Senin, 10 Juni 2013

BAB 43

BAB 43

Sore makin menjelang. Waktu menunjukkan pukul 6 sore. Namun, keadaan justru semakin ramai dirumah sakit. Wisnu dibawa menggunakan ambulans dan langsung dilarikan keruang UGD di rumah sakit tersebut. Dari awal perjalanan ochi hanya menangis meratapi nasib wisnu.
            Wisnu ditemani oleh ochi, cindy, nabilah, melody, kinal, sonia, mova, dan sendy. Sampainya diruang UGD mereka semua ditahan oleh para suster karna wisnu harus segera diberi penanganan lebih lanjut. Mereka semua terpaksa menunggu dari luar ruang UGD walaupun dalam keadaan yang sedang panas.
            Salah seorang suster menghampiri mereka dan menanyakan masalah administrasi.    
            “maaf.. apa salah satu dari kalian ada yang punya hubungan dengan orang ini..??” tanya suster itu. Kinal dan ochi mengacungkan tangan mereka bersamaan. Ochi nampak malu didepan kinal, dia merasa minder. Jadi, ochi akhirnya menurunkan tangannya lagi.
            “kalau boleh tau anda siapanya??” tanya suster itu.
            “saya pacarnya sus!!” tegas kinal. Sendy nampak kaget.
            “what!! Eh kinal.. seja kapan kamu dan wisnu berstatus pacaran??” tanya sendy penasaran. Kinal menunjukakan kekesalannya kepada sendy dengan memelototi muka sendy. Sendy nampak takut dan menunduk.
            “sudah-sudah!! Tolong jangan ada keributan disini.. nona harap mengikuti saya sekarang..” ujar suster itu. Kinal mengikuti suster itu.
            “aku tinggal dulu yaa..” ujar kinal, ochi dan kinal saling melihat. Namun, ochi tak sanggup melihat kinal yang nampaknya sangat menyukai wisnu. Dia menundukkan wajahnya yang malu. Kinal tak mempedulikan sikap ochi, dia langsung berjalan mengikuti suster itu menuju ruang administrasi.
            Setelah agak jauh, barulah ochi meninggalkan mereka dengan berlari menjauhi mereka. Cindy dan nabilah memperhatikan sikap ochi yang nampaknya aneh.
            “ochii!! Tunggu!!” teriak cindy sambil mengejar ochi, nabilah mengikutinya dari belakang. Ochi berlari menuju kamar mandi, dan segera membasuh wajahnya. Kesedihan nampak menyelimuti ochi yang harus pergi meninggalkan semua keindahan dan kenangan bersama sahabatnya dan wisnu.
            “ochi...” ujar cindy dengan lembutnya. Ochi terus membasuh wajahnya sampai-sampai bajunya terkena air cipratan.
            “apa yang sebenarnya kamu pikirkan..” tanya cindy. Tak lama kemudian nabilah sampai.
            “ochi.. kamu jangan mau kalah sama kakak itu!! Kamu disukai kak wisnu lho!! Kamu jangan takut!!” tegas nabilah.
            “ayu benar ochi!! Kamu masih punya kesempatan.. ayo semangat!! Kamu pasti bisa!!” ujar cindy dengan semangatnya. Namun, ochi tak menjawab. Dia diam sambil menunduk dan wajahnya menghadap kaca.
            “kamu takut sama kakak itu?!! Kamu takut kan!! Ayo ngaku aja deh!! Kalau kamu takut biar aku aja yang samperin dia!! Nagapain takut sama dia emangnya dia itu siapa!! Pake berlaga nagku jadi pacarnya kak wisnu!!” tegas nabilah.
            “kamu gak tau ya.. dia itu seorang model majalah terkenal dari bandung!! Dia pindah kejakarta dan melanjutkan lagi sekolahnya disini..” kata cindy. Ayu kaget.
            “hah!! Masa sih!! Aku gak yakin..” balas ayu.
            “kamu gak tau karna kamu gak pernah melihat majalahnya sih!!” keluh cindy. Nabilah tetap ngotot.
            “ahh.. gak peduli dia siapa.. aku gak takut!! Sama-sama makan nasi kok takut!!” celoteh ayu dengan cerewetnya.
            “heh!! Kamu cerewet banget sih ayu!! Haduh kamu ini..” keluh cindy. Lama-lama ochi kesal dan berteriak.
            “hentikaan!!” “aku punya alasan kenapa aku mengalah..” kata ochi. Mereka berdua diam. “dengarkan aku.. besok adalah hari terakhir aku disini.. karna, aku akan pindah kemajalengka!! Kampung halamanku..” ujar ochi. Cindy dan nabilah kaget.
            “apaaaaaaa!!!!” teriak mereka berdua secara bersamaan. Ochi tersenyum.
            “tapi, aku senang.. paling tidak, aku sudah memberikan warna terindah untuk kak wisnu.. kamu jangan bilang kak wisnu yaa.. aku mohon!!” ujar ochi. Nabilah mengangguk. Namun, cindy masih tak percaya mendengarkan semua ini.
**
Melody sedang sibuk menelpon frieska karna pulang agak malam. Mova dan sonia duduk dengan tenangnya diruang tunggu. Sendy mendekat sambil memberikan air mineral untuk mereka berdua.
            “ini.. minumlah.. aku yakin kalian pasti haus!! Apalagi kamu..” ujar sendy sambil menyodorkannya kepada mova.
            “thanks ya..” balas mova sambil tersenyum. Tak lama kemudian, seorang suster keluar dari ruang UGD tersebut. Mova, sendy, dan sonia mendekati suster itu.
            “bagaimana sus.. keadaannya?” tanya mova.
            “apa diantara kalian ada yang asli keluarganya dia..?” tanya suster itu.
            “tidak ada sus.. tapi, aku tau rumahnya dan aku tau siapa adiknya..” ujar sendy. “tapi, memangnya dia kenapa sus?” tanya sendy lagi.
            “maaf.. ini rahasia.. saya gak berani bilang..” “tolong beritahu keluarganya tentang kondisi tubuhnya.. ini penting..” ujar suster itu.
            “sus tunggu dulu..” saut mova.
            “iyaa.. ada apa..” balas sang suster.
            “terima kasih sus..” ujar mova. Suster tersebut tersenyum.
            “kalian tenang saja.. ya..” ujarnya.Suster itu pun pamit. Tak lama setelah suster tersebut pamit, pak sony sampai dihadapan mereka. Mova, melody, sonia, dan sendy kaget. Melody mengajak sonia, dan sendy pergi meninggalkan mova yang nampaknya ingin bicara empat mata dengan sony.
            Mova memasang wajah penasaran. Pak sony menunduk dan sedikit memandang mova.
            “hai..” kata pak sony kepada mova.
**
Masih dirumah sakit, ochi, cindy, dan nabilah masih bercengkrama bersama. Mereka berjalan sambil memapa ochi yang nampaknya agak lemas. Karna kasihan ochi dan nabilah sepertinya ingin pulang. Namun, cindy bingung dia mau kemana dengan kamera wisnu yang masih menggantung dipundaknya.
            “cin.. kayanya aku harus nganterin ochi pulang deh.. apalagi besok dia harus pergi kemajalengka..” kata nabilah. Cindy memegang dagunya seperti oarang yang sedang berfikir. Nabilah nampaknya bingung dengan ulah cindy. “heh!! Cigull!! Kamu mikirin apa??” tanya nabilah kepadanya. Cindy tak berkata apa-apa, dia Cuma mengangkat kamera yang dipeganginya dari tadi sore.
            “kamu kembalikan ke kak wisnu yaa.. aku harus nganterin ochi pulang..” balas nabilah. Cindy nampaknya keget.
            “hah!! Aku gak berani ah!! Aku takut!!” balas cindy. Nabilah menjitak kepala cindy. “aduh!! Kamu kenapa?” tanya cindy penasaran.
            “ayolah.. kasihan ochi.. sekali-kali kamu tolongi ochi dong!! Ayo kamu harus mau..” teriak nabilah dengan cerewetnya.
            “ayu.. aku gak apa-apa kok!! Aku bisa pulang sendiri..” saut ochi. Nabilah juga menjitak kepala ochi. “aduuh!!”
            “kamu ini.. jalan aja sempoyongan begini.. kok kamu mau pulang sendiri.. pokoknya gak boleh!! Aku akan antar kamu pulang!!” balas nabilah memaksa. Ochi dan cindy menghela nafas panjang secara serempak.
            “iya.. iya.. neng ayu yang cantik!!” ledek cindy sambil pergi berjalan menjauh.
            “eh!! Mau kemana??” teriak nabilah.
            “katanya disuruh ngembaliin kamera!! Aduh gimana sih!!” teriak cindy yang nampaknya kesal.
            “oh iyaa.. lupa!!” kata nabilah sambil cengar-cengir.
            “huh.. dasar pikun!!” ledek cindy.
**
Perbincangan pak sony dan mova nampaknya memasuki babak baru. Setelah pak sony berkata hai, mova tak menjawab satu patah kata pun. Pak sony nampaknya agak menyesali perbuatannya.
            “mov.. ayolah.. aku minta maaf atas kejadian ini.. aku tau kamu pasti marah padaku!! Tapi aku mohon.. jangan kamu terus begini..” ujar pak sony. Mova masih cemberut. Pak sony meledek mova, namun mova tetap tak tertawa. Pak sony menghela nafas dan memegangi pundak mova.
            “movaa!! Kenapa kamu diam saja!! Ngomong dong sesuatu..!!” tegas pak sony. Namun, berkali-kali pak sony menegaskan, mova hanya diam saja. Tiba-tiba dia meneteskan air mata. Pak sony kaget.
            “movaa...” ujarnya dengan lembut. Mova lalu mendorong pak sony dengan kesal. Wajah mova memerah dan dibanjiri denagn air mata.
            “kemana kak sony yang kukenaaal!!! Kemana kak sony yang menyebalkaaan!!! Kak sony yang lucu dan membuatku kesal!! Kemana kakak yang kemarin menyelamatkanku di bis dan saat dipinggir jalan saat aku dicopet!! Aku kangen kakak yang seperti itu!! Kamu bukan kak sony yang kukenal..!! aku benci!!!” teriak mova. Pak sony membalasnya.
            “karna wisnu tlah membunuh adikku!! Kamu harus tau ituuu!!!” teriak sony yang nampaknya masih membenci wisnu. Ketika suasana masih panas, tiba-tiba kinal muncul dan mendekati mova dan sony.
            “kak sony salah.. wisnu tak membunuh citra.. dia tidak membunuhnya sama sekali.. justru wisnu malah sangat mencintai citra..” ujar kinal. Sony kaget dan tanpa alasan yang jelas memarahi kinal.
            “kamu jangan sok tau yaa!!” teriaknya.
            “kak!! Aku kenal wisnu!! Aku juga sahabat citra!!” “kalau kakak tidak percaya.. ayo kita keruangan wisnu!! Dia sudah sadar!! Dan dia ingin sekali bertemu dengan kakak..!!” tegas kinal. Pak sony sempat berfikir sejenak. Lalu dia merasa setuh dan akhirnya mau masuk kekamar wisnu. Ditemani mova.
            Diruang tersebut nampak wisnu yang wajahnya dibalut dengan perban. Tangan kiri yang digips dan tubuh yang dibalut dengan perban. Dia didalam ditemani oleh seorang suster. Wisnu nampaknya sangat senang.
            “kak.. aku..” kata wisnu. Namun pak sony menyaut.
            “jangan banyak bicara!! Apa yang mau kamu ceritakan..” balas sony. Wisnu menunduk dan kembali menatap semua orang.
            “sebelumnya aku mau cerita sedikit.. dua tahun yang lalu. Aku, citra, dan kinal adalah sahabat.. kami bertiga sangat kompak!! Bahkan saat belajar pun kami selalu bertiga.. dan saat itu juga aku sudah jadian sama citra...” kata wisnu. Keadaan menjadi hening. Lalu wisnu kembali melanjutkan.
            “namun, akhir-akhir ini citra nampak menjauhi diriku.. padahal setau aku citra adalah wanita yang slalu ada disaat aku senang maupun duka!! Aku bicara pada kinal.. namun, kinal tak pernah memberitahukanku..!! lalu, aku mencari cara bagaimana aku bisa bersama citra lagi.. akhirnya aku pura-pura sakit dan tidur dirumah sakit, lalu meminta bantuan kepada kinal untuk memberitahukan kondisiku kepada citra.. dan siasat ini berhasil!! Citra kembali perhatian kepadaku..” katanya.
            “lalu.. apa yang terjadi selanjutnya..” saut sony.
            “dia menceritakan padaku tentang kakaknya yang tampan dan lucu yang waktu itu, kak sony masih kuliah di thailand.. lalu, dia menitipkan surat kepadaku!! Dan minta tolong untuk diberikan kepada kakaknya saat nanti kak sony pulang keindonesia..!! entah apa maksudnya waktu itu!! Namun aku tidak menyadari satu hal!! Bahwa surat itu adalah tulisan terakhir dalam hidupnya!!” ujar wisnu sambil menangis. “aku sangat mencintai citra!! Namun, aku tidak mengetahui bahwa dia punya penyakit kanker otak!!!” katanya. Wisnu menangis dan tak kuasa menahannya.
            Pak sony menepuk pundak wisnu dan berkata.
            “ceritakan semuanya sampai tuntas!!” katanya. “aku janji gak akan memukulimu lagi!!’ wisnu kembali bercerita.
            “tanggal 27 mei!! Dua tahun yang lalu.. Tepatnya malam hari pukul 7 malam, aku merayakan hari ulang tahunnya yang ke 15!! Di ulang tahunnya, dia tak ditemani oleh ayah, ibu, dan kakaknya.. karna kedua orang tua citra sibuk mengurusi pekerjaannya..” ujar wisnu.
            “dia menceritakan keluh kesahnya kepadaku!! Tentang dirinya yang jarang diperhatikan oleh orang tuanya, padahal dia adalah anak dari seorang pengusaha besar!! Dia menunjukkan sebuah foto kak sony.. aku puji kakak!! Dan berkata kepada citra kalau kakaknya sangat tampan.. dia mencium pipiku.. aku begitu mencintainya.. lalu dia memintaku mengajaknya keluar dan minta jalan-jalan!! Akupun mengabulkan permintaannya, naik motor bersama.. yang akhirnya jadi permintaan terakhirnya..!! saat diperjalanan dia terus pegangi perutku, aku merasakan tubuhnya makin panas.. aku mulai curiga aku tanya dia namun, dia berkata katanya dia baik-baik saja.. dan minta diajak pulang karna kepalanya pusing!! Namun, baru sebentar kami berkendara.. tiba-tiba aku merasakan ada yang tidak beres dengan citra!! Aku tengok dia yang aku kira sedang tertidur pulas, namun saat aku berhenti dan melihatnya, aku melihat citra mimisan!! Aku kaget dan sangat panik saat itu!!” ujar wisnu.
            “aku berniat membawanya kerumah sakit secepatnya.. hujan pun turun!! Aku percepat laju motorku sambil memegangi citra agar tak jatuh!! Jalanan begitu licin, dan kejadian buruk menimpa kami.. motorku oleng dan kami berdua terpental... citra tidak mengenakan helm dan kepalnya terbentur batu dan langsung berdarah hebat!! Aku hendak menolongnya, namun kakiku tersangkut diantara ban dan gir motor!! Aku merasakan sakit yang luar biasa dikakiku!! Aku ingin menggapai citra namun, aku tak mampu karna kaki kananku terjempit sangat kuat!!” “aku tak dapat melakukan apa-apa!! Aku berteriak sekeras-kerasnya!! Dan barulah warga sekitar menyadari hal itu!! Aku memohon kepada warga agar menyelamatkan citra terlebih dahulu karna lukanya sangat parah!! Permintaanku terkabul, ambulans membawanya dengan cepat!! Sementara itu semua warga membantuku menarik dan mengeluarkan kakiku dari pelek ban dan gir motor!!” katanya.
            Semua nampaknya diam dan tak dapat berkata apa-apa. Pak sony pun hanya bisa menahan tangisnya. “lalu.. kamu bagaimana??” tanya kinal.
            “citra dan aku dibawa kerumah sakit terdekat!! Disana aku bersusah payah mencoba dan ingin bertemu dengan citra!! Lalu, ayahku datang!! Dan langsung memaksaku untuk dioperasi diamerika!! Aku menolak karna ada citra dan aku gak mau terpisah olehnya.. ayah sangat membenci citra karna ayah kakak, adalah saingan perusahaan ayah!! Dia tetap memaksaku, namun aku tetap menolaknya.  Karna dia kesal, akhirnya dia membiusku dengan bius yang membuatku tertidur selama 5 hari!! Dan aku dibawa keamerika dan dioperasi disana! Kakiku diamputasi!!” kata wisnu.
            “aku masih melihat kaki kananmu..” ujar pak sony. Dengan santainya wisnu mencopot kaki palsunya. Kini, pak sony, melody, sonia, dan mova tau kebenaran dari wisnu.
            “seminggu kemudian aku baru tau kalau citra meninggal karna luka yang dialaminya sudah sangat parah dan akhirnya dia meninggal tiga hari sebelum kabar yang aku terima... aku masih punya janji pada kakak untuk memberikan surat ini kepada kakak!! Selama 6 bulan aku diamerika menjalani therapy agar aku bisa kembali berjalan.. dan akhirnya aku pulang ke indonesia dan selama hampir satu tahun aku mencari kakak!! Dan akhirnya hari ini pun tiba.. aku sangat senang!!” ujar wisnu. Lalu dia mengeluarkan surat terakhir citra, yang nampaknya tlah lecek dimakan waktu. Pak sony meneteskan air matanya saat menerima surat itu. Dia membaca perlahan. Bunyi surat itu seperti ini.
            “kakakku yang tampan.. citra minta maaf karna citra tak bilang kepada kakak kalau citra punya penyakit kanker otak, citra gak mau membuat kakak sedih dan mengganggu belajar kakak disana.. kakak.. kalau kakak baca surat ini, itu artinya kakak sudah bertemu dengan wisnu.. orang yang sangat citra cintai.. hmm.. citra minta tolong ya kak!! Apapun yang terjadi pada citra itu semua bukan kesalahan wisnu!! Citra mohon kakak jangan marah.. kakak.. citra sangat sayang kepada kakak!! Kakak adalah harta berharga citra.. I LOVE YOU kak..”
            Setelah selesai membaca, wisnu langsung bersujud dihadapan pak sony, sambil memohon maaf kepadanya. Mova dan yang lainnya tak dapat berkata apa-apa lagi, karna ini adalah urusan wisnu dan pak sony. Namun, kini pak sony paham dengan semua kejadian ini. Dia meletakkan kertas itu dan membangunkan wisnu.
            “hei.. bangunlah!!” kata pak sony. Wisnu menghapus air matanya. Pak sony tersenyum kepada wisnu.
            “kau tak perlu meminta maaf.. justru aku yang seharusnya meminta maaf kepadamu atas semua perbuatanku tadi..!!” kata pak sony. Wisnu tersenyum karna nampaknya masalahnya tlah selesai.
            “terima kasih karna kamu sudah menjadi bagian dari kebahagiaan citra!! Aku lega sekarang!!” ujar sony dengan tenangnya sambil memegangi pundak wisnu...

BERSAMBUNG...

0 comments:

Poskan Komentar