Selasa, 23 April 2013

-Journey- BabI -Introducing- #Chapter23



"Selama ini papa mengacuhkan keberadaan nabilah. Selama ini dengan seenaknya papa memarahi nabilah, sampai sempat mau menamparnya. Tapi nabilah, dia tetap diam menerima semua perlakuan papa padanya, dia tetap menuruti papa, dia tetap jadi anak papa yang baik. apa papa sadar itu pah?! Bukankah, seharusnya nabilah yang marah sama papa?! Bukankah seharusnya aku dan mama yang megacuhkan keberadaan nabilah di rumah ini?! Bukankah seharusnya aku dan mama yang membenci dan membentak nabilah?! Bukankah itu yang seharusnya terjadi pah?!!" emosi melody meluap dia menangis; Ayah tertunduk sambil meneteskan air matanya.
"mama seharusnya membenci nabilah karena dia lahir dari rahim perempuan yang pernah dan mungkin masih ada di pikiran papa! Aku harusnya membenci nabilah karena dia dan ibunya pernah merebut perhatian papa dari aku!" melody meluapkan semua kekesalannya yang dia pendam selama ini terhadap ayah yang selalu dia patuhi. "tapi.. Melody sama mama ga pernah membenci nabilah, sedikitpun engga pah! Kami sayang sama nabilah. Dia terlalu baik untuk mendapat perlakuan seperti itu... Dia terlalu baik untuk jadi sasaran kemarahan kami karena kelakuan ayah dan ibunya!!" ayah semakin tertunduk mendengar semua luapan hati melody, ayah tidak bisa berkata apapun. Semua ucapan melody memang benar, selama ini dia membenci nabilah karena nabilah begitu mirip dengan ibunya. dengan orang yang dia cintai dulu.. dengan wanita yang telah mengalihkan dunianya hingga ayah sempat menelantarkan melody dan ibunya. Ayah menangis tak bisa berucap apapun, ucapan melody seperti cambuk buat ayah. Ayah benar-benar merasa malu akan tingkah lakunya.

Tanpa melody dan ayah sadari ternyata ibu sedang mendengarkan percakapan mereka dari balik pintu di dekat dapur. ibu menangis mendengar setiap ucapan yang keluar dari mulut anaknya. "melody cuma minta satu hal sama papa, hentikan semua keegoisan papa! Biarkan nabilah menggapai apa yang dia inginkan! Setidaknya... itu bisa jadi penebus dosa buat papa yang sudah jadi 'ayah' yang tidak baik buat nabilah!" pinta melody, kemudian melody berdiri dari kursi bersiap meninggalkan ayah. "maafkan melody pah! Melody tidak bermaksud kasar sama papa!" melody lalu berjalan dengan sisa air matanya, ada perasaan yang begitu lega yang melody rasakan. Setelah mencurahkan semuanya di depan ayah. Sementara ayah, yang ditinggal sendiri di gazebo hanya bisa meratapi dan menyesali semua kesalahan yang pernah ayah buat di masa lalu.

***
Malam hari di kost-an tempat stella sonia dan sendy tinggal. Terlihat sebuah sedan hitam dengan kaca film yang juga hitam pekat terparkir tidak jauh dari kamar kost-an yang ditempati stella dan sonia.

"kakak pergi dulu! Kalo udah ngantuk kamu tidur aja jangan begadang!" ucap stella pada adiknya "Siiap kaka!" jawab sonia sambil tersenyum "ingat kalo ada yang ngetuk pintu kamu tanya dulu jangan langsung dibuka terus,-" "aduh kaka ku yang cantik, kalo terus bicara kaka ga akan berangkat-berangkat loh.." salip sonia pada ucapan stella "pokonya ingat semuanya ya.. Ingat juga, Ka sendy pulangnya larut!!" "ia, ia.. Dari tadi di dalam sampai udah di luar kata-katanya sama terus.. Dadah kakak hati-hati ya.." ucap sonia seraya memeluk stella. Stella berjalan kedepan kemudian megehentikan sebuah taksi. Sedan hitam tadi mengikuti taksi yang ditumpangi stella, Stella sampai di club tempat dia bekerja sebagai waitress.

"Stella ngapain masuk kesana? Mana ini udah malem lagi!" ucap Jeje memperhatikan langkah stella dari dalam sedan hitam itu. "kita masuk ga cle?" tanya dhike yang duduk di belakang "masuk aja! Niat kita kan emang mau ngikutin si stella, masa cuma diem disini!" kata jeje. "biar gue aja yang masuk! Kalian berdua tunggu disini!" ucap cleo membuat jeje dan dhike protes "liat kan, kalo kalian berdua ikut masuk bisa rusuh!" ucapan cleo membuat jeje dan dhike terdiam. Cleo pun keluar dari mobilnya dia berjalan menuju club, security yang berkepala pelontos berbadan tegap menghentikan langkah cleo "waduh, waduh.. Si cleo bisa masuk ga tuh?! Security nya udah botak gemuk mukanya nyeremin lagi!" ucap jeje "ia ya, untung aja gue ga ikut turun! Bisa muntah depan mereka gue karena takut!" sahut dhike. Mereka berdua memperhatikan cleo yang kini sudah masuk ke dalam club.

Di dalam club cleo duduk di sebuah meja, dari sana dia bisa melihat stella yang sedang melayani pengungjung yang kebanyakan laki-laki hidung belang yang suka menggoda waitress-waitress. Atau mereka sengaja mengeluarkan uang "menyewa" wanita penghibur yang disediakan di club itu.
"Malam cantik, sendirian aja?!" cleo didatangi oleh 3orang pria yang dari mulutnya tercium bau alkohol yang sangat pekat "kamu pasti kesepian kan? Kita temenin yah sayang!" kata si pria1, mereka bertiga mulai duduk mengerubuti cleo. Cleo tampak sangat risih dengan mereka "maaf mas, saya lagi nunggu temen saya!" ucap cleo "mending juga sama kita, bisa lebih hangat! Ia ga?!" kata si pria3 di sambut tawa oleh 2teman lainnya. Karena cleo semakin risih dan juga jijik dengan tingkah 3pria yang sedang mabuk berat ini, cleo mulai berdiri dari tempatnya duduk. Tapi dengan cepat si pria2 menarik tangan cleo sampai cleo terjatuh di atas kursi "mau kemana sayang! Disini saja sama kita.." dengan suara terbata-bata pria-pria pemabuk itu terus menggoda cleo "kita bayar kamu Cash! Atau mau pakai cek sayang?!" kata pria2 dengan tangannya bersiap mencolek dagu cleo. Namun belum sempat tangannya mendarat di dagu cleo, tangan cleo lebih dulu mendarat di pipi sebelah kanannya *PLakkkkk!!* cukup keras tamparan cleo, hingga membuat si pemabuk itu marah dan mengeluarkan kata-kata kasar memaki cleo dengan suara yang cukup keras sampai merebut perhatian pengunjung lainnya.

"Cleo!!" bisik stella, dia sangat terkejut ternyata orang yang sedang di maki oleh para pemabuk itu adalah cleo. Dengan cepat stella menghampiri meja yang tidak jauh dari tempatnya berdiri, stella menarik tangan cleo. Tapi tangan stella di tarik oleh pemabuk itu, karena bingung dan juga takut stella pun memukulkan nampan yang sedang dia bawa *Pranggg* sampai si pemabuk tersungkur. Stella menarik tangan cleo dia membawa cleo keluar dengan setengah berlari.

"Sendy...." panggil seorang pria yang mengenakan kemeja kotak warna abu dengan t-shirt warna hitam. "yaa.. Ada apa Rik!" jawab sendy, berhenti sejenak "mmmm, gue anterin pulang yah!" pria yang juga kerja di radio 'J' itu menawarkan "ga usah, makasih rik... gue bisa naik taksi!" jawab sendy dengan di akhiri senyumnya. "ga apa-apa kali sen! Kan ga sering ini. Daripada uang nya lu pake buat bayar taksi mending juga buat traktir gue.. Ehh bercanda sen!" jawab pria yang bekerja sebagai salah satu team kreatif di radio "bisa aja lu.." kata sendy. "jadi.. Lu mau kan gue anterin?!" "mmmm,, gimana yah! Okedeh Riko gue nebeng mobil lu! Berhubung mobil gue lagi di bengkel.." jawab sendy, membuat pria yang punya nama Riko itu loncat kegirangan. "cepetan dong! Udah ngantuk nih!" tegur sendy yang sudah mulai berjalan kembali. "Ok, Ok..." jawab riko dengan wajah begitu sumringah.

Selama perjalanan riko berbasa-basi pada sendy, dia mengajak sendy ngobrol sampai 30menit obrolan mereka terdengar begitu asik. dan Sampai akhirnya riko berbicara dengan nada yang cukup serius dan sedikit terbata-bata "sendy, sebenarnya gue.... gue sebenarnya suka sama lu! Dari saat gue liat lu di radio sebagai pelamar, gue udah suka sama lu.. Dan lu tahu? gue seneng banget saat gue ternyata dimasukin satu team sama lu di radio!..... mmmm... Lu mau ga jadi pacar gue se..ndy..." raut muka riko berubah, saat melihat ternyata sendy tertidur di mobilnya. "Damn! Gue pikir dia nyimak!! Aduhh sendy,, sendy.. Lu makin bikin gue suka sama lu..." gumam riko sambil tersenyum malu karena dari saat tadi dia mengutarakan perasaannya ternyata sendy tidur dan terlihat begitu nyenyak.
"sen, sendy.." riko mengguncang bahu sendy, membangunkannya "hemmm,," "udah sampe sen!" ucap riko "Oohh, udah sampai ternyata! Hahahaaa, maaf ya rik gue ketiduran di mobil lu!" kata sendy, dengan tangannya mulai membuka sabuk pengaman "ga apa-apa ko sayang!" balas riko "apa?! Lu bilang apa barusan?!" tanya sendy, membuat riko seketika gelagapan menjawab pertanyan sendy "oh, itu.. Ga ko sen gue bilang 'ga apa-apa ko' ia.. Itu yang gue bilang" ujar riko dengan tangan mengusap-usap leher bagian belakangnya "by the way.. Thanks ya tumpangannya.." "ok, sering-sering aja sen..." jawab riko, sendy tersenyum begitu manis menanggapi jawaban riko. Kemudian dia berjalan menuju kost-an nya.

Saat sendy akan masuk ke kamarnya sebuah mobil datang, dia perhatikan mobil yang berhenti di pekarangan tempat kost-kost an nya. Sendy melihat stella keluar dari mobil, tak lama cleo jeje dan dhike ikut keluar "stella.. Lu masih marah ya?!" tanya memegang tangan stella "kita minta maaf stell, kita ga ada maksud buat bikin kekacauan di club, sampai lu di kasih teguran sama bos lu!" kembali cleo memperjelas. Setelah stella menarik tangan cleo keluar dari club mereka sempat ribut tidak jauh dari club, stella kembali ke club dan dia di panggil oleh pemilik club. Dia di beri peringatan jika stella ataupun teman-temannya membuat lagi keributan maka stella akan di pecat. "udahlah, ga usah di bahas! Gue cape. Besok juga masih ada ujian!" ucap stella seraya berjalan menuju kost-an nya. Meninggalkan cleo, jeje dan dhike yang hanya bisa diam melihat kepergian stella.

"stella... Kamu ga apa-apa?" "loh, sendy! Kamu udah pulang.. Bukannya kamu bilang..." tanya stella dengan menyeka air matanya. "mereka teman-teman kamu?!" kata sendy sambil melihat ke arah cleo jeje dan dhike yang masih terdiam. Stella menganggukan kepalanya "masuk yu!" dan kemudian mengajak sendy masuk ke kamar kost nya. Cleo jeje dhike mereka pulang dengan perasaan bersalah pada stella terutama cleo karena dia stella jadi dapat teguran. Mereka bertiga melamun di dalam mobil selama perjalanan; di kamar kost an stella mencurahkan isi hatinya pada sendy, dia sebenarnya tidak marah pada sahabat-sahabatnya. Stella hanya takut jika sesuatu terjadi pada mereka.

***
Mentari sinari ruang Aula pagi itu, cindy datang lebih awal untuk latihan. Dia berjalan perlahan di dalam aula setelah sebelumnya menemui kepala sekolah untuk memberikan jawaban perihal beasiswa di GSA, cindy terus berjalan dengan perasaan yang campur aduk. *senang karena sudah lulus, tapi sedih juga karena dia harus meninggalkan sekolah yang memberikan banyak kenangan bersama teman2 nya dulu. Pertemuan dengan nabilah dan ayana sampai akhirnya mereka menjadi sahabat. Memikirkan masa SMA nya.* kemudian cindy duduk di baris kedua ditemani lamunannya, pandangannya menerawang. Lama cindy melamun di tengah sinar mentari di dalam aula, sampai tidak dia sadari kehadiran nabilah.
"pagi.. cindy!" sapa nabilah mengambil posisi duduk di sebelah cindy. "eh, nabilah.. Pagi juga.." jawab cindy. "3th itu... ga kerasa ya cin! Kita udah mau SMA aja, aku pasti bakal kangen banget sama sekolah ini!" ucap nabilah, cindy tersenyum sambil mengangguk meng ia kan ucapan nabilah. "aku pengen banget bisa satu sekolah lagi sama kalian!" ujar nabilah dengan menghela nafas "Tuhan.. Nabilah minta satukan lagi nabilah ayana dan cindy di satu sekolah!". Cindy melihat ke arah nabilah dan.. Tiba-tiba cindy langsung memeluk nabilah, kontan hal itu membuat nabilah kaget. "maafin cindy ya bil.." kata cindy saat memeluk nabilah. "kenapa cindy harus minta maaf!" sahut nabilah, cindy tidak menjawab dia hanya diam sambil memeluk nabilah.

*Dret, drettt, drettttt* ponsel nabilah bergetar, begitupun dengan ponsel nya cindy. Setelah saling melepas pelukan mereka melihat ponselnya, ada 1 pesan di kotak masuknya. "'cindy, nabil.. Aku ga ikut latihan ya! Aku ga enak badan. Maaf ya :) '". Nabilah dan cindy saling melempar pandang, "Achan!" suara nabilah, cindy mengangguk kemudian berkata "kita ke rumahnya?!", "sehabis latihan!" jawab nabilah. "kita balas dulu sms nya" usul cindy, nabilah pun mengetik "'ini aku lagi ama cindy, selesai latihan kita kerumah kamu ya!'" dia kirim sms itu. "achan.. kalo aja rasa sakit yang kamu rasakan bisa di bagi-bagi, aku siap ko berbagi sama kamu" kata cindy, "aku juga cin! mamanya pasti hawatir banget sama kondisi achan.." ujar nabilah. Mendengar hal itu cindy kembali melamun, dia memikirkan ucapan nabilah "'bunda pasti sangat mencemaskan aku, itu kenapa bunda jadi menarik izin untuk ku bisa bersekolah di GSA dan mendaftarkan ku di sekolah yang sama dengan ka kinal. Biar aku dan kaka bisa saling menjaga!'" .... "cindy, nanti kita beli buah-buahan yu buat achan?" "hah! Ia, ia.. Aku setuju bil." jawab cindy.

Jam 10 teman-teman yang lainnya pun mulai berdatangan untuk latihan. 4hari lagi show akan di gelar. Akan banyak orang yng hadir selain dari Orangtua siswa kelas IX yang sudah lulus, dan juga siswa-siswi kelas VII dan VIII, akan ada juga tamu undangan dari sekolah Galaxy school of art yang menjalin kerjasama dengan SMP 71.

..bersambung..

0 comments:

Poskan Komentar