Selasa, 30 April 2013

-Journey- BabII -Beginning- #Chapter3

"Kenapa gue harus marah?" tanya si gadis dengan santainya
"ya.. kan aku barusan nabrak kamu!" beby begitu heran dengannya, barusan beby menabrak dia cukup keras. orang yang dia tabrak pastinya akan langsung marah-marah, nah ini.. dia hanya senyum dan bilang 'Santai aja!'
"kan lu udah minta maaf.. beres kan?!" katanya dengan melempar senyum ke arah beby. beby membalas senyumnya seraya bilang 'owh'.

"mmm... kamu.. kamu Frieska kan?!" tanya beby setelah melihat gadis yang dari tadi terlihat begitu santai itu dengan seksama.
"ia, gue frieska.. Anak IX-E.. Dan lu mmm beby.. ia kan?" frieska menebak dan tebakannya di balas anggukan oleh beby. mereka memang satu sekolah, satu ekskul tap tidak begitu saling mengenal.
"ya, aku beby dari IX-C.."
"eh ia.. Lu abis dari TU?" tanya frieska
"ia, aku baru selesai bayar.."
"penuh ga sih di TU nya?"
"engga ko, tadi sih cuma ada 3orang.. Tapi kayaknya mereka udah selesai" jawab beby..
"owh, thanks ya.." kata frieska kemudian berlalu ke arah Tata Usaha. Beby melanjutkan perjalanannya dan kembali mengirim sms pada ochi karena tadi sempat terpotong..

Ve berjalan di koridor menuju kantin, saat sampai di depan Mading. Seorang gadis menghentikan langkah ve
"ohayou gozaimasu..." ucapnya sambil membungkuk,
ve terlihat heran. tapi kemudian ikut membungkuk dengan mata masih menatap gadis itu
"Sumimasen, watashi ga o kiki shitai?"
rena tidak menyadari jika ucapannya membuat ve bingung dan memasang tampang cengo.
"ahh im sorry.. i mean, i want asking to you?" rena melihat wajah ve yang bingung saat mendengar ucapannya.
"Ohhh.. about what?" jawab ve setelah rena mengganti ucapannya.

"Where is headmaster office?"
"here.. let me tell you. You should walk straight till the end, and then turn right. The second door on coridor, thats the office of headmaster. You can look up at the door it is written *headmaster office* Ok.." jawab ve sambil tersenyum
"ouahh,, ok thankyou so much.." kembali rena membungkuk..
"you're welcome..".
rena pun berjalan sesuai dengan yang ditunjukan ve,
"ohh, im forget.. im not asking her name!"
rena menengok sebentar, tapi ve sudah tidak terlihat. Rena kembali berjalan pikirnya nanti juga pasti bertemu lagi. Setelah menyelesaikan urusan pendaftarannya di Pelita Nusa, rena berjalan menuju ke depan.. dia mengambil hp nya dan mengirim pesan pada dhike "'ikey, im at school.'" 1menit kemudian hp nya bergetar "where are you exactly rena?" balasan dari dhike "mmm, im standing in front of Mading" sambil melihat tulisan "ok, wait a minute.. I'll be there!" setelah mengirim balasan, dhike segera pergi untuk menghampiri rena.

***
Hari ini pun tiba.. Pementasan SMP 71 dengan tema "'Last Show for Graduation!'". Rasa deg-deg gan, gerogi, keringat dingin. Semuanya mulai merasakan. Sementara yang lain (ex kelas IX) sudah duduk bersama tamu undangan dan juga orangtua mereka yg sudah memenuhi ruang auditorium (aula) SMP 71.

48siswa lainnya Terlihat di belakang panggung sedang bersiap, di sela-sela persiapan. Ayana sengaja melihat ke arah bangku penonton dari balik tirai
"aduh, deg-degan! Yg datang ko banyak ya?!" ucap ayana sambil mengitarkan pandangannya.
"keluarga kita sebelah mana ya?" susul cindy bertutur, melihat kearah luar juga.

"tuh, tuh.. Itu mama, papa sama kaka-kaka aku! Di sebelah kiri barisan kedua!" seru ayana,
cindy tersenyum sambil melihat-lihat
"wahhh, ka arfan dateng juga!" ujar cindy begitu senang,
ayana menengok ke atas. Karena posisi kepala cindy ada di atas kepala ayana.
"emang nya ka arfan ga bakal dateng ya tadinya?" tanya ayana setelah melihat ibu cindy, kinal dan juga arfan ada di barisan pertama di depan keluarga ayana.
"pas tadi mau berangkat ka arfan masi belum dateng juga! Aku pikir dia ga akan dateng." jawab cindy.

"Nabilah!" teriak ayana tiba-tiba, melihat ke arah nabilah yang sedang merapihkan kostumnya.
"ada apaan!"
"papa kamu ... Ada disini bil!" ujar cindy menatap nabilah. Nabilah melongo, tak percaya dengan ucapan cindy. Ayana pun menarik nabilah untuk melihat
"tu,, tuh.. Yang deket ama ka kinal itu kan ka melody nah terusss yg deket ka melody itu mama dan... papa kamu! ia kan?" tunjuk ayana.

Senyum bahagia begitu terlihat di wajah cantiknya nabilah, betapa meletup-letup hatinya kala itu. Melihat papa nya yang selama ini selalu menentang keinginannya berdiri di atas panggung, sekarang papa ada di barisan paling depan untuk menyaksikan dirinya.

Mereka berdoa sebelum memasuki stage untuk mulai membuka show.

Dan... Tirai yang tertutup pun mulai terbuka perlahan. Sudah bersiap ke48 siswa/siswi dalam posisi mereka untuk menari bersama membuka show. hentakan beat dari lagu AKB48 'Beginner' membahana di aula, mengiringi gerakan ke 48 siswa yang begitu penuh dengan semangat. 3jam kurang pentas selesai mereka lakoni. dari dance pembukaan, theater drama musikal yang bertema tentang perjalanan seseorang yang sudah berhasil menempuh satu fase dalam hidupnya, sampai dance penutupan.
Setelah show selesai siswa yang perform segera mengganti pakaian mereka dengan kebaya untuk siswi dan batik untuk siswa, mereka siap di wisuda oleh Kepala sekolah. Dinyatakan bukan lagi murid di SMP71 melainkan Alumni! Satu persatu nama siswa di sebut.

Kini.. tiba di acara terakhir, nabilah tampil solois membawakan lagu Kiroro-Mirai dengan jari-jemarinya memainkan piano. Terlihat penonton begitu kagum akan bakat yang dimiliki oleh nabilah, teman-temannya yang sudah duduk dengan keluarga mereka masing-masing ikut bernyanyi dengan begitu haru mengingat kenangan selama 3th di sekolah Bahkan ada yang sampai menitikan air mata. Dan ayahnya nabilah, beliau begitu terpesona akan performa putrinya itu. Selama ini ayah terlalu sibuk dengan bayangan masa lalunya, sampai tidak ingin melihat betapa berbakatnya putri bungsunya itu.

Penampilan yang apik dari nabilah membuat teman-temannya, orangtua murid, pihak sekolah, bahkan tamu undangan berdecak kagum dan memberikan standing aplause pada nabilah. Tidak terkecuali ayahnya, begitu tegap beliau memberikan aplause memandang ke arah nabilah dengan senyum bahagia dan bangga. Melihat itu hati nabilah begitu terharu, dia menitikan air matanya tertunduk. Betapa bahagianya dan juga sedih nabilah saat itu. Perasaan campur aduk yang datang ditengah kebahagiaan.

Sementara itu di parkiran sekolah SMP71. ve dan ghaida terlihat berlari dengan begitu tergesa-gesa.

"yaa, kita telat!" ucap ve.
saat masuk ke aula melihat siswa-siswi ada yang sedang memeluk orang tua mereka; ada yang sedang berphoto; ada yang saling berpelukan sama teman-temannya; ada yang sedang memberikan hormat mereka pada kepala sekolah, staf dan guru-guru.
"udah susah modusin security! Ehh ga kebagian liat mereka pentas!" sesal ve.
"ini sih.. Bukan telat lagi ve!" kata ghaida
"tapi.. ta apalah, yang penting ada usaha! Kinal juga pasti ngerti lah! yu cari kinal, cindy sama bunda!" ajak ghaida.
Kedekatan mereka sebagai sahabat membuat setiap acara penting bahkan yang berhubungan dengan keluarga mereka masing-masing, pasti kinal, ve dan juga ghaida ada di saat-saat itu saling mendukung. Dan itulah kenapa mereka juga jadi dekat tidak hanya satu sama lain tapi dengan keluarganya juga sudah seperti keluarga sendiri.

"kinal...!" teriak ghaida, menghampiri kinal.
"haiii... hemm ditungguin dari tadi juga!" ve dan ghaida tersenyum ke arah kinal sambil bilang maaf.

"bunda.. selamat siang." sapa ve sambil mencium tangan ibu kinal, diikuti ghaida.
"maaf ya bunda, kita telat! Telat banget malah.." jelas ve
"ga apa-apa sayang, bunda sudah sangat senang melihat kalian selalu memberi dukungan sama cindy!" mereka tersenyum dengan ucapan ibunya kinal.
"eh, ya.. Kalian... Gimana bisa masuk kesini? Tanpa undangan!" tanya kinal
"ahh, itu sih soal gampang! ia kan ve?" jawab ghaida, di ia kan oleh ve.
"cindy nya mana?" tanya ve sambil celingukan.
"tuh lagi photo-photo.." jawab kinal menunjuk ke arah kanannya, terlihat cindy, ayana, dan juga nabilah sedang berphoto bersama teman-teman lainnya.

"ka ve.. ka ghaida!!" seru cindy mendekati mereka bersama ayana dan nabilah
"cieee, yang udah mau jadi anak sma! sini,, sini... Ka ve peluk!" ucap ve sambil memeluk cindy
"selamat ya.. Sayang!" kata ve.
Kemudian ghaida melakukan hal yang sama.
"yaahhh, ko cuma cindy aja yang dapet pelukan? Achan ama nabilah engga nih ka?!"
keluarga ayana dan keluarga nabilah yang juga sudah ada di dekat mereka tertawa mendengar celotehan polos ayana. Sebelum pulang, mereka mengambil beberapa photo sebagai kenang-kenangan.

Beby sedang melaju dengan sepeda mininya, untuk menemui ochi. Tapi malang, bukannya ochi yang beby temui eh malah sebuah kap mobil sedan yang beby temui. Saat akan belok di persimpangan yang jaraknya tinggal beberapa meter lagi ke tempat ochi, sebuah sedan putih dengan plat no 'B 2448 MV' melaju dengan kecepatan 50km/jam. Beby yang sedang asik mengayuh sepeda ditemani musik yang mengalun dari mp3 pocket nya, dan sipengendara livina yang asik telponan tidak begitu fokus pada jalan. Sepeda mini itu bersiap belok dan.... "'*#Jegeeerrrrrr#*'" mobil itu menabrak ban depan sepeda milik beby sampai beby terjatuh dan tertindih oleh sepedanya. "auuwwww, aduuhhhhh..." beby meronta kesakitan sambil memegangi kakinya.
Beberapa tukang ojeg yang sedang mangkal di persimpangan itu segera berhamburan melihat kondisi beby. Si pengendara yang ternyata seorang perempuan dengan cepat keluar dari mobilnya menghampiri beby.
"adu,, duh.. Kamu ga apa-apa?" dengan raut muka begitu panik dia bertanya sambil memegangi pundak beby.

di kampus, sendy sudah selesai melakukan registrasi sebagai mahasiswa baru. Saat berjalan menuruni tangga seseorang memanggilnya dari arah belakang
"Sendyy....! Lu ngapain disini?" tanya Riko sambil terengah,
"Daftar!" jawab singkat sendy
"Hah! Lu.. Lu daftar kuliah disini?" sendy mengangguk
"Wahhh, seriusan sen?!"
"ya iyalah Riko! Gue serius!! Kalo main-main bukan disini tapi di taman lalulintas!!"
"bisa aja lu! Ko gue ga tahu ya? Kalo lu mau kuliah disini"
tanya heran Riko
"emang harus ya? Lu tau kalo gue mau kuliah disini!" kata sendy, membuat riko terlihat malu dan salah tingkah
"ya, ya.. ya ga sih! Hehehe.."

"Rikooo!!" seorang perempuan memanggil riko
"Sonya!.." ucap riko
"ada apa onya?" tanya riko,
"lu liat mova ga?"
"engga, emang kenapa?"
"engga, tu anak ga masuk hari ini! Padahal dia udah bikin janji sama pa handoko buat memperbaiki nilai nya!"
"wah! Parah dong, tau sendiri pa handoko. Dia disiplin banget! Kalo janjinya dia di abaikan, si mova bakal susah tuh ngejar lagi dosen gempal itu!!" sonya mengangguk,
sendy masih berdiri dengan memainkan hp nya.
"oh ya gue lupa, sonya kenalin ini temen gue sendy!"
sendy segera melihat ke arah sonya
"gue sendy ariani!"
"gue sonya pandarmawan panggil aja onya atau panda, serah lu deh!" kata sonya sambil berjabat tangan
"lu.... temen riko di radio ya?" tanya sonya, sendy mengangguk
"owhh,, jadi ini cewe yang lu su,-"
riko membekap mulut sonya dengan cepat. Sendy mengerungkan dahinya, heran dengan tingkah mereka berdua.
"hehe,, bentar ya sen." kata riko menyeret sonya menjauh dari sendy dengan mulutnya masih di bekap.

"lu.. apaan sih rik! Pyuhh,, pyuhhh..." protes sonya menyeka mulutnya
"Onya! Lu ahh.. Jangan bicara itu depan dia, dia belum tahu soal perasaan gue!" ucap riko.
"ya elah rik! Cemen banget si lu.. ntar di gebet orang lain baru tau rasa!! Tu anak kan manis, cantik.. Lu ga takut apa, dia diburu sama yang lain!" ujar sonya melirik ke arah sendy,
sendy yang masih melihat tingkah mereka akhirnya memutuskan untuk pergi.
"tuh kan dia pergi!" kata sonya, membuat riko menoleh kebelakang. Dengan cepat riko mengejar sendy dan meninggalkan sonya. "Nanti kita bahas!!" teriaknya sambil berlari.

..bersambung..

0 comments:

Poskan Komentar