebelum jam 21.00”

“Iya sayang, See you... and I love you”

“See you to... and I love you to... mmmmuaaaachhh” Sms terakhir dari Shania sebelum aku meletakkan hpku.

Aku berusaha agar cepat menyelesaikan tugas lemburku mulai dari sekarang. Mumpung tugasku udah selesai. Mrmang cukup banyak sih. Namun upahnya sebanding dengan tugas tersebut. Sayang kan kalau gak lembur.

Rasa lelah pun tiba. Tangan terasa sudah agak kaku, mata pun sudah mulai ngantuk. Padahal kurang dikit lagi kelar. Tanpa sadar ternyata aku tertidur. Aku terbangun ketika sudah jam 19.45. Ada 3 pesan masuk dan 2 panggilan tak terjawab.

“Sayang, bentar lagi aku nyampai.”
“Kok nggak di bales sayang ???
“Apa lagi sibuk banget ya?? ”

“Waduh, gawat !!! Ketiduran lagi.” Gerutuku dalam hati

Langsung saja aku bales sms dari Shania tadi.

“Maaf sayang, tadi aku ketiduran. Udah sampai belum? ”

Sekitar 15 menit aku masih menunggu sms masuk dari Shania. Tapi masih belum ada juga sms.

“Apa dia marah ya? Apa aku sms lagi aja ya?” pikirku

“Sayang marah ya? Kok gak di bales sih? “

Karena terlalu kepikiran Shania, aku lupa harus menyelesaikan tugas lemburku. Ditengah kesunyian saat ngerjain tugas. Tiba-tiba ada suara ringtone tanda sms masuk.

“Wah, ini dia sms yang ditungu-tunggu. Pasti dari sayangku.” Pikirku

“Sial... sms dari siapa ini? Gak jelas banget.”

“Mau jadi Agen Pulsa Semua Operator?
Harga murah.
V.5rb         =    4000
V.10rb        =    7500
dst... “

Beberapa menit kemudian ada sms lagi. Aku agak mengacuhkannya.

“Pasti dari orang gak jelas lagi, males ah. Mendingan nglanjutin ngerjain tugas aja biar cepet kelar. Tapi kalau beneran dari Shania gimana? ”

Aku pun berubah pikiran. Aku mengambil hpku dan membuka sms tersebut. Ternyata benar dari Shania. Ada sms darinya yang isinya agak gimana gitu.

“Sayang, satu jam lagi Kamu harus datang ya?
Satu jam lagi aku akan kasih kamu kejutan, dan
Satu jam lagi kalau sampai kamu gak dateng, tau sendiri kan? “

Melihat sms itu benar dari Shania aku sangat senang sekali. Tapi kenapa mengancam? Emang mau apa ini anak? Kejutan apa ya? Aku penasaran sekali. Langsung aja aku balas smsnya.

“Siap sayang.” Balasku singkat

Karena pingin cepat selesai dan supaya gak keganggu aku silent hpku. Pasti dia bisa mengerti.

Jam 21 lewat 35 menit aku beres-beres dan langsung tancap gas ke TKP. Pasti dia masih menungguku disana. Waktu itu aku belum sempat liat hpku. Langsung aku masukkan kedalam sakuku.

Sesampainya di Stasiun aku tidak melihat Shania ditempat yang kami janjikan. Apa dia sudah pulang? Apa aku telat? Atau dia lagi pergi sebentar?

Aku ambil hpku yang dari tadi ada didalam saku. Ada beberapa panggilan masuk dan pesan masuk. Mama Shania? Tumben Mama Shania nelpon? Apa Shania udah pulang duluan? Aku telpon aja dah.

Belum sempat diangkat tiba-tiba hpku tidak aktif  lagi. Sial, baterainya habis lagi. Yaudah aku smperin aja kerumahnya. Sekalian minta maaf terlambat.

Ditengah perjalanan menuju rumah Shania, motorku mogok. Ternyata bensin juga habis. Terpaksa harus mendorong ke pom bensin yang berjarak sekitar 50 meteran. Lumayan membuang-buang waktu. Aku tadi lupa belum beli bensin pas berangkat kerja.

“Akhirnya sampai juga dirumah Shania. Tapi kok sepi? Pada kemana nih? “ batinku

“Cari siapa nak? ”

“Shania tante. Tapi dirumahnya kok sepi? “

“Oh, tadi katanya mau kerumah sakit semua”

Mendengar jawaban itu, aku langsung berterima kasih dan berpamitan serta bergegas menuju rumah sakit yang dimaksud. Dalam perjalanan aku masih bertanya-tanya dalam hati. Siapa yang sakit? Kok sampai semuanya kesana?

Sesampainya dirumah sakit. Aku langsung tanyakan ada keluarga yang aku cari gak disini? Di ruangan berapa? Setelah diberi tahu, aku bergegas menuju ruang tersebut. Dari luar terlihat orang tua Shania menangis.

“Kenapa semua pada nangis? Apa yang terjadi? Siapa yang ada di ranjang itu? Dimana Shania? Apa belum pulang? ” aku bertanya-tanya dalam hatiku.

Aku langsung masuk dan melihat siapa yang ada disana. Apa benar ini Shania? Kenapa dia kelihatan pucat? Apa yang terjadi? Aku menanyakan pada orang tuanya. Ternyata Shania sudah tiada. Dia tadi dijambret di Stasiun saat menungguku. Dan Penjambret tersebut langsung menusuk Shania. Ada seseorang yang menolongnya dan segera membawanya kerumah sakit. Namun takdir berkata lain.

Aku tersentak mendengar cerita itu. Aku terbengong tak percaya. Apa ini nyata atau hanya mimpi? Air mataku menetes dengan sendirinya dan menetes dipipinya. Aku menatap wajah Shania yang sudah tak bernyawa lagi. Aku sungguh tak percaya dengan semua ini.Kemudian teringat akan sms terakhir dari Shania.

“Sayang, satu jam lagi Kamu harus datang ya?
Satu jam lagi aku akan kasih kamu kejutan, dan
Satu jam lagi kalau sampai kamu gak dateng, tau sendiri kan? “

“Katanya kamu mau memberi aku kejutan? Kamu bohong !! Kenapa kamu harus meninggalkanku sayang? Atau inikah kejutannya?”

Aku sadar aku sangat egois. Aku terlalu menyayangkan kerjaku dibanding Shania. Padahal dia sangat menyayangiku. Tapi apa yang kulakukan? Selamat jalan sayangku...

Kita tidak akan tahu apa yang akan terjadi “Satu Jam Lagi”

Iksan Kurniawan
@nustqiew

0 comments:

Poskan Komentar