Senin, 10 Juni 2013

BAB 44


BAB 44

Malam mulai menghampiri mereka semua didalam rumah sakit. Saat semua berkumpul dikamar wisnu. Mova, sonia, sendy, melody, kinal, dan pak sony kini tlah mengerti tentang kronologi yang terjadi. Mereka keluar dari kamar wisnu karna wisnu harus istirahat. Mova menarik sony menjauh dari kinal, sonia, sendy, dan melody. Mereka bicara empat mata dengan seriusnya.
            “mov.. kamu mau kan maafin aku..?” tanya pak sony kepada mova. Namun, nampaknya mova masih kesal dengan ulah pak sony yang terkesan anarkis. Pak sony memohon sambil bersimpuh dihadapan mova. Mova sangat kaget. “mov.. aku mohon!! Maafin aku!!” tegasnya.
            “aduh.. bangun kak!! Aku malu dilihat orang!!” ujar mova.
            “aku gak akan bangun sebelum kamu mau memaafkanku!!” teriak sony. Mova bingung, namun akhirnya mova mau memaafkan sony.
            “iya kak!! Kakak aku maafin..!! nah sekarang kakak bangun..” kata mova. Pak sony bangun dengan perlahan. Mova memperhatikan pak sony. “kak.. aku mau kakak berjanji jangan pernah kakak melakukan hal gila itu!! Mova takut kak!! Mova suka kakak yang lucu, cerewet, baik, walaupun kadang kakak itu nyebelin banget!! Tapi, mova suka kak!!” ujar mova. Pak sony tersenyum dan memegang kedua tangan mova. Mova kaget karna mova tak biasa disentuh oleh pria. “kak sony..”
            “mov.. aku janji sama kamu.. aku akan jadi orang yang kamu mau..” kata sony. Mova tersenyum senang. “tapi.. bagaimana dengan kelanjutan hubungan kita..?” tanya sony lagi.
            “eehh.. emangnya kita udah pernah jadian..?” tanya mova sambil tertawa.
            “saat kita pertama bertemu aku sudah suka sama kamu.. bagaimana..?” ujar sony. Mova berfikir sejenak. “pleeasee..”
            “maaf kak!! Nampaknya kita harus berpisah!! Aku gak bisa karna aku harus kuliah dijepang!! Aku minta maaf kak!!” kata mova sambil melepaskan tangan sony. Pak sony nampak sedih mendengar hal tersebut.
            “apa kamu gak bisa kuliah si indonesia??” tanya pak sony lagi. Mova hanya menggelengkan kepalanya dan pergi menuju sonia, kinal, sendy, dan melody duduk. Mereka semua kaget dengan sikap mova yang terkesan buru-buru.
            “ayo kakak antar pulang!!” kata mova kepada sonia.
            “tapi kak..” kata sonia. Namun, mova menarik tangan sonia pergi. Pak sony hanya diam melihat hal itu. Sementara itu, kinal, melody, dan sendy mendekati pak sony yang sedang galau.
            “sebetulnya ada apa kak? Apa yang sebetulnya kalian bicarakan..” kata kinal. Pak sony hanya diam, lalu dia tersenyum.
            “ayo kita pulang..” katanya, lalu dia berjalan. Kinal, sendy, dan melody tentu bingung dengan ulah pak sony. Namun, mereka masih yakin kalau pak sony baik-baik saja.
            Sesampainya diluar rumah sakit, pak sony bertanya kepada kinal.
            “eh.. anak-anak kemana?” tanyanya. Kinal hanya menggelengkan kepalanya. “aduh gawat.. mereka kemana ya..?”
            “mereka sudah pulang!! Tadi aku sempat melihat mereka, namun mereka tak bilang apa-apa..” ujar melody.
            “oh.. ya sudah!! Kalian pulanglah..” kata pak sony.
            “lho.. kakak gak pulang?” tanya sendy.
            “aku nanti saja.. aku masih ada perlu..” katanya. Akhirnya mereka bertiga pamit. Mereka menuju mobil melody dan melihat supir melody tengah tertidur lelap. Melody membangunkan supirnya dan menyuruhnya mengantar mereka pulang.
            Namun, mereka melupakan satu orang yaitu cindy. Nampaknya mereka tidak tau kalau cindy masih berada di dalam wc saat wisnu bercerita. Cindy keluar dan segera menuju ruang UGD. Namun, dia kaget karna sudah tidak ada orang yang menunggu disana.
            “aduuuh.. aku ditinggal sendiri..” ujarnya dengan agak kesal. Lalu, ada suster menghampirinya.
            “adik teman dari pasien yang bernama wisnu?” tanya salah seorang suster.
            “oh.. kak wisnu!! Iya benar.. ada apa ya..?” tanya cindy.
            “maaf.. saya disuruh wisnu mencari temannya.. ayo kamu ikut saya..” kata suster itu.
            “iya suster!! Kebetulan aku juga mau mengembailkan kameranya..” kata cindy lagi. Mereka lalu berjalan menuju kamar tempat wisnu dirawat. Namun, suster itu kaget bukan main karna sudah tidak ada wisnu dikamarnya.


astaagaa!! Pasiennya tidak adaa!!” teriak suster itu. Suster itu segera berlari menuju ruang dokter. Cindy ditinggal sendiri lagi dikamar wisnu yang kosong. Cindy menghela nafas panjang.
            “haduh.. nasib-nasib!! Kenapa ya aku selalu terlambat..” ujar polos cindy sambil menatap kamera wisnu.
**
Malam hari pukul 8 malam, ayu sampai dirumahnya setelah sebelumnya dia mengantarkan ochi pulang. Ayu sampai dirumahnya dan dia bertemu dengan rena, dhike, dan stella yang nampak begitu marah kepadanya. Ayu menghampiri dengan kepala yang agak menunduk. Dhike menghampiri ayu terlebih dahulu bersama dengan stella.
            “kak dhike.. kak stella..” ujar ayu.
            “kamu darimana saja ayu..? kami semua cemas memikirkanmu..” kata dhike.
            “iya benar!! Kakak kamu sangat cemas memikirkanmu ayu.. kamu darimana saja..?” saut stella. Ayu hanya menunduk. Karna takut dan tak berani berkata macam-macam. Tiba-tiba rena mendekati ayu dan memukul pahanya.
            “ahhh!! Aahhh!! Kak ampun kak!! Ampun!!” teriak ayu yang kesakitan. Dhike menahan tangan rena dan menggelengkan kepalanya.
            “rena!! Kamu jangan memukuli ayu lagi!! Dia masih kecil.. butuh bimbingan kita!! Bukan dengan emosi!!” ujar dhike. Ayu menangis dan berteriak memarahi kakaknya.
            “kakak jahat!! Kakak sama sekali gak mengerti perasaan ayu!! Kakak jahat!!” teriak nabilah dan masuk kedalam rumah.
            “ayuuu!! Ayuuu!!” teriak dhike. Rena menahan tangan dhike. “ren!! Ayu lagi nangis ren!! Masa kamu tega!!” kata dhike.
            “biarkan dia sendiri dulu.. ayu memang begitu..” kata rena. Dhike dan stella hanya diam dan tak bergeming. Namun, dalam hati dhike dia merasa sangat sedih melihat ayu yang menangis dengan histeris. Tiba-tiba panda keluar dan melihat rena, dhike dan stella yang berbincang diluar rumah.
            “hei!! Ayu ada dikamar kok kalian masih diluar!! Apa gak ada yang peduli!! Dia menangis histeris!!” teriak panda. Namun, mereka bertiga hanya diam. “kalian bertiga egois!!!” teriak panda dan masuk kedalam untuk menghampiri ayu.
            Didepan kamarnya, panda mengetuk pintu kamar tersebut sebanyak 3x.
            “pergi!!!” teriak nabilah dari dalam kamarnya.
            “ayuu.. ini aku panda..” “buka pintunya dong!” bujuk panda. Dan tak lama ayu membuka pintu kamarnya. Panda melihat ayu yang sangat bersedih. Dia tersenyum dan duduk didekat ayu. Dia pegangi dagu ayu.
            “heii.. kok kamu nangis sih..” ujar panda. Ayu hanya diam. Panda tersenyum dan memeluk erat ayu dan mengusap kepalanya. “ayuu.. kak rena gak jahat sama kamu sayang!! Dia itu perhatian sama kamu karna kamu gak pulang-pulang!! Kami semua cemas memikirkanmu..” kata panda.
            “tapi.. kak rena.. sudah memu..kuliku kak!!” kata ayu sambil menangis. Panda menempelkan dagunya kekepala ayu dangan lembut.
            “kamu mau tau.. kak rena itu sangat sayang sama kamu!! Kamu ingat kan bagaimana pertama kalinya kita bertemu.. kakakmu datang dan melerai perkelahian kita berdua..” kata panda. Ayu masih diam. “kak rena pernah bilang kepadaku, kalau kamu itu adalah harta berharga satu-satunya yang dimiliki kakakmu!!” ujar panda. Ayu melepaskan pelukan panda dan duduk menghadapnya. Panda merengut.
            “ayo dong ayuu.. kamu itu sangat cantik!! Kakak gak mau kamu menangis untuk alasan apapun!!” kata panda, lalu dia menghapus air mata ayu dengan lembut menggunakan sapu tangannya. “nah!! Kan kalau begini jadi lebih baik!! Kamu jangan menangis lagi yaa..” kata panda ayu sudah diam tapi masih terlihat sedih. Panda hendak pergi tapi tangannya dipegang erat oleh ayu. Panda tersenyum dan bertanya kepada nabilah lagi.
            “apalagi sayang?? Kakak kan sudah bilang, kamu janagan bersedih lagi...” kata panda. Ayu cemberut. Panda membelai rambut nabilah dengan lembut. “kamu mau apa..?” tanya panda penasaran. Ayu merebahkan tubuhnya dikasur.
            “kak.. aku mau kakak bercerita untukku kak..” kata nabilah dengan manja. Panda tersenyum dan membuka smartphonenya.
            “nih dengerin yaa.. pada jaman dahulu kala.. hiduplah sepasang raja dan ratu disebuah istana yang megah!! Mereka hidup berdampingan dalam suka maupun duka... namun, tiba-tiba ada seorang nenek jelek yang mengacau dikerajaan tersebut dan menyihir mereka menjadi kodok jelek!!” kata panda dengan antusias. Nabilah juga mendengarkannya dengan serius. Sekitar 20 menit kemudian, nabilah tertidur sambil tersenyum. Panda tersenyum dan mengecup kening nabilah dengan penuh rasa sayang.
            “tidur yang nyenyak yaa..!! kakak sayang kamu nabilah!!” ujar panda dan pergi keluar. Diruang tamu panda menghampiri ketiga temannya. “ayo kita pulang!! Ayu sudah tertidur pulas..!!” kata panda dengan santai. Stella dan dhike kaget.
            “hah!! Kok bisa sih!!” kata stella.
            “kamu pakai jurus apa? Kok bisa meluluhkan hati ayu?” saut dhike. Panda tersenyum manis.
            “sederhana kok!! Aku Cuma menjadi seperti dia agar aku bisa membujuknya..” ujar panda santai. Dhike dan stella menggaruk kepala mereka karna bingung dengan perkataan panda. “aku udah biasa mengurusi anak kecil.. jadi untuk mengurusi ayu aku sudah gak kaget!! Hanya saja ego ayu memang tinggi.. jadi kita sebagai kakak jangan menyalahinya terus.. kita harus berfikir, bagaimana cara kita untuk bisa menenangkan hatinya..” kata panda santai.
            “wah!! Panda hebat yaa..” kata stella memuji panda.
            “ternyata kamu hebat!!’ kata dhike. Namun, rena hanya diam. Panda menepuk pundak rena.
            “janganlah kamu memarahinya terus!! Dia masih labil dan perlu kasih sayang!!” kata panda. “sudah yaa.. kami pulang dulu.. ayo kita pulang!! Orang tua kalian pasti cemas!!” kata panda kepada dhike dan stella. Mereka bertiga pamit pulang dan berjalan sedikit mencari taksi yang lewat. Rena masih berfikir, apakah dia yang salah atau adiknya yang nakal. Rena masuk kedalam dan menuju kamar nabilah. Ternyata memang benar, ayu sudah terlelap tidur. Rena meneteskan air matanya dan mengecup dahi nabilah.
            “kakak sayang kamu ayu.. itulah pesan terakhir mama saat kamu masih kecil..” kata rena dalam sedihnya.
**
Keesokan paginya, sekitar pukul 6.30 pagi ayana tiba direstaurant dengan wajah yang nampaknya kurang tidur. Dia masuk dan disapa oleh semua chef lain dan para pelayan restaurant milik ibunya ve. Salah seorang pelayan menepuk pundak ayana.
            “hai ay.. gimana resep barunya.. sukses kan?” tanyanya. Semua pelayan sedang mengepel lantai karna restaurant tersebut baru buka jam 9 pagi. Ayana diam dan memperhatikan semuanya. Dia tersenyum kepada semua orang.
            “maaf.. apa kak ve sudah datang?” tanya ayana kepada mereka. semua hanya diam membisu. Ayana menanyakan hal yang sama. “kak ve sudah datang belum..!!” tegas ayana yang agak kesal.
            “aku yang menunggumu dari tadi ayana..” saut ve sambil tersenyum.
            “kak ve..” ucap ayana. ve berjalan santai sambil mengistirahatkan tangannya dibelakang badannya. Ve tersenyum senang karna pikir ve, ayana mau mengikuti kemauannya.
            “ay.. karuanganku sekarang ya.. ayo kamu bicarakan apa yang mau kamu sampaikan..” kata ve. Ayana menuruti apa yang ve inginkan. Sesampainya didalam ve langsung duduk dikursi empuknya sambil santai memperhatikan ayana. “bagaimana?? Kamu mau kan menuruti kemauanku..?” tanya ve. Ayana meghela nafas dengan santai.
            “aku gak bisa kak!! Permintaan kakak terlalu tinggi buatku!!” tegas ayana. ve kaget mendengar perkataan ayana.
            “aa.. apa aku gak salah dengar..!! kamu menolak proyek pencapaian itu!!” kata ve tegas. Ve kembali tersenyum. “ay.. kamu gak bercanda kan!! Kamu gak bohongi aku kan!!” tanya ve yang seakan tak percaya. Ayana tersenyum.
            “tidak kak!! Aku minta maaf karna aku gak bisa menerima permintaan kakak!! Aku juga berniat mengundurkan diri dari restaurant besar ini..” kata ayana lagi. Ve sangat kaget bahkan dia pegangi kepalanya karna tak kuasa menahan rasa herannya.
            “why!! Kenapa ay..? kamu yang benar saja dong!! Kamu menolak untuk join dan menjadi wakilku di restaurant yang akan aku buat?? Kamu tau ay!! Omzet kita bisa milyaran perbulannya!! Atau begini saja!! 50% asetnya untuk kamu!! Gimana?” kata ve. Ve mulai pucat. “60% buat kamu ayana!!” katanya lagi. Ayana menggelengkan kepalanya. “kamu kurang apa ayanaa!!!!!!” teriak ve. “kamu mau mobil baruu?!!! Akan aku berikan yang sama seperti punyaku!! Kamu mau apartement mewah?!! Akan aku berikan ay!!! Atau kamu mau uang, liburan keluar negeri?!!” tegas ve yang wajahnya pucat pasi. Ayana hanya tersenyum.
            “kak ve!! Gaji 10 juta perbulan saja itu sudah dirasa sangat mewah buatku kak!! Aku tak mengincar kedudukan atau posisi dipancaran atas!! Aku tak butuh mobil mewah yang kalau kita gosok bodynya maka akan bersinar!!” tegas ayana. “dengar kak!! Aku sangat bersyukur kakak sudah menerimaku.. aku kasihan pada chef lain yang lebih lama dan senior dibandingkan aku!! Maaf kak!!” kata ayana. ve nampak kesal.
            “apa ada yang menghasudmu?!! Bilang saja ay.. akan aku keluarkan dia!!” teriak ve. Ayana kembali tersenyum.
            “gak ada yang memarahiku apalagi menghasudku!! Aku mau keluar karna  sudah dirasa gak nyaman lagi.. entah mengapa cita rasaku berkurang ketika aku melihat uang dalam jumlah yang banyak..” ujarnya pasti. “kak maaf ya.. tapi kakak mau membayarku sampai satu milyar sekalipun aku tetap gak mau..” kata ayana.
            Ve tertawa mendengarkan ocehan ayana.
            “ayana.. ayana.. kamu gak perlu pura-pura polos didepanku!! Kamu tau chef diluar sana!! Mereka berlomba-lomba mencari puncak yang tinggi menjulang!! Apapun caranya mereka akan lakukan!! Tapi, kenapa kamu malah menghindar dan lebih memilih duduk dibawah, sedangkan orang yang lebih rendah levelnya bisa berdiri tegak!! Kamu pertimbangkan lagi niatmu itu ay..!! aku sudah bilang padamu kan!! Kamu itu unik dan hebat!! Kamu gak pernah memasak menggunakan bumbu masak apalagi penyedap!! Semua yang kamu pakai adalah buah dan ikan kecil atau udang!! Ayana asal kamu tau.. proyek itu sangat besar dan tawaran terakhirku adalah 60% aset itu adalah milikmu!! Kamu tau berapa totalnya yang dapat kamu terima sebulan.. 1,5 milyar ay..!!!!” tegas ve. Ayana tersenyum lagi dan mengeluarkan amplop yag kemarin ve berikan kepadanya.
            “kakak meninggalkan uang ini dimeja makanku!! Ini kebanyakan kak!! Aku berterima kasih kepada kakak karna menggajiku dengan sangat cukup!! Terima kasih kak!! Tapi aku tidak perlu..” kata ayana dengan santainya. Ve menteskan air matanya kana tak kuasa menahan rasa kagetnya,
            “kenapa ay.. kenapa kamu mau pergi..?” tanya ve dengan lemasnya.
            “kak.. aku sudah bilang kepada kakak!! Aku gak mengincar kedudukan puncak apalagi uang!! Kak.. aku memang tamak!! Tapi aku bukan tamak akan uang dan kedudukan!! Aku tamak akan rasa!! Aku akan marah andai ada orang yang lebih enak masakannya daripada masakanku!! Permisi..” kata ayana lalu ayana pergi keluar dari ruangan ve meninggalkan sejuta kesan. Ve hanya diam dan berfikir.
            “baru kali ini aku bertemu dengan gadis polos yang tak menyukai uang!! Dasar aneh!! Mau tidak mau mega proyek itu aku batalkan..” kata ve.
**
Beby dan frieska tak nampak dikelasnya karna sedang ada pertandingan baseball yang menegangkan. Frieska melihat beby yang bermain dengan begitu hebatnya. Ghaida juga menemani frieska yang tengah seru menyaksikan pertandingan antar kelas.
            “beby!!! Semangat yaa!!” teriak frieska saat beby hendak memukul bola yang dilempar lawannya. Dengan sangat yakin beby memegang tongkat itu dengan percaya diri. Dan begitu bola melayang kerarahnya, dia lesatkan pukulan kerasnya. Dan. “traaaang!!” beby berhasil memukul bola tersebut dengan sangat keras dan mencetak homerun.
            “yeeeeahh!!! Beby hebat!!!” teriak frieska. Ghaida tersenyum.
            “beby sangat berbakat dalam dance dan baseball..” kata ghaida. Frieska tersenyum melihat beby yang berhasil. Beby sangat senang dan melempar topinya karna berkat dia timnya berhasil menang dan mendapatkan tiket menuju pertandingan final.
            Setelah semua selesai frieska memeluk beby dengan gemas.
            “beby!! Kamu hebat banget!! Aku yakin kamu akan barhasil merebut piala itu dan mencatat nama kamu sebagai pemenang dari pertandingan baseball antar kelas...” ucap frieska.
            “thanks yaa.. kamu memang teman baik aku!!” kata beby kepada frieska. Namun, kesenangan itu berubah ketika beby melihat kakaknya datang. “kak mova..” kata beby. Mova berwajah agak sedih, dan dia tarik tangan adiknya. “ada apa kak..?” tanya beby yang nampaknya penasaran kepada mova.
            “beby.. mama menyuruh kita kembali kejepang!! Kamu tau kenapa.. karna kita akan melanjutkan study kita disana..” kata mova. Beby sangat kaget. “kakak tau pasti kamu sangat sedih dan tak bisa menerima keputusan ini.. tapi, kakak gak bisa menolak permintaan mama, sayang..” kata mova sambil memegang kepala beby.
            Beby mundur dari kakaknya, dengan wajah tak terima.
            “beby gak bisa ikut kak!! Beby mau tetap disini.. beby mau disini..” kata beby. Mova tak bisa berbuat banyak.
            “kakak tau kamu gak bisa terima.. tapi, kenapa.. kenapa kamu gak mau menuruti apa kata kakak..” ujar mova.
            “beby mau mengikuti pertandingan final baseball antar sekolah.. dan hari ini dia terpilih sebagai captain dari timnya..” saut ghaida. Mova nampak kesal kepada ghaida. Mova mendekati ghaida.
            “kamu gak punya hak untuk melarang seorang kakak..” kata mova sambil menantang. Ghaida tersenyum.
            “tapi beby punya hak untuk memilih..” kata ghaida. Mova tertawa.
            “beby mau tinggal dimana saat kakaknya pergi.. apa yang mau kamu lakukan cewek tomboy..” ujar mova yang makin geram. Ghaida dan mova nampak saling kesal satu sama lain. Beby mendekati mereka dan melerainya.
            “sudah!! Sudah!! Kalian gak usah berkelahi..” kata beby. “kakak!! Ijinkan aku ikut pertandingan final.. setelah itu aku gak peduli kakak mau bawa aku kemanapun!!” kata beby dengan sangat percaya diri.
            “tunggu dulu.. kami berencana untuk ikut audisi pencarian sister group AKB48!! Aku, beby dan frieska akan ikut semua..” kata ghaida. Beby kaget dan menunjukkan wajah yang nampaknya tak mau. Ghaida menunjukkan wajah kesalnya. Mova tersenyum kepada mereka bertiga.
            “baik!! Beby dengarkan kakak.. kakak gak akan paksa kamu kejepang dengan satu syarat!! Kalau kamu berhasil menjadi personil sister group AKB48 maka kamu boleh memilih jalan hidup kamu.. tapi kalau kamu gagal.. maka buang semua rasa keras kepala kamu!!’ kata mova dan pergi.
Wajah beby dan frieska nampak lesu dan bimbang. Frieska dan beby mendekati ghaida. Ghaida bingung dengan ulah mereka berdua.
            “kalian kenapa?? Apa kalian gak suka idol group?” tanya ghaida.
            “kakak!! Aku gak bisa menyanyi..!!” teriak beby.
            “aku juga kak!!!” saut frieska.
            “aku juga gak bisa menyanyi.. tapi aku tetap akan ikut audisi itu.. kalian juga harus..” kata ghaida sambil pergi dengan rasa cuek.
            “hei!! Kakak tomboy tunggu!!!’ teriak beby dan frieska kompak.
**
Didalam kelas suasana nampak beda dari sebelumnya. Hari ini ochi mengucapkan perpisahan kepada semua teman-temannya, guru, dan pak kepala sekolah. Yang paling sedih adalah ayu. Dia menangis sambil memeluk ochi. Ochi juga nampak sedih namun, ochi tetap tegar sambil mengucapkan kata perpisahan. Cindy melambaikan tangannya dan terus memperhatikan ochi yang naik kedalam mobil bersama ayahnya. Isak tangis menyelimuti kepergian ochi.
            “ochi!!! Selamat tinggal kaawan!!!” teriak ayu dan cindy dengan kencang. Pak sony merangkul ayu dan cindy. Pak sony juga nampak sedih, namun pak sony tetap tegar menghadapi semua kesedihan itu. Tak lama kemudian, wisnu datang dengan kepala diperban dan tangan yang masih digips, dan menghampiri pak sony.
            “ wisnu!!” kata pak sony.
            “kak wisnu!!” kata cindy dan ayu.
            “kak sony.. mana ochi..?” tanya wisnu.
            “kamu terlambat wisnu.. ochi sudah pergi..” kata pak sony. Wisnu nampak kesal dan mengejar mobil ochi. Namun, itu tak akan mungkin terkejar karna sudah terlalu jauh.
            “kak wisnu tunggu..!!” teriak cindy sambil mengejar wisnu. Ayu juga ingin mengejar namun ditahan oleh pak sony.
            “pak.. ko aku ditahan..?” tanya ayu kepada pak sony.
            “kamu gak perlu ikut!! Cindy mau mengembalikan kamera wisnu..” kata pak sony dengan santainya. Cindy mengejar wisnu dengan berlari.
            “kak wisnu tunggu!!! Kak tunggu kak!!” teriak cindy dengan kerasnya. Lalu wisnu terjatuh. “akhhh!! Kak wisnu!!” teriak cindy. Wisnu terjatuh dan tangannya kembali berdarah. “astaga kak wisnu!! Tanganmu berdarah kak!!” kata cindy. Namun, wisnu hanya diam.
            “ngapain kamu ikut aku!!!” teriak wisnu kepada cindy. Cindy berusaha menenangkan wisnu yang nampaknya terpukul karna perginya ochi.
            “kak.. aku kemari karena aku kasihan melihat kakak..!! terus terang kakak itu sebetulnya orangnya baik!! Tapi, kakak orangnya labil!! Jadi kakak harus menghilangkan rasa labil itu dan menatap masa depan kak!! Ayo kak bangun..” kata cindy sambil menarik tangannya wisnu. Namun, wisnu menolak dan itu membuat cindy kesal. “ikh!! Kakak ini!! Payah deh!!” teriak cindy. Wisnu meneteskan air matanya. Cindy kaget melihatnya, apalagi wajah wisnu kotor akibat terjatuh.
            “ya ampun kakak ini kotor banget sih..” kata cindy. Lalu, cindy mengambil sapu tangannya. Dia membasahi sapu tangannya dengan menggunakan mulutnya, dan mengusap kewajah wisnu yang kotor dan membersihkannya. Wisnu memperhatikan cindy yang begitu perhatian dengannya. Wisnu memegang tangan cindy. “ada apa kak..?” kata cindy.
            “pergi..!!” kata wisnu. Cindy begitu kesal, padahal cindy sudah sangat perhatian dengan wisnu. Cindy yang kesal akhirnya melempar sapu tangannya kewajah wisnu. Dia membuka tasnya dan mengeluarkan kamera wisnu.
            “kakak begitu egois!! Padahal aku sudah menjaga kemera kakak dengan sangat hati-hati!! Kakak jahat!! Cindy benci kakak!!” kata cindy dan pergi meninggalkan wisnu yang masih terjatuh dijalanan yang sepi. Setelah agak jauh, wisnu tersenyum. Dia memandang cindy yang sudah sangat jauh. Dia tertawa sendiri dan mengambil kamera miliknya.
            “terima kasih cindy!! Kamu baik sekali..” kata wisnu.
**
Pagi hari ini entah mengapa gaby masih sangat kesal kepada jeje yang pergi tidak bilang-bilang. Gaby langsung menuju rumah keluarganya jeje yang ada didaerah bandung. Sampai disana gaby langsung melabrak jeje yang tengah bermain piano. Jeje kaget ketika gaby datang dan dengan wajah kesal dan memegang tombol piano. Jeje sangat kaget karna gaby ada dihadapannya.
            “lho.. gaby!! Kamu ko ada disini sih!!” ujar jeje yang kaget. Gaby marah dan nampak sangat kesal.
            “aku yang seharusnya bertanya sama kamu.. kenapa kamu tiba-tiba kabur!! Aku malu tau gak!!” teriak gaby. Gaby mengambil bangku dan duduk disebelah jeje yang tengah bermain piano. “kenapa kamu pergi tiba-tiba.. apa kamu mau membuat aku kesal hah!! Jawab!!” tegas gaby. Jeje menghela nafas dan mendekati gaby.
            “maaf kalau aku sudah membuat kamu kesal.. terus terang aku sangat khawatir dengan kondisi ibuku.. sebelum aku pergi, aku di sms oleh saudaraku katanya ibu aku sedang sakit!! Maaf ya.. tapi kamu tau kan naluri seorang anak kalau ibunya sedang sakit!! Aku minta maaf ya sekali lagi... maaf ya..” ujar jeje. Gaby mau tidak mau mengalah dan mendengarkan apa kata jeje. Namun, gaby bingung harus bagaimana lagi, sedangkan mereka harus mencari rejeki lagi.
            “lalu bagaimana je.. sekarang kita sudah gak diterima dicafe itu!! Pemilik cafe itu marah besar kepadaku.. karna aku kurang profesional..” kata gaby. Jeje merenung dan berfikir sesuatu.
            “aha!! Gaby!! Gimana kalau kita ikut audisi sister group AKB48..?!! yang aku dengar sebentar lagi mereka akan jumpa pers diindonesia dan akan membuka audisi.. aku berencana ikut!! Kamu juga yaa..” kata jeje. Gaby sangat kaget mendengarnya.
            “hah!!! Ah gak ah!! Aku gak bisa nyanyi..” ujar gaby. Jeje tertawa sambil menjitak kepala gaby dengan keras. “aduuh!! Kamu kenapa sih!! Sakit tau!!” keluh gaby yang sakit dikepalanya.
            “aku juga gak bisa menyanyi tapi aku gak akan mundur.. kamu juga yaa.. pokoknya harus ikut!! Menang gak menang itu urusan nomer 48!! Ok!!” kata jeje dengan yakin. Gaby memegangi kepalanya. “ayolah!! Gak usah banyak berfikir!! Kita harus berani ambil resiko seperti apapun juga..” kata jeje meyakinkan.
            “terserah kamu aja deh!! Tapi, aku gak janji yaa..” ujarnya dengan sedikit ragu. Jeje tersenyum dengan santai sambil memainkan pianonya lagi.
**
Pagi ini shania sedang melayani pembeli yang sedang membeli buahnya. Dia menjual dagangannya dengan semangat dan riang. Pembelinya adalah seorang ibu-ibu yang masih terlihat muda. Dia membeli melon, jeruk, dan anggur.
            “ini bu kembaliannya..” ujar shania dengan sopannya.
            “terima kasih ya..” kata ibu itu. “hmmm” ujarnya lagi.
            “ada apa ya bu?? Apa ibu perlu sesuatu lagi..?” balas shania.
            “apa kamu yang menjaga toko ini terus?? Kamu gak sekolah..?” tanya ibu itu. Shania tersenyum.
            “aku memang yang menjaga toko ini bu.. ibuku menjaga toko bunga yang ada diseberang jalan sana.. aku memang sudah tidak sekolah, tapi aku masih sering ikut mendengarkan pelajaran dari orang lain dan masih banyak ilmu yang bisa aku dapatkan selain disekolah yang biayanya dirasa mahal buatku..” ucap shania lembut. Shania nampak diam sambil memperhatikan ibu yang menanyakan hal itu.
            “aku salut sama kamu.. ditangah kota yang makin keras.. kamu masih jujur dan semangat dalam menjalani hidup ini..!!” saut ibu itu. Lalu ibu itu mengaluarkan sebuah kertas. Dan memberikannya kepada shania.
            “lho.. bu!! Ini kertas apa yaa..?” tanya shania. Ibu itu tersenyum senang.
            “ibu memberikan ini karna ibu yakin kamu bisa mengikuti audisi ini..” kata ibu itu. Shania membaca tulisan yang ada dikeras tersebut.
            “AKB48!!” shania kaget. “hah!! Maksudnya bu!! Aku masih kurang paham...” kata shania lagi.
            “AKB48 sedang mencari sister group diluar jepang!! Mereka akan datang kemari dan membuka audisi buat para gadis yang penuh dengan keberanian dan semangat yang tinggi..” “ibu mau kamu ikut audisi ini.. tadinya ibu mau memberikannya untuk anak ibu!! Tapi karna anak ibu masih suka rewel dan kadang suka berkelahi dengan sepupunya.. sampai-sampai sepupunya pulang kerumahnya lagi karna sudah merasa merepotkannya..” ujar ibu itu. Shania tertawa geli.
            “anak ibu pasti perempuan yang lucu.. terima kasih bu.. kebetulan aku juga suka idol group AKB48.. aku pasti ikut audisi ini!! Sekali lagi terima kasih bu!!”
            “iya.. sama-sama manis!! Ibu pergi dulu yaa..” ujar ibu itu sambil menaiki mobilnya dan pergi meninggalkan shania. Dalam kesendirian shania berfikir dan terus membaca kertas itu. Dia terus perhatikan kertas itu. Nampaknya shania begitu tertarik dengan audisi tersebut.
            “ok!! Aku siap untuk hadapi masa depan!! Jadi AKICHA dan HARUKA juga akan gabung untuk mencari para gadis itu!! Hmm.. pasti menarik..!!” ujar shania dengan sangat semangat.
**
Pagi ini cleo sedang berkemas didalam kamarnya. Hari ini juga dia akan tinggalkan jakarta dan pergi keparis dan akan bersekolah disana. Hari ini ayah juga menemani cleo sampai kebandara. Cleo nampak sangat sedih ketika harus pergi, namun dia tidak dapat membantah perintah ayahnya itu. Dalam hatinya dia kangen kakak tirinya yang ingin ikut megantar dirinya sampai kebandara untuk mengucapkan kata perpisahan. Namun, nampaknya hal itu sangat mustahil karna ayah dan wisnu saling bermusuhan.
            Cleo sudah ditunggu ayahnya dan supir pribadi ayahnya. Ayahnya memperhatikan cleo yang nampak murung. Ayah memegangi wajah anaknya.
            “apa kamu menyesal dengan keputusan ayah??” tanya ayah kepada cleo. Cleo tersenyum dan menggelengkan kepalanya.
            “tidak ayah.. aku akan teruskan keputusan ini.. keputusan ayah sudah menjadi keputusanku juga.. hanya saja aku kangen wisnu ayah!!” kata cleo. Ayah nampak kesal dan menjauh dari cleo. “ayah jangan begitu.. biar bagaimanapun wisnu itu anak ayah juga..” ujar cleo.
            “ayah tidak punya anak yang slalu membangkang.. ayah sudah katakan kalau wisnu mau berubah.. maka ayah akan maafkan dia..” kata ayah dengan tegas. Namun, cleo dan ayah kaget ketika wisnu muncul dari balik pagar dengan kepala yang diperban dan tangan yang masih diperban sambil menenteng kameranya.
            “wisnuu!!” teriak cleo dan hendak menghampiri wisnu. Namun ayah menahan cleo dengan tangannya. “ayah!! Jangan ayah..”
            “kamu diam saja!!” kata ayah sambil memandang cleo. “mau apa kamu kemari lagi.. wisnu!!” tegas ayah. Wisnu berjalan dengan perlahan akibat rasa sakit yang dideritanya. Dia berjalan menghampiri ayahnya. Dia menunduk, namun ayah membuang muka dihadapan wisnu. Wisnu nampak sangat sedih, dia lalu bersujud dihadapan ayahnya dan mencium kaki ayahnya sambil menangis.
            “maaf!! Maaf!! Maafkan aku ayah!!” kata wisnu. Cleo pun ikut menangis melihat wisnu yang sampai seperti itu demi meminta maaf dari sang ayah. Ayah nampak tak kuasa juga lama-lama melihat anaknya yang sampai seperti itu. Ayah lalu memegang pundak wisnu dengan kedua tangannya dan menyuruhnya bangkit. Ayah memperhatikan anaknya dengan pandangan sedih, lalu ayah memeluk wisnu dengan sangat erat. Cleo nampak bahagia melihat wisnu dan ayahnya akur.
            “welcome back wisnu..” ujar ayah. Wisnu sangat senang mendengarnya. Ayah lalu melepaskan pelukannya dan menyuruh cleo mendekat. Ayah memperhatikan mereka. “kalian adalah harta ayah!! Wisnu kamu jangan pergi lagi yaa.. ayah akan restui kamu berpacaran dengan siapapun.. asalkan kamu mau ditherapy dulu disydney.. kamu mau kan..?” tanya ayah.
            “iya ayah!! Wisnu janji gak akan pergi lagi..” katanya.
            “cleo.. kamu boleh memilih keputusan itu.. kamu mau bagaimana..” kata ayah. Cleo berfikir sejenak.
            “hmm.. aku tetap akan pergi yah..” ujar cleo santai. Wisnu nampak murung. Cleo terseyum mendekati wisnu dan merangkulnya dari belakang. “aku akan pergi menemani kakakku therapy yah!! Iyakan kak!!” ujar cleo. Wisnu tersenyum lega. Ayah sangat senang.
            “baiklah.. kalau begitu ayah akan pesankan makanan yang enak untuk kita semua!!” ujar ayah dengan semangat. Ayah lalu menepuk pundak supirnya. “pak!! Undang semuanya.. tukang kebun, para pelayan dan yang lainnya ya..” kata ayah.
            “baik pak!!” kata supir itu.
**
Pagi menjelang siang tepatnya disekolahan ayu. Nampaknya hari ini ayu begitu resah dan gelisah. Entah apa yang membuat ayu seperti itu. Pak sony memperhatikan ayu yang nampaknya sangat gelisah. Lalu, pak sony pun penasaran jadi dia hampiri meja tempat ayu belajar.
            “kamu kenapa ayu..?” tanya pak sony. Ayu hanya diam. “ayolah.. bilang sama bapak!! Mungkin bapak bisa bantu..” ujar pak sony. Ayu lalu, membisikkan sesuatu ketelinga pak sony. “hmmm.. iyaa.. iyaa..” kata pak sony.
            “ya sudah.. kamu boleh pergi.. tapi ingat bapak Cuma kasih waktu kamu satu jam, dan kamu bisa kembali belajar lagi setelah itu.. bagaimana?” tanya pak sony. Wajah ayu nampak bersemangat. Ayu mengangguk senang. “cindy.. kamu temani ayu yaa..” ujar pak sony.
            “ohh.. iyaa pak!!” kata cindy. Dan mereka berdua segera pamit keluar. Semua murid penasaran kenapa ayu pergi disaat jam pelajaran kedua. Pak sony menerangkan kepada semua murid.
            “anak-anak.. ayu pergi karna ada keperluan mendadak!! Dan bapak tau keperluan itu.. jadi mohon dimaklumi semua..” ujarnya. Semua murid nampak menurut kepada pak sony karna memang pak sony guru yang sangat dihormati.
            “ayuuu!! Tunggu!!’ teriak cindy. Ayu berhenti.
            “apaaaa...” balas ayu. “kamu mau kemana? ko pak sony nyuruh aku temenin kamu sih??” ujar cindy yang nampak kelelahan.
            “kita kesekolahan kakakku!! Aku ada perlu dengan dia!!’ ujar ayu. Cindy mengangguk. kemudian ayu kembali berlari. Cindy kaget dan berteriak lagi.
            “heiii!! Ayuuuu!!’ teriaknya. Ayu nampak kesal kepada cindy. “apa lagi cigull???” tegas ayu sambil memandang cindy. “kamu mau kesana naik apa??” tanya cindy. “berlari!! Ayo kita berlari!!!” teriak ayu dengan sangat semangat. Cindy mandekati ayu dan menjitak kepala ayu dengan gemas. “aduuuh!!! Kamu kenapa sih!! Sakit tau!!!’ teriak ayu.
            “nabilah ratna ayu azalia... kamu denger yaa.. kita Cuma punya waktu satu jam!! Masa kamu mau berlari sih!! Haduh, kita bukan sedang lomba atletik ayu!!” seru cindy dengan ngotot.
            “terus mau naik apa..??” tanya ayu. Cindy keluar pagar dan bersiul dengan kencang.. priiiwiit!! Taksiiiii!!!! Sini...” ujar cindy dengan genit. Sebuah mobil taksi datang dengan segera. Cindy membuka pintu dan mau masuk namun tak jadi karna ayu yang gak mau masuk. “heii!! Mau sampai kapan kamu berdiri terus?? Ayo masuk!!!” tegas cindy.
            “aku gak punya uang buat bayar cindy!!’ balas ayu. Cindy menarik ayu dan segera mendorongnya hingga ayu terjatuh didalam taksi. “bruuk..!! aduh!! Cigull sakit tau!!” teriaknya. Cindy menutup pintu taksi.
            “pak jalan pak!!” ujar cindy. Mobil segera melaju.
Tak makan waktu yang lama, mereka sampai disekolah kak rena. Tepat sekali waktu itu adalah waktu yang tepat pada saat istirahat. Ayu mencari-cari rena disekitar taman. Sementara itu cindy menunggu didepan gerbang. Tidak jauh dari taman, andhika dan yogi melihat cindy. Yogi nampak merapihkan rambutnya, andhika mulai merasa risih dekat dengan yogi.
            “nape loe??” tanya yogi ke andhika.
            “gue takut maho!!” ledek andhika. “ahhh kampret loe!! Loe gak liat apa disana ada siapa??” tanya yogi.
            “iyee.. gue tau!! Itu temennya ayu kan!! Kalau gak salah namanya ada gulanya..” kata andhika. Yogi mendorong andhika. “ehh!! Dodol!! Bukan gula.. tapi garem!!” ledek yogi.
            “bah!! Mana mungkin!! Gimana kalau kita taruhan!! Yang kalah harus rela kepalanya dipukul panda 10 kali.. deal??” tanya andhika. “ok!! Deal!! Gue pegang garem!!” ujar yogi dengan tegas sambil berjabat tangan.
            Sementara itu rena kaget saat melihat ayu datang kesekolahnya, padahal seharusnya ayu juga sedang sekolah.
            “ko kamu ada disini ayu..?” tanya rena yang penasaran.
            “ah.. gak apa-apa kak!! Ayu Cuma ingin.. sepulang sekolah, kakak ajak kak panda, kak dhike, kak stella, dan kedua teman cowok kakak main kerumah.. jam 4 sore kalian harus sudah sampai.. tolong ya kak..” ujar ayu.
            “memangnya kenapa??” tanya rena penasaran.
            “gak apa-apa kak.. aku punya kejutan buat kakak!! Sudah ya kak! Dadah!!’ ujar ayu dengan semangat sambil pergi. Rena benar-benar bingung dan tak tau apa-apa.
            Sementara itu andhika dan yogi menghampiri cindy yang tengah menunggu ayu. “haiiii...” ujar mereka berdua.
            “hai kak.. hmm ada apa yaa...?” tanya cindy.
            “hmmm.. kakak mau..” ujar yogi. Namun, belum selesai yogi bicara, ayu langusung menarik tangan cindy pergi.
            “ayo gulla kita pergi!!” teriak ayu sambil menarik cindy. Andhika tertawa lantang dan nampaknya senang. Sementara itu yogi nampak memegangi kepalanya.
            “hahaha.. janji loe ok!! Nah kebetulan ada panda tuh disebelah rena.. sudah temui sana!!” ujar andhika sambil mendorong yogi. Yogi mendekati dengan wajah murung dan sedih.
            “kamu kenapa??” tanya panda. Tiba-tiba yogi menunduk dan mendekati panda. “ehhh!! Kamu mau nagapain..?” kaget panda.
            ‘panda!! Kamu adalah insan yang penuh dengan keindahan duniawi.. maukah kau memukul kepalaku yang peyang dan penuh dengan pitak ini..??” kata yogi. Panda dan rena risih.
            “mmhhmm.. gue harus ke WC dulu.. sorry..” ujar panda. Yogi kaget dan meneriaki panda.
            “pandaaa!! Pandaaa!! Oh panda manisku!! Aku padamu sayang!!” ujar yogi dengan genitnya.
**
Sementara itu diruang guru, pak sony nampak sedang santai dimejanya. Tiba-tiba handphonenya berbunyi. Pak sony menjawab panggilan itu.
            “haloo.. iyaa.. apaa!! Apa anda yakin??” “kalau begitu baiklah.. aku terima tawaran anda..” ujar pak sony dan menutup handphonenya. Dia melihat kalender didekatnya. “hmm.. rupanya mereka benar-benar akan datang!! AKICHA dan HARUKA akan datang kejakarta untuk mencari sister group dari AKB48!! Dan aku akan rekrut anak muridku untuk ikut!! Mr.YASUSHI  AKIMOTO memberi job khusus padaku.. hmm.. pasti menyenangkan!!’ ujar pak sony..

BERSAMBUNG...

0 comments:

Poskan Komentar