Selasa, 23 April 2013

-Journey- BabI -Introducing- #Chapter11



Matahari telah berada di ufuk barat bersiap untuk menenggalamkan panasnya. Di rumah sakit shania yang sudah di temani kembali oleh mbo nah dan pa warman, yang tadi mencari shania kemudian di tunjukan oleh seseorang yang mengenali ciri-ciri shania dari pertanyaan mbo nah ke rumah sakit ini.

Shania Menunggui kinal yang sudah di pindah ke ruang rawat setelah tadi 4 jam lebih di ruang UGD di tangani dokter. Tak lama kemudian ibu kinal datang dengan setengah berlari menghampiri bangsal tempat kinal berbaring, shania yang sedang duduk di sebelah kinal langsung berdiri.
"ya tuhan kaka, apa yang sudah terjadi?" ibu kinal mengelus halus rambut kinal dengan matanya mengeluarkan tangis ke hawatiran.
"maafin aku tante.." shania bersuara, membuat ibu kinal mengalihkan pandangannya
"kamu nak, yang tadi menghubungi ibu?" tanya ibu kinal, shania mengangguk seraya menjelaskan kejadian yang menimpanya dan yang membuat kinal sampai akhirnya pingsan dan harus di bawa ke rumah sakit. Ibu hanya bisa meneteskan air mata mendengar cerita shania, ibu duduk di sebelah kinal sambil memegang lembut tangan kinal.


Setelah kejadian konyol tadi. Melody, sonya dan mova akhirnya ikut gabung di kamar nabilah. mereka asik membangun obrolan sampai Terlihat ayana berbisik pelan ke nabilah, sonya yang melihat hal itu dengan cepat menegur "hey, kenapa bisik-bisik gitu? Ga sopan tau! Disini ada lebih dari 2org!" membuat ayana kaget "engga ka, maaf, itu.. tadi aku bisik ke nabilah soal... Soal nanyain kaka yang itu" jawab ayana sambil menunjuk ke arah mova,
"aku?!" ucap mova sambil menunjuk diri sendiri
"ia, kaka! Kaka bukannya ka Alissa Galliamova itu ya?!" tanya ayana dengan wajah tak percaya nya
"ia, aku emang yang kamu sebutin" jawab mova
"berarti bener dong! Kaka artis kan? Yang sekarang lagi jadi pemeran utama Aisyah di sinetron 'Aku Bukan Aisyah'?!" ayana kembali bertanya begitu antusias, cindy yang mendengar hal itu ikut-ikutan angkat bicara "hah! 'Aku Bukan Aisyah' itu kan sinetron yang sering di tonton sama kaka sama bunda aku.." sambil menatap wajah mova. "ia! Itu emang ka mova.." jawab nabilah dengan nada datarnya
"jadi beneran kaka ka alissa!" ucap ayana, dia merangkak mendekat ke mova. Mova tersenyum melihat tingkah ayana "aaaa,, bil, bil.. Photo in aku dong! Cepetan nabilah!" ayana memberikan ponselnya pada nabilah.
"aku ikutan." seru cindy, ikut mendekat ke arah mova. melody tersenyum melihat tingkah dari teman-teman adiknya ini.
Melihat ayana, cindy, dan nabilah yang saling bergiliran photo bersama mova, Akhirnya sonya mengusulkan untuk photo-photo bareng. nabilah, melody, ayana, mova, dan cindy pun mengikuti dengan senang hati. Dengan pose nya masing-masing mereka saling bergiliran: pose ber2, ber4, sampai berbarengan semuanya. Dengan kamera digitalnya disimpan di atas meja belajar nabilah.

Setelah melakukan beberapa pose, tiba-tiba ponsel cindy berdering. Dengan cepat cindy mengambilnya, dan segera menekan tombal accept
"halo, bunda.." ucap cindy, "apa! Ko bisa? Kenapa bunda? Tapi ka kinal ga parah kan bunda?! Terus sekarang di rumah sakit mana?!" cindy begitu terdengar hawatir setelah mendengar penjelasan ibunya tentang kondisi kinal dan menyuruh cindy untuk datang ke rumah sakit. "cindy sekarang kesana bunda" kata cindy seraya mematikan ponselnya.

Nabilah dan ayana yang sudah ada di dekat cindy saat tadi cindy mengucapkan kata rumah sakit menanyakan apa yang terjadi "aku pamit dulu ya nabilah, aku harus ke rumah sakit!" ucap cindy, tidak begitu memperdulikan pertanyaan nabilah dan ayana
"ia tapi kenapa? Apa yang terjadi sama ka kinal?!" nabilah kembali bertanya
"kata bunda 'kaka masuk rumah sakit, abis berantem sama preman yang gangguin temennya'" jawab cindy dengan wajah begitu cemas,
"ya sudah biar ka melody antar kamu ke rumah sakit!" ucap melody yang sedari tadi menyimak
"jangan ka, nanti malah ngerepotin" jawab cindy
"udah ga apa-apa, dari pada sekarang kamu sendirian ke rumah sakit, dengan pikiran kamu yang mencemaskan kaka kamu. Kalo terjadi apa-apa di jalan gimana?" tutur melody, "tapi, ka.." "ga usah banyak tapi, kalo kamu masih terus bicara kita ga akan berangkat-berangkat!" melody memotong ucapan cindy. Merekapun berangkat ke rumah sakit tanpa mova, karena mova harus kembali ke lokasi syuting menjalankan aktifitasnya.

Jam 21.00. melody, nabilah, sonya dan ayana berpamitan pada ibunya kinal. Sebelum pulang nabilah dan ayana memeluk cindy, mereka memberikan semangatnya "ka kinal pasti baik-baik aja, dia kan kuat" kata nabilah
"ka kinal itu... Kaka favorit aku, di pasti bisa ngelawatin semuanya" ayana ikut bicara.
"makasih ya.." balas cindy.

Melody yang melihat hal itu, merasakan iri. Dia melihat nabilah begitu dekat dengan ibunya cindy, dengan cindy, dan bahkan sepertinya dengan kakanya cindy juga. Nabilah terlihat hawatir dan mencemaskan kinal yang adalah kaka dari sahabatnya. Terbersit dalam benak melody
"apa nabilah juga akan sehawatir dan secemas ini jika aku yang berbaring di bangsal itu?".

..bersambung..

0 comments:

Poskan Komentar