Selasa, 23 April 2013

-Journey- BabI -Introducing- #Chapter15



Setibanya di kost-an, setelah memarkirkan sedan hitam nya. sendy berjalan menuju kamarnya, tapi langkahnya terhenti sendy melihat seseorang sedang berdiri gelisah di depan kamarnya, yang bersebelahan dengan kamar sendy. "loh, Sonia! Kamu ngapain jam segini masih di luar?!" tanya sendy setelah melihat jam di tangannya sudah menunjukan pukul 02.00 pagi.
"ka sendy.. Kaka belum pulang!" jawab sonia begitu terlihat cemas, "stella belum pulang jam segini?!" tanya sendy yang sudah berdiri di dekat sonia "kamu udah telepon ka stella?" "udah, tapi ga di angkat! Di sms juga ga di bales! Sonia takut ka, kalo ada apa-apa sama ka stella gimana?" ujar sonia, sendy memeluk sonia mencoba menenangkannya. "kita tunggu di dalem yu, ka stella mungkin masih ada kerjaan yang harus di beresin." sendy membawa sonia masuk.

Stella tinggal bersama adiknya di jakarta dari dia kelas 1SMA. Ayah dan ibunya tinggal di Riau mereka mengirimi stella dan sonia uang satu bulan sekali. Selama 2th ini mereka tinggal di jakarta semuanya baik-baik saja, sampai akhirnya 2minggu yang lalu stella dapat kabar dari ayahnya bahwa usaha ayahnya di bidang properti mengalami penurunan. perusahaan collapse tidak bisa membayar hutang ke Bank atas pinjaman nya dulu dan akhirnya harus di sita. Stella pun memutuskan untuk mencari pekerjaan yang bisa di jalani tanpa mengganggu aktifitas sekolahnya. Stella yang masih ber status sebagai pelajar dia juga tidak memiliki pengalaman dalam dunia kerja. Membuatnya sulit mendapat pekerjaan. Tapi, akhirnya ada sebuah Club malam yang menerima stella sebagai waitress disana dengan jam kerja dari jam 9 sampai jam 1 malam. Mau tidak mau karena memang butuh uang untuk kehidupan sehari-harinya dia dan sonia, dan juga stella tidak ingin menambah pikiran ayah dan ibu nya tentang kondisi keuangan mereka di jakarta. stella pun mengambil pekerjaan itu.

30menit sudah sendy dan sonia menunggu, terdengar suara derum mobil dari arah luar. Sonia bergegas menuju ke luar diikuti sendy. "kaka..." sambut sonia, dengan cepat dia memeluk stella "ihh, lepasin geli tau!" ucap stella "ga mau, lagian kaka! Di telpon ga diangkat di sms ga di bales. Sonia kan hawatir ka!" sonia masih memeluk stella "manja banget sih ni anak! kamu udah liat kan kaka ga apa-apa. Udah ah ngantuk tau! Mau tidur. kamu juga jam segini masih belum tidur! cepetan tidur sana!!" stella melepaskan pelukan sonia. Mereka masuk ke kamar setelah mengucapkan terima kasih pada sendy yang sudah mau menemani sonia dan menunggu dirinya pulang.

Pagi hari, melody berjalan sendiri di lorong kampus. "melody..." seseorang memanggil nama melody seraya berlari mendekatinya "kamu.. Melody kan?" tanya pria itu setelah berdiri di depan melody, "ia.." jawab melody "ini..." pria itu kembali berkata sambil memberikan setangkai mawar, melody mengerungkan wajahnya. "ini ambil, bunga ini titipan dari seseorang!" kata si pria yang tidak dikenal melody ini. "tunggu sebentar.." melody memegang pergelangan tangan pria itu setelah menerima mawar dari nya "siapa seseorang itu? Terus kamu, anak fakultas mana?!" melody memberondongi pria yang satu kampus dengannya itu dengan pertanyaan2 nya "gue ga tau siapa orang nya, tadi di parkiran gue di suruh ngikutin lu. Terus di suruh ngasihin bunga itu" jawab pria kurus itu "udah ya, gue ada kuis di kelas!" lanjut pria yang memakai tas punggung hitam itu sambil melepaskan genggaman melody, kemudian berlari meninggalkan melody yang masih terdiam.

Melody kembali melanjutkan langkahnya dengan pikiran melayang menerka si pengirim mawar. Ini yang ke2 kalinya melody mendapat mawar merah. Saat sampai di kelas, sonya dan mova sudah datang mereka sedang berincang dengan teman-teman lainnya. Melody langsung duduk di kursinya, "wahh, pagi-pagi udah bawa-bawa mawar aja." ucap sonya yang melihat kedatangan melody "pake ngelamun lagi!" lanjut sonya "mawar dari siapa tuh?!" mova ikut bertanya, mereka kini duduk di sebelah kanan dan kiri melody. "kalian berdua mau bantuin aku ga?!" melody tiba-tiba melontarkan pertanyaan, sonya dan mova saling menukar pandang kemudian bertanya balik "bantuin apa?" kata sonya "masalah nabilah?!" tambah mova "bukan! Ini ga ada hubungannya sama nabilah. tapi, sama mawar ini!" ucap melody. Melody mulai menceritakan kejadian saat pertama kali dia menerima mawar seminggu yang lalu, dan menerima mawar yang kedua kalinya dengan wangi yang sama dan sepucuk surat dengan tulisan yang menunjuk pada satu kejadian dulu. Namun melody masih belum bisa menerka makna dari tulisan di surat dan dari siapa sebenarnya mawar itu.

..bersambung..

0 comments:

Poskan Komentar