Jumat, 07 Juni 2013

29 Mei (sad birthday)


senyum manis dan imut terpancar darinya di pagi itu ketika ia melihat kalender hari ini. ya,cindy nampak begitu senang ketika melihat kalender hari ini yang bertanggalkan 29 april,karena sebulan lagi adalah hari ulang tahunnya yang bertanggalkan 29 mei. dengan senyuman imut dan manisnya itu ia berharap ulang tahun kali ini mendapatkan sebuah kado yang ia dambakkan,yakni boneka angry birds dan spongebobnya karena 2 tokoh tersebut adalah tokoh favoritnya. cindy yang kemudian di pagi itu sudah bersiap siap berangkat menuju sekolah pun berpamitan kepada ibunya.
cindy yang kala itu duduk di bangku kelas 3 SMP memang sudah mulai beranjak dewasa dan mengenali dunia luar dengan sifat lugu dan polosnya itu,lalu dia pun berangkat sendirian karena kala pagi itu sahabat dekatnya,rudi belum juga ada untuk mengajak berangkatnya bersama sama. setelah sekitar 15 menit berjalan kaki menuju sekolah,terdengar rudi yang memanggilnya dari belakang:
“candy?” teriak dari belakang cindy (sapaan rudi terhadap cindy)
“ *melihat kea rah belakang* eh,rudi?” balas cindy
“ko kamu ninggalin aku sih,aku tadi ngajak kerumah kamu kata ibumu udah berangkat?”
“habisnya kamu lama sih,ya udah aku duluan aja”
“keterlaluan” ujar nawari kesal
“hehe..maaf,maaf donk?” ucap cindy dengan senyum imutnya
rudi tidak menjawab apa apa hanya senyum balik terhadap cindy,dan ternyata senyuman dari cindy itu yang tiba tiba menjadi perasaan rudi berbeda:
“aku ga nyangka,ko si candy senyumnya imut banget dan aku ko baru nyadar ya. Mungkin,kali ini si candy tampil beda banget dan dia ko hari ini cantik banget dari biasanya” ucap dari dalam hati nawari sembari senyum sendiri
Cindy yang melihat nawari tersenyum sendiri,mengagetkannya:
“wooiii,ngapain senyum senyum sendiri. Jangan jangan kamu habis obat ya?”
“ *terkejut* eh,ada apa. Bikin kaget aja?” ujar rudi agak kesal
“kamu senyum senyum sendiri,kaya orang gila aja?” celoteh cindy
“ehh..apa..euuhh,kamu yang gila kali?” ujar rudi gugup
Cindy hanya tertawa mendengar perkataan rudii,sahabatnya itu. Ya,mereka sudah bersahabat dari kanak kanak sampai sekarang,keduanya selalu bersama jika saling membutuhkan dan layaknya sebagai sahabat saling menyayangi. Juga,saling keterbukaan dan saling mencurahkan tentang apa yang mereka rasakan.
Keduanya pun tiba di sekolah dan menuju kelas bersama sama,karena keduanya satu kelas dan tiba tiba nabilah,teman sekelas keduanya menghampiri keduanya dari belakang yang tengah menuju kelas:
“heii…kalian?” menghampiri cindy dan nawari dari belakang
“ *melihat kebelakang* eh,bilah?” ujar cindy
“duuhh,kalian selalu berduaan ya. Romantis banget?” ujar nabilah tersenyum
“apaan sih kamu bil,orang Cuma sahabat doank?” ujar cindy agak kesal
“iya nih,kamu ada ada aja” sambung rudi
Nabilah hanya tertawa saat keduanya kesal terhadapnya dan menuju kelas bersamaan. Setelah di kelas,bel tanda masuk berbunyi dan pelajaran pun di mulai.
Pelajaran pertama dan berikutnya sudah selesai,saat istirahat yang kala itu cindy menghampiri rudi yang tengah membereskan beberapa buku pelajarannya dan mengajaknya ke kantin sekedar makan bersama:
“heiii,ke kantin yuk?” di hadapan rudi
“eh,boleh. Mau bayarin aku ya?” ujar rudi tersenyum
“iihhh,apaan. Bayar aja sendiri” ketus cindy cemberut
Rudi hanya tersenyum dengan perkataan cindy sebelumnya dan lalu mereka pun ke kantin bersamaan. Perbincangan saat menuju kantin terjadi diantara mereka:
“ternyata ada yang senang hari ini ya. Ulang tahunnya tinggal sebulan lagi?” ucap rudi tersenyum
“waahhh,kamu ingat juga rupanya kalau bulan depan hari ulang tahunku. Idihh,kamu mau kasih aku apa? Awas loh kalau ga ngasih?” segelintir pertanyaan dari cindy sambil mencubit lengan rudi
“idiihh,ngarep banget kamu ya?” ujar rudi
“pokoknya ga may tau,kamu harus kasih aku hadiah ya,ya,ya,ya,ya?” cindy memohon dengan senyumnya yang imut itu
Tak kala melihat senyum cindy yang manis dan imutnya itu membuat rudi menjadi salah tingkah terhadap cindy. Rudi berusaha mengelak dari suatu perasaan yang tumbuhnya itu terhadap senyuman cindy,dan rudi pun menjawab pertanyaan yang sebelumnya di lontarkan cindy:
“euuhh..iya,iya deh baik,baik nanti aku kasih kamu hadiah ulang tahun buatmu” ucap rudi terbata bata
“asyiiikkk,mau kasih aku hadiah apa nih?” Tanya cindy dengan penuh penasaran
“bom…” ketus rudi sambil tertawa
“keterlaluan” cindy agak kesal dan cemberut dengan jawaban rudi
Mereka pun tiba di kantin sekolah,dan secara dari meja kantin tampak nabilah memanggil keduanya:
“cindy,rudi….sini?” melambaikan tangan kepada keduanya
Keduanya menghampiri nabilah yang duduk sendirian:
“tumben kamu duluan kesininya?” Tanya cindy
“habisnya kalian berduaan mulu sih,aku jadi ga enak” jawab nabilah
“apaan sih bil,kita kita ga ada apa apa ko?” cindy mengelak
“iya nih,otakmu tuh pikirannya gossip mulu?” sambung rudi
“haduuhh…” nabilah menggelengkan kepalanya
Mereka bertiga duduk bersamaan dan makan bersama,tidak terasa bel masuk pun berbunyi dan ketiganya setelah selesai makan di kantin,menuju kelas bersamaan.

Pelajaran selanjutnya di mulai,suasana pelajaran yang cukup tenang namun dari tatapan rudi yang terkadang selalu melihat ke arah cindy yang duduk di meja sebelah,ternyata rudi sahabatnya itu mulai menyukai cindy dan pelajaran yang di ikutinya sekarang pun rudi Nampak tidak konsentrasi karena tatapannya yang terkadang menuju kearah cindy. Melihat gelagat rudi itu,guru mata pelajaran tersebut pun menegurnya:
“rudi,kamu mau ikut pelajaran saya atau tidak?” bentak guru tersebut kepada rudi
“*terkejut*ehh,anu bu..maaf saya mau ikut ko bu” ucap rudi terkejut dan malu
Cindy yang melihat sahabatnya itu mendapatkan teguran dari guru mata pelajarannya,hanya tersenyum. Rudi pun tak kuasa menahan malu karena di tertawakan seluruh teman sekelasnya.
Bel tanda pulang sudah berbunyi,semuanya bersiap pulang namun karena ini giliran piket rudi maka dia pulang belakangan,sementara cindy dan nabilah sudah tidak ada di dalam kelas:
“kenapa mesti sendiri sih yang bersihin kelas ini. Coba tambahin donk regu piket kelasnya hari ini” ucap rudi dengan nada kesal
Namun,ternyata cindy dan nabilah mendengar umpatan kesal dari rudi yang berada di dalam kelas,karena keduanya sebelumnya sebelum pulang hendak menuju perpustakaan sekolah. Keduanya pun menghampiri rudi yang berada di dalam kelas:
“kasihan banget ya kamu,sendirian bersihin kelas ini. Hmm..hmm” ucap nabilah yang muncul dari luar kelas sambil menggelengkan kepalanya
“sabar ya rud,kamu pasti bias. Ganbatte” sambung cindy
“akh,kalian ini diam. Bantuin donk,capek nih?” ucap rudi dengan nada kesal
“deritamu ya deritamu rud” ledek nabilah sambil tertawa
“ganbatte rud,ganbatte kataku juga. Ayo tuh,nanti ujan loh?” sambung cindy kembali
“candy,bantuin donk. Atau aku ga jadi kasih hadiah ulang tahunnya loh?” ancam rudi
“iihhh,ko gitu. Ga adil ahh” cindy dengan nada kesal
“udah bantuin aja tuh pangeranmu,aku pulang duluan ya?” ucap nabilah sambil mendorong cindy ke dalam kelas dan pergi
“aduuhh,nab ko kamu gitu sih. Keterlaluan” ucap cindy cemberut
“udah,bantuin aku dah ya. Nih,kamu bersihin meja belakang?” ujar rudi sambil memberikan sebuah lap pel kepada cindy
“duuhhh” cindy kesal
Akhirnya,cindy pun terpaksa membantu rudi membereskan kelas bersama sama dan karena cindy kini membantunya maka selesai juga akhirnya membereskan kelas. Di saat itu,rudi merasa senang karena bias berdua bersama cindy,sahabatnya yang mulai disukainya itu.
“kamu capek?” Tanya rudi
“iya nih,haduuuhh” jawab cindy terengah engah
“ya udah,kamu tunggu disini ya. Aku beli minuman dulu buat kamu” sambil keluar dari kelas
Seketika rudi meninggalkan cindy yang di dalam kelas untuk membeli minuman di kantin sekolah,suasana sekolah sudah cukup sepi dan menyisakan rudi dan cindy saja. Tidak lama kemudian,rudi pun kembali dengan membawa dua buah minuman dan memberikannya kepada cindy:
“ini nona candy,nona manja minumannya. Semuanya seratus ribu?” ucap rudi sambil memberikan minuman dan tersenyum
“seratus ribu. Apa mau ku hajar kamu?” jawab cindy terkejut
“hehe,ngga lah aku bercanda” ucap rudi tersenyum
Cindy hanya tersenyum,dan keduanya pun secara bersama sama menikmati minuman bersamaan.
Merasa sudah cukup bersih kelas,keduanya pun memutuskan untuk pulang bersama sama dan seperti biasa,perjalanan menuju rumah mereka selalu berbincang bincang. Karena,cindy yang cukup cerewet dan bawel terkadang membuat rudi menjadi bosan juga mendengarnya.
*** di perjalanan
“ulang tahunku sebulan lagi,kamu jangan lupa ya buat kasih aku hadiah. Tapi,hadiahnya yang bagus loh? Awas kalau ngga,aku hajar kamu? Aku lempar kamu…” belum selesai berbicara,rudi memotong perkataan cindy
“stooppp…” sambil menutup mulut cindy
“*melepaskan tangan rudi* idiihh,kamu belum juga aku selesai berbicara?” ucap cindy kesal
“kamu ini,kalau bicara tuh kaya kereta api ya. Cepet dan ga berhenti henti?” ucap rudi
“dasarr….” Balas cindy kesal
“ya udah deh nona bawel,udah berapa kali aku bilang ntar deh ultah kamu aku kasih bom ya,biar mulutmu meledak dan ga bawel lagi?” ucap rudi tertawa
“iiihhhhhhhh….” Cindy makin kesal
Rudi hanya tersenyum dengan melihat cindy yang kesal terhadapnya. Dan,ketika masih menuju rumah masing masing,mereka memutuskan untuk singgah di sebuah warung bakso yang biasanya rudi yang selalu membelinya. Kali ini,dia mengajak cindy untuk makan bersama:
“candi,mampir dulu yuk ke warung bakso yang disitu. Itu langgananku dulu loh?” ajak rudi
“idih,ko candi sih. Kamu ini bikin kesal saja” kesal cindy
“hehe,iya iya maaf deh nona candy imut. Yuk,mampir dulu aku yang bayarin deh” ucap rudi tersenyum
“ya udah,yuk” balas cindy tersenyum
Keduanya singgah di sebuah warung bakso langganan rudi dulu,ini baru pertama kali rudi mengajak makan bersama cindy di warung langganannya. Memang,mereka terkadang kalau jalan berdua hanya sekedar mengantar satu sama lain,dan karena kini mereka sudah beranjak dewasa,mungkin akan berbeda lagi. Setelah selesai makan,mereka pun hendak untuk kembali melanjutkan kembali kerumah masing masing,namun sepertinya rudi ingin selalu berdua bersama cindy,makanya terlebih dahulu mengajak cindy untuk bermain terlebih dahulu ke suatu tempat:
“main dulu yuk,kesal nih dirumah?” ajak rudi
“kemana. Boleh juga tuh?” jawab cindy
“ke hatimu” balas rudi tersenyum
“emang bisa ya?” ucap cindy
“kalau di bisain” jawab rudi tertawa
“dasar gila” balas cindy
Cindy yang ternyata mau menerima ajakan rudi pun akhirnya memutuskan untuk bermain terlebih dahulu ke sebuah tempat,dan sepertinya taman kota jadi tujuan mereka. Jarak menuju taman kota lumayan jauh,mereka pun terpaksa menaiki kendaraan umum seperti bis kota yang sepertinya saat mereka menunggu di halte terlihat penuh sekali,maklum jam pulang sekolah dan begitu banyaknya orang orang yang menggunakan jasa bis kota. Saat mereka sudah menaiki bis kota,tampak penuh sesak dan mengharuskan untuk berdiri,namun ada kursi penumpang yang kosong,namun hanya satu karena kursi sebelah sudah ada yang menempati,rudi yang tidak tega melihat sahabatnya itu menyuruhnya untuk duduk di kursi kosong tersebut:
*** di dalam bis
“kamu duduk aja,pegal loh lama lama berdiri pegal tuh kaki kamu?”
“tapi,kursinya ada satu terus kamu gimana?”
“aku tidak apa apa,udah ntar di tempati orang lain” ucap rudi dengan nada memaksa
“ya udah kalau gitu” ucap cindy yang kemudian mengambil posisi duduk
Ternyata,cindy nampaknya begitu tersentuh dengan pengorbanan yang di lakukan rudi,walaupun Cuma sebatas kursi kosong tapi cindy tersanjung dengan rudi yang rela berdiri didalam bis berdesak desakkan.
Sekitar 30 menit menuju taman kota,mereka pun sampai di tempat tujuan dan suasana taman kota yang tidak terlalu ramai hanya sebagian orang saja yang menyempatkan diri untuk menyinggahinya. Mereka pun hanya berjalan jalan mengelilingi kawasan taman kota yang cukup luas:
“kita kesini jauh jauh Cuma untuk berjalan jalan doank?” ucap cindy
“ya ngga lah,kamu mau kemana lagi?” jawab rudi
“aku mau,ehh aku haus nih minta minum donk?” pinta cindy dengan nada manja
“beli aja sendiri” jawab rudi tersenyum
“idiihh,kamu sahabatku atau bukan?” balas cindy dengan nada agak kesal
“yaelah,gitu aja ngambek. Iya iya aku beliin” ujarku dengan nada lemas
“nah,begitu donk” balas cindy dengan senyumnya yang imut itu
Senyum imutnya itu loh yang membuat rudi menjadi takluk dan tidak bisa nahan,jantungnya berdetak kencang kala cindy tersenyum barusan. Setelah membelikan minuman untuk cindy,rudi mengajaknya untuk duduk sejenak terlebih dahulu:
“duduk disitu yuk,kayanya nyaman tuh?” ajak rudi
“boleh” jawab cindy
Keduanya pun duduk bersama sama,dan nampaknya inilah yang diinginkan rudi selalu berduaan bersama cindy,sahabatnya dari masa kanak kanak yang kini ia sukai. Memang,dari kanak kanak mereka bersahabat dekat,bahkan menginjak SD sampai sekarang pun selalu bersama,hanya terkadang berbeda kelas. Awalnya rudi tidak menduga akan seperti ini terhadap cindy,biasa biasa saja karena ya wajarlah namanya sahabat selalu bersama dan dekat sekali,tapi mungkin kali ini dalam menginjak masa masa remaja mulai memiliki suatu perasaan yang berbeda terhadap cindy. Namun,rudi tidak mau mengungkapkannya karena dia sadar cindy adalah sahabat karibnya. Sepertinya,cindy yang menyadari kalau daritadi rudi hanya diam saja mengagetkannya:
“*menepuk pundak rudi* wooiii,melamun mulu?” ujar cindy
“*terkejut* ehh,ada apa. Bikin kaget aja?” rudi dengan nada terkejut
“dari tadi diem mulu. Ngelamunin apa sih? Ngelamunin aku ya. Hahahahaha?” ucap cindy dengan nada percaya diri
“euuhhh..iiihhh..si..sia..siapa yang ngelamunin kamu. Geer banget sih kamu?” jawab rudi terbata bata
“terus apa donk?” tanya cindy penasaran
“mau tau aja,dasar kepo kamu?” ucap rudi
“huuuhhhhhh” ujar cindy cemberut
Sebenarnya memang rudi melamun tentang cindy,namun rudi berusaha mengelak dan membohongi terhadap cindy.

Nampaknya hari sudah mulai sore,jam menunjukkan pukul 16.00,cindy mengajak rudi untuk pulang:
“pulang yuk,udah sore nih? Nanti aku dimarahi sama ibu aku?” ajak cindy
“ya udah,yuk” jawab rudi
Keduanya pun meninggalkan sekitar taman kota tersebut dan menunggu bis kota yang menuju sekitar rumah mereka,karena suasana halte bis kala itu cukup ramai dan saling berdekatan,tanpa sengaja tangan rudi menggenggam tangan cindy yang disebelah rudi. Cindy yang menyadari hal itu,justru diam saja dan nampaknya mereka mulai tumbuh perasaan saling menyukai. Bis yang ditunggu mereka akhirnya tiba,keduanya pun bersamaan menaiki dan kebetulan tidak seperti tadi,mereka duduk bersamaan dan nampaknya karena cindy cukup kelelahan,dia pun tertidur di sandaran pundak rudi. Nampaknya,rudi begitu senang sekali dan merasakan kenyamanan ketika cindy bersandar padanya. Hingga,mereka pun sampai di sekitaran rumah mereka,rudi yang melihat cindy masih tertidur membangunkannya:
“hei,kita udah sampai. Turun yuk?” ucap rudi dengan nada pelan
“*terbangun* ehh,apa kita udah sampai?” tanya cindy yang sembari mengusap kedua matanya
“tidur mulu sih kamunya,makanya ga tau sampai atau belumnya” jawab rudi tersenyum
Cindy hanya tersenyum malu,dan keduanya pun turun dari bis bersama sama dan menuju rumah masing masing. Nampaknya,terasa kaki cindy yang pegal itu membuatnya tidak kuat untuk berjalan:
“kenapa kamu?” tanya rudi
“kakiku pegal banget,aku ga kuat jalan nih” jawab cindy merintih
“*menarik nafas panjang* ya udah,naik aja ke punggungku?” ucap rudi yang kemudian mengambil posisi membungkuk
“tapi kamu…” ucap cindy terputus oleh rudi
“udah,cepet naik” ujar rudi dengan nada memaksa
Cindy pun hanya terdiam yang kemudian bersedia untuk digendong oleh rudi,dan kini rudi yang menggendong rudi dibelakang punggungnya mengantarnya menuju rumahnya. Disaat itulah,cindy mulai merasakan sesuatu dan tampaknya nyaman sekali berada di pangkuanku rudi. Sebaliknya rudi pun merasakan hal yang sama,hingga akhirnya sampailah di depan rumah cindy,karena rumah rudi satu arah dengan rumah cindy:
“nah,kita udah sampai?” ucap rudi yang kemudian menurunkan cindy
“akhirnya,makasih ya udah mau menggendong aku?” ujar cindy tersenyum
“iya sama sama” jawab rudi tersenyum balik
Lalu,rudi pun meninggalkan cindy yang sudah di depan rumahnya. Ketika cindy hendak memasuki rumahnya dan sesekali melirik ke arah rudi yang kemudian tersenyum kepadanya. Senyuman imutnya itu loh yang membuat rudi menjadi makin suka terhadapnya.
*** waktu semakin berlalu dan hingga saat itu sekitar seminggu menuju ulang tahun cindy tepatnya tanggal 22 Mei
“rud…rud..bangun?” seseorang membangunkan rudi
“apa?” rudi terbangun dari tidurnya dan melihat seorang perempuan yang sangat cantik,ternyata cindy sahabatnya
“ke taman yuk?” ajak cindy dengan senyum imutnya yang membuat rudi makin salah tingkah ga karuan
“boleh..” jawab rudi yang kemudian beranjak dari posisi tidurnya
Keduanya menuju taman kota seperti biasa,dan disanalah mereka bersenang senang,bercanda dan hingga saat mereka duduk berdua bersamaan:
“rud,aku mau jujur sama kamu?” ucap cindy
“kamu mau bilang apa?” tanya balik rudi penasaran
“aku mau jujur kalau aku suka sama kamu” jawab cindy tersenyum malu\
“kamu suka aku? Tapi aku juga suka sama kamu” jawab rudi yang kemudian memegang kedua tangan cindy
Disaat keduanya saling berpegangan tangan dan bertatapan wajah,kedua wajah mereka saling mendekati,namun……..
Plaaakkkk…….tiba tiba ada yang menampar rudi dan rudi pun terbangun dari tidur dan mimpinya:
“aduuhhh…siapa sih sakit banget?” ujar rudi kesakitan yang kemudian terbangun
“bangun wooii,bangun….tidur mulu” ujar seseorang yang ternyata adalah cindy,sahabatnya
“hahhh,candy. Sejak kapan kamu dikamarku? Ko bisa kamu masuk kesini? Mau apa kamu?” segelintir pertanyaan rudi dengan nada terkejut
“sejak tadi,kata ibu kamu aku disuruh membangunkan kamu katanya kamu susah dibangunin” jawab cindy
“tapi jangan gitu donk cara banguninnya,pake ditampar segala” ucap rudi dengan nada agak kesal sambil mengusap pipinya yang sakit ditampar cindy
“haha,maaf deh habisnya kamu susah dibangunin sih. Makanya aku tampar aja,lagian kamu tidurnya sambil tersenyum senyum gitu sih” ucap cindy
“euuuhhh,udah,udah dan ngapain kamu tumben pagi pagi udah disini?” tanya rudi
“kamu mimpi apa sih semalam,aku kesini mau ngajakin kamu kesekolah.” Jawab cindy dengan nada heran
“oohh,hehe iya maaf aku lupa. Ya udah,kamu tunggu di depan sana aku mau mandi dulu?” ucap rudi dengan tersenyum malu
Lalu,rudi pun bergegas untuk mandi dan cindy pun menunggu di ruang depan rumah rudi. Tidak lama kemudian,rudi sudah berpakain rapi dan mengajak cindy berangkat sekolah:
“yuk berangkat?” ajak rudi
“ya udah,yuk” jawab cindy
Keduanya pun kemudian berangkat bersama sama menuju sekolah,ternyata rudi baru tersadar kalau hari ini cindy berpenampilan berbeda,dia kelihatan lebih cantik dengan dua ikatan kuncir di kepalanya. Rudi yang semakin tidak karuan dengan kecantikan cindy kali ini.

Setibanya di sekolah,mereka menuju kelas bersama sama dan ternyata kali ini nabilah teman sekelas keduanya tidak ada disekolah,dikarenakan hari ini izin untuk masuk sekolah.
Teetttt….teeett….bel tanda masuk sudah berbunyi dan pelajaran pun dimulai
***
Setelah proses belajar selesai,hingga tiba saatnya untuk pulang. Rudi yang melihat cindy terlebih dahulu seperti biasa menuju ruang perpustakaan hendak menunggunya,rudi teringat ulang tahun cindy tinggal seminggu lagi. Dia harus mencari hadiah ulang tahun yang terbaik untuknya,sekalian mungkin apakah dengan menyatakan perasaan padanya. Bimbang kala itu rudi,karena jika ia mengungkapkan perasaannya pasti cindy akan menolaknya,karena diantara keduanya sudah bagaikan kakak beradik,namun rudi tidak dapat menahan perasaannya itu. Dalam lamunan yang membingungkan rudi,tiba tiba cindy mengagetkannya:
“ngelamun mulu wooiii?” ujar cindy
“*terkejut* ehh,apa hmm…ngga ko ngga?” jawab rudi tergesa gesa
“kamu ini,ngapain masih disini?” tanya rudi
“aku,aku nungguin kamu” jawab rudi
“wahh,tumben nih biasanya kalau aku ada keperluan duluan kamu suka ninggalin aku?” tanya cindy tersenyum
“ya aku….” Jawab rudi terputus
“ya udah,yuk kita pulang?” ajak cindy
“iya” jawab rudi
*** diperjalanan menuju rumah
Nampaknya,dari raut wajah cindy yang sudah tidak sabar akan hari ulang tahunnya itu nampak menanyakan kepada rudi,apakah dia janji akan memberikan hadiah untukknya. Memang,cindy selalu memaksa dari rudi karena ternyata cindy ingin kalau rudilah orang pertama yang memberikan kado ulang tahun kepadanya. Namun,cindy tidak mengatakannya kalau dia ingin rudi jadi orang pertama yang memberikannya hadiah ulang tahun kepadanya:
“seminggu lagi ulang tahunmu,waahhh…udah ga sabar aku ingin melemparimu dengan tepung dan telur?” ucap rudi tersenyum
“apa,jangan lah. Atau aku yang akan melemparimu dengan batu?” ucap cindy agak kesal
“hahahah,idihh..ko batu?” tanya rudi tertawa
“habisnya kamu mau mali maluin aku” jawab cindy cemberut
Rudi hanya tersenyum,dan tidak lama itu sampailah di rumah cindy. Cindy hendak mengajaknya untuk singgah dirumahnya,namun rudi menolak dengan alasan ia ada keperluan keluarganya,padahal sebenarnya dia akan mencari kado ulang tahun untuk cindy yang tinggal seminggu lagi. Lalu,rudi pun segera mencari apa hadiah yang terbaik dan berkesan untuk cindy. Sampai sampai rudi hampir seharian mencari namun belum menemukannya juga. Hingga,akhirnya rudi tau mungkin sebuah boneka angry bird dan boneka spongebob bisa menjadi hadiah terbaik untuknya. Rudi nampak senang,karena akhirnya berhasil menemukan kedua boneka tersebut,memang rudi ingin menjadi orang pertama yang memberikan akdo ulang tahun untuk cindy sebelum teman teman yang lainnya.
*** satu hari sebelum ulang tahun cindy,tepatnya tanggal 28 Mei
Di pagi itu,rudi melihat kalender hari ini dan iya,sehari lagi atau tepatnya besok adalah hari ulang tahun cindy,rudi nampak senang sekali karena dia sudah mendapatkan kado ulang tahun untuk cindy,dan dia sudah tidak sabar untuk memberikannya pada cindy tepat pada tengah malam menginjak usia cindy yang ke-16,rudi sudah merencanakan untuk memberikannya dengan datang langsung kerumah cindy. Begitu pun cindy,besok adalah hari ulang tahunnya,dia sudah tidak sabar akan mendapatkan kado apa dan berharap sahabatnya rudi lah yang menjadi orang pertama yang memberikannya kado kepadanya. Namun,kabar pahit yang harus rudi terima,ternyata kedua orang tuanya sudah memutuskan untuk pindah rumah,dan rudi pun di haruskan pindah sekolah. Rencana kepindahan mereka tepat saat ulang tahun cindy,rudi yang tidak percaya akan hal ini pun hanya bisa bersedih dan sangat tidak percaya dengan semua ini. Rencana yang sudah di rencanakan rudi untuk merayakan ulang tahun bersama cindy harus musnah sudah. Namun,karena rudi tidak bisa berbuat apa apa dia pun sebelum besok kepindahannya keluar kota,rudi menuliskan sebuah surat untuk cindy beserta kado yang sudah disiapkan untuk cindy.
*** 29 Mei (tepat ulang tahun cindy)
Pagi yang sangat riang untuk cindy,hari ini tepat ulang tahunnya dan dengan bergegas dia pun untuk menuju sekoalh. Karena,kemarin hari libur sekolah dan dia pun menunggu rudi,sahabatnya untuk berangkat sekolah bersama sama. Dan berharap,rudi lah pada hari ulang tahunnya kali ini menjadi orang pertama yang memberikan kado ulang tahun untuknya. Namun,tiba tiba ibu cindy memberikan sebuah surat kepada cindy,cindy bertanya dari siapa surat tersebut lalu membukakan surat untuknya,saat membuka surat ternyata dari rudi dan cindy pun membacakannya:
“candy,selamat ulang tahun ya? Hari ini tepat ulang tahunmu yang ke-16. Semoga,harapanmu dan impianmu terkabul serta kamu semakin dewasa. Maaf aku tidak bisa mengatakannya langsung kepadamu dan lewat surat inilah aku mengatakannya. Sebenarnya,aku benci mengatakan hal ini tapi hari ini aku dan keluargaku sudah tidak lagi disini. Aku beserta keluargaku berpindah tempat karena urusan pekerjaan ayahku. Aku sangat sedih dan tidak percaya,kalau aku akan berpisah denganmu dan ini sungguh mendadak dan juga aku benci perpisahan,apalagi denganmu. Aku sebenarnya mencintaimu,aku ingin selalu bersamamu. Hari hari yang telah kita lewati bersama dari awal kita bersama sampai sekarang sangatlah berarti bagiku,aku sangat bahagia bisa bersamamu selama ini dan mungkin kita kan bertemu suatu saat nanti.
I love you…
Candy”
Cindy yang tidak percaya dengan apa yang diterimanya kali ini pun,dari awal ekspresi riang dan senangnya kala hari ini adalah hari ulang tahunnya,berubah menjadi sedih karena ternyata rudi,sahabatnya yang cindy ternyata mencintainya pun harus meninggalkannya. Cindy tak kuasa menahan air matanya,dan kemudian disaat bersamaan kado dari rudi yang ternyata sudah ada pun membuat cindy senang dan sedih,senang karena ternyata harapannya terkabul bahwa rudi orang pertama yang memberikan kado untuknya,namun sedih karena harus berpisah dari rudi,dan cindy pun membukakan isi kado tersebut yang ternyata dua buah boneka yabg di inginkan olehnya,yakni boneka angry birds dan boneka spongebob. Cindy tak kuasa menahan air matanya,karena cindy pun tak sempat mengatakan kalau dia pun sama mencintai rudi,dan mungkin bagi cindy kali ini adalah ulang tahun sedih (sad birthday) baginya karena tidak merayakan bersama rudi,sahabat yang kini dia cintai dengan perasaan nyata.

"END"





0 comments:

Poskan Komentar