Selasa, 23 April 2013

-Journey- BabI -Introducing- #Chapter1



Cuaca begitu cerah. dimulai dari kokokan ayam jantan yang membangunkan pemimpi untuk segera bangun,
suara kicauan burung yang saling bersahutan menanti sang penerang siang.

Hangatnya mentari pagi yang menyeruak melalui celah-celah tirai di kamar bercat biru langit, seolah ingin membangunkan seorang gadis belia
yang beranjak remaja. Memiliki sejuta impian dengan semiliar cara untuk mewujudkan nya. Dialah Nabilah Ratna Ayu Azalia yang baru menyelesaikan
pendidikan menengah pertamanya. "Hoaamm,, Selamat Pagiii Duniaaa.." Nabilah membuka jendela kamarnya, sejenak dia melihat keatas kemudian
tersenyum 'Aku Pasti Bisa! Semangat Nabil..'. dengan penuh semangat dia menuruni tangga,
"Selamat Pagi.." bibirnya membuat sebuah senyum manis, dia duduk di sebelah Kakanya. meletakan sebuah map

"ini sudah siang, bukan pagi lagi!" suara dari seorang pria berusia sekitar 40th itu membuat nabilah terdiam
"kamu itu sudah mau masuk SMA masih saja berkelakuan seperti anak kecil!" katanya dengan mata tidak beralih dari koran
"ini kan hari libur pah" jawab Nabilah
"Apa hari libur selalu kamu jadikan alasan untuk bisa bangun siang?!"
"Maaf Pah," ucap nabilah.
Ruangan keluarga itu seketika menjadi dingin di tengah hangatnya mentari yang sedang berjalan menuju langit paling atas.
Bebarapa menit lamanya nabilah diam, dia akhirnya memberanikan diri untuk kembali bicara
"Nabilah ingin melanjutkan Sekolah disini pah." ucapnya sambil menyodorkan sebuah map, Ibu dan kakanya melihat kearah nabilah
kemudian menatap Map itu. Ayah mulai melihatnya "Galaxy School of Art! Hah.. Tempat apa ini?!" kata-kata Ayah begitu
sinis "Kamu mau sekolah disini? Ditempat seperti ini?!" tanya Ayah, Nabilah mengangguk "apa yang mau kamu lakukan di tempat seperti ini?!
Menari? Menyanyi? Memainkan alat musik? ia?!" ucapan Ayah membuat nabilah tertunduk lesu
"Nabilah! Papa sudah sering bilang sama kamu, jangan pernah lagi melakukan hal-hal yang tidak berguna seperti ini!" ...
"coba kamu lihat kakak kamu? Dia tidak pernah membantah apa yang papa perintahkan, tapi kamu. Kamu selalu membuat papa kecewa!
Mau sampai kapan Nabilah?,-" ,,
"sampai papa mau memahami keinginan nabilah!" jawab
Nabilah membuat Ayah menatapnya

..bersambung..

0 comments:

Poskan Komentar