Senin, 10 Juni 2013

BAB 42


BAB 42

Pak sony kaget saat melihat kinal ada dijakarta. Yang tadinya dia hendak memukul wisnu, kini tak jadi karna ditahan kinal.
            “kak.. ada apa sebenarnya..? kenapa kakak memukuli dia..?” tanya kinal penasaran.
            “dia telah membunuh adikku.. citra namanya..” ujar pak sony dengan agak emosi. Kinal kaget dan mundur 3 langkah. Dia menutupi mulutnya sambil meneteskan air mata. Pak sony mulai bingung dengan ulah kinal. Pak sony mendekati kinal dan bertanya padanya.
            “hei.. apa yang membuatmu menangis? Aku tak memarahimu..” ujar pak sony. Kinal hanya diam. Tiba-tiba, sendy dan melody mendekati kinal yang sedang berseteru.
            “maaf ya.. bukan maksud kami mau ikut campur.. tapi, jika kamu mau memarahi kinal.. maka, kami tidak akan tinggal diam!!” tegas melody.
            “iyaa!! Jangan macam-macam ya!!” saut sendy.
Pak sony sempat bingung dengan ulah mereka. Dia mulai tak memperdulikan kehadiran semua orang yang berhubungan dengan kematian citra. Dia masih punya urusan dengan wisnu.
            “terserah kalian mau bilang apa.. aku memang gak mau, masalahku kalian ikuti.. aku Cuma punya urusan dengan wisnu!!” kata pak sony kepada mereka. Tiba-tiba melody mendekati pak sony dan berkata.
            “wisnu juga teman kami bertiga.. aku juga gak akan membiarkan kamu memukulinya..” tegas melody, sambil menatap tajam kearah pak sony. Pak sony memperhatikannya dengan santai dan berkata.
            “nampaknya.. kamu memang pintar membaca situasi dan seseorang saat dia sedang melakukan aktifitasnya.. tapi, aku tidak akan menghentikannya..” kata pak sony. Saat sedang tenang tiba-tiba wisnu bangkit dan meludah, seolah-olah sedang menyinggung pak sony. Dia bangun dengan tubuh yang terluka dan kepala yang berdarah.
            “melody!! Biarkanlah dia memukuliku...!! mungkin kalau aku mati, maka dia akan tertawa!! Hahahaa.. ayo kak!! Pukul wisnu lagi!! Tunjukan rasa amarahmu kepada semua orang yang melihat, kepada kawan-kawanku!! Kepada kedua muridmu!! Dan kepada ochi!! Ayo..!! tunggu apa lagi..” ucap wisnu dengan angkuhnya, padahal dia sudah sempoyongan menahan sakit.
**
Dijalan yang lain, sonia masih memeluk mova yang nampak ketakutan. Dia juga melihat ayu sedang menjaga ochi sampai ochi bangun dari pingsannya. Kemudian muncullah cindy sambil membawa kamera wisnu.
            “ya ampun.. ayu!! Ochi kenapa?” tanya cindy penasaran.
            “entahlah.. saat aku datang!! Dia sudah pingsan seperti ini..” ujar ayu. Sonia segera menyaut.
            “dia didorong oleh seorang pria saat ochi hampir tertabrak mobil kami.. kami kaget karna tiba-tiba mereka berdua lari dengan kencang dari balik gang kecil itu..” kata sonia. Ayu merangkul cindy dan berkata dengan lirih.
            “sepertinya.. ochi dan kak wisnu.. saling suka deh..” ujar ayu.
            “aku juga berfikiran sama denganmu..” balas cindy.
“kalian ini siapa? Dan apa hubungan kalian dengan sony?” tanya mova penasaran.
“dia itu guru kami kak!!” kata cindy. Mova mendekati cindy dan ayu sambil tersenyum.
“aku sangat menyukai guru kalian itu.. dia itu orangya lucu dan konyol.. tapi, aku gak menyangka dia seperti itu saat sedang marah!! Kalian bisa bantu aku kan.. untuk menenangkan hati guru kalian itu?” tanya mova kepada mereka.
“bisa kak!! Hanya saja kami sedang menunggu ochi sadar.. dia adalah kunci dari perseteruan sengit ini kak!!” ujar cindy. Mova tersenyum dan menghapus air matanya.
“kakak cantik ya.. pak sony pasti suka dengan kakak!!” saut ayu. Mova sedikit tertawa.
“kamu juga cantik kok.. kalian semua cantik kok!!” ujar mova.
“berarti kita harus bangunkan ochi terlebih dahulu.. setelah itu kita lewati gang ini dan menuju kesana.. aku yakin disana juga kak sony ditahan oleh sesuatu.. aku merasakan hal itu..” kata mova.
**
Kasihan sekali frieska. Dia menunggu kakaknya yag datang menjemputnya. Dia telpon berkali-kali. Namun tak diangkat oleh kakaknya. Dia sepertinya agak kesal. Dan dia putuskan untuk memanggil taksi daripada menunggu lama kakaknya yang tak kunjung datang.
            “kak melody kemana ya..? aku telpon gak diangkat!! Haduh.. kakak ini kalau sudah menyangkut masalah orang lain, pasti dia akan ikut campur!! Kakak memang seperti itu orangya..” keluh frieska sambil memanggil taksi. Kemudian dia menaiki taksi itu dan berkata kepada supir taksi itu.
            “pak!! Antarkan saya kelapangan dibalik danau sana pak!! Tolong ya pak..” ujar frieska.
            “baik neng!!” balas supir taksi itu. Tanpa banyak basa-basi lagi, frieska ikut datang menyaksikan pertandingan baseball daripada harus menunggu kakaknya atau pergi ketempat lain.
**
Bau enak menyelimuti rumah sederhana milik ayana. hari ini dia membantu ve memasak daging seafood dengan benar dan baik. Ayana memainkan penggorengan dan pengaduk dengan sangat mahirnya. Dia juga memakai api sebagai penambah kesan eksotis dalam karya masakannya.
            Ve dengan antusias melihat ayana yang sedang memasak untuk ve. Nampaknya ve sangat kagum pada kehebatan ayana dalam hal memasak.
            “ay.. kamu hebat banget!! Padahal kamu masih muda, tapi sudah bertalenta dalam memasak!! Aku kagum deh!!” ujar ve dengan kagumnya. Ayana tersenyum.
            “kak ve terlalu memuji aku nih!! Semua orang bisa masak asalkan dengan semangat dan kecintaannya pada masakan itu..” kata ayana. ve mendengarkan perkataan ayana dengan senangnya. Dia menepuk pundak ayana dan berkata.
            “bagaimana kalau kamu menjadi asistantku direstaurantku? Kamu mau gak..?” tanya ve. Ayana kaget mendengar perkataan ve. Dia menoleh kearah ve. Ve tersenyum.
            “aku tau kamu pasti kaget.. tapi, tujuanku kemari memang mau membicarakan hal itu.. karna aku sudah bilang pada ibuku!! Dan dia menyetujuinya..” kata ve.
            “memangnya kakak membicarakan hal apa?” tanya ayana dengan penuh penasaran.
            “perkembangan restaurant milik mamaku sangat pesat semenjak ada kamu..!! jadi aku berencana untuk membuatkan restaurant lagi dan kamu yang mengurusnya.. dan mamaku menyetujuinya..!! kamu tau keuntungannya bisa 300% dari yang kita dapatkan sekarang ayana!! kamu mau ya..” kata ve dengan penuh harap. Ayana nampak bingung dengan perkataan ve tersebut. Namun ayana hanya dapat berkata.
            “aku gak bisa bilang sekarang kak!! Aku bingung..” ujar ayana dengan lirihnya. Ve tetap tersenyum sambil menepuk pundak ayana sekali lagi.
            “aku tunggu hingga besok!! Ok!!”  kata ve. Kemudian ve mengambil sesuatu dari dalam tasnya dan menaruhnya disebelah kompor sambil meninggalkan ayana. ayana kaget dan mengambil barang itu yang sepertinya isinya uang.
            “kak!! Ini apa kak?” tanya ayana sambil berteriak. Namun, ve tak menggubrisnya dan lebih memilih diam sambil menaiki mobil mewahnya dan pergi meninggalkan ayana yang mengejarnya sampai keluar rumah. Ayana membuka bungkusan itu dan ternyata memang isinya uang. “astaga!! Uang sebanyak ini..!!” kata ayana dengan kagetnya. Lalu dia menghitung uang itu, dan dia sangat kaget dengan nominal uang itu.
            “astaga!! Kenapa sampai sebanyak ini uangnya.. aku belum pernah memegang uang sebanyak ini..” kata ayana dengan gemetar. Tiba-tiba ayana mencium bau tak sedap. “bau apa ya..” kata ayana, dan dia baru teringat.
            “aaakkkhhh!!! Masakanku rusak!!!” teriak ayana dengan kencangnya.
**
Sore ini, dhike, sonya, stella, dan rena menunggu ayu dengan sabarnya dirumah rena. Mereka semua nampak bosan menunggu ayu yang tak kunjung datang. Saking lamanya menunngu sampai-sampai stella tertidur dengan lelap saat tengah menonton infotainment. Sudah beberapa hari ini rena tidak berdagang kue kering lagi karna alasan sekolah. Namun, dhike memakluminya karna memang rena dan ayu adalah sepasang anak yang hidup sebatang kara.
            “ayu lama banget sih!! Berarti benar dong katamu..” ujar dhike. Rena hanya mengangguk. “kamu jangan diam aja.. kamu harus mencegahnya, takutnya ayu kenapa-napa..” kata dhike lagi. Rena hanya mengangguk.
            “aku setuju dengan pendapat ikey!! Sekali-kali ayu harus diberitahu dengan tegas!! Karna kamu adalah kakaknya..” kata panda. Dan lagi-lagi rena hanya mengangguk.
            “kamu ngomong dong renaaaa!!!!” tegas ikey dan panda berbarengan. Rena clingak-celinguk dan berkata dengan lirih.
            “aku harus ngomong apa?? Kalian semua daritadi hanya mengoceh saja..”  kata rena dengan polosnya. Ikey menjitak kepala rena dan berkata.
            “dasar kamu ini!!!” kata ikey dengan gemasnya. Panda hanya menggelengkan kepala dan berkata.
            “haduh.. cape deh!!” katanya.
**
Ditengah serunya pertandingan, beby dan ghaida menyaksikannya dengan antusias. Tiba-tiba frieska datang dan menghampiri mereka berdua.
            “haii!!” teriak frieska.
            “lhoo.. katanya kamu mau pulang!! Kok malah kemari sih!!” saut beby.
            “gak tau nih.. kakakku gak angkat telponku dari tadi.. aku jadi kesal.. daripada aku pulang dengan cemberut.. mendingan aku lihat pertandingan dengan kalian..” keluh frieska.
            “ya udah gabung sini.. tuh lihat perminan mereka..” kata ghaida. Beby dan frieska memperhatikan permainan mereka.
            “homerun!!!!” teriak sang komentator dengan semangatnya.
            “tuh kalian lihat kan.. ujung tombak dari tim itu ada pada pemukulnya.. dia berhasil memukul dengan sempurna..” kata ghaida.
            “aku jadi tambah semangat kak!! Aku harus bisa jadi pemukul yang handal..” balas beby.
            “kamu juga hebat beby!! Kamu bisa memukul bola sampai 354 pukulan.. 350 dengan semangat dan 4 pukulan dengan suaraku yang menjengkelkan..” kata frieska. Beby tersentak kaget dan merasa tak enak. Lalu dia merangkul frieska sambil berkata.
            “kamu jangan marah yaa.. kita kan satu tim..” kata beby.  Frieska tersenyum dan berkata.
            “woles aja kalee..” ledeknya. Dan mereka kembali menyaksikan pertandingan itu. Ghaida melihat kedekatan frieska dan beby.
            “kalian akan jadi tim yang hebat pastinya..” ujarnya dalam hati.
**
Setelah agak lama pingsan, ochi akhirnya tersadar dari pingsannya.
            “ochi.. akhirnya kamu sadar juga..” kata cindy sambil menangis. Ayu, sonia, dan mova tersenyum.
            “kalian berdua siapa..?? dan kak wisnu dan pak sony mana?!!” tegas ochi yang nampaknya cemas. Ayu menahan ochi yang nampaknya agak marah kepada pak sony.
            “ayu!! Lepasin.. aku mau menemui kak wisnu!!” teriak ochi.
            “kamu gak boleh pergi!! Bahaya..” saut cindy.
            “cindy kamu diam saja kalau tak tau apa-apa..!!” bentak ochi. Cindy cemberut setelah dimarahi oleh ochi. Mova memegang pundak ochi dan menenangkan hatinya.
            “kamu yang tenang ya.. aku mau tau.. kenapa kamu segitunya kepada wisnu?” tanya mova. Ochi diam sejenak dan berkata.
            “aku mencintai kak wisnu..!! aku selalu ingin dekat dengan kak wisnu!! Dia pernah menyelamatkan nyawaku.. dan kini dia sedang perlu pertolongan!! Aku tak bisa diam saja!!” teriak ochi. Mova mengangguk.
            “kalau begitu!! Kamu kejar mereka!! Mereka menuju gang itu.. ayo cepat sana!!” tegas mova. Ochi langsung berlari walaupun agak sempoyongan. Cindy, ayu, dan sonia bingung kepada mova.
            “kakak kenapa malah menyuruhnya mengejar..?? kan kasihan ochinya..” kata ayu. Mova tersenyum dan berkata.
            “cinta yang membuat mereka begitu dekat!!” kata mova. Semua merenung. Mova menepuk tangannya. “hei!! Kok pada bengong sih!! Ayo kita kejar ochi!! Katanya dia adalah kunci dari perkelahian ini..!!” kata mova. Mereka akhirnya mengejar ochi agar tak terlalu jauh dengan ochi.
**
            “bagaimana bisa kamu seenaknya saja membiarkan temanmu itu pergi!!” tegas sang pemilik cafe. Gaby hanya menunduk karna malu. “saya gak mau tau.. kamu harus kembalikan uang saya!! Mana!!” teriaknya. Gaby mengeluarkan sisa uang yang ada didompetnya. Dan hanya tersisa 150 ribu.
            “hanya segini!!” tegasnya.
            “maaf pak!! Uangnya sudah aku belanjakan buat beli pakaian dan makan malam hari ini..” ujarnya sambil ketakutan. “saya janji pak akan melunasi sisanya.. saya mohon pak!! Beri saya waktu..” ujar gaby. Pemilik cafe itu akhirnya memaafkan gaby.
            “yasudah!! aku maafkan kamu!! Aku anggap hutangmu lunas.. asalkan kamu mau mencuci semua piring dicafe ini malam ini, tanpa bayaran sepeserpun.. bagaimana?!” tanya pemilik cafe itu.
            “baik pak!! Saya akan lakukan tugas itu asalkan bapak mau memaafkan keteledoran kami.. sekali lagi maaf pak!” ujar gaby. Kemudian gaby segera mengerjakan semua tugasnya itu sampai tuntas. Dalam hati, gaby agak kesal dengan ulah jeje yang tiba-tiba pergi tanpa pamit dulu.
**
            “kamu masih ingin melawanku!! Dasar anak kurang ajar!!” teriak pak sony dan berlari menghampiri wisnu. “terima ini!! Heahahhh!!” tangannya mengepal dengan mantap, namun wisnu menghindar dan menendang perut pak sony hingga pak sony kesakitan.
            “akkkhhh!!” teriaknya sambil menahan rasa sakit. Wisnu mendekati pak sony dan mengangkatnya. Namun, pak sony segera memukul perut wisnu dan mendorongnya hingga wisnu terjatuh. Pak sony segera menekan dada wisnu dengan lututnya dan memukul pipi wisnu hingga memar.
            Wisnu sudah terluka parah, namun entah mengapa wisnu tak mau membalas pukulan pak sony saat pak sony melayangkan pukulannya. Kinal, melody, dan sendy menarik pak sony sekuat tenaga dan menyuruh mereka berhenti.
            “kak!! Cukup kak!! Kalau seperti ini terus wisnu bisa mati..!!” teriak melody sambil menahan pak sony. Kinal menghampiri wisnu dan memegangi wajah wisnu yang sudah babak belur dan hampir tak dikenali lagi wajahnya.
            “cukup wisnu!! Sudah.. kalian jangan berlarut-larut dalam masa lalu..” kata kinal. Wisnu nampak kesal.
            “ngapain kamu peduli sama aku!!! Kalau aku gak pernah peduli sama kamu kinaaal!!” teriaknya kepada kinal. Kinal merenung, dan tiba-tiba menampar wisnu dengan kencangnya. Lalu, kinal memeluk wisnu dan berkata.
            “aku sayang kamu wisnu!! Aku gak mau kehilangan kamu..!! aku tlah kehilangan citra!! Aku gak mau kehilangan kamu lagi!!” ujarnya. Wisnu nampak diam dan sempoyongan. Namun, wisnu tak menggubris kata-kata kinal dan berkata.
            “maaf!! Aku gak bisa menerimamu dalam hatiku..!!” ujar wisnu. Semua yang melihat nampak hening. Dan tibalah ochi dan berteriak dengan kencangnya.
            “kaaak wisnuu!!!!” teriaknya. Semua menengok kearah ochi.
            “ochi..” ujar pak sony dan wisnu.
            “siapa lagi ini.. datang tak diundang!’ kata sendy.
Kinal sangat kaget melihat ochi, karna wajahnya sangat mirip dengan citra. Wisnu melepaskan rangkulan kinal dan mendekati ochi. Dibelakang juga ada ayu, cindy, mova, dan sonia. Wisnu mendekati ochi, begitu juga sebaliknya. Ochi berlari mendekati wisnu yang sudah sangat sempoyongan. Saat sedang berjalan pelan tiba-tiba wisnu terjatuh karna sudah kelelahan.
            “kak wisnu!!” teriak ochi lagi dan menghampiri wisnu. Ochi memegangi wisnu yang sudah sangat lemas karna mendapatkan luka memar yang cukup serius diseluruh badannya.
            “kak!! Kak wisnu!!” kata ochi sambil menangis. Wisnu tersenyum dan berkata dengan lirih.
            “a.. ku.. sayang.. ka.. mu.. ochi..!!” kata wisnu dan pingsanlah dia.
            “kak wisnu!!!” teriak ochi lagi yang makin resah. Semua orang yang menyaksikan mendekat kecuali pak sony dan mova. Pak sony merenung dan memikirkan kesalahannya. Sekarang pak sony sudah tak marah lagi.
            Wisnu segera dibawa kerumah sakit oleh semua warga dan teman-temannya.
Hujan pun turun membasahi tempat perkelahian itu. Pak sony melihat mova mendekatinya. Dia nampak kesal dan menangis.
            “movaa.. akuu..” belum selesai pak sony bicara, tiba-tiba saja mova menampar pak sony dengan kerasnya.
            “puas kamuu!! Aku kira persahabatan kita dan kelucuan kita istimewa!! Tapi nyatanya.. kamu merusaknya hanya karna masa lalu yang kelam..!! kamu payah!! Kamu payah!!” teriak mova. Pak sony hanya diam. “aku akan menyusul mereka kerumah sakit!! Terserah kamu mau ikut atau ngak!!” kata mova dan pergi meninggalkan pak sony seorang diri.
            Pak sony duduk disebuah trotoar jalan dan membiarakan dirinya basah oleh air hujan. Tak ada orang yang lewat karna derasnya hujan.
            “hm.. ternyata benar kata ayah dulu.. citra sangat mencintai wisnu!! Ayah melarang mereka berpacaran karna, ayah wisnu adalah pemilik perusahaan saingan ayah!! Dasar!! Hanya karna bisnis.. ayah meninggalkan duka untuk kami, aku dan citra!! Sampai akhirnya aku harus pulang dari filipina Cuma untuk melanjutkan bisnis ayah itu..!!” kata pak sony.
            Dia menangis dan memegangi kepalanya sendiri. “maafkan aku citra!! Maafkan kakak!!” ujarnya yang makin sedih.

BERSAMBUNG...

0 comments:

Poskan Komentar