Jumat, 07 Juni 2013

Golden Rules

Kakiku melangkah santai, melewati jalanan yang sudah mulai dipenuhi dedaunan yang sudah megering. Cuaca hari ini bisa dibilang biasa, tapi kehadiran Beby telah membuat hari ini lebih dari biasa. Sepanjang jalan, teringat semua yang pernah kita lakukan. pergi ke taman bunga, jogging bareng, nonton, dll. tapi yang paling berkesan saat aku memasangkan bunga ke telinganya. Telah beberapa bulan hubungan ini kujalani, tak ada masalah secuilpun. kubuka gerbang rumahku, sedikit berlari untuk sampai kedalam kamar. Kurebahkan tubuhku di atas kasur. dengan tak sabar, ku ambil Handphone ku yang tergeletak di samping foto Beby.

Lalu aku mengirim sms kepada dia, "Konnichiwa...^^", tak lama dia membalas "Konnichiwa aku udah pulang latihan nih", oh ya.. dia itu latihan dance di salah satu sanggar ternama, hobby dia dance, dia ingin jadi dancer. "cape gak? Minum dulu gih " aku membalasnya, "iya iya bawel, oh iya ada kabar baik nih! " dia membalasnya dengan cepat "Apa? cerita dong ^^". lalu dia membalas "kan gini ya, tadi pas aku lagi latihan, ada manajemen dari salah satu idol group, terus aku ditanya 'kamu bisa nyanyi atau dance nggak?', aku jawab 'Aku bisanya dance'. Ternyata diterima dan dipanggil ke Jakarta,” jawabnya

Jujur aku senang, dapat melihat orang yang selalu ada di sisiku begitu bahagianya. "Selamat ya beb! tasudah, kalau begitu, sebagai perayaannya, aku traktir kamu makan Takoyaki. " balasku "Asiik! aku tunggu ya!"

aku sudah berada di depan rumahnya dengan sepeda motorku, lalu kulihat seorang perempuan cantik membuka gerbang, itu ternyata orang yang ku sayang, Beby Chaesara Anadila. "Ayo naik!" ajakku sambil mencubit pipinya. "aww! sakit tau!" dia naik sambil memukul punggung ku. Lalu aku mengendarai sepeda motorku ke restoran jepang terdekat.

Aku mencari tempat duduk yang kosong untuk berdua, lalu kita menemukan tempat untuk makan, tapi Outdoor, dan ternyata suasananya romantis, di samping ada pemandangan kota Bandung. dan di depan, ada seorang perempuan cantik sedang menunggu pesanan dengan senang. "Besok aku ke Jakarta, ikutan audisi" dia membuka pembicaraan dengan senyuman manisnya. "aku gak di ajak niiihhh???" "Kamu kan sekolaaahh. aku kan bisa izin besok." "Yaudah deh" jawabku.

Tak terasa makanan dan minuman kita habis, waktu sudah menunjukan jam 9 malam, Jam dinding dan rembulan telah menjadi saksi pembicaraan kita selama 2 jam. "Pulang yuuuk... ngantuk.." "Giliran makanan udah abis, minta pulang, dasar." "haha. biarin dong, yuk pulang" dia mengajaku sambil menarik tanganku. Aku pun segera membayar tagihannya. dan mengantarkan Beby pulang.

"teeeeeeeett... teeeeettt" alarm ku berbunyi tepat jam 04.30 pagi. aku melihat handphone, ada sms dari Beby. "Ohayou ^^, aku lagi siap siap nih. Gak sabar pengen ikutan audisi JKT48." "aku baru aja bangun ya udah aku mandi dulu ya, belum sholat belum ngapa ngapain." "Pantesan Bau! cepet sana mandi, terus sholat, dan siap siap sekolah! "

jam 06.00, aku berangkat sekolah, di perjalanan, aku melihat handphone ku, ada SMS. "Heeeyy!! aku lagi di mobil, di perjalanan. Cepet sekolah sana!~ Hati hati yaaa~ ^^ aku matiin handphone ku sampe jam 2 ya, biar gak ganggu. "

jam 14.00, ada sms dari Beby "moshi moshi~ heeyy, udah pulang sekolah? udah makan belom? kalo udah pulang, makan gih, istirahat, dan sholat eh ada kabar baik dan kabar buruk nih... " "cerita dong beby... kenapa/" "kabar baiknya, aku di terina... tapi kabar buruknya.. ada satu aturan, yang namanya 'GOLDEN RULES' di salah satu aturan itu, ada aturan dilarang berpacaran..." "jadi...?" "maafkan aku.. aku memang ingin sekali terus bersamamu, di sisimu... tapi aku lebih memilih JKT48.. aku ingin menggapai impianku.. tapi bukan maksud aku meninggalkanmu begitu saja.. aku akan tetap menghubungimu, tetap perhatian padamu... tapi tak terlalu dekat seperti sebelumnya.." "baiklah... aku akan senang jika kamu senang.." balasku. sebenarnya aku sangat kecewa dengan pilihan dia, ada suatu rasa sesak di dadaku yang menyeruak dengan cepat ke kepalaku, sepertinya aku akan menangis, tapi kucoba untuk menahannya. Tapi perkataan beby yang akan selalu menghubungiku itu membuatku agak baik. "makasih udah mengerti... aku mau ngelanjutin acara ya.. ja ne~" "iya Beby, semoga sukses.. Daisuki desu.."

beberapa hari ku lalui dengan suasana yang berbeda, Beby yang dingin, sibuk, dll. aku sering menhirimi dia SMS, tapi dia jarang membalasnya.. jarak kita menjauh perlahan.. suatu hari aku mengirimi dia SMS "Konnichiwa! lagi apa beby? udah makan?" "eh maaf aku lagi sibuuk! nanti aja sms lagi ya..!". baru kali ini dia membalas seperti itu.. biasanya jika dia sibuk, dia tetap menemaniku.

beberapa bulan telah kulewati. hari ini, tepat dimana hari pertama kalinya aku menyatakan rasaku padanya. aku mengirimi dia SMS "Beby... inget sekarang hari apa?" dia tak membalas... lalu beberapa lama kemudian "Maaf ini siapaa??". mendadak, rasa sesak di dadaku menyeruak ke kepalaku, aku menghempaskan badanku. melihat foto diriku dengan beby di taman bunga. "beby kamu tak ingat siapa aku? orang yang pertama kali menyelipkan bunga di telinga mu? Orang yang memberikanmu boneka Doraemon dan Tazmania? Orang yang selalu mengantarmu ke sanggar tarimu?" dia tak membalas. aku melihat jam dinding. oh iya, ini jam latihannya...

suatu hari saat aku pergi ke pantai dengan keluarga ku. aku berjalan sendiri menyusuri pantai. Matahari di kejauhan tampak tengah bersiap-siap pamit pulang. sisa-sisa sinarnya terlihat memerah dan bergoyang-goyang halus mengikuti arah gerak tubuh bulatnya menuruni langit. wajah beby di handphone ku tetap menyimpan sejuta kenangan aku dengamnya. "Beby, maafkan aku, aku bukan membenci dirimu, tapi aku membenci "Golden Rules" yang telah memisahkan kita, aku sangat merindukan mu. tak ada lagi seseorang yang menyemangatiku.. hidupku kini sangat berbeda, lebih buruk dari yang dulu.. -Your First Love"

Langit Biru yang mulau berubah warna, kawanan burung yang terbang satu arah berteriak parau, laut yang bergoyang santai menelan sang raja siang, dan aku yang sedang menikmati kenanganku, rinduku, kepedihanku, dan aku bertanya kepada kesunyian ini, 'mengapa orang yang kucintai pergi bersama kebahagiaan, kesenangan yang kupunya begitu saja?'. Disini, di pantai ini, tempat di mana aku pernah menanam sebuah cinta di jiwaku kepada seorang perempuan, di mana pertama kali aku menyatakan cinta padanya.

aku berjalan di ayas tumpukan batu yang berada menjorok ke laut, ku mengabil batu kecil, dan melemparkan kencang-kencang ke laut, aku lemparkan bersama semua kepedihan ini. selama ini, keceriaanku hilang, tak pernah lagi aku menerima ucapan selamat pagi yang menyemangati hariku, tak ada lagi perempuan bawel yang memaksaku makan.

ku hempaskan tubuhku di pasir, wajahku menantang langit, pandanganku beredar, seperti tak ingin diam, mencati sesuatu yang telah hilang, ku lepaskan segala rasa pedih yang menyerangku, terlalu banyak yang harus kulukis ulang di mataku tentang hubungan kita, ku pejamkan mata, aku terlilit di keruwetan rasa rindu yang berkecamuk.. sesaat kemudian aku menerima SMS "hey? maafkan aku telah meninggalkan mu begitu saja, melupakanmu, mengganti kehadiranmu dengan duniaku sendiri, aku berjanji, dari sekarang, aku akan tetap di sampingmu, meski tak sedekat dulu, aku sempat menangis melihat SMS darimu, maukah kamu memaafkan aku?". aku langsung bangun, duduk, melihat kelaut yang seolah tanpa batas, dengan otomatis pikiranku menyerap kembali segala kenangan indah yang pernah kurasakan bersama dia, kurasakan seperti ada harapan yang datang, . aku rela, meskipun tak seperti dulu. "apapun untuk mu Beby.. aku memaafkan mu.. tapi akankah kamu menepati janjimu?" aku membalasnya. diapun dengan cepat membalas smsku, secwpat saat dulu dia masih di sisiku "apapun untukmu.. :') Daisuki desu.." dengan sendirinya, senyuman yang telah lama hilang kembali mengembang di bibirku, rasanya di mataku berat, aku kedipkan, keluarlah air mata, 1..2..3..4.. tetes, lalu aku berlari seakan menantang ombak untuk ku injaki, aku berlari dengan semua perasaanku yang kembali. Meskipun tak aa Beby yang dekat seperti dulu, tapi aku bahagia, aku telah berjanji padanya, akan menunggu sampai dia Graduate, dan membuat hubungan kita lebih baik dari sebelumnya, lebih baik dari yang dulu.

Aku merasa tak puas hanya dengan mengukir siluet-siluet keindahan wajahnya di pikiranku. maka aku bergegas meminta pulang kepada orangtuaku. saat aku sampai, aku pergi ke toko terdekat, membeli boneka, dan Takoyaki. aku bergegas kerumahnya, di depan gerbangnya aku menunggu, dan melihat seorang perempuan cantik membuka pintu... Beby.. seolah-olah seperti Deja Vu saat melihatnya membuka gerbang. lalu aku memberikan Boneka dan Takoyaki yang telah ku beli. sebelum dia mengambilnya, dia mencubit pipiku dan mengatakan "terimakasih, aku merindukan saat saat seperti ini.."

sekarang semuanya berjalan seperti biasa, walau tak sepenuhnya. tapi aku berjanji, akan menunggunya... THE END

Erry Dw A R

0 comments:

Poskan Komentar