Senin, 10 Juni 2013

-- Penantian yang sia-sia --



Di sebuah taman, duduklah dua orang sahabat yang sangat akrab. Mereka duduk di bangku dekat pohon yang cukup besar. Dari awal mereka duduk sampai sekarang, mereka masih saja membisu. Ntah apa yang dipikirkan oleh dua sahabat ini. Tak lama kemudian, tiba-tiba.......

"lo kejam banget sih cin! Jangan menggantungkan cintanya deddy gitu dong..." gerutu ayana.
"ya mau gimana lagi ay, aku gak suka dengannya. Mau dipaksakan bagaimana pun, tetap gak bisa" balas cindy.
"ya setidaknya lo kan bisa menjawab pernyataan cintanya. Ntah itu di terima, atau di tolak. Kan kasihan dia kalo lo gantungin gitu" ucap ayana.
"hm, ntah lah ay" singkat cindy.
"apa lo lupa dengan segala pengorbanan yang telah di lakukannya untuk lo?" lanjut ayana.
"nggak, gue ingat kok" jawab cindy dengan santai.
"trus kenapa lo masih menggantungkan cintanya? Apa mungkin semua ini karena heri, orang yang telah meninggalkan lo tanpa sebab..." tanya ayana.
"ayana, plis deh. Jangan bawa-bawa nama heri"
"tapi lo masih cinta kan dengan heri?" tanya ayana lagi.
"hm... Mungkin" balas cindy.
"aduh cin, ngapain sih lo masih mencintai heri? Dia itu udah ninggalin lo. Apa lo lupa?"
"walaupun begitu, aku masih mencintainya, ay... Aku akan terus menantikan kehadirannya kembali di dalam hidupku".
"yaudah lah ya, terserah lo aja! Gue nggak mau ngurus masalah ini lagi" kata ayana dengan juteknya.
"emang, siapa yang suruh lo ngurusin masalah ini? Lagian, kok lo sih yang sewot kalo gue gantungin cintanya deddy? Jangan-jangan, lo suka ya sama dia?" goda cindy.
"siapa bilang? Gue nggak suka kok dengan deddy" balas ayana.
"trus?" lanjut cindy.
"ya gue kasihan aja dengan deddy. Coba cinta lo yang di gantungin dengan cowok? Apa lo mau?" ujar ayana.
"nggak sih. Trus mau lo, gue tuh harus gimana?" tanya cindy.
"jalani aja dulu hari-hari lo dengan deddy. Gue yakin, suatu saat, lo pasti bisa membuka hati lo untuknya" kata ayana memberi saran.
"hm, oke. Gue ikuti saran lo. Tapi kalau gue tetap nggak ada hati buat dia?" tanya cindy.
"nah, itu terserah lo deh. Yang penting, lo harus bilang yang sebenarnya, jangan lo gantungin lagi cintanya deddy" jawab ayana.
"baiklah, akan gue coba" ujar cindy.

Lalu, kedua sahabat itu pulang ke rumahnya masing-masing.

***

Cindy dan ayana, mereka adalah sahabat yang sangat akrab. Mereka telah bersahabat sejak SMP, hingga SMA (sekarang). Tapi, beberapa hari yang lalu, seorang lelaki bernama deddy, yang sekaligus teman sekolah cindy dan ayana, menyatakan cintanya kepada cindy. Akan tetapi, cindy tidak menjawab pernytaan cinta dari deddy. Ntah apa alasan cindy untuk tidak menjawabnya hingga sekarang. Atau mungkin, karena di hati cindy, masih terukir nama heri, mantannya dulu? Hm, hanya dia dan tuhan saja yang tahu alasannya.

***

4 bulan kemudian, cindy dan deddy terlihat semakin dekat. Hingga suatu hari, deddy mengajak cindy untuk dinner di sebuah restaurant. Cindy pun menyetujui ajakan deddy.

Saat di restaurant, mereka memesan makanan dan minuman. Sambil menunggu pesanan datang, mereka pun saling berbincang. Tak berapa lama kemudian, pesanan pun datang. Sang pelayan mulai meletakkan makanan dan minuman yang di pesan oleh cindy dan deddy di atas meja, sebelum akhirnya sang pelayan itu kembali melayani pengunjung lainnya. Saat tengah menyantap makanan mereka, tiba-tiba deddy bertanya.....

"cin, apakah sekarang kamu udah bisa memberikan jawaban tentang pernyataan cinta ku?"
"hm, kayaknya masih belum ded. Aku masih bingung tentang perasaan ini".
"apakah cinta ku ini kurang meyakinkan mu?" tanya deddy.

Lalu dengan sengaja, cindy menumpahkan minuman ke bajunya sendiri.

"aduh, tumpah deh" kata cindy.
"duh, kamu ceroboh banget sih. Nih tisu buat bersihin baju kamu" kata deddy seraya memberikan sehelai tisu kepada cindy.
"makasih ded. Aku ke toilet dulu yah, mau bersihin baju ku" ucap cindy.
"iya" balas deddy.

Saat di toilet, cindy segera membasuh wajahnya dengan air keran. Kemudian, ia menatap ke arah cermin di hadapannya.

"duh, kok aku jadi deg-degan yah kalau berada di dekat deddy? Gak seperti biasanya. Atau jangan-jangan, aku mulai jatuh hati dengan deddy? Ntah lah, hati ku menjadi semakin bimbang" kata cindy dalam hati.

Kemudian, cindy pun keluar dari toilet. Baru beberapa langkah cindy meninggalkan toilet, tiba-tiba saja dia menabrak seorang lelaki yang wajahnya sudah tak asing lagi bagi cindy.

"aduh, maaf, tadi aku jalannya sambil melamun" ucap cindy merasa bersalah.
"eh, nggak apa-apa kok" balas cowok tersebut.
"tunggu dulu, kamu... Heri kan?"
"iya, kamu cindy kan? Wah, udah lama banget kita tidak bertemu. Oh iya, sama siapa kamu disini?" tanya heri.
"anu, aku kesini sama...."
"pacar kamu yah?" kata heri memotong ucapan cindy.
"nggak kok. Aku kesini dengan teman" ujar cindy.
"oh, berarti kamu masih jomblo dong?" tanya heri.
"iya" singkat cindy.
"wah, kalo gitu kita sama dong. Aku juga jomblo. Berarti aku bisa dong ngajak kamu jalan, besok?" jelas heri.
"kemana?" tanya cindy.
"ada deh, pokoknya tempatnya bagus banget. Mau ya?" pinta heri.
"iya deh, aku mau" balas cindy.
"azzeekkk.. Hm, nomor kamu masih yang lama kan?" tanya heri girang.
"iya, nomor ku masih yang lama" jelas cindy.
"okedeh, besok jam 7 malam aku jemput kamu ya" ujar heri.
"iya" balas cindy.
"see you tomorrow..." kata heri.

Kemudian, heri segera pergi meninggalkan cindy di depan toilet.

"kok saat bertemu dengan heri, perasaan ku biasa aja? Padahal seharusnya aku seneng dong saat bertemu dengan dia, setelah sekian lama kami tak bertemu. Hm, apa mungkin aku sudah tidak mencintai dia lagi? Aaakkkhh... Perasaan ku makin kacau!" kata cindy membatin.

Lalu, cindy kembali menuju meja nya dan melanjutkan makan.

***

Keesokan harinya, heri datang ke rumah cindy untuk menjemputnya. Setelah berpamitan dengan orang tuanya, cindy lekas menaiki mobil heri dan segera melaju menuju tempat yang sudah di siapkan. Dan ternyata, tempat yang dituju adalah sebuah restaurant yang memiliki fasilitas sangat romantis.

***

Saat di dalam restaurant, cindy dan heri segera memesan makanan. Tak berapa lama kemudian, pesanan mereka pun datang dan siap untuk di santap. Saat mereka sedang makan, heri pun membuka pembicaraan.....

"oh iya cin, kamu masih suka 'kan dengan ku?" tanya heri dengan yakin.
"hmm.. Aku....."

belum siap cindy menjawab pertanyaannya, tiba-tiba saja heri memotong ucapan cindy....

"kamu tahu cin, belakangan ini aku merasa sangat kesepian. Itu karena hidupku hampa tanpamu. Jujur, saat kita masih bersama dulu, aku juga telah memiliki pacar selain kamu. Namanya delima. Maksud ku melakukan itu, karena aku ingin memilih yang terbaik di antara kalian berdua. Dan akhirnya, aku lebih memilih delima dan berusaha untuk menjauh darimu. Akan tetapi, pilihan ku ternyata salah. Delima tak sebaik yang aku pikirkan. Dan ternyata, wanita yang terbaik adalah kamu. So, apakah kamu mau jadi pacarku lagi?" kata heri panjang lebar.

Tiba-tiba saja, cindy menumpahkan air mata yang sedari tadi ia tahan.

"maaf her, aku sudah merasa nyaman dengan orang lain" ucap cindy sambil menangis.
"siapa orang itu, cin?"
"kamu gak perlu tahu, her. Intinya, cuma dia yang selalu di dekatku saat kamu pergi meninggalkan ku tanpa kabar"
"apa kamu tega dengan ku, cin? Apa kamu gak memikirkan perasaan ku yang masih menyayangimu?"
"seharusnya aku yang bertanya seperti itu padamu! Apa kamu pernah memikirkan perasaan ku, saat kamu meninggalkan ku tiba-tiba? Apa kamu tega melihat perasaan ku yang kacau selama ini karena ulah mu?" kata cindy dengan nada tinggi.
"tapi cin...."
"sudahlah, aku sudah muak dengan keegoisan mu itu! Mulai sekarang, jangan pernah dekati aku lagi!" bentak cindy sambil pergi meninggalkan restaurant tersebut.
"cindy! Tungguuuu...." teriak heri.

Akan tetapi, cindy tidak menghiraukannya, dan terus berlari meninggalkan restaurant itu. Di luar, cindy langsung menyetop sebuah taksi dan segera melaju menuju rumah ayana.

***

*tok tok tok...
"Permisi... Ayanaaaa...." panggil cindy dari luar rumah ayana.
"Loh, cindy, ada apa?" tanya ayana yang telah membuka pintu.

Langsung saja cindy memeluk ayana dengan eratnya. Ayana pun heran dengan tingkah sahabatnya itu.

"ada apa, cin? Kok kamu datang kesini sambil nangis sih?".
"heri, ay.. Heri..."
"ada apa dengan heri?" tanya ayana.
"dia tadi ngajak aku balikan lagi. Dan ternyata, alasannya dulu dia pergi meninggalkan ku tanpa kabar adalah karena ia lebih memilih selingkuhannya ketimbang aku" ucap cindy yang masih menangis di pelukan ayana.
"tuh kan, aku yakin, dia itu bukan cowok yang tepat buat kamu. Trus, lo mau balikan dengannya?" tanya ayana.
"ya nggak lah. Dia udah tega menelantarkan ku demi selingkuhannya. Jelas itu membuat hatiku terpukul" jelas cindy.
"Yaudah, kamu yang sabar ya..." kata ayana yang mencoba untuk menenangkan cindy.
"hiks..hiks.. Iya ay..."
"yuk masuk, kita bicarakan semua di dalam" ajak ayana.
"iya" balas cindy.

Beberapa hari setelah kejadian itu, cindy dan deddy pun jadian. Mereka terlihat sangat bahagia. Ternyata, dari dulu cindy telah mengabaikan cinta yang tulus dari deddy. Malah lebih memilih menunggu heri yang telah menelantarkannya begitu saja. Dan akhirnya, penantian cindy akan kehadiran heri kembali ke dalam hidupnya menjadi sia-sia !

Jangan sampai kita menyia-nyiakan seseorang yang selalu ada buat kita, baik dalam keadaan susah maupun senang. Karena, hanya dia lah yang memiliki cinta dan kasih sayang yang tulus buat kita.....-

-tamat-

0 comments:

Poskan Komentar