Selasa, 23 April 2013

Friendship Candy -2nd Chance (48jam, 48nama)- 7th~Chapter

"kak Shania kok ngomongnya gitu? Kan bantuin orang lain gak ada salahnya kak!" ujar Nabilah (dia bisa menyatu sama Ve dan merasa jadi part nya Ve, meskipun dia tahu kisah bully an nya Ve pada Shania dulu)
"gitu gimana? Apa yang aku ucapkan barusan gak ada yang salah kok! Nolongin orang juga emang gak salah, bener banget malah.. tapi,," Shania berhenti sejenak "ya liat-liat dulu lah orang yang mau di tolongnya!" Beby hanya menyimak ucapan Shania; Nabilah mengerutkan keningnya; Ve merasa sangat amat bersalah "kalo orang nya kaya kak Ve sih, dia mana pantas buat dapetin pertolongan! Dia aja dulu... boro-boro mau nolongin yang ada malah jahatin! dan bukan cuma aku atau Beby, kayaknya udah banyak murid di sekolah ini yang merasakan sakit hati sama tingkahnya!!" Ve menggigit bibir bawahnya saat mendengar ucapan Shania.
"hemp! Aku setuju sama Shania, kak Ve itu.. gak pantes dapetin pertolongan kayak apapun!! Kamu udah lupa apa Nabilah, waktu dulu gimana kak Ve bikin Shania malu di depan hampir semua murid?!" Beby bicara mengingatkan pada kejadian beberapa minggu lalu saat Ve dengan congkak nya menjatuhkan Shania di depan teman-temannya di lapangan basket

*Flash Back*
"Shania Junianatha! Hah (senyum sinis kek di sinetron-sinetron), Hheeem.. gue heran? kenapa kepala sekolah masih ngijinin lu buat sekolah disini!"
puluhan murid sudah berbaur (SMP, SMA) melihat Ve dan 3teman lainnya sedang menghakimi Shania (BULLY) di lapangan basket
"Apa kata orang-orang diluaran sana tentang sekolah kita... PUTRI JAKARTA international school masih memberikan tempat untuk seorang anak KO..RUP..TOR! sekolah disini!! ck, bisa anjlok nama sekolah kita!! ia kan?" 3teman Ve mengangguk dan murid lainnya, tidak meng ia kan juga tidak menolak perkataan Ve mereka hanya menonton. mata Shania terlihat merah menahan tangis saat itu, dia tidak berkutik dengan yang di ucapkan Ve.
Ayahnya Shania masuk dalam berita-berita baik di media elektronik maupun media cetak, dia dikabarkan (baru di kabarkan ya!) menjadi salah satu dari 4 terduga (bukan tersangka) korupsi dalam kasus pembangunan wisma atlit.
"teman-teman, lihatlah.. hari ini ayahnya yang jadi koruptor ngambil uang yang bukan haknya, tapi besok-besok dimasa yang akan datang... bisa jadi Shania nya langsung yang menjadi koruptor saat dia sudah kerja!!" senyum sinis menghiasi wajahnya Ve, kali ini murid-murid yang menonton saling berbisik sambil mengangguk seolah menyetujui apa yang di katakan Ve; Shania melihat Ve dengan dari matanya begitu terpancar rasa benci
"eh, kak! Kalau ngomong tuh di saring dulu!! Ayahnya Shania itu bukan koruptor!!!" Beby yang sahabatnya Shania mencoba memberikan pembelaan
"heh! Anak kecil~ tahu dari mana kamu, kalau Ayahnya si Shania itu bukan KO..RUPTOR! hah?" 3teman Ve mengangguk-angguk (tu temen2 Ve gak bisa ngomong apa ya? ngangguk mulu perasaan_-) "kamu gak punya tv dirumah? Atau kamu gak pernah baca apa di media online? Jejaring sosial? Atau... koran lah koran, jangan yang berbau internet! Secara~ di rumah kamu pasti gak ada jaringan kan buat pasang internet! Hahaha" lanjut Ve dengan pongkahnya "di setiap media yang baru-baru ini~ seeeemuanya membahas tentang kasus korupsi wisma atlit dan Natha Prasetyo itu jadi salah satu di antara 4 orang yang sedang menjalani pemeriksaan!! Kamu kan sahabatnya, kamu pasti tahu dong siapa Natha Prasetyo (ayahnya Shania)"
Beby memasang tampang benci melihat Ve
"dan kamu~ apa kamu gak bisa baca atau denger tuh berita yang di tulis ataupun di ucapkan, antara menjalani PEMERIKSAAN dan sudah jadi TERSANGKA kayak yang tadi kamu koar-koar itu BEDA, ya!!" Beby kesal dengan tingkah Ve sampai dia tidak menggunakan 'Kakak' saat bicara dengan Ve yang adalah seniornya; Dan Shania... dia hanya menunduk sambil menangis.
"itu emang beda, Beby Chaesara" Ve melihat bet nama Beby "tapi... sekali lagi aku tanya sama kamu, apa kamu gak pernah nonton?!! kalau kasus korupsi itu... yang menjalani pemeriksaan ujung-ujungnya sudah pasti akan menjadi tersangka! which is, ayah dari orang yang ada di sebelah kamu itu sudah pasti adalah ter...sang..ka!! Hahaha" Beby mengepalkan tangannya mendengar ucapan kasar Ve untuk Shania, belum Beby bicara menanggapi kata-kata Ve. Shania keburu lari untuk pergi dari lapangan basket karena dia tidak tahan dengan apa yang di ucapkan Ve.
"EeHHh! denger ya!!Suatu saat nanti, semuanya akan terbukti!!! Ayahnya Shania bukan Koruptor, dan kamu... pasti akan dapat balasan setimpal atas apa yang sudah sering kamu lakuin sama murid-murid di sekolah ini, dan juga Shania!!!" ucap Beby dengan di akhir kalimat seperti mendoakan Ve. Lalu Beby pun pergi dari lapangan untuk mengejar Shania, Ve dan 3teman nya tertawa puas, murid-murid lain pun bubar.
Setelah kejadian hari itu, Shania selalu di pandang rendah oleh murid-murid yang ada di gedung SMP dan saat bertemu dengan murid SMA dia pasti mendengar kata-kata yang tidak enak masuk ke gendang telinganya tentang ayahnya. Meskipun begitu, anggota Osis baik di SMP maupun SMA tidak ada yang menghakimi Shania mereka tetap mengikut sertakan Shania dan respect dengan gadis tinggi yang memiliki lesung di dekat bibirnya saat dia tersenyum. Ayahnya masih menjalani serangkaian pemeriksaan terkait kasus itu (Masih Saksi katanya).
satu minggu Shania merasakan asing nya berada di sekolah sampai akhirnya KPK menetapkan kalau Natha Prasetyo bukanlah tersangka untuk kasus suap wisma atlit (lama bener kerjanya tu KPK_-).
*Selesai ah Flasbacknya*

Nabilah ingat dengan kejadian itu, karena dia pun melihat dan mendengar bagaimana waktu itu Ve bicara dengan seenaknya. Ve hampir tidak bisa memaafkan dirinya sendiri atas apa yang pernah dia perbuat pada adik kelasnya itu wajahnya terlihat sangat penuh dengan penyesalan.
"Nabilah tahu kak, Nabilah tahu banget soal itu~ tapi.. kak Ve kan pasti punya alasan kenapa dia dulu bersikap menyebalkan dan menjatuhkan orang lain dengan seenaknya!!" Nabilah masih ingat dengan cerita Ve saat main ke rumahnya Ve.
"Alasan? alasan apa sih Bil? Yang pasti si kak Ve itu, ngelakuin semua kesewenangannya sama murid-murid disini! Itu untuk kesenangannya, karena dia anak dari pemilik yayasan, jadi dia dengan bangganya membuat murid lain terlihat sangat rendah di depan dia" jelas Beby
"apa... itu artinya kalau Nabilah mau meninta maaf sama kak Shania dan juga kak Beby atas nama kak Ve kalian gak akan maafin?" Nabilah bertanya
"denger ya Bil, aku gak akan pernah lupain hari itu.. saat kak Ve dengan enaknya bilang aku itu anak koruptor dan ayah ku seorang koruptor dan~ ah udahlah, intinya aku.. gak akan mau maafin DIA!!" kata Shania dengan tegasnya, Beby mengangguk "biarin aja si kak Ve itu ngerasain balasan dari apa yang sudah dia perbuat!!" ujar Beby.
Nabila diam sejenak setelah mendengar ucapan Shania dan Beby, lalu "em~ Nabilah tahu pasti berat waktu itu ada di posisi kak Shania ataupun kak Beby saat kak Ve bertingkah seenaknya pada kalian, tapi Nabilah cuma mau bilang satu hal..." Nabilah diam sejenak melihat sekilas ke arah Ve "semua orang bisa berbuat kesalahan, entah itu kecil ataupun besar! Namun tidak semua orang yang dengan beraninya mau mengakui kesalahannya, menyesalinya dan meminta maaf untuk apa yang sudah di perbuat, bahkan saat dia sudah tidak berdaya dia akan terus berjuang untuk mendapatkan maaf itu! Karena dia tahu itu salah!!" Nabilah bicara begitu terdengar dewasa, Shania dan Beby melihat Nabilah dengan pikirannya mencerna ucapan Nabilah.
*bell masuk bunyi*
"oh ya kak, orang besar itu selalu mampu memaafkan kesalahan orang lain yang sudah di perbuat padanya. Mereka tidak pernah menyimpan dendam, karena untuk mereka dendam hanya membuat hati dan pikirannya tidak bisa bebas!! Dan akhirnya mereka tidak pernah maju!!!" Nabilah berhenti dengan ucapannya dan tersenyum manis "itu yang Nabilah baca di sebuah buku kak!" lalu Nabilah pamit pada keduanya untuk masuk kelas, tanpa menghiraukan reaksi Shania dan Beby karena dia sudah mendengar bell masuk. sementara itu, ke2 senior yang tadi begitu sinis hanya diam terpaku setelah mendengar ucapan-ucapan Nabilah yang notaben nya adalah adik kelas mereka, tapi begitu terdengar dewasa saat bicara barusan.
Ve melamun di sebelah Nabilah, dia tidak bicara ataupun merubah ekspresi sedihnya karena masih menyesali setiap tingkah lakunya yang sampai membuat semua orang sebegitu membencinya.
"udah~ mukanya jangan ditekuk gitu! Udah jelek karena pucat, di tambah nekuk... semakin jelek jadinya!!" kata Nabilah sambil berjalan, Ve melihat Nabilah lalu bicara
"kalau kesempatan itu bisa kakak dapetin (bangun dari komanya)" Ve berhenti "kak Ve bakal datengin setiap murid di sekolah ini Bil!" Nabilah hanya bisa menyimak "kakak bakal minta maaf langsung sama mereka dan kalau perlu... kakak akan sujud depan mereka semua, gimanapun dan apapun caranya agar mereka mau maafin kak Ve! Kakak akan lakuin itu!!" Nabilah tersenyum (edisi ini terdengar sedikit serius).
"dan kesempatan itu pasti akan kakak dapetin, karena kesempatan bukan datang tapi diciptakan kak!!" giliran Ve yang tersenyum "Nabilah akan bantuin kak Ve untuk menciptakan kesempatan itu..." mereka berdua saling melihat dengan senyum menghiasi wajahnya (padahal tadi Shania sama Beby tidak mau maafin Ve, tapi mereka bisa akrab dan seperti tanpa beban saat tidak menerima kata memaafkan)

~Pulang Sekolah~
Saat Nabilah akan keluar dari gerbang (Ayana dan Gaby belum pulang, mereka ikut ekskul dulu) dia melihat Ghaida dan Nisa dan... ada satu murid lagi yang berjalan di sebelah Nisa.
"itu kak Ghaida sama kak Nisa.." tunjuk Nabilah, Ve melihat lalu mengangguk sambil bicara "ada kak Diasta juga!" kata Ve
"kita bisa minta maaf dan ngembaliin cosplay nya sama mereka bertiga langsung kak?! Kalau tadi pagi kan cuma berdua!!" Ve mengangguk dan bilang 'emm!' Nabilah ditemani Ve menghampiri mereka.
"kak Ghaida~ kak Nisa~ kak Diasta~ selamat siang kak!" Nabilah membungkuk di depan mereka bertiga
"kamu laagi..." ucap Nisa menyambut sapaan Nabilah, tapi kali ini dengan kepala dingin Nabilah menanggapi tone menyebalkannya Nisa dengan senyum
"ada apa... Nabilah!" lalu Ghaida bicara sambil menyebutkan nama Nabilah (biasa dari bet nama yang di sebelah kanan)
"dia siapa Ghaida?" tanya Diasta yang bingung karena disapa anak SMP
"yang tadi saat di ruangan aku sama Nichan ceritain" Ghaida menjelaskan,
"yang bicara sendiri setelah adu mulut sama Nichan?" Diasta mencoba menegaskan, Ghaida dan Nisa mengangguk.

"Nabilah minta maaf untuk yang tadi pagi kak!" senyum Nabilah saat mendengar Diasta begitu gamblang mengucapkan kalimatnya
"dia lebih manis ya, daripada tadi pagi kak!" bisik Nisa pada Ghaida, melihat sikap Nabilah yang tidak nyolot atau sewot. Ve tersenyum mendengar bisikan Nisa pada Ghaida
"sebenarnya, Nabilah tadi pagi menghalangi jalannya kak Ghaida sama kak Nisa itu karena mau..." Nabilah menyodorkan tangan kanannya dengan sebuah big paper bag ada di genggamannya "ngasihin ini kak!" Ghaida dan Nisa saling bertukar pandang, Diasta ikut bingung "ini... barang milik kak Ghaida, kak Nisa sama kak Diasta juga!!" ke 3 nya mengangkat ke 2alis mata mereka kaget mendengar 'barang milik', Nisa mengambil paper bag nya dan membuka. Saat melihat isinya mulut Nisa menganga
"isinya apaan Nichan?" tanya Ghaida penasaran apalagi melihat ekspresi Nisa, Diasta tak kalah penasaran.
"Co...s...pl..ay.. Kak!" Nisa terbata karena tak percaya kalau costume play nya yang hilang 2minggu lalu ada di depan matanya. Ghaida segera mengambil paper bag dari Nisa dan mengeluarkan isinya "kamu dapat dari mana barang ini?" tanya Ghaida pada Nabilah; barang-barang sudah di tangan pemiliknya.
"mm- itu... itu Nabilah dapat dari... dari kak Ve, kak!"
Nisa, Ghaida dan Diasta terbelalak
"tuh kan kak Ghaida, kak Diasta.. apa Nichan bilang waktu itu! Emang bener kan yang ngambil costume kita itu kak Ve!!" kata Nisa mengingat kejadian 2minggu lalu.
"Nabilah dapat costume itu di rumah kak Ve, costume nya masih sama kok! Gak ada yang rusak atau cacat atau luntur!!" Nabilah menjelaskan
"kamu kenal sama Ve? Kamu siapanya dia?" Ghaida bertanya
"Nabilah~ Nabilah adik sepupunya kak Ve, kak!" kembali Nabilah menggunakan alasan adik sepupu "dan Nabilah ngembaliin cotume itu sama kakak-kakak, sekalian mau bilang..." Nabilah berhenti dan melihat mereka satu-persatu "maaf, Nabilah atas nama kak Ve mau minta maaf sama kak Ghaida, kak Diasta dan juga kak Nisa!!"
"buat apa kamu minta maaf atas nama kakak sepupu kamu?" tanya Diasta
"Nabilah cuma, gak mau melihat kak Ve gak berdaya kayak sekarang! Dia gak bisa meninggal tapi gak bisa hidup juga!!"
"maksudnya?" Nisa heran, Ghaida dan Diasta menyimak karena pertanyaannya sudah di tanyakan Nisa
"yaa, kan kakak semua tahu kalau kak Ve itu lagi koma.. dan Nabilah pikir dengan semua tingkah laku tidak menyenangkannya kak Ve pada kakak semua dan kakak lainnya di sekolah kita, kak Ve jadi gak bisa meninggal gak bisa hidup juga! Dia ada diantara dua dunia tanpa bisa melakukan apapun!! Nabilah berharap dengan Nabilah meminta maaf atas nama kak Ve dan kalian mau maafin kak Ve, kak Ve di kasih kemudahan oleh Tuhan untuk hidupnya. Apa dia akan selesai atau masih ada season selanjutnya di perjalanan hidupnya yang masih singkat ini!!!" Nabilah memainkan bibirnya "gak kayak sekarang kak, kak Ve gak hidup tapi gak meninggal juga!!" Nabilah mendesah mengakhiri kalimatnya.
Nisa, Ghaida, dan Diasta berpikir sejenak akan tingkahnya Ve di masa lalu (belum lama lah LALU nya). kemudian... Diasta yang lebih dewasa dari Ghaida dan Nisa pun bicara
"apa yang kamu katakan memang benar, kasian Ve.. dia gak bisa hidup tapi gak bisa meninggal juga! Hmm~ sebenarnya... kak Nyash (panggilan Diasta) gak pernah dendam sama kak Ve, ya emang sih sempat ada kesal juga tapi kakak gak pernah sampe nyimpen itu dalam hati!" ~ "jadi, kak Nyash (karena dengar Diasta nyebut namanya sendiri 'Nyash', jadi Nabilah sok akrab dengan nyebut namanya Diasta jadi Nyash) mau maafin kak Ve?" Diasta mengangguk dengan senyumnya pada Nabilah, Ve ikut tersenyum melihat scene itu.
Ghaida dan Nisa pun angkat bicara, setelah mengemukakan kekesalannya di hari yang lalu pada Ve, mereka akhirnya memaafkan si queen witch. Nabilah, terlebih Ve tersenyum gembira mendengar ucapan 'memaafkan' dari ketiga cosplayer PUTRI JAKARTA itu. Seperti sebelumnya Nabilah kembali membungkuk mengucapkan terima kasih karena mereka mau memaafkan Ve.
Di lain jarak yang tidak begitu jauh dari ke 4 murid itu berdiri, Shania dan Beby melihat adegan itu dan sayup-sayup mendengar percakapan mereka. Setelah Ghaida, Diasta dan Nisa pergi meninggalkan Nabilah, Shania dan Beby menghampiri Nabilah.
"Nabilah~" Beby memanggil Nabilah
"kak Beby, kak Shania~" gumam Nabilah, lalu dia menatap Ve dan Ve balas tatapan itu. Shania dan Beby sudah dekat
"kita mau ngomong sama kamu!" Nabilah mulai menerka apa yang akan di bicarakan kedua orang yang saat istirahat tadi sempat bicara dengannya.

Bersambung lagi.. ^_^
Aku tunggu kicauannya ya.. Arigatou :)
Maaf Kalau membosankan!! ^_^a

0 comments:

Poskan Komentar