Minggu, 21 April 2013

HAL TERINDAH


Di tengah sunyinya malam hari, aku tengah asik membuat surat dikamarku, bisa dibilang surat cinta sih. tapi entah kenapa aku selalu gagal,mungkin karena di dalam pikiranku terlintas terus wajah seorang gadis yg telah mengalihkan duniaku.bagaimana tidak, mulai dari senyumnya yg manis, lalu sorotan matanya yg indah, pokoknya semua yg ada pada gadis itu sungguh menawan. hingga ke 4 kalinya aku gagal lagi dalam membuat surat, aku pun muak dan merobek kertas itu. apakah dia akan membalas cintaku? Atau dia akan menolak mentah2 pernyataan cintaku?. " ah tidak, pasti dia akan membalas cintaku dan menerima pernyaataan cintaku" hiburku dalam hati. Lalu aku menelepon sahabatku jefry utk meminta bantuannya agar dapat memecahkan masalahku. "jef, gue boleh minta tolong gak sama lo?" tanyaku. "tolong apa?" jawabnya. "hmmm.. Susah jelasin lewat telepon. Mending gue kerumah lo aja. Ntar dirumah lo gue ceritain semuanya" pintaku ke dia. "okelah, gue tunggu ya" "ok" jwabku sambil mengakhiri percakapan kami di telepon. Akupun segera mengambil kunci motor dan menyalakan mesin motor ku. Lalu kutancapkan gas ku menuju rumah jefry.

Setibanya dirumah jefry aku di ajak masuk olehnya, dan kamipun duduk di halaman belakang rumahnya. "jef, tolongin gue dong?" pintaku dengan nada memelas. "iya, tolong apa?" jawab jefry. "gue jatuh cinta jef" "hah? Sama orang?" ejek jefry. "yaiyalah gue kan masih normal." jawabku kesal. "hahaha... Kirain sama ayam tetengga gue." ejek jefry lagi. "lo mah sama sahabat sendri kyk gtu. Bukannya bantuin, malah diledekin." kesal ku. "hehehe... Becanda sob. Emang lo jatuh cinta ama siapa?" tanya jefry. "hmmm.. Sama NABILAH" jawabku sedikit malu. "what?" jefry terkejut. "kenapa jef? Kok lo kaget gitu pas gue sebut nama nabilah?" tanyaku menyelidik. "ah, gak ada apa2 kok. Ciuuus deh" jawab dia dengan nada alay. "miapah?" kataku. "miyabiii"jawabnya. Kamipun tertawa bersama melihat kekonyolan kami berdua, walau aku ragu dengan jawaban jefry tadi, tapi yasudahlah, gak ush dipikirin." Mending pikirin nabilah" pikirku dalam hati. "sekarang intinya lo mau kagak bantuin gue buat deketin nabilah?" tanyaku dengan wajah serius. "hmmm.. Oke gue mau kok bantuin lo. Buat sahabat gue apasih yg nggak.. Gini aja, besok biar gue datengin dia dan gue akan bicara sama dia. Gmna?" "up to you aja deh, gue ikut aturan main lo aja". "oke, besok lo tinggal tunggu kabar dari gue aja ya.." "oke" jawabku singkat. Lalu akupun pulang kerumah setelah berpamitan dengan dia dan juga keluarganya. sekarang tinggalah jefry sendirian. Pikirannya kacau. Entah apa yg dipikirkannya. dia menjadi sangat gelisah.

Besoknya aku kerumah jefry lagi. aku dapat kabar dari jefry, bahwa nabilah mau ketemuan sama aku di taman kota. Aku seneng bgt. "makasih ya jef, lo emang sobat gue yg paling top" pujiku. "ah lo nih, biasa aja. Kan gue udh bilang, buat sahabat aku satu ini apa sih yg nggak. Hehehe..." kata jefry. Lalu aku pamit pulang kerumah dengan semangat yg membara. Sesampai dirumah aku berhias sekeren mungkin, agar nabilah kagum saat melihat aku sbg pangeran tampannya. Waktu yg dijanjikan pun tiba. Aku sangat deg2an, sampai2 suara jantungku seperti seorang drumer yg sedang memainkan drumnya. Dug dug tak, dug dug tak..

Aku melihat nabilah dari kejauhan yg sedang duduk di kursi taman, perasaanku menjadi gak karuan. "Dari jauh aja keliatan kawaii, apalagi dari dekat? Bidadaripun akan iri dengan kecantikan nabilah." pikirku dalam hati. Lalu aku samperin dia. "haaiii" sapaku. "hai juga" balas nabilah. "udah lama nunggu ya?" tanyaku. "nggak, baru aja nyampe" jawabnya. Aku pun duduk di sebelah nabilah. "nab, sebenarnya a..a..akuuu..........-" kataku dengan terbata2. Belum siap ngomong tiba2 nabilah memotong omonganku. "iya, nabilah udah tau kok apa yg mau kamu omongin." potong nabilah. "hah? Tau dari jefry ya?" tanyaku. Nabilah pun menganggukan kepalanya. "hmmm... Lalu perasaan kamu ke akunya gmna bil? Tanyaku. Nabilah pun terdiam. Sepertinya ada rasa bersalah dalam dirinya terhadap aku. "heri... Sebenarnya akuu....." belum siap dia berbicara, air mata telah mengalir membasahi pipinya yg chubby itu. "kamu kenapa nab?" tanyaku. "sebenarnya jefry itu adalah pacarku" dia menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya, tangisnya pun semakin menjadi. "apa!!" akupun terkejut mendengar pernyataanya. Jantung ku terasa berhenti berdetak pada saat itu. "jadi jefry itu pacar kamu?" tanyaku lemas. Nabilah pun mengagguk pelan. Lalu kupandang dia. Dia masih menangis, badannya pun bergetar hebat. Ia sembunyikan wajahnya dibalik kedua telapak tangannya. Lalu aku pegang tangannya sehingga terlihat wajahnya yg telah dibanjiri oleh air mata. Aku mengelus tangannya yang sangat lembut. "lalu, kenapa kamu mau menemuiku?" tanyaku dengan nada pelan. "jefry menyuruh ku, dia gak mau ngecewain kamu, walau berat bagiku...." nabilah menghentikan omongannya. Ku lap air yg meleleh membasahi pipinya dengan jariku. ".....untuk meninggalkan jefry" lanjut nabilah melihat ke arahku sambil tersedu2. Hatiku semakin hancur ketika mendengranya. Ingin rasanya ku menagis, tapi aku ingin terlihat tegar dimata nabilah. "nab" panggilku. "iya?" dia menatapku dengan serius. " kalau kamu benar2 sayang sama jefry, kembalilah ke dia. Aku bahagia melihat kamu bahagia" kataku dengan nada sok cool, padahal...... "her, aku harap kamu bisa mendapatkan gadis yg lebih baik dariku, yang bisa menyayangimu apa adanya." kata nabilah menghiburku sambil memelukku. Pelukannya yg hangat langsung mencairkan hatiku yg beku. Pelukan yg selama ini kuharapkan dari nabilah sbg seorang kekasih. Akupun membalas pelukannya. Aku merasa nyaman berada dalam pelukannya. Aku tak ingin melepaskannya. Tapi apa daya, dia adalah pacar sahabtku, apa boleh buat. Kulepaskan pelukannya, lalu aku berkata "makasih ya nab. Aku harap hubungan kamu dengan jefry makin langgeng" kataku dengan berat hati. Lalu ia tersenyum kepadaku. Lalu ia pergi meninggalkan ku seorang diri di bangku taman. Di satu sisi aku sangat kecewa dengan kejadian yg barusan menimpaku. Tapi disisi lain aku sangat senang karena aku punya sahabat yg baik yg mau mengorbankan apapun demi sahabatnya, bahkan mengorbankan pacarnya sendiri. Dan juga aku sangat senang mendapat pelukan dari org yg kusayang. "nab, mencintaimu adalah HAL TERINDAH yg pernah kudapatkan..." kataku dalam hati.


Heri Ertapaja
@Heri_Soundtrack

0 comments:

Poskan Komentar