Senin, 10 Juni 2013

BAB 40


BAB 40

                Disekolah cindy,ayu dan ochi hari ini suasananya nampak sedikit sepi. Tidak seperti biasanya ochi terlihat iam dan kaku. Biasanya dia adalah cewek periang dan menyenangkan, tapi hari ini ochi berubah menjadi cewek yang kaku. Saat pelajaran pak sony tiba semua mengeluarkan buku tugas yang pak sony berikan pada hari sebelumya. Ochi,ayu,dan cindy bingung. Mereka tak mengerjakan tugas yang diberikan pak sony.
            “cindy.. ayu.. ochi.. apa kalian mengerjakan tugas?” tanya pak sony penasaran. Ayu membantah. “pak!! Setau ayu.. kemarin kita gak ada yang kasih tau kalau ada PR hari ini!!” kata ayu. Pak sony tersenyum,rencananya  kemudian dia lanjutkan. “ya sudah.. siapa selain ayu,yang tidak mengerjakan tugas yang kemarin bapak berikan?” ujar pak sony. Cindy dan ochi juga ikut mengangkat tangan. Pak sony menghela nafas dan berkata. “ok!! Kalian bertiga jangan pulang dulu..” kata pak sony. “tapi pak!!” bantah ayu. “tidak ada tapi-tapian..” balas pak sony. Ayu cemberut dan berfikir,ada apa dengan pak sony dan ochi. Tak seperti biasanya. Lalu,pak sony menepuk tangannya dan berkata. “ayo semua.. kerjakan tugas halaman 50 ya..” kata pak sony. Mereka semua menuruti perintah pak sony tanpa,terkecuali.
            Ochi merenung dan masih memikirkan sesuatu. Tiba-tiba dia melihat ada seorang pria sedang memotreti dirinya. Dan yang membuat ochi lebih kaget lagi. Pria itu adalah wisnu. Ochi menyuruh wisnu pergi dengan menggunakan bahasa isyarat. Namun,wisnu tak mau pergi juga. Dari kejauhan pak sony menyadari kehadiran wisnu. Namun,pak sony membiarkannya karna pak sony punya maksud lain.
**
            Pagi ini juga dirasa jenuh oleh sonia yang hanya sendirian dirumah stella, saudara kandungnya. “haduh.. aku bete banget!! Kenapa, juga ya aku main pas masa sekolah..” keluh sonia. Karna jenuh akhirnya dia putuskan untuk keluar dan mencari udara segar. Dengan menaiki taksi,dia menuju tempat atau cafe yang cukup terkenal didaerah situ. Dan sonia segera menuju barista itu untuk memesan secangkir kopi mocca kesukaannya.
            “siang mba.. mau pesan apa ya?” tanya rica, sang barista. “aku mau dong.. kopi moccanya satu..” ujar sonia. “baik mba.. semua jadi 18 ribu..” kata rica. Sonia mengambil dompetya dan mengeluarkan uang 20 ribu. Rica mengembalikan kembalian dari uang sonia. “uangnya 20 ribu.. kembalinya 2 ribu.. terima kasih mba.. silahkan duduk di tempat yang ada gadis berbaju merah itu..” ujar rica sambil menunjuk salah seorang pengunjung. Sonia mengikuti saran barista itu.

            Sonia mendekati gadis itu yang tengah sibuk memainkan laptopnya. Dia duduk didekat gadis itu sambil menunggu pesanannya datang. “hai..” ujar gadis itu menyapa sonia. “hai juga kak!!” balas sonia dengan senyuman. “kenalin.. aku mova!! Kamu?” tanya mova sambil mengajak berjabat tangan. “aku sonia..” ujarnya. “kak!! Asyik banget liat videonya..” kata sonia. “iya.. ini tuh idol group keren tau gak.. namanya AKB48!!” ujar mova. “oh.. aku lihat kak!!” kata sonia. Mereka menyaksikan dengan antusias.
            Tiba-tiba rica datang dengan mengantar pesanan sonia. “maaf lama menunggu.. silahkan menikmati..” ujar rica. Rica melihat sonia dan mova yang tengah asyik menonton video AKB48. “AKB48 ya.. wah aku ikut gabung ya.. aku juga suka AKB48.. ya walaupun gak terlalu tau nama personilnya..” ujar rica. “ya udah.. kak rica nonton aja..” kata sonia. Rica kaget. “lho.. tau darimana namaku rica..?” tanya rica penasaran. “itu ada namanya.. hehehehe..” ujar sonia. “oh iya.. aku lupa..” balas rica.
**
            Sementara itu jam menunjukkan pukul 10 pagi. Waktunya istirahat bagi stella,dhike,rena,dan sonya. Mereka makan bersama dikantin sekolah. Mereka semua asyik bercanda dan membicarakan hal menarik bersama. Namun,rena nampak barwajah lesu dan cemas. Sonya merangkul rena yang tengah cemas. “hei.. kamu kenapa rena? Makanannya gak enak ya?” tanya sonya. “gak kok.. Cuma lagi bingung dengan ulah ayu adikku.. dia sekarang jadi sering pulang malam.. dan pernah aku melihat dia pulang dengan seorang pria..” kata rena. “hah!!!!” ucap kompak dhike,stella,dan sonya. “kamu yakin.. wah gak bisa dibiarin.. ayu harus diberi arahan..” ujar dhike. “aku juga bermaksud begitu.. ayu harus kita ceramahi agar dia tak nakal..” kata stella. “aku setuju sama kalian semua.. bagaimana kalau nanti kita,menunggu ayu dirumahmu rena.. kamu mau kan? Ini demi kebaikan ayu juga..” ujar sonya. “thanks ya.. kawan-kawan.. kalian memang temanku..” kata rena yang terharu.
**
            Saat jam sekolah sedang istirahat. Beby malah meluangkan waktunya untuk berlatih baseball. Dengan penuh semangat beby memegang tongkat itu dan memukul bola dari alat pelempar bola. Keringatnya bercucuran dengan deras. Namun itu tak membuatnya berhenti tuk berlatih baseball.
            “Kamu memang jago olah raga ya!!!” teriak frieska. Namun. Beby tak menggubris kata-kata frieska. “sudah berapa pukulan?” tanya frieska. “350 tanpa suara.. dan 4 pukulan dengan suara yang sedikit menjengkelkan..” balas beby sambil menyudahi permainannya. “kamu kenapa gak istirahat makan siang? Sebentar lagi waktunya masuk kelas..” tanya frieska. “kamu kan tau.. sebentar lagi kan ada pertandingan baseball..” kata beby meyakinkan.
            “iya.. aku tau beby.. tapi kamu juga harus makan makanan yang bergizi supaya kamu dapat berlatih lagi dengan giat..” kata frieska. Beby duduk dan mengambil handuk, dan dia bersihkan keringatnya. Frieska mendekati beby. “hei.. kamu mau kan bantu aku melatih..” tanya frieska. “melatih siapa?” tanya beby penasaran. “melatih aku!! Bagaimana?” ujar frieska memohon. “oh.. kamu mau? Aku bisa ajarkan.. kapan?” beby balas bertanya. “berikan tongkat itu..” kata frieska. Beby memberikan tongkat itu.
            Beby mengajarkan cara memukul dan mengantisipasi bola darimana datangnya. Beby merasa senang mengajarkan frieska. Frieska berhasil memukul bola itu dengan baik. Frieska sangat senang. Kemudia beby pergi berjalan. Frieska kaget. “hei!! Mau kemana?” teriak frieska. Beby hanya menunjuk keatas tanpa berkata apapun. Frieska tambah bingung. Dan dia melihat arah yang ditunjuk.
            “hah!! Ya ampun... sebentar lagi masuk kelas..” kata frieska, dan berlari mengejar beby.
**
            Restaurant ve hari ini tak ditemani dengan master chefnya. Hari ini ayana sedang membuat inovasi terbaru dalam masakannya. Dia memasak masakan yang tak biasa. Dia memotong-motong irisan sayuran dan buah. Dia masukkan kedalam penggorengan besar itu. Dengan keahlian memasaknya dia aduk rata masakn itu dengan sempurna. Lalu dia cicipi masakannya. “kurang!! Rasanya kurang manis..” ujar ayana. Dan dia buang masakannya, dan dia lanjutkan kembali memasaknya.
            Dia gunakan bahan yang sama namun, dengan komposisi yang berbeda dari yang tadi. Setelah matang dia cicipi sendiri masakannya. “bukan!!” kata ayana yang mulai kesal. Dia buang lagi masakannya. Dia ulangi lagi. Dan gagal lagi. Namun, dia tak pantang menyerah, demi menjadi seorang chef yang handal. Setelah 7 kali dia memasak, lalu dia cicipi masakannya. Ayana tersenyum, dan menaruh masakannya dalam buah melon. “hm.. akhirnya.. jadi juga..!!” kata ayana, dengan senangnya.
            Sementara itu, ve memikirkan ayana. Dia merasa restaurantnya tidak hidup. Namun, dia mau membuat ayana tatep betah bekerja direstaurantnya. Ve memutuskan membuat masakan untuk ayana. Walaupun mungkin masakan ve tak seenak masakan ayana. Yang terpenting adalah usaha dan niat tulusnya.
**
            Hari sudah semakin siang, namun mova dan sonia tak menyadarinya karna terlalu asyik menonton video AKB48. Karna hari makin siang, jadi sonia memutuska untuk pulang kerumah stella. Di yakin rumahnya pasti berantakan. Namun ketika hendak ingin pulang, mova malah mengajak sonia jalan-jalan. Karna, sonia merasa mova itu orang yang menyenangkan. Jadi dia putuskan untuk ikut shopping bareng mova. Mova memang gadis yang sangat menyenangkan.
**
            Cleo merasa sangat jenuh menjelang kepergiannya ke paris. Dia sebetulnya tidak mau kuliah disana, namun dia tak mau menyakiti ayahnya. Apalagi ibunya juga ada diparis sana.
            “akhh!! Aku pusing!! Ayah dan wisnu sama-sama membingungkan..” keluh cleo. “oh iya.. daripada aku Cuma bengong dirumah.. mending aku keluar rumah.. apalagi aku mau pergi..” kata cleo. Dan dengan segera dia keluarkan mobilnya dari garasinya itu.
            Saat berada didalam mobil, cleo menyalakan mesin mobil dan menyalakan musik di mobilnya. “ semoga juga.. aku bertemu wisnu.. aku mau ngomong sama dia..” ujar cleo dengan penuh harap.
**
            Sampai siang hari, wisnu masih betah bersembunyi diluar kelas sambil terus memfoto ochi yang tengah belajar dikelas. Wisnu begitu bersemangat sekali. Dia sangat menikmati kegiatannya itu. Namun, dia mengira para guru tidak mengetahui padahal, pak sony sudah menyadari kehadiran wisnu dari pagi hari. Pak sony sengaja tidak melabrak wisnu. Dia yakin, jika itu dilakukannya daritadi, maka akan membuat kacau. Jadi, dia putuskan menunggu sampai bel pulang sekolah berbunyi.
            Saat tengah belajar, dengan sengaja pak sony memanggil ochi dan mengajaknya keluar kelas. Semua murid merasa penasaran. Namun, ochi tak berani membantah perintah gurunya itu. Kini, pak sony dan ochi berada dikoridor kelas. Mereka mengobrol bersama.
            “ochi.. kamu punya fans ya?” tanya pak sony sambil menunjuk pohon tempat wisnu bersembunyi. “oh.. bukan pak! Dia wisnu!! Dia orangnya baik.. Cuma nasibnya yang tak baik!! Dia seperti orang stres!” kata ochi. “tapi, dia romantis dan penyayang.. mungkin.. ochi seperti masa lalunya.. atau ya.. begitulah pak!! Tapi, ochi suka pak!!” balas ochi.. pak sony hanya menggaruk-garuk kepala. Ochi meringis melihat pak sony. “gatel pak?” ledek ochi. “oh.. gak.. ya sudah!! Kamu kembali kekelas.. bapak mau ke WC sebentar..” balas pak sony. Ochi langsung menuruti perintah pak sony. Ochi segera masuk.
            Pak sony terus memperhatikan pohon tempat wisnu bersembunyi. Dia tatap dengan tatapannya yang tajam. Dia menganggap ochi adalah adiknya yang tlah meninggal. Dia kepalkan tangannya lalu berkata. “kenapa dia mengejar ochi..? apa ada hubungannya sama citra?” “apa wisnu adalah mantan pacar citra?” tanya pak sony yang kesal. Pak sony hanya bertanya-tanya apa yang tlah terjadi. “tak akan aku lepas.. andai dia adalah orang yang tlah membuat citra meninggal..” ujar pak sony dalam hati.
**
            Sebentar lagi waktunya pulang sekolah. Kinal dan sendy tengah menikmati pelajaran terakhirnya hari ini. Kinal masih penasaran dengan perkataan melody tadi pagi. Entahlah sebenarnya apa yang membuat melody berkata seperti itu. Apakah mungkin melody berfikir kinal itu memang pacar wisnu. Pikiran kinal ngaco, jadi dia gak terlalu konsen dengan pelajarannya.
            Bel tanda pulang berbunyi. Mereka segera bersiap pulang. Kinal segera mengejar melody yang tengah berjalan. “mel.. melody!!” teriak kinal dari kejauhan. “iya.. ada apa?” tanya melody. “kamu kan belum jelasin maksud perkataamu tadi pagi itu apa...?” tanya kinal yang sangat penasaran. “kamu penasaran??” tanya melody sambil tersenyum. “iya... aku penasaran.. maksud kamu itu apa?” tanya kinal lagi.
            Melody memegang pundak kinal, dia tersenyum. “kinal.. keputusanmu itu sudah bagus.. hanya saja kamu harus lebih bisa membuatnya nyaman...” celoteh melody. “aku makin gak ngerti mel..” balas kinal. “tanyakan pada hatimu.. apa yang terbaik buat kamu dan hatimu..” “eh udah dulu ya.. aku udah dijemput.. tuh mobilnya udah sampai..” balas melody sambil menunjuk kearah mobil itu. “aku boleh main kerumahmu?” tanya kinal. “ayo main.. rumahku terbuka untuk siapa aja.. termasuk kamu dan sendy..” ujar melody dengan senang hati.
            Dari kejauhan terlihat sendy yang tengah berlari. Dia terlihat capek. “haduh.. kalian ini gak setia kawan deh.. main tinggalin aku aja..” kata sendy, yang mengeluh. “kamu mau ikut kerumah melody? Aku mau kesana..” kata kinal. “aku.. mau..” teriak sendy dengan manjanya. “dasar anak manja..” kata kinal. Melody hanya tertawa geli melihat polah dari sahabat barunya.
**
            Waktunya dhike, sonya, stella, dan rena pulang. Seperti biasa, empat sekawan ini selalu berjalan pulang bersama. Sebelumnya sonya selelu diantar dan dijemput. Namun sekarang, sonya lebih memilih pulang berjalan bersama teman-temannya. Hari ini mereka berniat pergi membeli makanan dulu, supaya nanti mereka dapat ngobrol dengan asyik dirumah rena.
**
            Wisnu tertidur dalam penantiannya. Pak sony, ochi, ayu, dan cindy memperhatikan wisnu yang tengah tertidur. “ya ampun.. kasihan sekali orang ini..” ujar cindy. “kalian bangunkan.. nanti aku tanyakan dia..” kata pak sony. Mereka bertiga menuruti perintah pak sony. Mereka menepuk bahu wisnu yang tertidur begitu lelap disiang mejelang sore hari. Wisnu terbangun dan kaget melihat ochi, ayu dan cindy yang memperhatikannya. Wisnu kaget. “kakak.. kenapa memfoto aku? Aku melihatnya dari balik jendela..?” ujar ochi penasaran. Wisnu hanya diam. Tiba-tiba pak sony keluar. Serentak wisnu sangat kaget melihat pak sony yang tersenyum. “kak.. sony..” ujar wisnu yang begitu kaget.

Bersambung...

0 comments:

Poskan Komentar