Jumat, 14 Juni 2013

Cita-cita dan Persahabatan Part 1


Pengarang : M Ade Putra
SocMed FB : M Ade Putra

SocMed Twitter : @Adit_Ade_

Di pagi hari yang cerah secerah senyuman melody dia menatap hari dengan senyuman yang indah sambil berkata “hay, cerah banget hari ini" setelah berkata itu dia langsung menuju kamar mandi. Sesampainya di kamar mandi ia bertemu dengan adiknya yaitu frieska dan mereka pun berebut kamar mandi, "ade kan kaka dulu yang pegang pintu kamar mandi" kata Melody mendorong-dorong Frieska  "sebagai kaka yang baik harus mengalah kepada adiknya" sanggah Frieska, melody pun membalasnya perkataann dari frieska “yang muda harusnya mengalah kepada yang tua" frieska pun tidak mau kalah dari kakanya, dia pun membalas perkataan melody “tapi kan yang tua harus memberi kesempatan kepada yang muda” mereka pun terus berdebat hingga ayah mereka datang melerai pertikaian mereka. 
“hei, ada apa ini bukannya mandi malah ribut di depan kamar mandi" kata ayah Melody dan Frieska. Frieska pun langsung menjawab dengan cepat “ini pah ka melody masa aku mau mandi aja di rebut sama kak melody” melody langsung menjawab pernyataan adiknya, "hei kan kaka dulu yang ke kamar mandi adik aja yang langsung nyerobot mau masuk” mereka pun memulai pertengkarannya lagi hingga ayahnya pun dibuat repot kedua anak gadisnya ini, "hei sudah sudah melody kamu sebagai kaka harus mengalah sama adik kamu ya “kata ayah, melody yang mendengar perkataan ayahnya pun langsung memanyunkan bibirnya tetapi ayahnya malah tertawa melihat ekpresi melody.
 “bye-bye kaka adik yang duluan weee” Frieska meledek melody sambil menjulurkan lidahnya, melody pun menjawab “iya cepet cepet mentang-metang kamu masih kecil kamu yang di belain terus sebel,sebel,sebel cepet mandi kamu jangan lama entar kaka terlambat nih" frieska pun langsung menjawab “iya bawel hahaha”.
Setelah frieska selesai mandi melody pun langsung buru-buru mandi karana iya takut terlambat, setelah mereka rapih melody yang memakai baju SMA sedangkan frieska memakai baju SMP menuju tepat makan di tempat makan pun mereka tidak berbicara banyak.
 ***
Di sebuah apertemen tinggal seorang anak yang bernama Nabilah Ratna Ayu Azalia, dulunya nabilah adalah seorang bocah kecil yang sangat bahagia tapi itu semua telah berubah ketika negara api menyerang apartemen *ehh yang bener* tapi itu semua berubah setelah kepergian ayahnya  1 tahun lalu dan hingga saat ini dia belum bisa melepas sosok ayah di hatinya sehingga dia masih di selimuti kesedihan, ibunya pun tidak bisa berbuat apa-apa karna dia sibuk dengan pekerjaan-nya Nabilah menjalani hari-harinya dengan kesendrian dan hanya di temani boneka pemberian ayahnya yang ia beri nama “dede ANI” boneka itu juga sebagai pengobat rindu kepada ayahnya. 
Pagi hari ia terbangun karna bermimpi tentang ayahnya, ia menangis dan berkata “ayah aku kangen ayah, kapan nabilah bisa bertemu ayah kembali" sambil memeluk bonekanya. 
Setelah cukup lama bersedih akhirnya nabilah memutuskan untuk bersiap-siap, karna sekolahannya dekat dengan apertemen ia pun hanya berjalan kaki , di perjalanan ia pun melihat anak-anak yang lain di anter sekolah oleh ayah mereka terkadang ada rasa iri dalam hati tapi itu ia buang jauh-jauh karna ia bertekad tidak mau bersdih lagi, di sekolahan seperti biasa ia duduk sendirian karna teman-temannya tidak berani mengobrol dengannya karna takut salah ngomong dan membuat ia sedih.
Waktu pulang pun tiba ternyata hari itu hujan dan tak ada yang berani keluar dari sekolahan tapi anak-anak yang lain pun menelepon orang tua mereka masing-masing untuk di jemput berbeda dengan nabilah yang hanya bisa menunggu hujan reda hujan yang tidak kunjung reda, semua siswa di sana sudah pergi dengan ayah mereka dan hanya nabilah yang tersisa disana ia masih menunggu dan berharap semoga hujannya berhenti, tapi hujan malah semakin besar dan deras akhirnya nabilah pun melangkah di derasnya hujan. 
Ia menangis di tengah hujan yang besar tidak ada yang tahu kalau ia menangis karna tangisan air matanya tertutup oleh deras air hujan tetapi beruntung ada seorang gadis remaja yang mengetahui jika ia menangis gadis itu bernama rica.
Rica adalah remaja yang bersekolah bersama dengan melody dan SMA nya pun tidak jauh dari sekolah nabilah. Rica yang melihat nabilah sedih di tengah hujan pun ikut merasakan penderitaannya karna dia pun mengalami hal yang sama dengan nabilah, dalam hati rica berkata sambil meneteskan air mata  “dia terlalu kecil untuk merasakan seperti ini" rica langsung menghampiri nabilah sambil membawa payung dan berkata “hay adik kecil kok bersedih sih dan kalo anak kecil itu gak boleh main hujan-hujanan" memberi payung dengan tersenyum, nabilah yang mendengar itu langsung menumpah kesedihannya di pelukan rica “kaka…..” nabilah sangat sedih, dengan erat nabilah memeluk rica.
Rica yang tau perasaan nabilah hanya biasa mengelus “yaudah kalo mau nangis dan curhat kaka siap kok menenangkan dan mendengarkannya" kata Rica. 
Mereka pun hanya terdiam di tengah hujan dengan di iringi tangisan nabilah “kita pulang yuk kaka anterin adik sampe rumah" ajak Rica, nabilah yang mendengar itu pun langsung berhenti menangis dan berkata “ayo ka” mereka pun menyusuri  jalan setapak demi setapak di tengah derasnya hujan setalah sampai di apartemen rica kaget karna ia tinggal di apartemen yang sama dengan nabilah "kamu tinggal disini ? kamar berapa ? kaka juga tinggal disini , kamar kaka nomor 34” kata Rica, nabilah yang mendengar itu pun sangat senang karna dia telah menemukan sosok kaka yang selama ini ia cari, “kaka tinggal disini ? yang bener asyik kalo aku tinggal di kamar 27" begitu senangnya nabilah ia lupa dengan baju basah yang ia gunakan, mereka pun menuju kamar nabilah, setelah mengantar nabilah kekamarnya rica pun berpamitan itu pada Nabilah.

***

Ayana adalah seorang remaja yang suka tidur malah dia bisa tidur 22 jam dalam sehari tapi dia juga pandai berbahasa jepang ibarat kata dia itu kamus berjalan bahasa jepang dan dia juga mempunyai sahabat yaitu rena, rena seorang remaja yang asli dari jepang dia pindah ke Indonesia sejak ia masih berumur  11 tahun karenanya ia mengerti bahasa Indonesia walaupun sulit mengucapkan kosa kata Indonesia. 
Pada saat pagi hari yang dingin dan sejuk ayana tidak mau bangun untuk sekolah karena suasannya lagi dingin enak buat tidur, “ayana bangun udah jam berapa nih kamu mau telat sekolah ???” teriak mama ayana, tapi ayana tidak medengar teriakan mamanya, mama Ayana pun pergi kemarnya dan langsung menarik tangan Ayana untuk bangun sontak ayana pun kaget dan langsung liat jam, “wahhh jam berapa sekarang mahhhhh ???” ayana tergagap-gagap setelah bangun “cepet mandi nanti terlambat , dari tadi mama dah bangunin kamu gak bangun-bangun" kata mama ayana, ayana pun bergegas mandi dan berpakaian untuk berangkat sekolah begitu terburu-burunya ia memakan sarapan paginya di jalan.
Rena yang dari tadi menunggu ayana pun sedikit kesal karna kebiasan ayana yang selalu telat berangkat sekolah, “aduh ayana kemana sih kok lama banget “ rena yang berdumel sendiri dengan nada suara khas ala ala jepang gitu ( lo pikir sendri dah kalo rena ngomong kayak gimana ??)
Setelah beberapa menit rena menunggu akhirnya ayana pun datang dengan berlari tergesa-gesa,  “rena maaf aku telat lagi heheh" kata ayana senyum-senyum, “iya nggak apa kok aku juga dah terbiasa kesel nungguin kamu" kata Rena cemberut, ayana yang medengarnya pun tertawa.
Di sekolah ia mereka pun duduk bersama-sama dan hari ini adalah pelajaran bahasa inggris pelajaran yang ayana paling takuti karena memang ia tidak suka perlajaran bahasa inggris tetapi bagi rena karena rena sangat mahir dalam berbahasa inggris, “hari ini bhs.inggris ya ????” ,  "iyaa memang kenapa ?”  tanya Rena “aduh aku paling males nih pelajaran bahasa inggris apalagi gurunya killer pula makin males aja aku belajar mending tidur saja lah" ayana menyandarkan kepalanya di meja, “jangan-jangan nanti kamu di marahin pak guru aku ngak mau kamu kena marah” kata Rena perhatian “lebih baik aku kena marah dari pada akau harus dengar ia mengajar" ayana kembali siap dalam posisi tidurnya, “heh ayana itu gurunya sudah datang kamu jangan tidur donk” tapi ayana tidak memperdulikannya dan langsung melanjutkan tidurnya tanpa memperdulikan sekitar.
Rena yang melihat ayana tidur pulas pun tegang karna takut jika ayana kena marah pak guru lagi jadi ia mencoba tidak menarik perhatian guru dengan kemampuan bahasa inggris-nya, “aku nggak mau kamu kena marah ayana, karena kamu satu-satunya teman yang bisa mengerti aku dan kamulah satu-satunya teman yang aku punya” akhirnya rena pun diam seribu bahasa sambil guru bahasa inggris itu mengajar di depan.


Bersambung

0 comments:

Poskan Komentar