Senin, 10 Juni 2013

Bab 13


Melody menangis. "mel.. Ada apa mel..." "kenapa sama nyokap loe?!!" tanya ve. "kita kerumah sakit ve!! Kita kerumah sakit!! Sekarang!!!" teriak melo sehingga membuat gaduh cafe tersebut.

"ayo ve!!!" teriak melo. "mel.. Tenang dulu!!!" balas ve. "udah gak ada waktu lg... Cepetan ve.!!" kata melo dengan nada kacau.Ve memegang pundak melo dan berteriak "mel..!! Dengerin gue!!!!" melo pun diam "gue antar loe.. Tpi,loe tenang ya..." kata ve sambil memeluk melo.Melo hanya bisa diam dan menangis tersendu-sendu,mendengar ibunya masuk rumah sakit.

Pukul 3 sore,waktunya ayu,cindy,ochi dan yang lainnya pulang.Mereka bertiga berjalan pulang bersama.Diluar kelas mereka melihat pak sony yang sedang menyalakan mesin vespanya. "chi.. Tadi loe diapain sama tu guru?!" tanya ayu. "ayu.. Bahasa loe jangan gitu dong! Yang sopan kenapa..." kata ochi. "chi.. Loe knapa? Wah tuh guru jangan-jangan punya modus!! Loe harus hati-hati..." kata ayu. "gue gak merasa cemas dengan itu guru... Gue malah merasa,pak sony itu orang yang baik.." kata ochi. "udah ah cape gue ngomong sama loe!! Ayo cin.. Kita jalan..!!" kata ayu sambil menarik cindy. "ya udah!! Gue jalan dulu.." kata ochi sambil pergi meninggalkan ayu dan cindy. "hati-hati.. Chi!!! Tar loe digigit sama itu guru!!!" ejek ayu kepada ochi.

Diperjalanan,ayu menuntun sepedanya bersama cindy.Namun,cindy hanya diam. "cin... Loe knapa sih gue perhatiin daritadi diem aja..? Loe sakit??" tanya ayu. "ngak!! Gue cuma bingung.. Sepupu gue mau sekolah dijakarta..." balas cindy. "knapa bingung?" tanya ayu. "apa dia mau sekolah disini bareng gue?" kata cindy. "coba aja.. Siapa tau mau!!" balas ayu. "eh loe mau main kerumah gue gak?" tanya ayu. "sorry ya.. Gue lg gak bisa..." kata cindy. "oh ya udah!! Gue duluan ya.." kata ayu sambil menggoes sepedanya. "iya.. Hati-hati ya...!" ucap cindy.Dan mereka berdua berpisah diperempatan jalan.

Dijalan cindy melihat anak kecil yang menangis.Lalu,cindy menghampiri anak itu. "adik kecil... Kamu kenapa?" tanya cindy kepada anak itu. "kakak.. Balonku terbang.. Aku udah gak punya uang.." kata anak itu.Kemudian,cindy membelikan balon besar untuk anak itu agar dia tidak menagis lagi. "ini.. Buat kamu! Kamu jaga ya..." kata cindy. "makasih kak!!" balas anak itu dengan senangnya.Cindy pun tersenyum.

Anak kecil itu menghampiri seorang pemuda.Cindy memperhatikan dari kejauhan.Lalu,anak itu menunjuk kearah cindy,serentak cindy pun lari secepatnya meninggalkan tempatnya berdiri.Pemuda itu sempat melihat cindy.Namun,hanya sebentar.Pemuda itu mengeluh dan kesal "dasar aneh!! Aku baru mau berterima kasih!!! Eh.. Dianya kabur.. Dasar aneh!!" kata pemuda itu.

Pukul 17.00 melo dan ve sampai dirumah sakit.Mereka berdua sudah ditunggu oleh frieska. "mama gmana frieska?!" tanya melo. "jantung mama lemah kak!!" kata frieska. "ya ampun mama..." kata melo dengan sedihnya. "kalian berdua yang tabah ya..!" "semua pasti ada hikmahnya..." kata ve kepada melo dan frieska. "thanks ya ve..!!" kata melo. "oh iya.. Bokap loe udah dikabarin..?" tanya ve. "udah kak ve...! Katanya besok papa mau kemari.." jawab frieska. "syukur deh.." kata ve.

Pukul 7 malam,panda terbujur lemas dikamarnya.Dirumah dia hanya ditemani,oleh bibi dan supir pribadi panda.Panda begitu lemas.Ayah panda tak pulang-pulang karna urusan bisnisnya.Dalam kesendiriannya dia menunggu kedatangan melo dengan sabarnya.Namun,melo tak kunjung datang.Panda menelpon melo.Tapi,handphone melo tidak aktif.Panda mulai kesal.Dia menangis dan sedih seorang diri tanpa ada yang menemani. "malam ini.. Biarkan aku melihat bintangmu tuhan.. Walau dalam mimpi.." ucap panda sebelum dia tertidur.

Pukul 10 malam sepeti biasa,ibu tiri ochi pergi entah kemana dari tadi sore.Ayah ochi belum pulang dikarenakan lembur kerja.Saat,sedang belajar tiba-tiba ochi mendengar suara orang didepan rumahnya. "ada suara orang.. Tapi,siapa ya? Mungkin ayah!" Kata ochi.Kemudian ochi keluar.Dia kaget saat melihat ada pemuda pingsan diteras depan rumah ochi dengan keadaan terluka. "ya ampun..! Kamu kenapa?!!" tanya ochi sambil memegang wajah pemuda itu.

Pemuda itu terluka cukup parah tubuhnya memar dan kepalanya berdarah,seperti habis dikeroyok orang banyak.Karna,tubuh pria itu cukup besar,jadi Ochi menyeret pemuda itu masuk kedalam rumahnya.Didalam rumah ochi menolong pemuda itu tanpa pamrih walaupun tak mengenalinya.Ochi membuka baju pemuda itu dan mengobati luka pemuda itu.Tak,lupa ochi juga membalut kepala pemuda itu dengan perban agar darahnya tak mengalir lagi.Ochi memang pandai mengurus rumah dan menolong orang.Tak lupa ochi mengepel lantai dan teras depan yang terkena darah pemuda itu.Kemudian,ochi tertidur karna kelelahan mengurus rumah dan pemuda yang tidak dikenalinya itu.

Pukul 23.30 malam,pemuda itu terbangun.Betapa kagetnya dia saat melihat tubuhnya telah dibalut perban. "dimana aku?!! Akh.. Aku harus pergi..!! Kata pemuda itu.Dia mengambil bajunya kemudian memakainya.Karna gugup,pemuda itu tak sengaja menjatuhkan vas bunga dan membangunkan ochi dari tidurnya.Kemudian ochi keluar dari kamar dan melihat pemuda itu sudah tersadar.

"kamu sudah sembuh?!" tanya ochi.Pemuda itu terbelalak dan kaget melihat wajah ochi. "kamu kenapa..?" tanya ochi lagi.Pemuda itu kemudian menangis. "lho kenapa nangis? Aku tulus menolongmu.." kata ochi.Ochi maju mendekati pemuda itu. "berhenti!! Aku bilang berhenti!!!" teriak pemuda itu.Namun,ochi malah makin mendekat.Dan akhirnya pemuda itu pergi berlari ketakutan. "hei.. Hei!!!" teriak ochi...

Bersambung...

-nara-

0 comments:

Poskan Komentar