Senin, 08 Juli 2013

Teater Berdarah Final



 Teater Berdarah Final Part


***

Dan tiba-tiba terdengar suara jeritan.*ahhhh tolonggg*

Ariyo     : ehh suara siapa itu?
Ayana    : itu kan suara nabilah
Melody : hahh, ayo kita lihat kenapa dia..

Mereka pun bergegas lari ke toilet dan ternyata nabilah sudah tergeletak dengan tangan yg berlumuran darah.

Melody : nabilah, kamu kenapa? ( sambil mengangkat kepalanya )
Rezha  : sepertinya dia terluka dan pingsan, ayo kita bawa keluar ( sambil mengangkat nabilah ).
Ariyo   : sepertinya dia terkena pecahan kaya yang terjatuh dari atas pintu toilet. Dan sepertinya ada sengaja menaruh kaca di atas pintu ini.
Ayana    : haduhhh, siapa sih tega berbuat seperti ini?
Ariyo     : aku juga tidak tahu, ( sambil mencari barang bukti ).
Ade       : ehh, rezha bukannya kamu tadi yang terakhir masuk toilet. Pasti kamu yang melakukan ini. ( menunjuk rezha ).
Rezha    : hehh, jangan asal bicara kamu, aku ini kan fans mereka mana mungkin aku ingin menyakiti mereka.
Melody  : sudah tidak usah bertengkar mungkin ini hanya kebetulan saja, mari kita rawat nabilah terlebih dahulu baru nanti kita tanyakan sebenarnya apa yang terjadi.

Lalu mereka semua membawa nabilah ke ruang istirahat untuk merawatnya, kecuali ariyo dia tidak ikut ke ruang istirahat karna dia ingin menyelidiki sebenarnya apa yg terjadi.

****
Setelah beberapa menit berlalu ariyo menemukan hal yg janggal pada pintu tersebut ternyata pintu itu tidak bisa di tutup dengan rapat. Dan ariyo juga menemukan bahwa ada goresan dan pecahan kaca di atas pintu itu. Lalu ariyo menyimpulkan ternyata kaca itu memang sengaja di taruh di atas pintu oleh tersangsa jadi siapa saja yg membuka pintu tersebut akan tertimpah kaca. Setelah ariyo bisa menggambarkan kejadian tersebut dia pun bergegas lari menuju ruang istirahat di mana nabilah di rawat untuk menanyakan apa benar kejadian itu terjadi seperti apa yg dia pikirkan.

Ariyo     : haeh hehh, apa nabilah sudah sadar? ( kelelahan karna berlari )
Melody : iya dia baru saja sadar, tapi kenapa napas mu terputus-putus seperti itu.

Tanpa menghiraukan pertanyaan melody ariyo pun langsung menanyakan apa yang sebenarnya terjadi kepada nabilah.

Ariyo     : nab, sebenarnya apa yg terjadi tadi?
Nabilah : aku tidak tahu, saat aku berlari masuk dan membuka pintu toilet tiba-tiba ada kaca yg jatuh dari atas pintu itu, dan aku pun menghindar tapi kaca itu masih mengenai tangan ku. Hanya itu saja yang aku tahu.
Ariyo     : lalu apakah saat kamu masuk ke toilet pintu itu sudah terbuka?
Nabilah : iya pintu itu terbuka tapi hanya sedikit makanya aku buka lagi pintu itu agar lebih lebar, memangnya kenapa?
Ariyo     : tidak apa-apa. ( ternyata betul seperti apa yg aku pikirkan ) *berbicara dalam hati*
Ariyo     : ehhh, by the way rezha dan ade pergi kemana?
Ayana    : kalo rezha tadi katanya mau mencari peralatan P3K yg ada di dekat toilet.
Trus kalo ade tadi sih dia bilangnya mau nyari pintu keluar siapa tahu aja ada yg gak dikunci.

Tanpa banyak bicara ariyo langsung berlari dan mencari mereka, karna ariyo curiga kalo tersangkanya adalah salah satu dari mereka.

Ariyo     : hahhh, siapa dulu yang harus aku cari, hmmm rezha saja dia yang terakhir masuk ke toilet tadi.

Lalu ariyo bergegas mencari rezha, tapi di tengah perjalanan dia mendengar ada suara orang yg sedang berbincang dengan walkie talkie / semacamnya.

???       : zzzz, boss aku telah berhasil menjalankan rencana kita
???       : zzzz, bagus tapi jangan sampai identitas mu katahuan.
???       : zzzz, baik boss.

Karna ariyo penasaran dia langsung mencari di mana suara itu berasal, tapi tersadar bahwa ariyo datang orang misterius itu pun membuang walkie talkie yg tadi di gunakannya untuk berkomukasi dan begegas lari. Ariyo mengejar orang itu tapi tidak terjangkau karna dia cepat sekali.

Ariyo   : hahhh, cepat sekali dia berlari. Tapi sebenarnya dia itu siapa ya? ( sambil mengambil walkie talkie tersebut )
Ariyo   : wahh, ternyata dia pintar juga, dia menggunakan tisu toilet pada saat memegang benda ini agar tidak meninggalkan sidik jari.

Setelah mengambil walkie talkie tersebut ariyo kembali mencari rezha, dan akhirnya mereka bertemu. Dan tanpak wajah rezha berkeringat seperti habis berlari.

Ariyo   : heyy rezha, apa yg sedang kamu lakukan di sini?
Rezha  : aku sedang mengambil peralatan P3K untuk nabilah,
Ariyo   : baiklah ada yang ingin aku bicarakan pada kalian semua di ruang istirahat.
Rezha  : okee, aku segera kesana.
Ariyo   : ( wah aku curiga dengan dia, apa dia yg tadi berbicara dengan walkie talkie ini. Tapi aku tidak boleh asal menyimpulkan aku harus mencari barang bukti lagi ) *berbicara dalam hati*

Dan ariyo kembali pergi untuk mencari ade. Setelah beberapa menit akhirnya mereka bertemu.

Ariyo   : heyy ade, sedang apa kamu?
Ade     : aku sedang mencoba mencari jalan keluar dari tempat ini. ( sambil mendorong-dorong pintu keluar )
Ariyo   : ayo ke ruang isrirahat ada yg ingin aku bicarakan pada kalian
Ade     : bailah.

 Tapi saat ade sedang mendorong pintu tiba-tiba ada selembar tisu toilet yg terjatuh dari dalam tasnya, tanpa di sadari ade ariyo mengambil tisu tersebut dan mengajak ade untuk menuju ruang istirahat di mana semua orang berkumpul.

Ariyo   : hahh, kenapa ada tisu toilet dari dalam tasnya. Tapi mungkin saja dia abis dari toilet.

Tiba-tiba ariyo sadar dan tersenyum lalu berkata dalam hati : “akhirnya aku bisa menemukan pelaku dari semua ini”.

****
Akhirnya mereka berenam pun berkumpul di ruang istirahat dan dengan cepat ariyo menutup pintu dan berdi di depannya agar tidak ada yg bisa keluar dari sana.



Melody : kenapa kamu menutup pintunya ariyo?
Ariyo   : agar tidak ada yg bisa keluar dari ruangan ini termasuk si pelaku kejahatan. ( sambil tersenyum )
Melody : sebenarnya apa yg kamu maksud?
Ayana  : iya, apa sih maksud kamu?
Nabilah : tau nih aneh – aneh aja.
Rezha    : iya, sebenarnya kamu ini siapa? ( keringat dingin )
Ade       : dasar orang aneh..
Ariyo     : baiklah, sekarang akan aku mulai, pertama aku akan bertanya kepada mu rezha. Apakah sewaktu kamu ke toilet pintunya sudah terbuka?
Rezha    : iya, pintu itu sudah terbuka tapi hanya sedikit
Ariyo     : dan apakah saat kamu masuk kamu membukanya lebih lebar?
Rezha    : tidak, munkin karna badan ku kecil dan aku sudah bisa melewati pintu itu makanya tidak aku buka lagi..
Ariyo     : dan apakah saat kau berada di dalam kau menutupnya?
Rezha    : tidak, karna pintu itu cukup seret dan tidak bisa di tutup
Ariyo     : ternyata benar..
Melody : benar apanya?
Ade       : iya, sebenarnya kamu ini siapa?
Ariyo     : aku ini adalah seorang ditektive ( sambil mengeluarkan lencana dan kartu namanya ).
Ayana    : hahh ditektive, terus apa kamu tau siapa yg telah melakukan ini ke pada nabilah?
Ariyo     : iya aku tahu, ternyata pelakunya adalah dia ( menunjuk ade )
Ade       : hahh kenapa aku?? Mana buktinya?? Bukannya yg dari tadi gugup dan yg terakhir masuk ke toilet adalah rezha. ( menyangkal sambil menunjuk rezha )
Ariyo     : apa kamu tidak mau mengaku ini buktinya ( sambil mengeluarkan walkie talkie dan tisu toilet )
Ade       : barang bukti macam apa itu?
Ariyo     : baik akan ku jelaskan, pertama memang tidak ada dari kami yg mengetahui saat kamu pergi ke toilet tapi itu adalah buktinya ( sambil menunjuk tisu toilet yg tertempel di sepatu ade )
Ade       : tapi ini kan hanya tisu bisa saja ini kebetulan.
Ariyo     : itu bukan kebetulan melainkan itu memang cara kamu untuk menghapus sidik jari mu, seperti yg kamu lakukan pada walkie talkie ini dan mungkin secara tidak sengaja kamu menginjaknya dan tidak menyadarinya.
Ade       : hahhh, kamu tidak usah bercanda seperti itu.
Ariyo     : jika kalian tidak percaya geledah tasnya.
Rezha    : sini tas kamu ( sambil merebut tas ade )
Ade       : *merasa dirinya terpojok dia pun perlahan mendekat ke arah melody*
Rezha    : hehh, benar di tasnya ada tisu toilet.
Nabilah : wah aku gk nyangka kalo fans kita ada yg jahat juga
Ayana    : iya, kamu jahat banget.
Ariyo     : sebenarmya dia bukan fans kalian tapi dia adalah haters dia mencoba untuk menyelakai kalian ( menunjuk ke arah ade )

Karena ade sudah ketahuan tiba-tiba dia pun menarik melody dan mengalungkan pisau ke lehernya.

Ade     : hahahaha, ternyata kamu hebat juga ariyo. Tapi jangan harap kamu akan bisa menyelamatkan dia ( sambil sedikit menggoreskan pisaunya ke leher melody )
Melody : aawww, lepaskan aku ( meronta )
Ayana    : ehhh, lepasin kak melody penjahat
Nabilah : dasar penjahat, lepasin kak melody
Ariyo     : kamu pikir aku bodoh aku sudah menyiapkan sesuatu untuk mengatasi hal seperti ini.

Tiba-tiba ariyo menembakan jarum kecil yg keluar dari dasi kupu-kupunya yg tepat mengenai leher ade, dan seketika ade terjatuh lalu melody pun memukul wajah ade dan langsung berlari menuju ke arah ayana dan nabilah.

Ariyo     : rezha cepat ikat dia dengan tali ini ( melemparkan tali ke arah rezha )
Rezha    : okeee.
Ariyo     : melody apa kamu tidak apa-apa? ( menghampiri melody )
Melody : iya.
Ayana    : sini biar aku obati luka kakak.
Rezha    : heyy ariyo, apakah dia ini sudah mati ( sambil mengikat ade )
Ariyo     : tidak dia hanya pingsan karna aku telah menaruh obat bius pada jarum yg tadi aku gunakan.

Ketika ariyo dan rezha sedang sibuk mengurusi ade, tiba-tiba lampu menyala dan terdengar suara dobrakan pintu *dubbrakkk*. Dan ternyata itu adalah polisi.

Polisi     : heyyy, apa ada orang di sini?
Nabilah : iya kami ada di sini ( sambil teriak )

Polisi langsung bergegas membawa mereka berenam keluar dari tempat tersebut, dan polisi itu menanyakan apa yg terjadi.
Polisi     : sebenarnya apa yg telah terjadi?
Nabilah : ini, kami di teror oleh penjahat dan itu adalah penjahatnya ( menunjuk ade )
Polisi     : baiklah kami akan membawanya ke kantor untuk di proses.

Ternyata setelah sampai di luar para fans & member lain sudah berkumpul karna mencemaskan keadaan nabilah, ayana, dan melody. Lalu ayana, dan nabilah pun berlari dan memeluk semua member.

Ariyo     : melody kamu tidak ikut mereka berkumpul
Melody : iya sebentar, soalnya aku mau mengucapkan terima kasih dulu kepada mu, karna sudah menyelamatkan nyawaku tadi
Ariyo     : ahh. Tidak usah itu kan sudah tugasku.

Tapi dengan tiba-tiba melody mendekat ke arah ariyo dan langsung menciumnya kemudian melody langsung berlari ke arah member lain sambil tersenyum.

Ariyo     : ……, ternyata aku tidak sepenuhnya sial hari ini. ( sambil berjalan pergi dan memegang bibirnya )

                                                         The End


#cerita ini hanya karangan dan fiktif belaka, apabila da kesamaan karakter, tempat dan watak saya mohon maaf.

BY: Ariyo Pratomo

1 comments:

  1. ih seperti detektif conan saja pake jarum bius...
    aaaaaaa bagian akhirnya...ga' seruuuu.... masa Melody dibuat centil sih

    BalasHapus