Jumat, 24 Mei 2013

Sekolah Angker #3


  • Waktu semakin berlalu,sudah sebulan lebih aku bersekolah di “sekolah angker” tersebut. Namun,sepertinya dari waktu ke waktu semakin memburuk saja,beberapa teman sekelasku terkadang ada yang kerasukan,dan sepertinya sosok perempuan yang aku dan Shania lihat yang merasukinya,bahkan bukan hanya disekolahku hampir semua murid disekolah baruku kerasukan. Para guru guru bertanya,ada apa sebenarnya dengan keadaan sekolah ini,termasuk kepala sekolah yang tidak percaya dengan semua ini. Lalu,pak handi selaku wali kelasku sepertinya mulai mulai meyakinkan dengan apa yang aku dan Shania lihat sebelumnya tentang sosok anak perempuan tersebut:
    “ibel,Shania. Benarkah kalian melihat sosok hantu disekolah ini?” Tanya pak handi
    “benar pak,kami melihatnya secara langsung” jawabku meyakinkan
    “jadi,selama ini kamu Shania selalu berteriak histeris ketakutan tanpa sebab,kamu…” ucap pak handi terpotong oleh Shania
    “benar pak,saya sudah sering melihat sosok tersebut dan kerap kali menakuti saya pak” jawab Shania
    Pak handi hanya terdiam bingung,bagaimnana caranya agar sekolah ini tidak diganggu lagi oleh sosok tersebut. Lalu,segera pak handi memberitahukan hal ini kepada kepala sekolah,dan kepala sekolah pun juga tidak tau harus bagaimana dengan kondisi seperti ini. Pelajaran pun dihentikan sementara demi keselamatan murid yang lainnya,namun aku mempunyai ide yang cukup ekstrim dan ku katakana kepada Shania:
    “shan,bagaimana kalau kita malam nanti melakukan penelusuran disekolah ini?” ajakku
    “apa…tidak..tidak,itu sangat menakutkan dan berbahaya” jawab Shania terkejut
    “tapi,agar kita tau apa yang sebenarnya terjadi sampai sampai sosok tersebut kerap kali mengganggu semua murid disekolah ini” ujarku
    “tapi….” Shania terdiam
    “ayolah,lagian aku yang akan melindungi kamu ko?” ujarku
    “baiklah,aku ikut” jawab Shania
    “ya udah,nanti jam 9 malam aku tunggu didepan sekolah ya?” ujarku
    Shania hanya mengangguk,dan karena kegiatan pelajaran sementara dihentikan semua murid dipulangkan lebih awal dari biasanya.
    *** malam pun tiba tepatnya jam 9
    Aku sudah menunggu Shania didepan sekolah,ku lihat jam tanganku sudah menunjukkan pukul 21.00,namun Shania belum muncul juga. Ku lihat sekolah yang cukup luas,berlantai tigakan dan gelap hanya beberapa ruangan disekolah yang diterangi dengan cahaya lampu. Sempat nyaliku menciut dan agak ketakutan,namun demi membongkar semua Tanya tentang apa yang sebenarnya terjadi,aku lawan rasa takutku. Akhirnya,Shania muncul juga dan mengahmapiriku:
    “lama nggak?” Tanya Shania
    “nggak ko,kamu bawa apa?” tanyaku balik
    “aku hanya bawa ini” jawab Shania yang memperlihatkan sebuah lampu senter
    “ya udah,yuk kita masuk?” ajakku
    Akhirnya,kami berdua pun mulai memasuki area sekolah,hanya berbekal penerang seperti senter bagiku sudah cukup. Terasa hawa berbeda saat kami mulai memasuki sekolah,dingin dan bulu kudukku merinding. Apalagi ketika menelusuri lorong sekolah,sangat beda sekali hawanya. Shania yang ketakutan,terus saja bersandar di belakangku,dan kami berjalan perlahan. Namun,sekilas Shania sepertinya melihat sesuatu:
    “bel,tadi kamu lihat ga. Ada bayangan putih melintas di sebelah sana?” Tanya Shania
    “tidak,memangnya kamu lihat?” tanyaku balik
    Shania hanya mengangguk,dan kami pun melanjutkan untuk menuju kelas kami yang berada di lantai atas,dan ketika melintas wc sekolah,terdengar suara perempuan tengah menangis. Sontak,kami berdua merasa ketakutan,namun tetap aku berusaha tenang begitupun Shania,dan tetap melanjutkan untuk menuju kelas. Namun,tiba tiba sosok perempuan tersebut berada dihadapanku sontak aku terkejut,begitupun Shania yang langsung berlari ketakutan. Aku mengikuti Shania,namun sial aku kehilangan Shania. Aku segera mencari Shania ke setiap penjuru kelas,namun tidak ku temukan.
    Shania yang ternyata berlari dan bersembunyi di gudang sekolah,tampak ketakutan dan terengah engah karena kelelahan berlari secepat mungkin,namun sial bagi Shania ternyata sosok perempuan tersebut tiba tiba berada di belakang Shania,dan Shania yang merasakan kalau hantu tersebut berada dibelakangnya,membalikkan arah dan,sosok tersebut mendekati Shania dengan tatapan menyeramkan,Shania tidak bias berbuat apa apa dan tubuhnya bergetar hebat:
    “ja..jangan,jangan kau bunuh aku?” ucap Shania ketakutan
    Sosok tersebut terus saja mendekatinya,dan lalu:
    “tidaakkkkk……….tolooongggg…………….” teriak Shania sekeras mungkin
Muhamad Nugraha Cindyvers

LANJUT FINAL PART ???

0 comments:

Poskan Komentar